"Kenapa?"
"Kenapa bisa seperti ini?"
"Bukankah itu tak seharusnya di lakukan? Dan bukankah itu salah?"
"Seharusnya aku tak melakukan hal itu, karena aku sudah berjanji untuk melindungi Oliv bahkan dari diriku sendiri."
"Tapi tak bisa di bohongi, aku menginginkan dirinya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 BIANGLALA
Oliv banyak diam, dan hanya mengikuti saja kemana Javin akan membawanya. Pikirannya saat ini hanya Dre yang bersama Sally.
"Liv," panggil Javin,
Oliv seketika tersadar, saat ini mereka berada di area belakang wahana. Sepi, tak ada orang lain. Hanya mereka berdua.
"Loh, kok kita di sini?" Oliv keheranan, berapa lama dirinya melamun hingga tak menyadari posisi mereka sekarang.
"kamu sih, dari tadi ngelamun mulu."
"Oh, ya?"
"Mikirin apa, sih?" Tanya Javin yang merasa penasaran.
"Gak ada, kok."
Oliv bergegas ingin meninggalkan tempat itu, tapi Javin mencegah dengan menarik tangannya.
"Di sini aja."
"Apaan, sih?" Oliv menepis tangan Javin.
"Aku bawa kamu ke sini biar kamu enak ceritain masalah kamu, Liv."
"Aku gak ada masalah apa-apa, jangan sok tau!"
"Tapi dari tadi aku perhatiin kamu hanya diam dan ngelamun terus."
"Bukan urusan kamu!" Oliv berlalu, tak ingin berlama-lama di sana. Apalagi hanya berdua bersama Javin.
Kenangan waktu di pesta Jhonny kembali terkenang, membuat Oliv sedikit takut kejadian itu akan terulang ketika dia bersama seorang cowok di tempat yang sepi.
"Liv, tunggu!" Panggil Javin mengejar Oliv yang berjalan lebih dulu.
"Cepetan! Gue mau maen!"
*****
"Bang Dre! Ayo temenin aku naik wahana lagi." Rengek Sally bergelayutan di lengan Dre. Tingkah gadis itu membuat Dre merasakan pusing tujuh keliling.
"Kamu sendirian aja, aku mau ke toilet. Kebelet, nih." Dre sengaja berbohong untuk menghindari Sally.
Dre segera berlalu, ke toilet? Bukan, dia malah mencari Oliv dan Javin yang entah kemana.
Akhirnya setelah beberapa lama mata Dre menangkap Oliv dan Javin yang sedang bermain capit boneka.
"Minggir-minggir! Dari tadi gue perhatiin gagal mulu!" Dre yang tiba-tiba datang mengambil alih permainan dari Javin.
Oliv kaget kenapa Dre tiba-tiba bisa ada di sana, padahal dia tadi sedang bersama Sally. Lalu di mana Sally? Oliv hanya bisa celingak-celinguk.
Berkali-kali Dre juga gagal memainkan permainan capit boneka itu membuat Javin hanya bisa menahan tawa.
"Ini mesinnya rusak kali!" Teriak Dre emosi, sembari menendang mesin capit boneka.
"Udah, Bang Dre!" Oliv menarik pria itu, menenangkannya.
Sally datang ke hadapan mereka dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Lo kenapa, Sall?" Oliv mengernyitkan dahi, heran dengan gadis itu.
Sedangkan Dre pura-pura gak tau dan pura-pura merasa tak bersalah. Dirinya kini berada di belakang Oliv.
"Gue nyariin kalian, eh ternyata pada kumpul di sini."
"Perasaan kami gak kemana-kemana, deh. Kamu aja yang keluyuran mulu."
"Huh! Gak apa-apalah." Sally mengatur nafas.
"Hayuk! Bang Dre temenin naik roller coaster lagi."
Wajah Dre seketika berubah, sedikit merasa kesal pada Sally yang terus-terusan mau nempel pada dirinya.
"Aku mau main capit boneka lagi. Ajakin Javin, gih! Dia keknya pengen memacu adrenalin." Balas Dre, sambil mendorong Javin ke arah Sally.
"Oh ya? Cussss!!!" Sally menarik tangan Javin, membawa cowok itu menuju tangga untuk naik ke roller coaster. Oliv tertawa cekikikan.
Kini hanya tinggal Dre dan Oliv.
"Kamu mau bonekanya?" Tanya Dre pada Oliv yang masih tertawa.
"Kan Bang Dre gak bisa mengambil boneka nya."
"Siapa bilang?"
Lagi dan lagi, Dre berusaha untuk mendapatkan boneka dari mesin capit itu. Gagal dan gagal lagi. Tapi Dre pantang menyerah.
Hingga akhirnya Oliv berhasil memiliki boneka, Teddy bear berwarna cokelat.
Tapi,
Hasil dari Dre membeli di tempat wahana itu.
Wajah Dre datar tanpa ekspresi, tapi Oliv kegirangan mendapatkan boneka walaupun bukan hasil dari mesin capit boneka. Permainan capit boneka yang berhasil membuat Dre emosi tingkat dewa.
"Makasih, Bang." Ucap Oliv sambil memeluk erat boneka itu.
"Kenapa malah boneka nya yang kamu peluk?" Dre mengernyitkan dahi.
"Hah?"
"Lupakan!"
Oliv kembali fokus ke boneka barunya. Hingga Dre menarik tangannya membawa Oliv menuju wahana bianglala. Mereka berdua kini berada di wahana itu.
Oliv kegirangan saat bianglala yang mulai berputar. Dre hanya memperhatikan dirinya, memperhatikan tawanya yang seperti menghipnotis Dre untuk selalu melihat tawa dan mendengar tawa itu.
"Gila! Pemandangan dari sini keren banget!" Teriak Oliv yang merasa kagum.
Hingga tiba-tiba mesin bianglala itu berhenti berputar. Oliv yang kaget seketika terjatuh dalam pelukan Dre.
"Ma--maaf," ucap Oliv, saat mata mereka saling bertemu.
Tak seperti biasanya, kali ini Oliv menjadi salah tingkah. Biasa dirinya yang bar-bar kadang langsung menyambar Dre dengan pelukan kapan pun di mana pun, tapi kali ini terasa berbeda.
Oliv semakin berdebar karena tatapan Dre pada dirinya. Ingin melepaskan pelukan itu tapi rasanya tak bisa. Tubuhnya seketika kaku dan sulit bergerak.
Dre juga merasakan hal demikian. Oliv yang di pandangnya kini tak seperti biasanya. Jika Dre selama ini hanya menganggap Oliv sebagai anak kecil yang lucu, tapi tidak untuk sekarang.
Oliv bagaikan magnet yang menariknya untuk semakin mendekat.
Jantung semakin berdetak kencang, mereka terbawa suasana. Apalagi posisi mereka sekarang yang jauh di atas sana membuat orang tak akan tau mereka sedang berpelukan.
Hingga perlahan bibir Dre semakin mendekat ke bibir Oliv. Ciuman itu pun terjadi begitu saja, di iringi mesin bianglala yang kembali berputar.
aq tunggu lanjutanx