Ini adalah kisah seorang pengusaha sukses yang bernama Aryan Bram Wijaya, yang menyamar sebagai pelayan Restoran untuk mengejar cinta seorang wanita cantik.
Karena ia ingin mencari wanita yang benar benar tulus mencintainya, bukan cinta dengan hartanya saja.
Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan wanita karir yang cantik yang bernama Calista Mahendra, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Wanita itu sangat mencintai Aryan tanpa memandang statusnya yang hanya sebagai pelayan.
Tapi disisi lain Louis Mahendra ayah Calista sangat tidak menyukai pelayan tersebut, dia tidak mau kalau anaknya hidup susah dengan lelaki yang tidak tepat.
Akankah cinta mereka berakhir bahagia? ikuti terus ceritanya ya.
mohon dukungannya semua.🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Aryan sudah sampai di restoran dan langsung masuk ke ruangannya, di situ juga ada Thomas yang sedang mengerjakan beberapa laporan.
"Thom hari ini gak ada meeting kan". Tanya Aryan kemudian duduk di kursi kerjanya.
"Gak ada tuan".
"Kamu nanti urus semua perlengkapan untuk acara tunangan ya, kamu booking salah satu cafe aja yang ada disini, karena Calista gak mau yang terlalu mewah, dan jangan lupa carikan cincin yang berkualitas tinggi".
"Iya baik tuan saya akan kerjakan sekarang, permisi" ucap Thomas dengan hormat kemudian beranjak keluar meninggalkan ruangan.
Ketika sedang berjalan Thomas melihat Jery yang sedang asyik mengelap meja bersama Ririn. "Huhh dasar anak itu sepertinya dia akan melangkahiku" gumamnya dalam hati.
Ia pun menghampiri Jery, dan memukul pundaknya dengan pukulan yang tidak terlalu keras. "Jery pekerjaanmu kan bukan disini, sana ke dapur".
Jery mengernyitkan dahinya dan menatap tajam Thomas. "Hemm memangnya kenapa?, lagi pula sedang sepi kok dan tidak ada pesanan, tuan Thomas iri ya hhhah makanya tuan cari gebetan dong hahaha".
Ririn pun merasa aneh dengan mereka berdua dan memilih untuk beranjak dari tempat itu, dan menuju ke dapur.
"Hahahah kasian di tinggalin" ucap Thomas sambil ketawa jahat.
"Ahhh gara gara tuan sihh, sudah sana pergi!". sambil mendorong dorong tubuh Thomas.
Aryan datang dan langsung menghampiri mereka berdua yang sedang ribut. "Heyy Thom and Jery!!".
Mereka berdua pun langsung menghentikan keributannya, dan secara bersama menengok ke arah Aryan.
"Heheheh maaf tuan, tuan Thomas yang mulai dulan, ya sudah saya permisi ya". Jery langsung beranjak dari tempat itu dan menuju ke dapur.
"Huhh dasar main kabur aja!" seru Thomas.
"Kalian itu kenapa sih, kamu juga thomas kan saya kasih tugas buat kamu tapi kamu malah ribut dengan Jery".
Thomas cengar cengir sambil garuk garuk kepala nya. "Hehhee iya tuan, maaf ya sudah saya permisi ya". Thomas pun beranjak meninggalkan restoran.
"Huhhh dasar thom and jery!" gumam Aryan kemudian ia kembali ke ruangannya.
**********
Matahari mulai tenggelam hari pun menjadi gelap, jam menunjukan pukul 21.30.
Calista dan jenita sudah menutup butiknya, dan bersiap siap untuk pulang, seperti biasa mereka menunggu di depan lift, Jenita menunggu Ririn adiknya dan Calista menunggu Aryan.
*
*
Di restoran, pekerjaan juga sudah selesai semua, para karyawan pun beranjak untuk pulang.
Jery sedang menunggu Ririn mengganti bajunya, dia menunggu di depan ruang ganti.
Ririn yang sudah selesai, ia pun segera keluar dn ia terkejut saat melihat jery masih ada disitu. "Lohh kak jery nungguin aku?".
"Hehehe iya Rin, biar turun bareng lohh".
"Hemm ya sudah ayo".Mereka pun beranjak keluar dari ruangan itu.
*
*
Aryan dan Thomas juga baru akan keluar dari ruangannya.
"Kamu sudah urus semua kan thom?" tanya Aryan sambil berjalan keluar dari ruangannya.
"Iya tuan sudah saya siapkan, memangnya kapan acaranya tuan".
"Ya nanti saya tanyakan lagi sama Calista".
Mereka pun bertemu dengan Jery dan Ririn, Thomas langsung usil pada mereka.
"Cie ciee makin lengket aja, awas kamu ya jer kalo sampai langkahin saya" ucap Thomas pada Jery.
"Langkahin apa nya sih tuan, gak jelas!".
"Heyy ini sudah malam ayo cepat pulang!" seru Aryan kemudian beranjak meninggalkan mereka.
Mereka pun berjalan mengikuti Aryan menuju ke lift.
*
*
"Aryan kamu lama sekali sih" ucap Calista sambil mendekati Aryan yang baru sampai.
"Maaf Calista, semua gara gara mereka bertiga yang membuatku lama" sambil melirik Thomas, Jery dan Ririn yang ada di belakang nya.
"Kenapa jadi kita sih tuan yang di salahkan". Ucap Jery.
"Sudah lahh ayo cepat". Seru Aryan kemudian menggandeng tangan Calista dan masuk kedalam lift.
Mereka pun ikut masuk kedalam lift, setelah sampai di lantai bawah lift pun terbuka dan mereka langsung keluar.
Thomas, Aryan dan Calista langsung menuju ke mobilnya. Aryan dan Calista masuk dan duduk di jok belakang, Thomas pun masuk dan duduk di kursi kemudi, ia melajukan mobilnya pelan pelan meninggalkan parkiran.
Jenita dan Ririn juga langsung menaiki motornya, dan melajukannya meninggalkan parkiran, di susul oleh Jery di belakangnya.
*
*
*
"Calista". Aryan meraih tangan Calista dan mecium punggung tangannya. "Acara pertunangan nya besok ya? atau terserah kamu mau kapan".
Calista menganggukan kepalanya. "Hemm boleh, aku juga sudah ingin menikah denganmu". Calista memandang wajah Aryan dan memberikan senyumannya.
"Oke aku akan siapkan semuanya".
"Ohh iya katanya kamu punya saudara tiri?". tanya calista tanpa mengalihkan pandangannya pada Aryan.
"Iya, besok akan aku ajak ke acara kita, ya kalau dia mau".
*
*
*
Mereka pun telah sampai di halaman rumah Calista. thomas langsung turun untuk membukakan pintu.
"Ya sudah aku turun dulu ya, kamu hati hati" ucap Calista.
Aryan mengecup lembut kening Calista. "Iya sayang, selamat malam".
Calista pun turun dari mobil dan beranjak masuk ke dalam rumah.
Thomas langsung masuk kembali ke mobilnya, dan melajukannya meninggalkan halaman rumah Calista.