Ustadz Fadli Alfatah membuat keputusan menikahi Bella yang di tinggalkan sang adik 1 jam sebelum resepsi pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Sismala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rindu Yang Membunuh
Sama- sama sulit, rumah tangga yang pada awalnya hanya karena keadaan menjadikan beni- beni cinta. Tapi tidak semua rumah tangga berakhir bahagia, ada badai dan ada rasa penyesalan yang mendalam. Jika cinta dan hasrat hanya berlapis dinding tipis lalu apa artinya kesetiaan. Ustadz Fadli tetap menjalani rutinitas seperti biasa, menjaga warung kelontongnya jika pekerja itu libur, mengajar anak sekolah dan menghadiri undangan ceramah juga pengajian. Rey berhasil menyelesaikan skripsinya, kini dia bekerja sebagai pegawai di perusahaan swasta. Andre saat ini berhenti untuk menjalani hidup burik merusak para gadis, setelah Ibunya meninggal dia penuhi penyesalan. Riska yang percaya akan ucapan cinta Andre dulu pada akhirnya kehilangan kesucian juga rahimnya akibat dari aborsi yang di lakukan Andre secara sepihak dengan dokter ilegal.
Semua orang yang menikmati kenikmatan dengan maksiat akan berakhir buruk, Rey tidak bisa memiliki keturunan, Riska tidak ada harapan juga untuk hamil setelah kehilangan rahimnya, Andre hidup dalam keterpurukan. Dan Bella dia kehilangan cinta sejatinya. Hanya ustadz Fadli meskipun tulus justru berakhir dengan luka yang tiada akhir, dia rindu dengan isterinya. Dia rindu masakan Bella, dia rindu tawa wanita itu, aromanya, amarahnya. Kapan wanita itu akan kembali? Bella menghilang bak di telan bumi. Sudah hampir 2 tahun setelah hari itu. Tidak ada kabar, apa anaknya sudah tubuh besar? memikirkan itu ustadz Fadli jadi sedih.
Dia tidak pernah menikah lagi, dia tidak pernah bisa mencintai wanita lain selain Bella. Sementara Aisyah anak dari Kyai Haji Ahmad akan menikah dengan Rey, dia yang pernah berusaha menggoda ustadz Fadli kerudung panjangnya tapi ternyata jodohnya adalah Rey. Malam setelah Rey mabuk dia bertemu Aisyah, tanpa sengaja Rey jatuh ke dalam pelukan Aisyah itu menjadi fitnah. Mereka akhirnya akan menikah beberapa bulan lagi. Rey sudah mati rasa dia bahkan lupa bagaimana cars mencintai. Hidupnya terasa tidak lagi berwarna, dia juga masih belum melupakan Bella.
Sementara Bella tinggal di pedesaan, dia hidup bersama anaknya yang berusia 1 tahun. Anak itu laki- laki di beri nama Muhammad Nico Alfatah. Bella berjualan kue untuk menafkahi kebutuhan hidupnya juga keluarga barunya, banyak yang berpikir Bella adalah seorang artis tapi dia hanya mengatakan mirip. Namanya di desa di ganti menjadi Ningrum.
"Kue- kue..." Bella berjualan keliling, kue- kue Bella selalu laris. Tapi Ibu- Ibu banyak yang mencemooh Bella karena dia hidup tanpa suami. Suami- suami mereka sering memborong kue dagangan Bella karena kecantikan wanita itu yang jadi bahan perbincangan penduduk.
"Hei! Ningrum kamu itu kalau jualan jangan disini suami saya setiap hari beli kue gara- gara kamu, iya sih kue kamu enak tapi kamu jualan gak usah centil. Jangan sampai mas Dadang tergoda sama kamu!"
"Iya Ningrum bisa gak sih kalau jualan jangan jual tubuh!" Bella di dorong hampir saja kue- kuenya jatuh ke lantai.
"Assalamualaikum wr.wb. Ibuk- Ibuk ada apa ini ribut- ribut?" tanya Ustadz Damar. Ustadz Damar ini sangat terkenal di desa karena kepribadian baiknya, Istrinya bernama Ratna.
"Waalaikumsalam," jawab Bella.
"Waalaikumsalam ustadz, ini si Ningrum mentang- mentang gak punya suami semua suami orang di godain supaya bisa beli kue- kue dia." Bella menunduk, dia sama sekali tidak menggoda. Dia hanya niat berdagang untuk membelikan susu Nico dan makan untuk anak- anak di rumahnya.
"Ibuk- Ibuk selama ini saya perhatikan mbak Ningrum tidak pernah seperti itu. Dia hanya berjualan, kalau tidak jualan mau makan apa mereka?" tanya ustadz Damar yang berusia 34 tahun itu, muda tampan dan baik hati.
"Ustadz saja meratiin dia apalagi suami kita!" jawab Ibu- Ibu Desa yang kesal semenjak kehadiran Bella 2 tahun lalu di Desa mereka.
"Astagfirullah, tidak baik- baik Ibu- Ibu bicara seperti itu. Allah SWT, sangat membenci orang- orang yang berprasangka buruk."
"Iya deh ustadz, kalau gitu kami pamit dulu. Dan Ningrum awas kamu kalau gatel lagi!" peringat mereka beranjak pergi.
"Mbak baik- baik saja?" tanya ustadz Damar memandang ke arah lain. Ustadz Damar terkadang prihatin melihat Ningsih, hidup tanpa suami. Orang- orang Desa banyak yang tidak menyukainya.
"Saya baik ustadz Damar, kalau begitu saya mau pamit ke pasar. Lebih baik saya jual disana saja." jawab Bella tersenyum beranjak pergi. Bella sangat cantik dengan kebaya, dan kain batik yang di kenakannya. Khas perempuan Desa pada umumnya. "Assalamualaikum ustadz." ucap Bella pergi.
Dari kejauhan Ratna memperhatikan suaminya, sejak kepindahan Bella ustadz Damar sering membantu wanita itu. Ada rasa cemburu, terkadang dia takut jika suaminya berniat menikah lagi. "Assalamualaikum mas, ngapain mas bicara sama janda itu malah 3 lagi anaknya bukan 1?" tanya Ratna pada sang suami.
"Waalaikumsalam Mah. Sudahlah Mah, saya hanya berniat membantu." jawab ustadz Damar. Mereka akhirnya memutuskan kembali ke rumah, di desa ustadz Damar dan istrinya termasuk keluarga terpandang. Semua orang menghormati mereka.
......................
Di Jakarta ustadz Fadli baru saja selesai mengajar anak sekolah, ketika pulang dia selalu mencari- cari Bella. Tapi Bella tidak pernah kembali sekalipun, kemana Bella selama ini mengapa tidak pernah ada kabar. ustadz Fadli sudah mencari kemana- mana tapi tidak pernah menemukannya.
Mereka belum resmi bercerai ustadz Fadli tidak pernah menandatangani surat cerai itu, dia bahkan tidak berniat meninggalkan Bella. Jika istrinya salah dia harus memperbaiki kesalahannya, hanya itu yang ada di pikiran ustadz Fadli. Tidak seharusnya meninggalkan istri yang seharusnya di bimbingannya. Dia tidak pernah menyerah akan Bella, sedikitpun dia tidak akan meninggalkan istrinya. Saat suami berselingkuh banyak sekali istri yang mencoba ikhlas memaafkan suaminya, kenapa saat istrinya yang tersesat suami tidak bisa memaafkan dan membimbingnya menuju pintu taubat? Dulu Fadli sudah berjanji dengan dirinya tidak akan pernah meninggalkan Bella dalam keadaan terburuk sekalipun, begitulah rumah tangga ketika pun retak. Tidak perlu melepaskannya. Cinta dan keikhlasan seharusnya lebih kuat untuk membuat rumah tangga tetap utuh, selama tidak ada KDRT ataupun Bella berpindah agama. Fadli tidak berniat berhenti mencintai dan menjaga wanita itu. Cinta seharusnya lebih kuat dari pada keinginan sebuah perceraian.
......"Bella cintaku untukmu tidak lebih besar dari aku mencintai Tuhanku. Tapi percayalah aku tidak pernah sekalipun berpikir untuk berhenti mencintaimu."~Ustadz Fadli~......