“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Marquess Lucien tidak menyangka kalau Lyorine benar-benar datang ke acara pesta dansa Duke Clyvedon. Mereka bertemu di halaman utama kastil.
Lucien menghampiri adiknya itu.
“Lyorine,” serunya.
Wanita dengan gaun berwarna hijau emerald dan hiasan bunga emas pada rambutnya itu menoleh. Gerakannya yang anggun membuat beberapa pria yang berkumpul di sekitar halaman menatapnya dengan penuh damba.
Lyorine memang memiliki paras dan pesona seorang putri bangsawan. Bukan cuma itu, dia juga terkenal cerdas. Satu-satunya wanita yang bisa mendebat para sarjana pria di Oxford saat berbicara ilmu hukum dan politik.
Wanita itu bahkan menulis esai politik yang beredar di kalangan bangsawan pria, memprotes mereka untuk kesetaraan wanita di zaman sekarang yang terlalu dilemahkan.
Dia cerdas, dan juga parasnya mempesona. Lyorine memahami hukum lebih baik dari para pria yang belajar di sekolah resmi.
Itu alasan kenapa dia bisa membuat seorang Cassian mengejarnya. Lyorine adalah contoh wanita intelektual meski tidak mendapatkan pendidikan formal.
Itulah yang membuatnya menarik.
Lyorine pernah berdebat dengan Cassian saat memprotes kenapa di abad 18 mereka para wanita tidak diperbolehkan ke sekolah seperti para pria pada umumnya.
Lucien masih ingat bagaimana adiknya itu mendebat keras Cassian yang angkuh tepat di depan matanya.
“Kaum wanita melahirkan, merawat, dan bisa menghidupi. Sedangkan, kalian para pria hanya belajar dan dapat kedudukan lebih tinggi. Itu tidak adil!” kata Lyorine saat berusia 15 tahun di depan Cassian.
Itu tamparan keras untuk pria yang disiapkan menjadi seorang pemimpin.
Entah bagaimana hubungan Cassian dan Lyorine bisa berubah dari musuh menjadi cinta, dan sekarang berubah tragedi.
Semua itu karena Dowager Duchess. Lady Valerie tidak menyukai Lyorine yang terlalu dominan, selain itu saudara kembar Lucien itu adalah keturunan Ravenhearst.
Clyvedon dan Ravenhearst memiliki sejarah pahit sebelumnya. Jadi, mustahil keturunan mereka bersatu.
Sayangnya sejarah itu tidak terlalu berpengaruh untuk persahabatan Cassian dan Lucien. Namun, nasib lain untuk kisah cinta Cassian dan Lyorine.
Kembali ke malam pesta dansa saat Lyorine baru saja turun dari kereta kuda dan langsung disapa oleh kakaknya.
“Lucien,” serunya sambil tersenyum. “Kau juga baru sampai?” balas Lyorine ketika melihat kakaknya mendekat.
“Aku pikir kau tidak akan datang ke pesta ini.”
“Seseorang memaksaku datang.”
Lucien membeku. “Apa itu Cassian?” tanyanya memastikan.
Lyorine tersenyum namun setelah itu menggeleng. “Kuharap dia melakukannya, sayangnya tidak. Seseorang yang sangat membenci keluarga kita yang memaksa.”
“Lady Valerie?” tebak Lucien yang langsung dibalas anggukan.
“Kenapa dia memaksamu datang?”
Lyorine menghela napas panjang dan menghembuskannya.
“Dia menyuruhku menyelamatkan anaknya.”
“Cassian…?”
Tidak mungkin ini sesuatu yang dipikirkan Lucien kan? Lady Valerie memohon pada Lyorine untuk memisahkan Elowen dari Cassian.
“Lyo, kau tidak serius kan?”
Lyorine tersenyum sesaat namun kemudian melingkarkan tangannya ke lengan Lucien.
“Aku akan bersamamu, dan melihat seberapa parah yang menggantikan posisiku di samping Cassian.”
Bahu Lucien menurun, jadi benar tebakannya.
Sebelum berjalan masuk ke ballroom pesta. Lucien mengatakan sesuatu, “Duchess sangat baik-baik saja. Dan, sebelum itu biar aku ingatkan. Jangan menyakitinya, Lyo.”
Lyorine mendongak melihat mata kakaknya. Ada sorot keseriusan di sana, tidak pernah Lyorine melihat tatapan Lucien seperti itu untuk seorang wanita.
Sontak saja, Lyorine menyadari sesuatu.
“Tunggu! Jangan bilang kau menyukai wanita itu?” cetus Lyorine.
Lucien tidak langsung menjawab.
“Lucien…?” desak Lyorine menanti jawaban.
“Ya, aku menyukainya.”
“Dia istri sahabatmu.”
“Aku tahu. Jadi, sekarang bersikaplah seperti biasa dan biarkan mereka bahagia,” ujar Lucien kemudian masuk ke dalam ruangan pesta.
***
Cassian tidak tahu dimana Elowen berada. Istrinya itu menghilang setelah meminta izin padanya untuk menyusul kakak-kakaknya.
Tapi, sampai sekarang dia belum juga kembali.
“Bagaimana kau melihatnya dimana?” ucap Cassian pada Jimmy, kepala pelayannya itu menggeleng.
“Saya tidak melihat Duchess dimanapun, bahkan di danau belakang, Your Grace.”
“Cari dia, dan pastikan dia tidak terluka. Kabari aku kalau kau menemukannya,” Cassian khawatir terjadi apa-apa pada istrinya. Elowen sudah menghilang hampir tiga puluh menit.
Istrinya itu tidak terlihat bahkan saat Cleona dan Adrian masuk ke ballroom. Kemana dia sebenarnya?
Saat Cassian berjalan ke arah rumah kaca, langkahnya terhenti karena berpapasan dengan Lyorine.
Wanita itu tersenyum kepadanya, di sampingnya ada Lucien. Sepertinya mereka datang bersama.
“Terima kasih atas undangan pestanya, Duke Clyvedon.” Kata Marquess Lucien menunduk memberi hormat.
Cassian membalasnya dengan mengangguk singkat.
“Apa kabar Cassian?” giliran Lyorine yang bersuara. Cassian terdiam sesaat, ini pertama kalinya dia bertemu dengan Lyorine setelah insiden beberapa tahun lalu.
“Ah, maafkan saya yang lancang. Tidak semestinya saya memanggil Your Highness dengan nama kecil anda. Izinkan saya,” ralat Lyorine karena melihat diamnya Cassian. Dia pikir pria itu tersinggung, jadi dia ingin mengulangi sapaannya.
Cassian menghentikan Lyorine dengan tangannya. “Kau tidak perlu melakukannya. Aku baik, bagaimana denganmu Putri Lyorine?”
“Seperti yang Duke lihat, saya sangat baik.”
Mereka mulai mengobrol soal hal umum.
Sementara, di tempat gelap dan sepi. Seseorang sedang menangis sendirian. Siapa lagi kalau bukan Elowen.
Dia merasa kecewa pada semua orang.
Pada kakak-kakaknya yang tidak pernah menganggapnya. Pada Cassian… karena dia tahu pernikahan mereka hanyalah sebuah pelarian dan balas dendam.
Elowen sangat terpukul mendapati kenyataan itu. Tapi di sisi lain dia sudah menduganya. Untuk apa seorang pria seperti Duke menikah dengannya? Dan, kalau saja Cleona tidak kabur malam itu. Elowen bahkan tidak pernah pantas untuk menikah dengan seorang pria bangsawan.
“Aku hanyalah pengganti,” ucap Elowen dalam diamnya. “Wanita pengganti yang dipaksa mengisi kekosongan.”
“Kalaupun Cassian akan menggantikan aku dengan wanita lain. Terserah, tapi sebelum itu aku harus mengambil keuntungan dari ini.”
Tiba-tiba saja terlintas sesuatu di benak Elowen. Sebuah rencana jika dia dibuang.
“Aku masih memiliki delapan puluh ribu pound hadiah pernikahan. Dengan itu aku bisa membeli cottage di pedesaan serta tanah untuk perkebunan. Aku… Aku juga akan membeli hewan ternak. Setidaknya, kalau Cassian membuangku…” Elowen berkaca-kaca, “kalau dia benar-benar membuangku. Aku akan bisa hidup sendiri. Aku akan menjadi ibu asuh untuk anak-anak yang nasibnya sama sepertiku. Jadi hidupku tidak akan sepi.”
Rencana-rencana itu muncul begitu saja seperti daftar yang mudah dipenuhi.
Ya, Elowen mulai menguatkan dirinya sendiri.
Elowen menghapus air matanya, lalu beranjak pergi ke dalam ballroom pesta menemui Cassian.
Dia mencari Cassian, namun langkahnya berhenti ketika melihat suaminya sedang berbicara dengan seorang wanita yang sangat cantik.
Cassian tersenyum lebar.
Itu adalah pertama kalinya Elowen melihat Cassian bisa tersenyum seperti itu di depan seorang wanita.
“Jadi Putri Lyorine sudah kembali ya?” suara bisik-bisik dari tamu pesta dansa tak sengaja terdengar oleh Elowen.
Elowen menghela napas panjang. Jadi… itu yang namanya Lyorine, mantan kekasih Cassian.
Dia… sangat cantik.
Elowen mengakuinya, wanita itu sangat bersinar. Dari matanya, cara bicaranya, sikapnya semuanya jelas mencerminkan kalau Lyorine bukan wanita biasa.
Apa dia pantas bersaing dengan wanita secantik itu? Elowen merasa rendah diri hanya dengan melihatnya.
Niatnya menemui Cassian pun urung, Elowen memilih berbalik arah dan menjauh.
Baru saja Elowen melangkahkan kakinya menuju tangga utama. Sebuah tangan menyentuhnya, dia pun berbalik.
“Hei, kamu mau kemana?” suara Cassian menahannya. Sorot mata pria itu terlihat lega bercampur khawatir. “Aku sudah mencarimu dari tadi. Aku sangat takut kamu kenapa-kenapa.”
Apa? Cassian mencarinya? Lalu, apa katanya… Cassian takut dirinya kenapa-kenapa.
Detik itu, Elowen ingin sekali mengeluarkan suara…
“Apa kau mencintaiku, Duke Cassian?”
***
Semangat ya thooor.... terimakasih sdh up dan sllu kutunggu up mu banyak2😍
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?
auto lsg tanta mbh gogle
you're amazing writer