follow yuk ig : @riana.kristina
Sekuel "Di Antara Dua Hati"
Jangan lupa siapkan tissu🤧
Plakkk!!
Sebuah kisah yang berawal dari ciuman yang tidak terduga. Mengharuskan gadis bernama Cinta Yasmila Pratama melayangkan tamparan keras ke wajah tampan seorang Adipati Rangga Wijaya.
Pemuda yang selama ini menganggap para gadis hanyalah boneka barbie.
Hingga pada akhirnya mereka saling jatuh cinta, Rangga harus dihadapkan pada kenyataan pahit lantaran Cinta adalah adiknya sendiri.
"Apapun yang terjadi di antara kita, itu semua bukan salah cinta. Tidak ada yang bersalah jika kita saling mencintai."
Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Apakah hubungan keduanya harus kandas lantaran adanya hubungan darah?
Penasaran? Ikutin kisahnya ya di,,
"Bukan Salah Cinta"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Paham
"Morning my son!" sapa Laura saat Rangga sampai di meja makan.
"Pagi Bu, pagi Pam... eh Yah, pagi Ben!" balas Rangga sembari menarik kursinya.
"Pagi, Kakak!" balas Ben.
"Pagi, Tuan Muda!" balas Jonathan kaku.
"Jangan memanggilku seperti itu lagi Ayah, aku putramu sekarang." Rangga merasa sungkan.
"Maafkan saya karena membuatmu harus meninggalkan rumah tuan Reyhan." Jonathan tampak muram.
"Jangan bicara seperti itu Ayah, justru aku sangat berterima kasih pada Ayah karena sudah mengatakan kebenarannya pada ayah Reyhan." Rangga tersenyum menatap Jonathan dan Laura bergantian.
"Aku bersyukur terlahir menjadi putra kalian. Jika tidak, aku dan Cinta tidak akan bisa bersatu selamanya."
Jonathan hanya menganggukkan kepala.
"Bagaimana tidurmu? Nyenyak?" Laura bertanya sembari menaruh roti yang sudah diolesi selai ke piring Rangga.
"Makasih Bu, tidurku sangat nyenyak semalam." Rangga tersenyum simpul.
"Baguslah, ibu pikir kamu gak akan bisa tidur."
"Tidak Bu, aku tidur sangat nyenyak, bahkan lebih nyenyak dari biasanya." Rangga tertawa bahagia, apalagi mengingat ucapan Cinta padanya sebelum tidur.
"Apa hari ini Tu... kamu akan langsung berangkat ke kantormu?"
"Iya Ayah, mungkin aku juga akan menetap di sana seperti dulu."
"Iya, memang lebih baik seperti itu. Jarak dari sana ke sini lumayan jauh, kamu akan kelelahan di jalan jika harus bolak-balik ke sini."
"Aku mohon ayah nantinya membimbingku,"
"Tentu saja."
"Aku menyesal kenapa tidak bekerja dengan sungguh-sungguh dari dulu," ujarnya.
"Yah, anggap saja sebagai pelajaran, Sayang." Laura mengusap punggung tangannya, "Ibu juga begitu, kenapa baru mengatakan kebenaran tentangmu. Mungkin, jika lebih awal mengatakannya, kamu tidak harus menderita selama dua tahun kemarin."
Rangga tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada Ben yang fokus memakan rotinya, "Kamu akan ke sekolah, Ben?"
"Tentu saja, Kak." Anak laki - laki itu menjawab sembari mengunyah rotinya. "Aku kan ingin hebat seperti Kak Rangga nantinya."
"Aku hebat?" tanya Rangga heran.
"Iya, Kakak hebat." Mengacungkan kedua jempol tangannya ke arah Rangga.
"Hebat dari mananya?"
"Kakak pintar balapan terus direbutin banyak cewek-cewek lagi," celotehnya polos, "aku juga pingin gitu nanti."
"Ben!" bentak Laura.
Sementara, Rangga tergelak dengan ucapan adiknya, "Jadi kamu ingin direbutin para cewek juga?"
Ben mengangguk, "Iya Kak, aku ingin cewek - cewek di sekolahku mengejarku, sama seperti waktu Kakak sekolah dulu."
Ucapan bocah itu mengingatkan Rangga pada masa SMA-nya dulu dimana para siswi di sekolahnya setiap pagi akan selalu menunggunya di depan gerbang sekolah hanya untuk bisa menyapanya paling dulu.
Mereka juga sering menawarkan traktiran hanya untuk bisa makan siang bersamanya di sekolah. Bahkan ada beberapa yang membawakan bekal makan siang untuknya. Namun, Rangga selalu menolaknya, sehingga Laura dan Ben yang menjadi incaran mereka demi mendapat perhatian Rangga.
"Iya, nanti kakak ajarin caranya." Rangga mengerling ke arah adiknya.
"Rangga!" Laura melotot pada Rangga. "Jangan ajari yang tidak benar pada adikmu."
Rangga tergelak kembali, "Tidak, Bu. Aku hanya bercanda." Dia mengedipkan sebelah matanya pada Ben.
Bocah 12 tahun tahun itu hanya cekikikan, sedangkan Jonathan mengulum senyum melihat tingkah kedua putranya.
Rangga masih tersenyum pada Ben, saat ponselnya bergetar sebentar pertanda ada chat masuk. Dia mengusap layar ponselnya dan mengulum senyum.
Sweetheart,
"Morning Bee," 06.30
"Good luck ya untuk hari ini." 06.30
"Semangat! Aku mencintaimu!" 06.30
"😘😘😘" 06.31
Wajah Rangga merona membaca pesan dari Cinta. Dia membalas chat Cinta sembari menggigit bibir bawahnya.
"Morning juga Sweetheart," 06.32
"Aku juga mencintaimu❤," 06.32
"Makasih ya emotnya," 06.32
"Aku tunggu 😘 yang nyata nanti di kantor!" 06.33
"😉😉😉" 06.33
Rangga terkekeh, lalu selang beberapa menit ponselnya bergetar lagi.
Sweetheart,
"Dasar mesum!" 06. 35
Rangga tertawa pelan sembari memasukkan ponselnya lagi ke dalam saku jasnya.
...****************...
Cinta tersenyum geli membaca pesan Rangga. Pria itu selalu membuatnya rindu dengan omesnya.
Selesai berdandan, Cinta keluar kamarnya lalu menuruni tangga dan menuju meja makan.
"Pagi Yah, Ibu," sapanya sembari duduk di kursinya.
"Pagi Sayang," balas Diana, "mau sarapan pakai nasi apa roti?" tanyanya.
"Roti aja, Bu."
Diana mengambil roti yang sudah diolesi selai dan meletakkannya di piring Cinta.
"Makasih, Bu."
"Sama - sama, Sayang."
"Yah, entar Cinta berangkat sama kak Rangga ya?" ujarnya sembari memotong rotinya.
"Ke mana?" Reyhan menghentikan tangannya memotong roti demi menatap Cinta.
"Ke kantor cabang yang Ayah serahin sama kak Rangga," Cinta balik menatap Reyhan, "bukankah hari ini kak Rangga juga mulai tugas di sana,"
"Ayah hanya menugaskan Rangga. Kamu ikut ayah ke kantor pusat!" Reyhan menyesap kopinya.
"Kenapa gitu, Yah?" Cinta ingin protes.
"Kalian tidak boleh berduaan terus. Ayah tidak mau terjadi sesuatu sebelum kalian resmi menikah." Reyhan memberi sorot mata elang pada Cinta. Kemudian, kembali fokus pada sarapannya.
Mendengar ucapan Reyhan, Cinta sontak menggigit bibir bawahnya. Rasa bersalah tiba-tiba menjalar dalam hatinya.
Sejurus kemudian ponsel di dalam tasnya berbunyi. Cinta meraih ponselnya, dengan ragu-ragu dia menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"Halo, Kak! Ada apa?"
"......."
"Hm iya, kebetulan aku juga ada yang ingin dibicarakan dengan Kakak."
"......."
"Baik Kak, aku tunggu di rumah." Cinta mematikan panggilannya.
"Siapa?" tanya Diana.
"Kak Stevan, Bu. Dia ingin menjemputku ke sini, katanya ada yang ingin dibicarakan denganku."
"Ow,"
Cinta melirik Diana sebentar, lalu mengetik pesan untuk Rangga.
"Kak, kamu berangkat sendiri ya, aku akan berangkat dengan ayah. Ayah mengajakku ke kantor pusat, aku enggak ke kantor Kakak lagi."
"Kalau begitu, ayah akan berangkat duluan." Reyhan bangkit dari kursinya disusul Diana yang langsung mengambil jasnya dan membantu Reyhan mengenakannya.
"Iya, Yah." Cinta mencium punggung tangan Reyhan.
"Hati - hati ya, Sayang." Diana mencium punggung tangan Reyhan.
"Hm, kamu juga." Reyhan mengecup kening Diana. "Jangan ke mana-mana tanpa ijinku!" pesannya dengan nada ancaman.
Diana mendengus mendengar ucapan suaminya, "Pastinya, Sayang."
Selang beberapa menit mobil yang mengantar Reyhan meninggalkan rumah, terlihat mobil Stevan memasuki area rumah dan berhenti di teras dimana Cinta sudah menunggunya.
Cinta masuk ke pintu mobil yang sudah dibukakan Stevan dari dalam.
"Sudah lama?" tanya Stevan sembari melajukan mobilnya kembali.
"Enggak juga Kak, ayah juga baru aja berangkat."
"Owh," Stevan mengangguk.
Cinta kembali meraih ponselnya, mengecek kembali balasan dari Rangga. Namun, pria itu belum juga membalas pesannya.
Apa mungkin sedang di jalan? pikir Cinta.
Mobil Stevan kini sudah keluar dari gerbang rumah Reyhan. Cinta yang sibuk dengan ponselnya tidak menyadari mobil mereka berpapasan dengan mobil Rangga di luar gerbang.
Rangga menautkan kedua alisnya, lalu meraih ponselnya bermaksud menelpon Cinta. Namun, niatnya diurungkannya begitu membaca pesan yang tadi dikirim Cinta. Rahangnya terlihat mengeras.
"Apa-apaan kamu, Cinta. Kamu bilang berangkat dengan ayah tapi, kenyataannya kamu malah berangkat bareng Stevan. Huhh!" geramnya sembari memukul kemudi.
bersambung....
Makasih buat readers yang sudah mampir dan ngikutin Cinta sama Rangga sampai sini.😊 Makasih juga buat yang udah ngasih dukungan hadiah, vote, sama like nya😁
Cinta sama Rangga selalu menunggu dukungan kalian lho🤭
Jangan lupa ya habis baca ingat dukungannya, hadiah, vote, like sama coment nya ya🤗
Makasih semua, sampai ketemu di next episode yah😉
thor tolong y sembunyikan cinta sampai dia melahirkan dan bikin rangga prustasi berat