NovelToon NovelToon
Eternal Pride : The Last Immortal

Eternal Pride : The Last Immortal

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:355.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Zevera Thirty-One

Heezend, seorang laki-laki SMA pada umumnya, sekaligus seorang pembunuh bayaran kelas atas. Dia mati saat sedang dalam perjalanan karena pekerjaannya, dan dia di reinkarnasi kan ke dunia lain dengan tujuan yang absurd.

Volume 1 (Arc New World) dari chapter 01-36
Volume 2 (Arc New Family) dari chapter 36-58
Volume 3 (Arc Journey Dawn) dari chapter 58-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zevera Thirty-One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Take 33 : Pertandingan Pertama dan Percobaan Enzi

"Sudah sampai" ucap Enzi yang baru saja kembali dari kota Marth memakai skill teleport "sebaiknya aku segera bergegas, sebentar lagi turnamen akan dimulai" lanjutnya sambil bergegas menuju Arena.

Enzi melompat dari atap ke atap untuk mempercepat perjalanannya. Dalam waktu 5 menit, Enzi akhirnya sampai di depan pintu masuk ruang peserta.

"Enzi!" Ucap Lora.

"Maaf aku terlambat" ucap Enzi.

"Tidak apa-apa, malah waktumu pas sekali, pengumuman sebentar lagi dimulai" balas Lora.

"Dari mana saja kau Enzi?" Tanya Zell.

"Tidak, hanya ada urusan kecil saja" balas Enzi.

"Aku kira kau tidak akan datang" lanjut Nico.

"Tidak lah, aku pasti datang" ucap Enzi "terlebih lagi aku ingin mencoba sesuatu di pertandingan kali ini" lanjutnya sambil tersenyum kecil, namun senyumnya terlihat sedikit menyeramkan.

"Ni orang sepertinya memikirkan sesuatu yang diluar dugaan lagi" batin Zell dan Nico.

"Mencoba apa?" Tanya Lora yang penasaran.

"Nantikan saja" ucap Enzi sambil mengelus-elus kepala Lora.

Selagi mereka asyik mengobrol, tiba-tiba pintu terbuka dan masuk seorang yang tidak asing. Ya, dia adalah Yaris, clan master dari Glory.

"Ehem... Baiklah, aku datang kesini untuk mengumumkan lawan pertandingan kalian masing-masing" ucap Yaris "untuk pertandingan pertama adalah Enzi Adiyaksa melawan Kiriya Cloud" lanjutnya.

"Hoo... Ternyata aku muncul di pertandingan pertama" batin Enzi.

"Untuk pertandingan kedua Lora Vicious melawan Kiritsugu Iori" ucap Yaris "untuk pertandingan ketiga Zelda Field melawan Nicholas Strange" lanjutnya.

"Zell dan Nico akan bertarung" batin Enzi "sepertinya ini akan menarik" lanjutnya.

"Meskipun kau dan aku adalah sesama anggota clan Glory, aku tidak akan menahan diri sedikit pun" ucap Zell yang tidak mau kalah.

"Seperti yang kau mau!" Balas Nico yang juga tidak mau kalah.

"Pertandingan keempat Sakamoto Ryuji melawan Sakaki Reiji, dan pertandingan terakhir Kaminari Gengki melawan Kunugi Renya" ucap Yaris "sekian untuk pengumuman kali ini, untuk masing-masing peserta harap bersiap" lanjutnya sambil pamit pergi dari ruangan peserta.

"Sebaiknya kalian juga bersiap-siap" ucap Enzi "terutama untuk Zell dan Nico, aku menantikan pertarungan yang seru dari kalian" lanjutnya sambil menunjuk Zell dan Nico.

"Aku akan menunjukkan hasil dari latihan ku!" Ucap Zell.

"Lo jual gua beli!" Balas Nico.

"Kalian berdua" ucap Lora yang seperti tidak tahan dengan kelakuan Nico dan Zell "jika kalian ingin bersaing nanti saja di arena jangan di sini!" Lanjutnya sambil memukul kepala mereka berdua.

"Mohon maaf" ucap mereka berdua.

Enzi yang melihat itu hanya tertawa kecil.

"Dengan begini lomba kedua di turnamen PvP akan segera dimulai! Untuk para peserta harap persiapkan diri kalian masing-masing!" Ucap seseorang dengan suara yang keras seperti menggunakan microphone "saya Hiei Zaburo, akan menjadi komentator di acara kali ini" lanjutnya.

"Baiklah, karena aku ada di pertandingan pertama, aku akan langsung menuju arena terlebih dahulu" ucap Enzi.

"Oke!" Ucap Zell.

"Jangan terlalu berlebihan!" Ucap Lora.

"Ingat! Lawanmu hanya manusia" ucap Nico.

"Kalian meledekku?!" Ucap Enzi yang tidak terima.

Mereka hanya memalingkan pandangan mereka masing-masing.

"Sudah lah" ucap Enzi sambil berjalan kearah arena.

"Baiklah, pertandingan pertama adalah Enzi Adiyaksa versus Kiriya Cloud!" Teriak Zaburo.

Hal itu di penuhi dengan sorak semua penonton yang hampir membuat arena menjadi bergetar.

"Kalau begitu aku akan menjelaskan peraturan pertandingan ini" ucap Zaburo "kalian bebas menggunakan sihir apapun, tapi kalian tidak bisa menggunakan sihir yang dapat membunuh atau membahayakan nyawa lawan masing-masing" lanjutnya.

"Dimengerti" ucap Enzi dan Cloud.

Enzi tidak menggunakan senjata apa-apa di sana, sedangkan Cloud dibekali sebuah pedang besar.

"Kalau begitu... Pertandingan... Dimulai!" Ucap Zaburo.

Seketika Cloud langsung melesat menuju Enzi.

"Lambat!" ucap Enzi "[Self Dimension Of Weapons]" lanjutnya.

Setelah Enzi mengatakan itu, tiba-tiba dibelakangnya muncul lingkaran sihir yang jumlahnya sangat banyak. Dari lingkaran sihir tersebut, keluar senjata yang sebelumnya Enzi buat.

"Ap–apa itu?!" Ucap Zaburo "peserta Enzi mengeluarkan skill yang mengeluarkan senjata!" Lanjutnya.

Cloud yang menyadari itu langsung mengambil jarak dari Enzi.

"Bodoh... Mengambil jarak di keadaan seperti ini" ucap Enzi sambil menunjuk Cloud.

Setelah itu, Cloud langsung dihujani semua senjata yang keluar dari lingkaran sihir itu. Seperti yang Enzi duga, kerusakan yang diakibatkan tidak terlalu besar.

"Baiklah, dengan begini percobaannya selesai" batin Enzi sambil memberhentikan serangannya.

Semua orang yang ada di arena terdiam karena kaget. Enzi memiliki cara bertarung yang sangat abstrud, bahkan komentator yang sedari tadi berbicara, kini membisu seperti yang dibekukan.

"Hoo... Hebat juga kau bisa bertahan dari seranganku" ucap Enzi setelah melihat Cloud yang masih berdiri.

"Aku anggap itu sebagai pujian" balas Cloud "tapi aku belum pernah melihat sihir yang seperti itu" lanjutnya.

"Tentu saja, karena ini bukan sihir, melainkan skill" balas Enzi "namanya Self Dimension Of Weapons" lanjutnya.

"Apakah kau menggunakan skill itu saat battle royale?" Tanya Cloud.

"Tentu saja tidak" balas Enzi.

"Begitu ya" ucap Cloud "bisakah aku meminta satu hal?" Lanjutnya.

"Dan apa itu?" Tanya Enzi.

"Bisakah kau bertarung dengan serius melawanku?" Tanya Cloud.

"Kalau itu tidak" ucap Enzi "tapi aku akan sedikit serius" lanjutnya.

Setelah itu lingkaran sihir yang ada di belakang Enzi menghilang semuanya. Enzi menggantinya dengan sebuah tombak yang sebelumnya dia buat.

"APAAA?!" Teriak Zell "Enzi bisa menggunakan tombak?!" Lanjutnya yang kaget bukan main.

"Cara bertarung yang pertama sudah terbilang gila, dan kali ini dia menggunakan senjata yang bukan mendukung classnya" ucap Nico.

Lora hanya terdiam saja, karena dia mengetahui wujud Enzi yang sebenarnya.

"Datanglah kapanpun kau mau" ucap Enzi sambil memasang kuda-kuda seni bela diri tombaknya.

Mendengar apa yang Enzi katakan membuat Cloud semakin menambah kewaspadaannya.

"A–apa-apaan orang ini?! Berbeda dengan sebelumnya yang penuh dengan celah... Sekarang aku tidak bisa melihat satupun celah darinya" batin Cloud yang mulai bercucuran keringat dingin.

"Ada apa? Kemana perginya semangat yang tadi?" Tanya Enzi.

Namun Cloud hanya terdiam saja, karena Enzi tidak ingin membuang waktu, Enzi langsung membuka serangannya.

"Jika kau tidak ingin menyerang, maka aku duluan" ucap Enzi.

Setelah mengatakan itu, Enzi langsung mengayunkan tombaknya dengan cepat, bagi orang-orang biasa mungkin sekarang Enzi terlihat seperti ingin melakukan aktraksi.

"Ap–?! Gerakan itu... Dragon Fang?!" Ucap Zell yang mengerti apa yang Enzi lakukan.

"Dragon Fang?" Tanya Lora.

"Ya, itu adalah seni beladiri tombak yang aku pelajari dengan susah payah" ucap Zell "apa Enzi meniru gerakan ku dalam sekali lihat?" Batin Zell.

Selagi Zell berfikir, tombak yang tadi Enzi pegang, langsung di lemparkan kearah Cloud dan dia berhasil menahannya, tapi Enzi langsung muncul di depan Cloud.

"Ap–?!" Ucap Cloud yang terpotong.

Enzi langsung mengambil tombaknya dan memukul Cloud dengan bagian bawah tombaknya. Itu membuat Cloud terpental keluar arena.

"Pertandingan berakhir! Pemenangnya Enzi Adiyaksa!" Ucap wasit.

Seketika seluruh penonton bersorak, diikuti oleh komentator yang sedari tadi hanya membisu.

"Berikan ini padanya" ucap Enzi sambil melemparkan sebotol potion kepada wasit "walaupun aku memukulnya menggunakan bagian tongkat, tapi aku yakin tulang rusuknya serta organ dalamnya terluka parah" lanjutnya.

Setelah itu wasit tersebut langsung lari kearah Cloud yang terkapar tidak sadarkan diri dan langsung memberikan potion tersebut agar diminum Cloud.

Perlahan-lahan luka yang ada di tubuh Cloud menghilang. Setelah hilang sepenuhnya, Cloud kembali sadar dan dia terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi.

"Percobaan potion berhasil" batin Enzi "aku membuat potion dari skill milikku, yaitu Recovery" lanjutnya.

Pembuatan potion Enzi terbilang cukup unik, hanya dengan bahan yang hanya botol potion dan air biasa, setelah itu air biasa tersebut diberi kandungan dari skill Recovery milik Enzi dan selesai.

"Pertandingan kedua Lora Vicious melawan Kiritsugu Iori akan segera dimulai! Untuk kedua peserta mohon untuk bersiap-siap" ucap Zaburo si komentator.

"Baiklah" ucap Lora yang terlihat menyemangati dirinya sendiri.

"Berjuanglah Lora" ucap Enzi yang tiba-tiba datang "pastikan kau menang" lanjutnya.

"Tentu saja!" Jawab Lora.

1
al 😑
1
Kewok Gayy
ternyata enzi orang asli dunia
Kgs Indra Rajasyah
👍👍👍
Kgs Indra Rajasyah
Lanjuttttt👍
Sang Pencipta
bergetar ko bunyi nya *beep beep? aneh wkwk
Nurul
Rangga di tensura
Bagus Hendrady purbaya
MC nya stress wkwkwkwkwk
st ᭄~leo~
novel yang bagus kenapa selalu berhenti di tengah jalan sih😡😡😡😡
st ᭄~leo~
thur lanjutin dong novel nya pliss😭😭😭😭😭😭😭!
kerangrang
bukannya di dunia itu gak ada ras mecha?
kerangrang
bukannya naga udah punah 🐲🐉
NH
ketua guild nya lenggang y..sampe jadi admin. kagak ada orang lg apa?
✨✿[Oliv_¥]✿✨
Lelaki Atau Wanita Mc nya???
Mofu_Mofu
pembunuh bayaran kan? tapi kenapa sangat mudah menunjukan emosi lalu sebelumnya seharusnya pandai bersembunyi
Katakiri
Konichiwa mantap gaes (^o^)
Sinjodit
go go go zen/enzi/sapa pun itu
anak hilang
Sembilαn βenuα
one pride...?
Xander Krow(Shadow_Monarch)
hahaha bagus2... lanjutkan
Xander Krow(Shadow_Monarch)
nyimak dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!