Menghindar dan bersembunyi dulu aku lakukan, tapi tidak untuk sekarang.
Demi membalaskan kematian orang yang ku sayang, aku harus kuat!
"Apa, apa yang lo tahu, lo bukan siapa siapa gw, jangan masuk dalam kehidupan gw."
"Gw suka kesunyian ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Sore harinya, Leon bersama dengan kedua orang tuanya pergi menuju mansion Queen, mereka menggunakan satu mobil bersama.
"Mau kemana?" Tanya Bunda Leon kepada Leon yang tengah menyetir.
"Bunda bagiamana, katanya ingin pergi kerumah Alqueena, ini kita kesana Bunda." Jawab Leon.
"Bukan, bukan ini jalan kemansion Aurora." Ucap Bunda Leon yang hafal akan jalan menuju mansion utama Aurora.
"Leon tidak tahu itu, yang Leon tahu sekarang kita akan ke mansion Queen, Leon sudah dua beberapa kali kesana Bun." Leon menjawab dengan pengertian tetapi matanya tetap berfokus pada jalanan, yang biasanya dia akan menyetir dengan kecepatan tinggi, sekarang dia sedang menginjakkan gasnya dikecepatan sedang.
Dia tidak mau jantung kedua orang tuanya berhenti mendadak karena ulahnya, masalahnya dia tidak bisa mengganti nyawa manusia dengan nyawa kucing.
"Bunda, tenanglah, kita menurut saja pada Leon." Ucap Ayah Leon yang duduk disamping Leon.
"Iya iya." Pasrah Bunda Leon.
Setelah beberapa menit membelah jalanan ibu kota yang sungguh padat, kini mobil yang dikendarai keluarga Leon sudah sampai didepan mansion Queen, saat Leon memasuki mansion itu, dia melihat Nesya dkk yang juga baru saja sampai.
"Ngapain lu pada kesini?" Tanya Leon pada Nesya dkk.
"Lah lu juga ngapain ogeb, kita kesini mau jelasin semuanya sama Queen, kita nggak mau ada kebohongan lagi." Jawab Aluna menatap Leon, seakan meminta persetujuan.
Leon hanya mengangguk anggukkan kepalanya mengerti, padahal dirinya juga akan melakukan hak itu, tetapi sahabat Queen juga bergerak cepat.
Bunda dan Ayah Leon juga langsung keluar bersamaan dari mobil, Nesya dkk yang melihat kedua orang tua Leon langsung menyalaminya dan menyapanya dengan sopan.
"Om, Tante." Ucap Nesya dkk langsung mencium tangan Bunda dan Ayah Leon secara bergantian.
"Kalian juga kesini?" Tanya Bunda Leon.
"Iya Tan, kita temen temennya Queen." Jawab Nayla.
"Yaudah, ayo masuk, Bunda udah nggak sabar mau ketemu Al." Ucap Bunda memimpin jalan menuju depan pintu mansion Queen.
Leon mengetuk pintunya, membunyikan bel berulang kali, namun tidak ada jawaban sama sekali, hingga Leon memencet bel untuk terakhir kalinya, seorang perempuan paruh baya keluar.
"Iya, cari siapa?" Tanya wanita paruh baya itu.
"Bi, kita mau cari Queen, Queennya ada?" Ucap Nesya.
"Oh Non Queen, Non Queen sudah meninggalkan mansion ini, sekarang Bibi yang tinggal disini, untuk menjaga mansion, Bi Inem yang bisa disini juga sudah pindah bersama non Queenya." Jawabnya.
"Terus kemana pindahnya, Bi? kita boleh minta alamatnya?" Ucap Aluna mencoba meminta alamat mansion baru Queen. Wanita paruh baya itu ragu untuk mengatakannya, pasalnya semua orang tahu jika mansion utama Aurora sudah ditutup.
"Apa ke mansion utama Aurora?" Tanya Bunda Leon, sontak perempuan paruh baya itu mengangguk ragu.
"Lebih baik kita kesana, Bibi jangan khawatir, saya ini dulu sahabat mendiang karina, saya tahu dimana mansion Aurora." Ucap Bunda Leon.
Sontak semuanya langsung menuju mobil masing masing, Bunda Leon menunjukan arah jalan mansion Aurora.
Sampai dimansion utama Aurora, semuanya langsung turun.
Bunda dan Ayah Leon terkejut, masih banyak sekali penjaga yang berkeliling, sungguh Tuan Besar Aurora tidak ingin cucu satu satunya kenapa kenapa.
"Ini?" Tanya Leon pada orang tuanya, diangguki Ayah Leon.
"Yaudah ayok." Ajak Leon langsung masuk menghampiri penjaga yang ada didepan gerbang.
"Permisi, kita ingin bertemu dengan Nona Aurora, saya Leon mereka teman saya, kita teman sekelasnya Queen, dan dia orang tua saya, sahabat mendiang orang tua Queen." Ucap Leon.
"Tunggu sebentar." Ucap penjaga itu, ia langsung masuk memberikan laporan kepada Tuan Besar Aurora yang sudah tiba dari Amerika dua jam sebelum Leon kemari.
Tuan Besar Aurora yang mendengar sahabat mendiang anak dan menantunya sontak langsung mengiyakan, menyuruh mereka semua untuk masuk.
"Kalian semua boleh masuk." Ucap penjaga membukakan gerbang, Leon dan yang lain masuk dengan senang hati.
Nesya dkk yang lagi lagi terkagum akan megah dan mewahnya mansion utama Aurora, baru pertama kali mereka menginjakan kakinya disini, pantas saja keluarga terkaya di dunia, pikir mereka.