Menceritakan tentang kesedihan seorang istri yang tidak pernah anggap ada. Dan selalu saja di salahkan
_Akankah, Safira mampu bertahan dengan pernikahan yang tanpa cinta ini....???
_Atau mampu kah, Arjuna mempertahankan Safira atau justru melepaskan nya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Juna mendapat kabar dari salah satu dokter bahwa kini anak nya Alira sedang berada di ruang rawat,, dan dengan segerah Juna berlari menuju ruangan di mana Alira di rawat.. Dari raut wajah Juna memancarkan kekhawatiran yang mendalam untuk putri nya.. Saat tiba di kamar inap, Juna langsung memeluk tubuh Alira,..
Sayang, apa yang terjadi...???? Dan siapa yang mengantar mu kesini...???"Tanya Juna saat sudah melepas pelukan nya."
"Ayah kepala ku kembali pusing, dan tadi bunda yang menjemputku dan mengantar ku kemari.."
Sekarang di mana bunda....????"Tanya Juna,."
Salah satu suster membuka suara.."Istri dokter tadi keluar, kata nya dia mau memanggil dokter di ruangan.."
Tadi Safira memanggilku di ruangan..???, tapi dari tadi aku di ruangan dan tidak ada Safira yang datang ."Batin Juna,."
Ayah telpon bunda, Alira ingin bunda di sini.."Ucap Alira,"..
Iya sayang,, tunggu ayah telpon bunda..
Tapi sebelum Juna menelpon, Safira telah membuka pintu kamar inap Alira,.. Safira melangkah kan kaki nya, dengan senyum manis yang mengukir di wajahnya,,. Tapi jika seseorang memperhatikan lebih wajah Safira, maka akan terlihat jelas, meskipun tersenyum tapi ada raut wajah kesedihan yang tergambar di wajah nya..
Bunda.. "Panggil Alira,. Bunda dari mana...??? Kenapa lama sekali memanggil ayah, sedangkan ayah sudah sedari tadi bersama Alira,..
Maaf bunda habis dari taman,,.. "Ucap Safira,., Ouh ya sayang, apa kepala mu sudah merasa baik kan..???
sedikit bunda..
Sayang ada yang ingin ku bicarakan tentang Alira, apa kau bisa mengikuti ku ke ruagan ku, kita berbicara di sana.."Ucap Juna dan Safira mengiyakan.."
Sayang kamu baik baik di sini yah, bunda ke luar dulu sama ayah.."Ucap Safira lalu mencium kening Alira."
•••••••
Sayang maaf jika aku baru berkata jujur, sebenarnya Alira saat ini sedang sakit dan dia membutuhkan pendonor sumsum tulang belakang,, dan tidak ada yang cocok termaksud diri ku.., Sayang mau kah kau mencoba mengecekan dirimu untuk anak kita...???"Ucap Juna sambil menggenggam kedua tangan Safira."
Lagi lagi kau bohong mas,, aku tahu kau sudah mengecek diri ku,, kenapa kau harus berbohong seperti ini.. Kau kembali menghancurkan kepercayaan ku.."Batin Safira"..
Sayang bagaimana, apa kau mau....?????"Tanya Juna kembali."
Kalau aku mau mas dan hasilnya sama dengan Alira, maka apa yang akan mas lakukan...????"Tanya Safira,."
"Maka tolong donorkan susmsum mu untuk anak kita..."
Jika seandainya aku tidak mau mas, apa yang akan kau lakukan kepadaku...?????
Aku percaya kau akan melakukan nya, karna aku tahu kau menyayangi Alira,..
"Lakukan lah mas, tapi jangan berharap lebih untuk hal yang lain.."
Apa maksud mu sayang..?????
Tidak ada maksud,.. Ayo kita lakukan..
...🍂🍂🍂...
Seminggu berlalu, selama seminggu ini Safira kembali menjaga jarak dengan Juna,, dengan alasan ia ingin lebih fokus menjaga Alira dan Zahra, dan selama seminggu ini juga, Safira sudah tidak lagi tidur bersama dengan Juna di kamar utama,.. Sampai Juna kembali bertanya tanya pada diri nya sendiri,, kenapa Safira seperti itu padanya.. Tapi kembali ia tepis mengingat alasan Safira untuk fokus mengurus anak mereka.. Hari ini sudah keluar tes bahwa sumsum Safira cocok untuk Alira, dan dengan segerah Juna menghampiri Safira untuk mengatakan kabar tersebut..
Sebenarnya dari dulu Juna tahu, hanya saja ia sengaja mengulur waktu selama seminggu agar Safira tidak menaruh curiga, dan tanpa Juna tahu, ternyata Safira sudah tahu semua nya..
Sayang, hasil nya sudah keluar dan sumsum kalian sangat cocok.."Ucap Juna kepada Safira
saat berada di kamar anak anak nya."
Apa yang akan kita lakukan selanjutnya...????"Tanya Safira,.."
"Aku ingin kau mendonorkan nya sayang, agar anak kita sembuh.."
Aku siap, hanya saja ada satu syarat..
Apa itu sayang...???
Aku ingin mas, menandatagani surat perceraian kita...."Ucap Safira,.,,"
Dekkkkkkkk
Juna bagai di sambar petir di siang bolong mendengar ucapan Safira tentang perceraian..