Terlahir Kembali Sosok Pendekar Iblis dengan Hati yang bersih dan bijak sana,Berusaha menjadi Raja demi kedamaian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sana Situ Gaming, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 32. Qi
Shirey dan Zouzin kembali ke rumah.
Mereka berdua berjalan sambil mengobrol tentang hal hal yang mengasikan ketika berada di kota.
Karena keasikan mengobrol, mereka berdua sampai tidak menyadari jika sudah berada tepat di depan rumah.
Shirey dan Zouzin segera masuk kedalam rumah, Liu yang menunggu kedatangan mereka berdua kaget melihat baju Zouzin robek.
''Kenapa dengan baju mu itu, apakah kau terkena serangan Shirey? coba aku lihat'' Liu segera menghampiri Zouzin dan memeriksa sobekan baju Zouzin tersebut.
''Aku tidak apa apa Liu, ini hanya sobekan biasa tidak sampai mengenai tubuh ku.'' Ucap Zouzin sedang di periksa oleh Liu.
Setelah memeriksa sobekan baju Zouzin, Liu langsung melihat ke arah Shirey.''Apakah dirimu terluka oleh ayahmu ini nak?.''
''Aku tidak terluka sedikitpun bu, ayah tidak menyerang ku dengan sungguh sungguh ia hanya menahan serangan ku.'' Ucap Shirey melihat ke arah Liu.
''Syukurlah jika memang begitu.'' Setelah menanyakan keadaan Shirey, Liu pun segera menuju ke dapur, ia ingin membuatkan teh untuk Shirey dan Zouzin.
Melihat Liu pergi ke dapur Shirey dan Zouzin pun duduk di ruang tamu.
''Apakah aku harus menjelaskan soal Qi sekarang?'' Ucap Zouzin duduk di sebelah Shirey.
''Jangan sekarang ayah, itu akan percuma, lebih baik kau menjelaskan nya besok, aku minta besok kau menjelaskan Qi sembari mempraktekan nya.'' Ucap Shirey
''Baiklah nak, besok aku akan melatih dirimu.'' Saut Zouzin.
Tak lama kemudian Liu pun datang membawakan teh untuk Shirey dan Zouzin.
Mereka bertiga bersantai di ruang tamu sambil mengobrol dan meminum teh.
Setelah sekian lama mereka bertiga bersantai di ruang tamu, nampak nya hari pun sudah mulai gelap.
Zouzin dan Shirey segera pergi ke kamar mandi, mereka berdua segera membersihkan badan nya masing masing.
Liu pun pergi ke dapur lagi untuk menyiapkan makan malam.
Setelah semua selesai, mereka bertiga pun makan malam bersama.
Tak lama kemudian makan malam pun selesai, Shirey segera menuju ke kamar nya untuk beristirahat.
Shirey sudah tidak sabar untuk mengetahui bagaimana cara kerja Qi dan cara membaca serangan musuh.
Shirey pun segera tidur malam itu.
Keesokan hari pun sudah tiba, Shirey segera bangun dari tidurnya dan langsung mandi.
Shirey pun sudah siap untuk berlatih dengan ayah nya, ia segera mengajak ayah nya yang sedang meminum teh di ruang tengah untuk melatih dirinya.
''Aku sudah siap di latih oleh mu ayah'' Ucap Shirey di hadapan Zouzin.
''Baiklah mari kita ke luar untuk berlatih'' Zouzin segera bangun dari duduk nya dan berjalan menuju tempat latihan.
Mereka berdua pun berjalan menuju tempat latihan, Zouzin mengajak Shirey ke tempat yang gersang dimana tidak ada pepohonan di sekitar mereka.
''Baiklah aku akan melatih dirimu di sini nak.'' Zouzin dan Shirey pun sudah sampai di tempat latihan.
''Petamatama aku akan memberi tahukan kepadamu apa itu Qi, setelah itu barulah aku mengajari mu bagaimana cara membaca semua serangan menggunakan Qi.'' Ucap Zozuin.
''Qi adalah bentuk tenaga dalam seseorang, yang mana pada dasar nya setiap serangan atau gerakan musuh itu mengeluarkan Qi tersebut.''
''Sama dengan aura, Qi pun berada dalam tubuh seseorang namun beda nya jika aura tidak dapat dirasakan saat seseorang menyerang tiba tiba.''
''Jadi sekarang kau harus bisa mengendalikan Qi dalam tubuh mu itu dan barulah setelah itu kau bisa membaca Qi seseorang yang hasilnya kau bisa membaca semua serangan musuh.'' Ucap Zouzin lalu segera menyuruh Shirey untuk duduk bersila di depan nya.
Shirey yang sudah mendengarkan penjelasan dari ayahnya pun segera duduk bersila.
''Pertamatama pejamkan mata mu dan berusaha untuk merasakan semua energi dalam tubuhmu.''
''Lalu fokuslah pada energi tubuh mu itu, hilangkan semua energi yang ada disekitarmu.'' Ucap Zouzin yang berdiri di hadapan Shirey yang sedang duduk bersila.
Shirey pun segera mempraktekan apa yang di suruh oleh ayah nya, ia berusaha menguasai Qi dalam dirinya tersebut.
Sedikit demi sedikit Shirey mulai merasakan Qi yang dimaksud oleh Zouzin.
Tak lama kemudian Shirey sudah bisa merasakan energinya sendiri tanpa merasakan energi lain yang ada di sekitarnya.
''Sepertinya aku sudah bisa merasakan Qi yang engkau maksud tersebut ayah.'' Ucap Shirey yang memejamkan mata sambil duduk bersila.
''Jika benar kau sudah bisa merasakan Qi dirimu sendiri, sekarang cobalah rasakan Qi diriku.'' Ucap Zouzin.
Shirey segera berusaha merasakan Qi Zouzin, sambil memejamkan mata, Shirey bisa membayangkan Qi Zouzin seperti bentuk tubuh aslinya.
''Apakah kau sudah bisa merasakan Qi diriku?'' Tanya Zozuin
''Aku sudah bisa merasakan Qi dirimu ayah.'' Ucap Shirey.
Zouzin segera mengambil kayu yang berada di dekat nya, ia segera memukulkan kayu tersebut ke kepala Shirey.
*PLUK*
Kayu tersebut mengenai kepala Shirey.
''Aduh......'' Shirey pun memegang kepalanya.
''HaHa barusan kau bilang jika kau sudah bisa merasakan Qi diriku, maka dari itu aku memukul kepalamu menggunakan kayu ini.'' Zouzin pun tertawa melihat Shirey yang memegang kepala.
''Aku memang sudah bisa merasakan Qi dirimu ayah, tapi di saat kau bergerak Qi tersebut seperti pudar dari pandangan ku.'' Ucap Shirey masih memegang kepalanya merasakan sakit karena pentungan kayu dari ayah nya.
''HaHa baiklah aku akan memberikan aba aba terlebih dahulu sebelum aku memukul mu memakai kayu ini.'' Zouzin pun bersiap memukul Shirey kembali.
Shirey segera menutup matanya kembali lalu duduk bersila.
''Apakah kau sudah siap nak.? Ucap Zouzin.
''Aku siap ayah.'' Shirey sudah membayangkan Qi ayah nya.
''Aku akan memukul salah satu bagian tubuhmu secara pelan agar tidak terlalu membekas.'' Zouzin pun siap memukul Shirey.
Zouzin pun mengelilingi Shirey terlebih dahulu.
Pandangan Shirey melihat Qi Zouzin kembali pudar saat Zouzin mengelilingi dirinya.
Namun Shirey mengabaikan itu, yang paling penting bagi dirinya bisa merasakan Qi Zouzin saat menyerang.
Pukulan kayu pun di arahkan ke arah belakang kepala Shirey dengan cepat namun tanpa tenaga.
*PUK*
Pukulan kayu Zouzin masih belum bisa di hindari oleh Shirey.
''Maafkan aku ayah, aku akan berusaha sangat keras agar bisa menghindari pukulan kayu mu itu.'' Shirey segera berkonsentrasi kembali.
Pukulan demi pukulan kayu Zouzin masih mengenai tubuh Shirey, nampaknya teknik ini sangat susah di kuasai oleh Shirey.
Shirey yang tidak patah semangat dan berkeinginan besar untuk terus bertambah kuat meminta ayah nya untuk terus memukul kayu itu ke arahnya.
Zouzin yang melihat Shirey bersemangat sekali dalam berlatih teknik ini, dengan senang hati terus melatih Shirey.
Pukulan demi pukulan kayu pun terus mengenai Shirey.
''Kau harus lebih peka dalam merasakan Qi'' Zouzin memutari Shirey.
''Bersiaplah aku akan memukul dengan memberikan sedikit tenaga kepada kayu ini.''
Zouzin siap memukul Shirey.
*BES*
Shirey berusaha untuk tenang dan fokus, ia melihat ada bayangan tangan menghampiri bahu kirinya, Shirey segera menahan bayangan tersebut menggunakan tangan kanan nya.
Benar saja pukulan kayu Zouzin berhasil di tahan oleh Shirey.
Zouzin tersenyum melihat pukulan kayu nya berhasil di tahan oleh Shirey.
''Kuharap kau tidak senang dulu nak, ini baru satu pukulan kayu, setelah ini akan ku beri kau pukulan kayu secara berturut turut.'' Ucap Zouzin siap memukul kembali kayu tersebut.
Shirey pun bersiap untuk menahan pukulan kayu berikutnya.
Saya akan berusaha memperbaiki nya segera.
Jangan bosen bosen untuk like comen dan vote nya terima kasih 🤗
kan saayang karya bagus di biarkan thor...