NovelToon NovelToon
Playboy Tampan Idaman

Playboy Tampan Idaman

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:480.9k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Dia adalah Kenan Arka Wijaya. lelaki tampan yang taruhan dengan sahabatnya untuk meniduri seorang mahasiswi cantik bernama Nadia Arista. karena kesalahan itulah Nadia harus menanggung beban yang sangat berat.


Season 1 ( Kisah Raka & Raina=> di Novel LELAKI TAMPAN ITU ATASANKU )
Season 2 ( Kisah Kenan & Nadia )
Season 3 ( kisah Kevin & Iis )
Season 2& 3 di Novel PLAYBOY TAMPAN IDAMAN
☆Tanpa membaca Season 1 kalian akan tetap nyambung kok gaess, karena ini hanya menceritakan kisah anak-anak mereka ketika dewasa.


Lanjut baca yukkkk🤗🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpaksa Harus Pergi

Setelah mendengar kebenaran dari mulut Nadia, Adrian tampak diam. dia bahkan tidak banyak bicara seperti sebelumnya.

"Nad, nanti sore saya akan kembali pulang ke kota."

"Loh kok tidak menginap?"

"Tidak baik bagi kita jika sering tinggal satu atap. lagian kita juga tidak ada ikatan apapun. saya hanya tidak ingin jika akan menimbulkan fitnah." jelas Adrian

"Baiklah, tapi jika Mas mau kesini lagi tidak usah terlalu sering membelikan semua keperluan Nadia. Nadia jadi nggak enak karena ngerepotin terus." ucap Nadia

"Saya ikhlas kok, lagian saya sudah menganggap kamu adik saya sendiri."

Jika saja boleh mencintaimu, aku pasti akan mencintaimu. aku tidak memandang bagaimana keadaanmu saat ini dan bagaimana statusmu." batin Adrian

"Terimakasih Mas, saya terharu karena masih ada orang yang mau menganggap saya sebagai adik."

"Sama-sama Nad, jadi kamu tidak boleh sungkan kepada saya."

Sore harinya Adrian bersiap untuk kembali ke kota. sebelum pergi, dia melarang Nadia untuk bekerja. karena dia khawatir jika nanti Nadia kenapa-napa. apalagi sedang hamil muda dan juga jika Nadia sakit tidak mungkin ada yang mengurusnya karena dia tinggal sendirian.

Tiga bulan sudah telah berlalu. selama tiga bulan itu Adrian tidak pernah lagi mengunjungi Nadia. tapi yang membuat Nadia merasa aneh, setiap hari minggu dia memukan sembako di depan rumah. Nadia juga sudah bertanya ke beberapa tetangga, namun mereka juga tidak tahu mengetahui dari mana sembako itu.

Nadia memutuskan untuk jalan-jalan sekitar rumah. karena akhir-akhir ini dia jarang pergi keluar rumah.

Nadia berjalan santai sendirian. dia berpapasan dengan Ibu-ibu yang baru pulang senam pagi.

"Lihat tuh, apa yang saya bilang dulu benar. perutnya sekarang sudah kelihatan buncit. terus dia tinggal sendirian di rumah itu. Pak Adrian tidak pernah lagi menemuinya. bisa saja ini rencana keduanya untuk menutup-nutupi aib mereka." ucap Ibu-ibu tukang gosip.

"Iya yah, wanita itu beneran hamil." sahut yang lainnya.

"Bisa saja mereka sudah menikah. kita jangan asal menuduh dulu. takutnya jadi fitnah." timpal Ibu-ibu lainnya.

"Mana ada orang sudah menikah pisah rumah. apalagi istrinya sedang hamil."

"Hm, benar juga yah, ayo kita samperin." mereka berjalan mendekati Nadia.

"Hey wanita hamil, em siapa yah namanya saya lupa."

"Namanya Nadia" bisik temannya

"Eh iya Nadia, dimana suamimu? kenapa wanita hamil sepertimu tinggal sendirian? dan apa hubunganmu dengan Pak Adrian? jangan-jangan kalian melakukan hubungan terlarang dan sengaja tinggal di kampung kita untuk menutupi aib karena hamil."

"Betul tuh, dasar anak muda jaman sekarang. baru pacaran saja sudah buka-bukaan." sahut Ibu-ibu lainnya.

"Kenapa dari tadi hanya diam? jangan-jangan apa yang kita katakan itu benar. ya sudah, ayo kita lapor Pak RT biar wanita ini diusir dari kampung kita.

"Setuju, Ayo!" mereka meninggalkan Nadia dan hendak menuju ke rumah Pak RT.

Beberapa menit kemudian Ibu-ibu itu kembali ke rumah yang ditinggali Nadia. tadi sesudah mendapatkan cemoohan dari Ibu-ibu tukang gosip, Nadia memilih untuk kembali pulang.

"Hey, buka pintunya!"teriak mereka dari depan rumah.

Brak brak brak brak

Mereka mengetuk pintu dengan sangat keras.

"STOP! apa-apain ini?" tanya Pak RT yang baru datang.

"Kami hanya mau mengusir Nadia. jadi Bapak jangan meenghalangi kami. lagian kami juga sudah menjelaskannya tadi." ucap salah satu dari mereka.

"Kalian jangan main hakim sendiri. Nadia itu adik iparnya Pak Adrian. dia itu menikah dengan adiknya Pak Adrian. jadi kalian jangan asal tuduh." ucap Pak RT mencoba untuk menjelaskan.

"Iyakah? kalau begitu kita mau lihat KTPnya dan kartu nikahnya. Nadia..Nadia..Nadia..keluar kamu!" teriak salah satu dari mereka.

Dengan susah payah Pak RT menghentikan mereka. akhirnya mereka pergi juga.

Nadia sedari tadi bersimpuh dilantai sambil menangis. dia juga mendengar teriakan warga. dia sengaja tidak keluar karena takut kena amukan warga dan berdampak pada perutnya. Nadia tidak tahu harus pergi kemana lagi. diluar sana pasti tidak ada tempat yang mau menerima wanita hamil tinggal sendirian. baik di kampung atau di kota pasti sama saja.

Toktok

Nadia bangkit dari lantai saat mendengar ketukan pintu. Nadia segera mengelap sudut matanya yang basah. Nadia membuka pintu depan dan melihat Pak RT dan Bu RT sudah berdiri disana.

"Silahkan masuk Pak,Bu!" ucap Nadia mempersilahkan.

"Terimakasih, maaf Mbak Nadia, maksud kedatangan kami kesini untuk meminta maaf karena ulah warga tadi pagi." ucap Pak RT

"Iya Pak saya sudah memaafkan. dan saya juga berniat untuk pergi saja dari sini. mungkin itu pilihan yang terbaik untuk saya."

"Apakah Nak Adrian sudah tahu?" tanya Pak RT

"Tidak Pak, tolong jangan kasih tahu Mas Adrian." pinta Nadia

"Tapi Nak Adrian itu Kakak ipar Mbak Nadia. bagaimanapun harus tahu soal ini." ucap Pak RT

Kakak Ipar? jadi Mas Adrian mengaku sebagai Kakak Ipar saya. terimakasih Mas Adrian sudah mau melindungi Nadia. walaupun itu dengan kebohongan." batin Nadia

"Nanti juga tahu Pak, kan saya mau pulang. saya tidak mau mengganggunya karena Mas Adrian pasti sibuk mengurus pekerjaan." ucap Nadia

"Baiklah, tapi Mbak Nadia naik apa perginya?"

"Belum tahu Pak"

"Biar saya yang pesankan travel." tawar Bu RT

"Terimakasih Bu"

"Sama-sama, kalau begitu kami pamit pulang dulu." pamit Bu RT

Bu RT dan Pak RT segera pergi dari rumah itu. karena mereka masih harus mengurus urusan lain.

Nadia sudah pergi dari rumah itu dengan membawa semua pakaiannya. sebelum pergi, tak lupa dia berpamitan kepada Pak RT dan Bu RT.

Dilain tempat, Adrian sedang bersiap untuk menjemput Nadia. dia berniat mengajak Nadia ke acara nikahan Kenan dan Sintia yang akan dilaksanakan lusa.

Adrian selama ini memang sengaja tak menemui Nadia. bahkan untuk mengirim keperluan Nadia saja dia menyuruh orang suruhannya. Adrian tidak menemui Nadia karena dia berniat untuk melupakan perasaannya terhadap Nadia. dan setelah tiga bulan dia berusaha, akhirnya bisa melupakan rasa cintanya. dan sekarang Adrian sengaja menjemput Nadia untuk membantunya bersatu dengan Kenan.

Adrian memarkirkan mobilnya di depan rumah yang ditinggali Nadia.

Dia mencoba membuka pintu itu ternyata terkunci. Adrian membuka pintu itu dengan kunci cadangan yang dia bawa. Adrian mencari keberadaan Nadia namun Nadia tidak ada. bahkan dia masuk kedalam kamar Nadia dan melihat seisi lemari sudah kosong.

Adrian terburu-buru keluar dari rumah.

"Permisi Bu, apakah Ibu tahu keberadaan Nadia?" tanya Adrian

"Oh Nadia yang hamil itu, beberapa jam yang lalu dia pergi meninggalan kampung ini. mungkin karena tidak tahan mendengar cemoohan warga."

"Sebenarnya apa yang terjadi?"

"Nadia dituduh hamil diluar nikah dan sengaja mengasingkan diri di kampung ini untuk menutupi aibnya."

"Lalu kemana perginya Nadia?"

"Saya tidak tahu, coba tanya saja ke Pak RT. karena Pak RT yang membantu mencarikan transportasi."

Adrian segera pergi ke rumah Pak RT. dia bertanya kepada Pak RT kemana perginya Nadia. namun Pak RT tahunya jika Nadia akan kembali pulang ke ruamahnya.

"Memangnya Mbak Nadia tidak mengabari Nak Adrian jika dia akan pulang?" tanya Pak RT

"Tidak Pak, kalau bagitu saya permisi dulu. mungkin sekarang Nadia sudah sampai dirumah."

Adrian berpura-pura tahu jika Nadia pulang kerumahnya. karena yang dia katakan dulu bahwa Nadia adalah adik iparnya.

1
Ig : Author_fanie.liem
Hai, ka. Perkenalkan saya Pocipan dari Gc Bcm, ingin mengajak kaka untuk bergabung di Gc Bcm untuk belajar bersama mentor senior kita dan di Gc kita juga sedang mengadakan Event dengan reward yang menarik.
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.
Moertini
penasaran niiii thor dilanjutin jangan lama pingin tahu tamatnya asyik ceritanya akhirnya satu demi satu jadi keluarga yang bahagia semangat
Moertini
Nadia akhirnya hidup bahagia dengan Kenan dan kedua anaknya juga keluarga dan sahabatnya apakah Kevin tidak seperti Kenan dilanjutin thor season 2 nya semangat
Yani Cuhayanih
Aku nengok dulu nanti dilanjutin lagi semoga bacanya sampe end.....
Ama: season 2.nya ngegantung kak
total 1 replies
Fanji Al Kautsar
semangat thor 💪🏻💪🏻💪🏻
☠ Novita ☘𝓡𝓳『⃟𝐉 zc❖ 🍒⃞⃟🦅
mampir kak. jangn lupa mampir juga di novel ku ya
~🌹eveliniq🌹~
semangat lanjut Thor
Sunardi Kunik
kok lama up nya apa sudah tamat thor
Sunardi Kunik
up trs thor..ayo semangat
Sunardi Kunik
ceritanya bikin baper
Ama
novel ini udh ada tanda tamat tapi sebenernya blm tamat sepenuhnya, mohon besabar nanti kejar UP, lagi kejat tamatin novel sebelah dulu
Kang Jamil
Sintia kan teman sisi..pernah ke nigthclub bareng... masa gak kenal..
하늘
hadir... nice thor, semangat terus ya
~🌹eveliniq🌹~
mampir lg nyicil lg bacanya
Nadia N
hehhh 🤣
Nadia N
untung ada kenan 🥺
Nadia N
kek tolong ya 😭😅
Nadia N
waduuuhh 😂
Nadia N
Authorr aku mampir yaa
Nadia N
berasa baca cerita sendiri karna namanya sama 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!