NovelToon NovelToon
Allsbert : Petualangan Tentara Di Dunia Lain

Allsbert : Petualangan Tentara Di Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Reinkarnasi / Barat
Popularitas:123.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lana_Eka

Suatu hari seorang pemimpin Squadron tentara Khusus bernama Mayor Eldric sedang menjalankan misi khusus bersama pasukannya. Namun, tanpa diduga pada saat pasukan itu hendak pulang mereka tidak sengaja bertemu dengan pasukan musuh dan terkena serangan dari rudal yang dilepaskan pasukan itu. Tersadar setelah Helikopter yang mereka tumpangi jatuh Eldric kini telanjang bulat di tengah hutan?

Kehilangan sebagian ingatan, dia menemukan bahwa dia dipanggil dengan nama berbeda, Allsbert.

Allsbert sendiri kemudian bertemu dengan Seorang Wanita Elves cantik yang terkutuk.

Bagaimana perjalanan Allsbert di dunia yang berbeda dengan dunianya dulu itu?

Genre: Fantasi, Aksi, petualangan, Dunia Lain ( isekai ), Romantis, Survival, Perang, Kerajaan, Zero to Anti-Hero

Original. Update? Saya usahakan sehari 1x pada jam 19.30 WIB. So, Jangan lupa masukin ke Favorit dan rak buku kalian ya! Thank You. Happy Reading~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lana_Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satai Ikan

Allsbert mengambil sebuah batu yang cukup menarik baginya. Batu itu pipih dan besar.

Saat Allsbert mengetuk batu itu, batu itu keras. Tapi saat diangkat, batu itu tidak berat. Beratnya sama hanya seperti Allsbert mengangkat sebuah batu seukuran segenggaman tangan. Itu bahkan kurang dari setengah kilo.

Allsbert meragukan jika itu adalah batu apung. Karena tidak terdapat lubang-lubang di batu itu. Tapi, mau batu apapun itu Allsbert sebenarnya tidak perduli. Yang terpenting adalah batu itu berguna atau tidak.

Nyatanya dengan berat batu yang sangat ringan dan mempunyai bentuk yang bagus, batu itu sepertinya sangat berguna untuk Allsbert. Itu adalah batu yang ia gunakan sebagai talenan untuk memfilet ikan tadi.

Allsbert mengambil batu itu dan membawanya ke arah Eris. Allsbert hanya menggunakan tangan kirinya untuk membawa batu itu. Yang mana, itu bahkan tidak memberatkan tangan Allsbert.

Tidak lupa Allsbert mengambil sebuah batu hitam seukuran segenggaman tangannya.

Allsbert merasakan antara batu di tangan kanan dan kiri milik Allsbert itu mempunyai berat yang hampir sama.

Allsbert kemudian menaruh kedua batu itu dan mengambil tanaman serta dedaunan yang dimilikinya di dalam sebuah kantong kain.

Allsbert kemudian menghancurkan bumbu dan menghaluskan bumbu-bumbu yang berasal dari tanaman dan dedaunan di atas batu talenan itu tadi.

Alat itu terbukti berguna untuk Allsbert dan Allsbert senang mendapatkan alat yang berguna itu.

Allsbert terus menggerus dan menghaluskan tanaman serta daun itu menjadi bumbu halus.

Setelah merasa cukup halus dan tercampur, Allsbert kemudian menambahkan daging-daging ikan tadi ke bumbu halus dan membuat bumbu itu melumuri potongan daging.

Setelah daging itu terlumuri Allsbert menaruh daging yang sudah terlumuri itu di tempat daun talas berwarna biru muda yang berbeda.

Allsbert setidaknya masih memiliki 2 gulungan daun talas seperti itu. Terdiri atas 3 lembar di masing-masing gulungan.

Daun itu sendiri cukup berguna. Allsbert mendapatkan dan menjumpai tanaman itu dua hari yang lalu.

Tanaman itu banyak tumbuh di sekitar sungai tapi tidak di berada di sekitaran air. Biasanya tumbuh sekitar 10 hingga 20 meter dari sungai, di tempat teduh namun tetap mendapatkan sinar matahari.

Dengan ukuran yang lumayan besar sekitar 30 cm, daun tanaman itu cukup awet, tidak mudah sobek serta mampu menjaga makanan untuk bisa awet dan tahan lama.

Percaya atau tidak ketika makanan di bungkus dengan daun itu, makanan itu akan tertunda pembusukannya. Daun tanaman berbentuk seperti daun talas itu akan membekukan makanan itu.

Akan tetapi, itu hanya berlaku ketika makanan itu dibungkus. Adapun jika tidak terbungkus itu hanyalah daun biasa yang tidak mudah sobek.

Allsbert tidak mengetahui bagaimana bisa seperti itu atau cara kerjanya, tapi mungkin itu karena apa yang disebut sihir atau apalah itu.

" Bisa aku bantu? " Tanya Eris menghampiri Allsbert.

" Sebenarnya ini sudah hampir sele- "

Allsbert tidak meneruskan kalimatnya karena melihat wajah Eris yang terlihat bersemangat.

" Tentu, ambil ini! " Allsbert kemudian menyodorkan daging yang telah dipotong dadu itu dan telah berlumur bumbu dengan bilah-bilah kecil batang tumbuhan.

" Lakukan seperti ini "  Allsbert menusukan daging itu ke batang kayu hingga membentuk beberapa deret daging.

" Kau mengerti? " Allsbert melihat wajah Eris untuk memastikan.

" Iya. Serahkan padaku! " Eris menjawab dengan anggukan dan mata berbinar.

" Kalau begitu, aku akan pergi sebentar untuk mencari stok tanaman di sekitar sini. Jika ada apa-apa teriak saja! " Ujar Allsbert sembari menaruh belati kecilnya di tempat yang mudah dijangkau oleh Eris.

" Pakai ini untuk melindungi dirimu jika terjadi sesuatu! " Ujar Allsbert.

" Baik! " Eris melihat Allsbert dan belati itu kemudian terfokus lagi dengan pekerjaannya.

" Jangan terlalu fokus! Tetap waspada juga! " Peringatan Allsbert sekali lagi kepada Eris.

Seharusnya dengan tempat agak terbuka seperti tidak masalah untuk meninggalkan mereka sebentar.

" Ya. " Jawab Eris bersemangat.

Allsbert kemudian pergi setelah memasukan semua kayu ke api dan mulai mencari tanaman-tanaman yang sama seperti tanaman sebelumnya.

Tapi ternyata, selain mendapatkan tanaman-tanaman yang biasa dipakai Allsbert itu, Allsbert menjumpai banyak juga tanaman yang tumbuh di sekitar situ yang menarik perhatiannya.

Allsbert mencicipi beberapa tumbuhan untuk merasakan rasanya. Allsbert kemudian mengambil banyak tumbuhan dan memasukannya ke kantong kainnya.

Tentu Allsbert hanya memilih tumbuhan yang sekiranya aman untuk dicicipi dan cukup ahli membedakan antara tanaman beracun maupun tidak.

Untuk amatir itu akan sangat berbahaya, tapi Allsbert sendiri sudah pernah mendapatkan pelatihan mengenai membedakan mana tanaman beracun dan mana yang tidak. Selain itu, Allsbert sudah pernah hidup di hutan selama beberapa misi yang pernah dia emban selama masa perang. Jadi kembali lagi, Allsbert tidak memiliki masalah dengan itu sama sekali.

Setelah bahan-bahan itu terkumpul cukup banyak. Allsbert memutuskan kembali dan menjumpai Archiles sudah selesai mengumpulkan kayu seperti yang ia minta.

" Kau sudah selesai Eris? " Tanya Allsbert menghampiri Eris yang tengah duduk di depan daging-daging yang sudah tersusun dengan batang kayu.

" Iya. Lihat ini! " Eris terlihat sangat bangga dengan hasil kerjanya.

" Baguslah. Selain tanaman yang kamu pakai untuk mengobati, aku juga mendapatkan  banyak jenis tanaman baru yang memiliki rasa dan aroma menarik. Nanti coba periksa lah! "

" Iya."

Allsbert kemudian membuat api unggun kedua dan mematikan yang pertama. Sebenarnya Allsbert hanya membuat api tidak menyala dan membiarkan bara apinya.

Mereka berdua yang melihat terlihat agak kebingungan.

" Kita akan memasak dengan cara ini! Membakarnya diatas bara api. Ambil ini Archilles! Ah tunggu sebentar! "  Ujar Allsbert sembari mengambil sebuah kertas perkamen.

Allsbert melipat kertas itu hingga berbentuk kotak. Allsbert kemudian hendak menyerahkan kertas itu kepada Archilles, namun tidak jadi.

" Kipaskan kertas ini ke bara api agar menjaga bara api itu tetap panas tanpa menyalakan apinya! Seperti ini! "

Allsbert berbicara sembari mencontohkan mengipasi kertas itu pelan ke arah bara api membuat bara itu memerah.

" Kau paham? " Allsbert memberikan kertas itu kepada Archilles. Archilles menerima kertas yang diberikan Allsbert dengan tangan kanannya.

" Seperti ini Tuan? " Ujar Archilles sembari menirukan apa yang telah diajarkan Allsbert.

" Ya seperti itu. " Ujar Allsbert sembari mengambil daging-daging yang telah tersusun di batang kayu muda hijau itu.

Allsbert mengambil tiga buah di masing-masing tangannya dan mulai memposisikan di atas bara api itu.

Menggunakan panas dari bara api itu, dia memanggang daging ikan itu.

" Eris? Kau mau membantu memasak ikan ini? " Tanya Allsbert kepada Eris.

Berkaca terhadap sikap Eris yang tertarik dan bersemangat terhadap hal seperti ini Allsbert menawarkan hal itu.

Namun, Eris tidak langsung menjawab. Allsbert melihat Eris diam memunggunginya.

" Allsbert? Coba kesini sebentar! " Panggil Eris secara tiba-tiba kepada Allsbert.

Allsbert merasa heran dengan sikap aneh yang ditunjukan oleh Eris.

1
gegep 07
akhirnya ketemu juga dengan rumah penduduk setelah 50 episode
Windi Lestari
Luar biasa
Indra Onepiece
wkwkwk ternyata up lv
Alex
lanjutkan dulu...
Aqsa Grizzly
orc dan elf
Anak kecil
udh 3 bulan loh thor, ga up up, ayo thor semangat, gw selalu baca karyamu...kalo udh ga sanggup mending pake jalan alternatif kayak buat 1 chapter yg di situ happy ending Allsbert nikah ama eris and punya anak... pokoknya happy ending lah ☺
Lana Eka: Eris dan allsbert gak ditakdirkan bersama.
total 1 replies
Aaarhan
thot, ayo thor up lagi, udh beberapa bulan loh... padahal bagus banget lagi ni novelnya
nia kurniawati
ditunggu up nya ya thor🙏
black lootus
semangat buat author, sy reader akan selalu setia menunggu updatean nya ^^
Sapujagat
waw mantap
Jangkrik Bozz
di tunggu crazy upnya thor
TN Leutenant
moga aja kalo emang ada konflikasi, konflikasinya kompleks dan unguessable
TN Leutenant
waou, survivalist nih, thx btw
TN Leutenant
balmond banget nih
TN Leutenant
Babi
TN Leutenant
gahaha Velociraptor berambut, nanti mah naga berbulu ayam
TN Leutenant
aish, lumayan rinci nih cerita, kayak berpengalaman aja
mineminee:‹
Semangat Thor
Kue Keju
kirain kenapa mereka diam, eh gak taunya gak paham bahasa anjing itu
Kue Keju
baiklah ini saatnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!