Mengkisahkan seorang wanita bernama Naura yang di jodohkan orangtuanya dengan seorang pria duda yang memiliki anak. Meski ia hanya seorang ibu pengganti, tapi ia mencintai mereka dengan tulus.
Di awal menikah ia harus berjuang untuk mendapatkan hati anak-anak tirinya, akankah ia bisa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33 - Memenangkan Hati
Setelah Kevin pergi,Rian pun berjalan di belakang Naura dan Sisi untuk kembali ke rumah. Rian melihat punggung wanita yang berjalan di depan nya itu. Rian teringat saat ia bertemu dengan Naura yang menangis di tempat pembukaan perusahaan baru rekan bisnis nya,Rian menyakini kalau Saat Itu Rara menangis karena Kevin,karena ia juga melihat Kevin berada di juga karena di undang untuk bernyanyi.
"Tante Naura." Panggil Sisi sembari menggoyangkan tangan Naura.
"Iya sayang." Jawab Naura.
"Tante Naura kenapa menangis,apa gara - gara om tadi?." Tanya Sisi.
"Tidak apa - apa Sisi sayang,Tante hanya ke lilipan saja." Jawab Naura dan melebarkan senyuman nya pada Sisi.
"Tante sama seperti Papa,Menangis di kamar,Pas Sisi tanya,kata nya Papa dia kelilipan,tapi Sisi kalau kelilipan,selalu nenek lansung meniup mata Sisi agar cepat sembuh." Ucap Sisi.
"Benar kah?." Jawab Naura terkejut.
"Iya Tante,Sini,biar aku tiupkan mata Tante." Sisi menghentikan langkah nya,meminta Naura untuk menunduk agar ia bisa meniup mata Naura,Naura pun menurut saja dan membiarkan Sisi meniupi mata nya.
"Apa sudah sembuh?." Tanya Sisi.
"Sudah,Sisi memang hebat." Balas Naura mencubit pelan pipi anak itu.
Naura tercenung sejenak,sambil ia berdiri untuk kembali berjalan bersama sisi untuk balik ke rumah,Naura menoleh ke belakang,dimana Rian sedang berjalan di belakang mereka,meski agar Jauh,Naura memikirkan perkataan Sisi yang mengatakan kalau ia sering melihat ayah nya menangis dan memberi alasan yang sama seperti yang ia kata kan saat ini.
"Dia terlihat tegas dan berwibawa,apakah hati nya lembut,sampai ia bisa menangis." Gumam Naura.
•••
Malam hari.
Saat bintang dan bulan memancarkan sinar nya menerangi bumi,Naura dan Sisi duduk di bawah nya menikmati indah nya langit - langit malam di halaman villa itu.
"Tante Naura?."Panggil sisi menengadahkan kepala nya menatap Naura.
"Iya sisi." Jawab Naura.
"Apa kita keluarga?." Tanya Sisi membuat Naura terheran dengan pertanyaan gadis kecil itu.
"Kenapa Sisi bertanya seperti itu?."Tanya Balik Naura.
"Tadi,aku dengar Tante mengatakan aku dan papa adalah keluarga baru Tante." ucap Sisi.
"Iya,lalu?."
"Itu sebab nya aku tanya." Balas Sisi.
" Baiklah,kalau Tante ingin menjadi keluarga Sisi apa boleh?." Tanya Naura.
Mendengar itu,Sisi lekas mengangguk kan kepala nya tanda ia mau. "Tentu saja aku mau,aku sangat mau." Jawab Sisi dengan antusias dan semangat. Sisi lalu memeluk Naura yang duduk di samping nya dengan erat,Naura pun tersenyum dan membalas pelukan itu dengan hangat. "Kalau begitu,sekarang kita keluarga kan?,kita akan selalu saling menjaga,itu lah salah saru makna keluarga." Kata Naura tanpa melepaskan pelukan nya.
"Kalau aku di takdir kan menjadi ibu tiri mu sisi,Aku berjanji akan menyayangi mu dan juga Tomi dengan setulus hati."Gumam Naura.
Rian yang sejak tadi berdiri di teras rumah sejak tadi melihat Naura dan Sisi yang asik mengobrol di halaman rumah di kagetkan dengan kedatangan ibu nya yang menghampiri nya.
Bu Lily tersenyum saat melihat apa yang sedang menjadi perhatian Putra nya itu.
"Lihat!!,mereka berdiri dekat,sudah seperti ibu dan anak,sikap baik Dan ramah Naura pada anak kecil,membuat Naura berhasil mendapatkan hati putri mu,jauh sebelum kami terfikir kan untuk menjodohkan kalian." Ucap Bu Lily. Rian mendengar dan mencerna kata ibu nya,namun ia tak membalas,hingga akhirnya,ia pun permisi pada Ibu nya untuk masuk ke kamar dan Istriahat
Bu Lily masih berdiri dan tersenyum melihat Naura dan Sisi yang sangat dekat,seperti seorang Ibu dan anak.