SEBELUM MEMBACA NOVEL INI, ADA BAIK NYA MEMBACA KISAH ORANG TUA MEREKA DULU BIAR PAHAM. KARENA KISAH INI SALING BERKAITAN DENGAN KISAH SEBELUMNYA 🙆🏻♀️
👉🏻 LOVE MY BIG BOSS ❤️
TENTANG NOVEL INI :
Mengisahkan tentang Avkha, Seorang pewaris tunggal dari keluarga Elzel Putra Pratama yang menikahi Aryn--Seorang gadis yang sudah di kenal Avkha sejak lama, tapi gadis itu sama sekali tak tau tentang dirinya dan bahkan tak menginginkan pernikahan di antara keduanya terjadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 KEJUTAN
"Aryn, aku minta maaf." Avkha masih membujuk Aryn saat mereka sudah sampai di rumah.
"Sudahlah, Mas. Aku mau sendiri." Balas Aryn.
"Untuk saat ini jangan tidur denganku." Lanjutnya kemudian berlalu meninggalkan Avkha.
Avkha hanya terdiam, menuruti keinginan istrinya. Mungkin benar, Aryn butuh ketenangan. Hingga dia memutuskan untuk membiarkan Aryn menenangkan diri.
*****
Pagi,
"Nona, bangun!" Teriak Susan sedikit menggoyangkan tubuh Aryn.
Aryn menggeliatkan tubuh. Dalam keadaan masih ngantuk dia memperhatikan jam yang masih menunjukkan pukul 6 pagi.
"Ayo! Nona harus bersiap-siap!"
"Siap-siap ngapain, sih?" Tanya Aryn sambil menguap.
"Siap-siap ke Sekolah, Nona. Hari ini Nona sudah mulai bersekolah."
"A--apa? Sekolah?" Mata Aryn seketika membulat sempurna.
"Iya, Nona. Dan ini seragam anda."
"A--apa? Ka--kalian serius? Apa aku mimpi?" Tanya Aryn terbata-bata.
"Iya, Nona. Tuan muda sudah mendaftarkan anda di Sekolah terkenal di Kota ini. Dan mulai hari ini Nona sudah aktif bersekolah di SMA Tunas Jaya."
Aryn hanya bisa ternganga. Avkha benar-benar orang yang penuh kejutan. Sangat bisa menyenangkan hati.
Aryn mengira tak ada lagi harapan untuknya melanjutkan pendidikan. Tenyata dia salah, Avkha malah mendaftarkan nya Sekolah, apalagi Sekolah ternama di Kota itu. Dan kini Aryn bisa bersekolah lagi. Melanjutkan mimpi dan harapan yang sempat tertunda.
Aryn sangat kegirangan, kini dirinya lompat-lompat di kasur. Susan yang memperhatikan hanya bisa berteriak-teriak memanggil namanya memperingatkan untuk berhati-hati nanti terjatuh.
*
Seragam putih dengan rok merah kotak-kotak selutut, di hiasi dasi yang senada dengan rok sudah di kenakan Aryn. Dia tampak cantik memakai seragam yang banyak di impikan banyak orang.
"Non, ini Hp titipan Tuan muda. Beliau bilang, kalau ada apa-apa telepon saja. Nomornya sudah tertera di sana."
Aryn lagi-lagi terbelalak. Akhirnya, setelah sekian lama dirinya bisa memiliki benda pipih itu. Aryn senang bukan main. Berasa hari ini adalah hari terbaik dalam hidupnya.
"Makasih ya, Susan."
"Sama-sama, Nona."
Aryn berangkat ke Sekolah diantar sopir pribadi rumah itu. Di perjalanan Aryn menyempatkan untuk menelpon Avkha untuk mengucapkan rasa terimakasih.
Nomor di tekan, dan tersambung...
Secepat kilat langsung mendapat jawaban.
"Iya, Sayang?" Jawab Avkha, Aryn hanya diam dirinya merasa malu karena tadi malam sudah ngambek gak jelas.
"Sayang?" Panggil Avkha karena tak mendapat jawaban.
"Mas..." Lirih Aryn, merasa gugup.
"Sudah berangkat ke Sekolah?"
"Iya, Mas. Ini di jalan."
"Syukurlah. Kamu senang?"
"Senang banget, Mas. Makasih, makasih banyak."
"Aku tau, Sekolah sampai selesai adalah cita-cintamu dari dulu. Makanya aku ingin kau mewujudkannya."
Aryn hanya diam mendengarkan ucapan Avkha.
"Aku tidak ingin sekolahmu berhenti di tengah kalan karena aku tau perjuanganmu untuk sampai di titik ini."
"Terus lanjutkan sekolahmu. Belajar sungguh-sungguh. Saat kau lulus nanti baru kita lakukan resepsi pernikahan kita."
"Dan saat kau sudah lulus, itu adalah waktu mama dan papa pulang dari luar negeri. Saat Mama dan Papa pulang, aku akan langsung memperkenalkan dirimu. Tak butuh waktu lama, hanya 6 bulan lagi."
"Maukah kau bersabar?"
Aryn sangat tersentuh mendengar ucapan Avkha dan mengiyakan.
"Maafkan tingkah ku yang masih kekanak-kanakan, Mas."
"Kau begitu memikirkan diriku, tapi aku begitu banyak menuntut padamu." Lirih Aryn.
"Sudahlah Sayang, sekarang kau fokus saja dengan sekolahmu."
"Makasih, Mas. Aku gak akan mengecewakan kamu."
*****
Alasan yang sebenarnya ialah, Avkha ingin seperti rencananya di awal. Menikahi Aryn saat Aryn sudah lulus sekolah. Avkha ingin Aryn tetap bersekolah seperti impian Aryn selama ini, sekolah sampai selesai.
Mama dan Papa Avkha melarang keras Avkha menghancurkan impian seseorang karena memaksa menikahi. Itu sebuah kesalahan yang tidak akan Mama dan Papanya maafkan.
Tapi, Avkha akan menjelaskan semuanya pada Mama dan Papanya secepat mungkin. Tak ingin berlarut-larut dalam kebohongan. Ini hanya masalah waktu. Karena Avkha juga harus menentukan saat yang tepat untuk membicarakan masalah besar ini pada orang tuanya.
Yang terpenting saat ini, Avkha bisa membuat Aryn kembali bersekolah.
Avkha memutuskan untuk ke Singapura, menemui Mama dan Papanya. Membicarakan semuanya baik-baik. Karena Avkha tau, berkata sejujurnya dan mengakui kesalahan adalah cara yang tepat untuk memperbaiki keadaan.
Mama dan Papanya adalah orang baik dan orang bijak. Yang tidak akan menilai apapun dari satu sisi.
Semoga semuanya berjalan lancar. Tidak ada kesalah-pahaman. Antara dirinya dan orang tuanya. Dan antara orang tuanya dan Aryn.
*