NovelToon NovelToon
Di Jual 500 Juta, Istri Kontrak CEO Dingin

Di Jual 500 Juta, Istri Kontrak CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: TheDee

Judul:
Dijual 500 Juta: Istri Kontrak CEO Dingin

Deskripsi/Sinopsis:
Liana dijual bapak tirinya seharga 500 juta untuk jadi istri kontrak Arka Wijaya, CEO dingin yang lumpuh dan membenci semua orang.

Di rumah mewah itu, dia dipermalukan setiap hari. Disiram comberan, diusir ke gudang, dianggap sampah oleh Keluarga Wijaya.

Tapi yang tidak mereka tahu, di dalam tas lusuh Liana ada surat wasiat Ibu yang bisa mengguncang seluruh Keluarga Wijaya.
Surat yang menyebut nama Arka sebagai kunci atas kematian ayahnya 5 tahun lalu.

Dari gadis desa yang dihina, Liana akan berubah menjadi wanita yang ditakuti.
Dia datang bukan untuk tunduk. Dia datang untuk membalas dendam.

Pertanyaannya:
Apakah balas dendam itu akan membuat Arka jatuh cinta padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TheDee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

2 Minggu Setelah Semua Terbongkar

Pagi buta.

Langit masih kelabu, tapi Arka udah manasin mesin mobil tua Kijang 97 miliknya. Bunyinya batuk-batuk, tapi masih mau jalan.

Hari ini mereka bertiga mau ke Desa Sukamaju.

Tempat Liana lahir, tempat makam Ibu Dewi berada.

Dari kota ke desa itu butuh 4 jam. Jalanan naik turun gunung, berliku-liku, yang bikin orang nggak biasa mabuk perjalanan. Pak Dimas duduk di depan, matanya udah merah nahan nggak nangis. Liana di belakang, genggam foto lama ibunya yang cuma hitam putih.

“Siap, Lin?” tanya Arka pelan sambil ngelirik ke spion.

Liana cuma angguk. “Siap, Ka.”

Tengah Jalan – Pasar Desa Sukamaju

Mereka berhenti beli bunga kamboja putih dan melati. Bunga kesukaan Ibu Dewi dulu.

Pak Dimas yang milih sendiri. Tangannya gemetar waktu bayar ke ibu penjual bunga.

“Beli bahan makanan juga ya,” kata Liana sambil nunjuk plastik beras, minyak, sama ikan asin.

“Buat dimasak nanti di rumah. Sekalian bersihin.”

Rumah sederhana itu udah 5 tahun nggak ditempatin. Sejak Liana Dijual bapak tirinya, nggak ada yang ngurus. Atapnya bocor, pintu kayu lapuk, halaman ditumbuhi rumput setinggi lutut.

Jalan Menuju Desa – 1 Jam Menuju Tujuan

Mobil tua itu merayap pelan. Jalanan makin curam, belokan makin tajam.

Arka fokus nyetir, sesekali ngelirik Liana yang mual nahan mabuk perjalanan.

“Kau tahan ya, Lin. Sebentar lagi sampai,” katanya pelan.

Liana cuma senyum kecil. “Nggak apa-apa. Yang penting kita sampe.”

Di luar jendela, pemandangan gunung dan sawah terasering lewat pelan. Dingin. Sunyi. Kayak desa itu tahu, ada keluarga yang akhirnya pulang.

Pak Dimas nggak banyak ngomong. Dia cuma genggam tas kecil berisi kain kafan putih yang dulu nggak sempat dipake buat Ibu Dewi.

“Kita benerin nisannya ya, Lin. Biar nggak ketutup lumut lagi,” gumamnya.

Liana ngangguk, air mata udah ngumpul di ujung mata.

Ini pertama kalinya setelah semua kebusukan keluarga Wijaya terbongkar, mereka bertiga bisa pulang tanpa harus takut dikejar siapa-siapa.

Tujuan mereka bukan cuma ziarah

Desa Sukamaju – 11.30 Siang

Mobil Kijang tua itu akhirnya berhenti di depan pemakaman desa.

Pagar bambu udah miring, tanahnya becek bekas hujan semalam.

Pak Dimas turun duluan, langkahnya pelan kayak takut ngebangunin yang tidur di bawah.

Arka turun bantu bawa kantong bunga dan bahan makanan. Liana paling belakang, napasnya ketahan waktu lihat tulisan di papan kayu usang: “TPU Sukamaju”.

Mereka jalan menyusuri jalan setapak berbatu. Rumput liar nyentuh kaki.

10 menit kemudian, mereka berhenti di depan satu makam yang hampir ketutup lumut.

MAKAM IBU DEWI

1980 – 2021

Istri dan Ibu yang Sabar

Pak Dimas langsung berjongkok, tangannya ngusap nisan itu pelan.

“Dewi… ayah pulang, Mah. Maafin ayah telat.”

Liana ikut jongkok, naruh bunga kamboja putih di atas tanah. Wanginya langsung nyebar.

“Ma, ini Liana. Aku bawa Kak Arka. Dia yang bantu ayah keluar dari semua fitnah itu.”

Arka berdiri agak jauh, kasih ruang. Dia cuma naruh tangan di pundak Liana sebentar, kayak bilang “aku di sini”.

Tapi pas Liana mau nyapu lumut di sisi nisan, matanya berhenti di satu hal.

Di bagian bawah nisan, ada ukiran kecil yang nggak pernah ada dulu.

Ukiran tanggal: 17-08-2023

Dan di bawahnya, tulisan tangan yang Liana kenal banget:

“Maafin Mama belum bisa jaga kamu. – Rani”

Liana tertegun.

“Pa… ini tulisan Rani, kan?” suaranya pelan, hampir nggak kedengeran.

Pak Dimas ikut lihat, wajahnya langsung pucat.

“Rani? Adikmu? Dia ke sini?”

Liana ngangguk pelan. Dadanya sesak.

Selama ini Rani selalu bilang dia benci Liana, benci Ibu Dewi karena dianggap “istri kedua” yang merebut Pak Dimas Tapi kenapa dia datang diam-diam ke sini? Kenapa dia minta maaf ke Mama?

Arka yang dari tadi diam akhirnya bicara.

“Kayaknya… ada yang belum kita bongkar, Lin. Kalau Rani aja bisa nyesel, berarti dia tahu sesuatu.”

Angin gunung berhembus kencang.

Daun kamboja di atas makam bergerak pelan, kayak Ibu Dewi lagi ngasih tanda.

Liana genggam tangan Pak Dimas erat.

“Pa, kita pulang dulu. Bersihin rumah. Malam ini kita cari tahu… kenapa Rani ke sini.”

merekah akirnya pulang kerumah liana sesudah berziara dimakam ibu dewi.

Bersambung.....

mohon dukungan. ya🙏🤗

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!