Pembalasan atas cinta Citra Novichandra Dinata yang merupakan aktris dan model.seorang putri dari pengusaha kaya tapi memilih meninggalkan keluarganya demi menikah dengan kekasih yang ditentang keluarga,
Di hari sebelum pernikahaannya ia di selingkuhi oleh kekasihnya yang merupakan CEO di agensinya dengan rival sesama model di agensinya
Namun datanglah seorang pemuda tampan yang akan membantu dan mendukung ia membalas dendam.
Siapakan pemuda tampan itu?
Bagaimana cara citra membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viona 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Di ruang tamu
aku dan Gabriella sedang berbicara tentang hal yang terjadi.
"Ra, kemarin malam aku di telepon oleh sutradara Jane. dia memintaku untuk mengajakmu menjadi model video klip dari sebuah grub band I'rock ." ucap Gabriella padaku.
"Benarkah?, sutradara Jane yang ternama itu?. " tanyaku yang di balas anggukan kepala dari Gabriella. " waw, itu adalah kabar gembira. jadi apa kamu menerima tawarannya Gaby?" tanyaku kembali.
"Aku tidak menerimanya lansung, aku ingin persetujuan dari mu Ra, makanya aku akan mengajakmu bertemu dengannya di cafe." ucap Gabriella.
"Kapan kamu janjian dengan sutradara Jane itu ?" tanyaku.
"Saat makan siang nanti." ucap Gabriella.
"Istriku, aku akan berangkat kerja terlebih dahulu. kamu akan di rumah saja seharian bukan?" tanya Aldrich padaku saat di akan pergi bekerja.
"Hem, sebenarnya suamiku. nanti siang aku akan pergi ke cafe bersama dengan Gaby untuk bertemu sutradara Jane." ucapku dengan menatap ke arahnya.
" Kamu taukan sutradara Jane, ia ingin aku jadi model videoklip dari band I'rock." ucapku senang kepadanya.
"Apa kamu akan mengizinkan aku pergi?" tanyaku kembali padanya.
Lama dia melihat ke padaku.
"Apa kamu, baik-baik saja? " tanyanya padaku.
" Karena semalam kamu......" ucapnya berhenti saat aku berteriak dan mendekat kepadanya.
"SUAMIKU.....," teriakku. "Hahaha, bukankah kamu akan terlambat nanti." ucapku yang telah berada di depannya.
"Jangan bahas soal semalam di depan orang lain." ucapku dengan pelan/berbisik padanya.
Aldrich hanya membalas ku dengan senyumnya yang tipis
" Dan lihatlah aku juga tidak apa-apa, buktinya aku bisa berjalan dengan baik bukan." jelasku pada Aldrich.
"Baiklah aku percaya padamu,tapi jika terjadi sesuatu segera hubungi aku. apa kamu mengerti istriku?" ucapnya.
"Iya, iya aku mengerti." ucapku.
"Aku pergi ke kantor dulu." pamitnya dengan mengecup kening ku seperti biasa saat dia berangkat bekerja.
"Hati-hati di jalan suamiku." ucapku dengan melambaikan tanganku.
.
.
.
"Acieee, kalian semakin lama semakin dekat.ada apa ini, apa aku ketinggalan sesuatu?" tanya Gabriella.
"T-tidak ,hanya saja apa kau tau." ucapku sambil mendekat duduk di sebelahnya.
"Aldrich bilang dia mencintaiku semalam." kataku.
Wah , itu juga kabar bahagia untukmu Ra, aku mendukung hubungan mu dengan Aldrich.
aku senang jika kalian bisa saling menyukai seperti itu, jadi aku tidak terlalu khawatir padamu Ra. " ucap Gabriella yang memelukku.
"Tapi apa maksud dari perkataan Aldrich yang menanyakan 'apa kamu baik-baik saja?' itu tadi . apa kamu sakit Ra?" tanya Gabriella yang telah melepaskan pelukannya.
'Blush' wajahku memerah karena pertanyaan Gabriella membuat aku mengingat kejadian semalam.
"Bukan apa-apa Gaby." ucapku yang berusaha menutupi Maluku.
Gabriella lansung menempel kan telapak tangannya di keningku.
"Iya kamu tidak panas, tapi kenapa wajahmu memerah begitu?" ucapnya lagi.
"Ah sudahlah jangan di bahas lagi. apa kamu sudah sarapan pagi Gaby?" tanyaku untuk mengalihkan pembicaraan.
"Aku sudah sarapan tadi." ucapnya yang tidak menanyakan topik yang tadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kamipun telah sampai di cafe yang di bicarakan oleh Gabriella tadi. tempat kami akan menemui sutradara Jane.
Kami datang terlalu awal karena tidak ingin membuat sutradara Jane menunggu karena Kamilah yang meminta dia untuk bertemu.
Kami berdua memilih duduk agak sudut ruangan yang menghadap ke pintu biar sutradara Jane bisa menemukan kami dan tidak terlalu merasa terganggu atau menganggu para pembeli yang lain.
Tadi saja saat baru duduk ada pembeli yang datang menghampiri ku untuk berfoto bersama. aku merasa senang karena masih ada orang yang mengenaliku, walau bukan terkenal lagi menjadi top model seperti dahulu juga tidak masalah bagiku.
Ini juga menjadi impianku saat masih kecil dan aku ingin mempertahankan impianku ini untuk saat ini.
Sekitar 10 menit kami menunggu dan telah memesan jus jeruk untuk mengusir rasa haus kami berdua.
tak lama dari itu sutradara Jane datang.
aku melihatnya yang baru masuk di depan pintu cafe.
Aku melambaikan tangan saat mata kami bertemu.
sutradara Jane berjalan mendekati meja kami.
"Maaf apa saya datang terlambat?" tanyanya pada kami berdua.
"Tidak, tidak. anda tidak terlambat, hanya saja kami berdua yang datang kecepatan." ucapku kepada sutradara Jane.
akupun memberikan tanganku untuk berjabat tangan dengan nya
" Senang bertemu dengan Anda, nama saya Citra." ucapku.
Dia membalas jabat tangan ku .
" Senang bertemu dengan anda juga nona Citra, nama saya Jane Willem. anda bisa memanggil saya dengan Jane saja." katanya padaku.
"Dan saya Gabriella asisten nya Citra, pangil saja saya Ella." ucap Gabriella memberikan tangannya untuk berjabat tangan dengan sutradara Jane.
"Silahkan duduk nona Jane." ucapku.
"Terima kasih." ucapnya yang kemudian duduk di depan kami berdua.
"Maaf kami telah memesan minuman terlebih dahulu , apa anda juga mau?, saya akan memesankan minuman dan makanan karena sudah waktunya makan siang jika anda belum makan nona Jane." ucapku.
"Tidak apa-apa nona Citra, saya akan memesan minuman saja karena sebelum ke sini saya juga telah makan siang." balas Jane
"Pelayan" ucap Gabriella untuk memanggil pelayan cafe untuk mencatat pesanan dari sutradara Jane.
"Iya nona?" tanya pelayan cafe.
"Saya pesan jus melon saja." ucap Jane.
Setelah mencatat pesanan itu pelayan cafe berlalu meninggalkan meja kami.
....
"Jadi nona Citra, ini menyangkut tawaran saya kemaren malam kepada nona Ella.
saya ingin menjadikan anda model videoklip dari band I'rock. apa nona bersedia?" ucap Jane.
"Ini merupakan suatu kehormatan untuk saya nona Jane. tapi biasanya untuk model videoklip ini harus di seleksi dulu atau sudah di pilihkan lansung oleh agensi yang bersangkutan bukan?" tanyaku padanya.
Pelayan cafe tadi datang untuk mengantarkan jus melon untuk sutradara Jane. " Silahkan di nikmati nona." ucap pelayan cafe.
"Terima kasih." ucap Jane.
dengan memimun jus itu dan meletakkan nya kembali di atas meja.
"Anda benar nona, model yang menjadi video klip yang di sarankan oleh agensi memiliki masalah tertentu dengan para member bandnya. saya juga bingung mau bicarakan masalah pribadi mereka.
dan juga saya ingin memberi tahukan pada agensi anda, namun kata menejer yang bernama Shabila bilang anda tidak terlibat kontak dengan agensi JH entertainment lagi?" jelasnya.
"Ah iya saya mengerti ucapan anda. dan masalah agensi memang benar saya tidak terlibat kontak dengan JH entertainment. karena beberapa hal." ucapku.
" Ini sudah keputusan bersama dengan beberapa pihak yang bersangkutan bahwa nona Citra akan menjadi modelnya, karena anda menjadi trending topik kemarin.
jadi apa nona bersedia menjadi modelnya?" tanya sutradara Jane.
"Saya sangat bersedia untuk menjadi modelnya nona Jane." ucapku.
"Kalau begitu anda bisa datang ke tempat ini besok." ucap Jane sembari memberikan kartu nama yang terdapat alamat sebuah agensi.....
.
.
.
.
........
.
.
Bersambung.......
.
Jangan lupa like, comen dan vote ya teman-teman☺️
karena like teman-teman semangat untuk author😁
salam sayang dari author 😍
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏