"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
Mutiah di bawa kerumah sakit karena pingsan, Pak Bagas yang sibuk menelpon putranya namun tidak ada jawaban akhirnya menghubungi Richo asisten anaknya itu.
Richo sedang mengadakan rapat mewakilkan bosnya itu tidak mendengar suara handphone yang berdering karena kesal Bagas akhirnya memutuskan datang ke kantor anaknya itu.
Tidak ada yang berani mencegah apa yang di lakukan Bagas, pria itu segera memasuki ruang rapat tempat dimana Richo berada.
Melihat kedatangan Bagas Richo segera mengakhiri rapat tersebut dan menemui papa dari bosnya itu.
"Dimana Raditya?" kata Bagas tanpa basa-basi menanyakan anaknya.
"Maaf tuan saya jujur tidak tau kemana bos Radit, tadi pagi bukannya bos Radit ikut nyonya arisan ya?" kata asistennya itu.
"Kalau dia bersama istri saya tidak mungkin saya mencarinya kesini! cari Raditya katakan mamanya masuk rumah sakit!" kata Bagas dan langsung pergi kerumah sakit menemani istrinya.
Richo mencari Raditya ketempat yang sering di datangi boss dan juga sahabatnya itu namun tidak menemuinya, tiba-tiba Richo mendapat kabar dari seseorang yang memiliki salah satu bar kalau Raditya ada di sana dalam kondisi mabuk.
Richo datang ke bar itu untuk menjemput sahabat sekaligus bosnya, Raditya di bawa pulang ke apartemennya karena tidak mungkin membawa pulang kerumah dalam kondisi mabuk.
Mutiah akhirnya sadar, matanya beredar mencari Raditya di dalam ruangan itu tetapi tidak mendapatkannya dan melihat suaminya tertidur di sofa.
Mutiah sedih mengingat masa lalunya karena sahabatnya memili pergi meninggalkan dirinya dan sekarang putra nya juga meninggalkannya demi mengejar gadis itu.
Mendengar suara wanita menangis membuat Bagas terbangun dari tidurnya dan melihat istrinya menangis setelah sadar dari pingsannya.
"Kau sudah bangun? kenapa menangis apa ada masalah?" tanya Bagas sambil menghampiri istrinya itu.
Mutiah menjawab hanya dengan gelengan kepala saja, dia memang belum pernah menceritakan kejadian masa lalu dengan suaminya itu.
"Kemarin aku bertemu seseorang yang wajahnya mirip dengan sahabatku mas, wanita itu ternyata kekasihnya Radit" ucapnya sambil menangis.
"Lalu apa masalahnya kalau dia memiliki kemiripan sayang? bukannya bagus ya kau bisa mengenang sahabatmu dari wajahnya?" kata suaminya lagi.
"Kamu tau mas? dulu aku sangat menyayangi Susan sahabatku karena dia bukan hanya sahabat tetapi melebihi saudara tetapi dia malah pergi dan menikah dengan pria yang sudah menabrak kedua orangtua aku mas hingga meninggal" kata Mutiah lagi.
Bagas memeluk istrinya itu dengan penuh kasih sayang, dia memahami apa yang di rasakan ya saat ini, dengan kelembutan nya Bagas memberi pengertian kepada istrinya itu.
"Memangnya gadis itu anak Susan?" tanya Bagas dan di jawab istrinya hanya dengan gelengan kepala.
Bagas tersenyum melihat istrinya itu dan mencoba menenangkannya.
"Di dunia ini banyak sekali kemiripan sayang, ikhlaskan kepergian orangtuamu dan belajarlah menerima gadis itu, kamu tau Raditya memiliki masa lalu yang menyedihkan semenjak di tinggal Tiara kan? apa kamu mau melihat putra kita jatuh kembali dalam kesedihannya?" kata Bagas lembut memberi pengertian kepada istrinya itu.
Mutiah hanya menganggukkan kepala, wanita itu mencoba menerima penjelasan suaminya tetapi wajah Susan masih selalu muncul di kepalanya.
"San... aku sebenarnya kangen sama dirimu bagaimana kabarmu sekarang" ucapnya lirih.
"Jangan karena kesalahan suaminya kau melupakan semua kebaikannya sayang" nasehat Bagas kepada istrinya.
Setelah merasa cukup sehat Mutiah di izinkan pulang kerumahnya namun wanita itu belum melihat wajah anaknya semenjak kejadian itu.
Bagas yang mengerti istrinya mencoba menenangkan Mutiah supaya wanita itu tidak larut dalam pikirannya sendiri.
"Berikan waktu buat anak kita menenangkan diri ya! semoga dia cepat pulang kerumah kita dan ceria kembali" kata Bagas yang di jawab dengan anggukan kepala istrinya.
Di apartemen Bagas mulai sadar dari mabuknya, pria itu memijit alisnya kerena merasakan pusing gara-gara minuman itu.
Richo yang melihat bosnya keluar kamar segera memberitahukan keadaan mamanya yang sempat di rawat di rumah sakit karena pingsan dan berita itu membuat Raditya kaget dan merasa bersalah dengan mamanya lalu membersihkan diri dan segera pulang kerumahnya.
Di Tigerlong Franz memerintahkan anak buahnya mencari tahu berita kejadian beberapa tahun yang lalu tentang kecelakaan itu.
Mesly tidak tinggal diam, gadis itu terus memainkan laptopnya berusaha membuka berita lama itu yang susah di lacak karena sudah di tutup pemberitaannya.
Tidak di pungkiri papa kandungnya adalah keturunan orang terkaya di negara itu yang otomatis dengan kekuasaannya bisa menutup semua pemberitaan yang menyangkut nama baik keluarga itu.
"Kalau memang papaku bersalah atas kematian nenek dan kakekmu aku berjanji tidak akan mendekatimu karena aku tidak ingin membuka luka orangtuamu" ucap Mesly dalam hati.
Setiba di rumah Raditya segera menemui mama Mutiah di kamarnya, melihat anaknya kembali Mutiah tersenyum dan memeluk putranya itu sambil meminta maaf.
Raditya meminta penjelasan kenapa mamanya bisa bersikap begitu kepada Mesly dan Mutiah menceritakan masa lalunya membuat Radit mengerti akan sikap mamanya.
"Mah..., Mesly adalah wanita yang bisa membuatku lepas dari masa lalu aku, berkat mengenalnya aku merasa ada cahaya di kehidupanku mah" kata pria itu sambil merebahkan kepalanya di pangkuan mamanya.
"Iya nak, mama minta maaf besok undang Mesly ya kita adakan makan malam di rumah sebagai permintaan maaf mama kepadanya!" kata Mutiah dan membuat Raditya langsung mencium pipi mamanya karena Sakin senangnya.
Di kamar Radit terus berusaha menghubungi Mesly namun tidak bisa karena gadis itu memblokirnya, karena merasa kekasihnya menghindar Radit segera menghubungi Melisa meminta bantuan wanita itu untuk berkomunikasi dengan Mesly.
Melihat putranya seperti frustasi mama Mutiah memberi semangat untuk putranya supaya kembali mengejar Mesly, Raditya segera menuju rumah sakit menemui Melisa.
"Iih kebiasaan deh kalau datang selalu kaya hantu" kata Melisa.
Melisa terkejut tiba-tiba ada pria di ruang kerjanya, sedangkan Raditya hanya tersenyum melihat wanita itu mengomelinya.
"Tumben bos! pasti nyariin Mesly ya?" kata dokter cantik itu.
"Iya..., Mel bantu aku ketemuan dong sama Mesly!" kata Raditya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Melisa merasa aneh dengan hubungan mereka berdua, wanita itu tersenyum menyeringai melihat tingkah Raditya yang sedikit gugup.
"Kalian lagi ribut ya? memangnya kamu tidak punya nomor teleponnya?" tanya wanita itu.
"Ada sedikit salah paham Mel, bagaimana aku bisa menghubunginya sedangkan nomor teleponku di blog sama dia" kata pria itu.
"Mesly itu berbeda dari wanita lain di luaran bos, kalau sampai dia menutup komunikasi kalian pasti masalahnya serius. Biarkan dia sendiri dulu bos nanti di saat hatinya tenang dia pasti menghubungimu" kata Melisa.
Melisa sangat memahami sifat sepupunya itu, wanita itu tidak berani mencampuri masalah pribadi Mesly kalau bukan Mesly sendiri yang datang padanya untuk bercerita.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..