NovelToon NovelToon
ISTRI CADANGAN SANG MAFIA

ISTRI CADANGAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Istri Cadangan Sang Mafia

Di hari pernikahan, Selena Kustiono menghilang.
Demi menyelamatkan keluarganya, Serina Kustiono dipaksa menggantikan sang kakak menikahi Vincent Timothy, bos mafia paling berkuasa sekaligus ayah tunggal dari Viren, putra genius yang menolak kehadiran ibu baru.
Pernikahan mereka hanyalah kesepakatan.
Tak ada cinta.Tak ada pilihan.

Namun saat Viren mulai memanggil Serina "Mama", Vincent menyadari satu hal—musuhnya kini tak lagi mengincar kekuasaannya, melainkan keluarganya.

Mampukah seorang istri cadangan bertahan di sisi pria yang seluruh hidupnya dipenuhi darah, pengkhianatan, dan rahasia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Vincent berpamitan untuk menemui beberapa kolega penting di area lain. "Jangan jauh-jauh dari sini," ucapnya singkat.

Serina mengangguk pelan. Ia berdiri di dekat meja minuman ketika sebuah suara yang sangat dikenalnya terdengar dari belakang.

"Sudah lama tidak bertemu, Serina."

Serina membeku. Ia menoleh perlahan. "Diego...?"

Pria itu tersenyum tipis. Jas abu-abu yang dikenakannya tampak rapi, dan pin perusahaan di dadanya menunjukkan posisi barunya sebagai manajer. "Aku sempat tidak percaya itu kamu."

Serina menarik napas pelan. "Selamat atas promosi jabatanmu. Aku dengar kamu semakin sukses. "

"Terima kasih." Diego menatapnya dari ujung kepala hingga kaki. "Kamu juga berubah. Penampilanmu jauh lebih mewah sekarang."

"Itu tidak ada hubungannya denganmu."

Diego tersenyum miring. "Masih setajam dulu."

Serina tidak ingin memperpanjang percakapan. Ia hendak berbalik, tetapi Diego kembali bicara.

"Kamu benar-benar cepat move on, Serina."

Serina langsung menatapnya dingin. "Yang berselingkuh itu kamu, Diego."

Senyum Diego sedikit memudar. "Aku sudah minta maaf waktu itu."

"Dan aku sudah memutuskan hubungan kita."

"Tapi aku tidak menyangka kamu akan berakhir bersama Vincent Timoty." Nada suaranya berubah sinis. "Jadi sekarang kamu lebih suka pria berkuasa?"

Serina mengepalkan jemarinya. "Jangan memutarbalikkan keadaan. Aku meninggalkanmu karena kamu mengkhianatiku."

Diego tertawa pendek. "Kalau aku tidak ketahuan, mungkin kita masih bersama." Ucapan itu membuat mata Serina membelalak tidak percaya.

"Aku tidak menyesal memutuskanmu."

Diego hendak membalas ketika suara seorang wanita terdengar dari samping mereka. "Diego?"

Keduanya menoleh bersamaan. Seorang wanita bergaun merah berjalan mendekat dengan ekspresi penasaran. "Siapa wanita yang sedang kamu ajak bicara, Diego?"

Diego tampak sedikit terkejut.

"Desy... ini..."

Namun sebelum ia sempat menjelaskan, Desy sudah menatap Serina dengan lebih saksama.

Tiba-tiba wajahnya berubah. "Tunggu... kamu Serina?"

Serina terdiam. Desy tersenyum tipis, tetapi tatapannya penuh makna. "Jadi, kamu mantan pacar Diego yang dulu itu?"

Diego tampak gelisah. "Desy, tidak seperti yang kamu pikirkan..."

"Aku hanya bertanya." Desy memotong cepat. Tatapannya kembali tertuju pada Serina. "Kalian terlihat cukup serius mengobrol."

Serina menjawab tenang, "Kami hanya kebetulan bertemu."

Desy terkekeh pelan. "Kebetulan? Di acara seperti ini?" Ia melipat tangan di dada. "Aku tahu beberapa wanita suka datang ke acara elite untuk menunjukkan kalau hidup mereka sekarang lebih baik."

Wajah Serina menegang. "Maksudmu apa?"

Desy mendekat satu langkah. "Jangan salah paham. Aku hanya ingin memastikan kamu tidak datang untuk mengganggu tunanganku." Ia melirik gaun Serina. "Apalagi setelah melihat penampilanmu malam ini."

Diego mencoba menenangkan situasi. "Desy, sudahlah."

Namun Desy justru semakin tersulut. "Kamu diam saja, Diego. Aku cuma tidak suka ada mantan tiba-tiba muncul lalu berbicara berdua dengan pria yang sudah bertunangan."

Serina menatapnya lurus. "Aku tidak punya urusan pribadi dengan Diego lagi."

"Benarkah?" Desy tersenyum sinis. "Kalau begitu kenapa kalian terlihat tegang? Atau jangan-jangan kamu datang untuk membuat Diego menyesal sudah memilihku?"

Suasana di sekitar mereka mulai terasa panas.

Beberapa tamu bahkan diam-diam melirik ke arah mereka.

Serina menarik napas pelan, berusaha menjaga ketenangannya. "Yang mengakhiri hubungan kami adalah aku," ucapnya tegas. "Dan alasannya karena Diego berselingkuh."

Desy langsung menoleh ke arah Diego. Ekspresi pria itu berubah kaku. "Apa itu benar?" tanya Desy dengan nada tajam.

Diego buru-buru mengangkat tangan. "Desy, dengarkan dulu. Itu memang terjadi, tapi itu sudah lama dan..."

"Sudah lama?" Desy memotong cepat. Ia tertawa pendek, tetapi tawanya terdengar sinis. "Lalu sekarang apa? Mantanmu tiba-tiba muncul di acara ini dan kalian berbicara berdua di pojok ruangan?"

"Ini hanya kebetulan," sahut Serina tenang.

Desy menatapnya tajam. "Kebetulan?" Ia mendekat satu langkah. "Wanita ini benar-benar tidak punya malu. Dia menggoda tunanganku di depan umum."

Wajah Serina langsung menegang. "Itu tidak benar."

"Jangan berpura-pura polos," balas Desy. "Aku melihat sendiri bagaimana kalian berbicara tadi."

Diego mencoba menyela. "Desy, cukup. Serina tidak melakukan apa-apa."

Namun Desy justru semakin tersulut. "Tentu saja kamu membelanya."

Tatapannya penuh penghinaan. "Kalau bukan karena dia mendekatimu, untuk apa kalian berbicara begitu lama? Ingin sekali aku menamparmu." Tangan Desy terangkat.

Namun sebelum telapak tangannya sempat mengenai Serina, sebuah tangan lain lebih dulu menahan pergelangan tangannya di udara.

Desy membeku.

Vincent berdiri di samping Serina dengan tatapan dingin yang membuat darahnya seolah berhenti mengalir. Genggaman pria itu kuat, tetapi tetap terkontrol. "Turunkan tanganmu." Suara Vincent rendah dan datar, justru terdengar lebih menakutkan daripada bentakan.

Desy menelan ludah.

Vincent melepaskan pergelangan tangannya perlahan, lalu berdiri sedikit di depan Serina, seolah menjadi pelindung yang memisahkan mereka.

Tatapannya beralih kepada Desy. "Dia istriku." Satu kalimat itu membuat wajah Desy seketika pucat.

Ia menatap Serina dengan mata membelalak, lalu beralih kepada Vincent, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Jadi, ka-u..." Kata-katanya tercekat.

Sementara Diego yang berdiri di sampingnya hanya bisa terdiam kaku, menyadari situasi yang baru saja terjadi jauh lebih buruk dari yang ia bayangkan.

Vincent menatap Desy beberapa detik tanpa berkedip. Wanita itu refleks menurunkan tangannya.

Suasana di sekitar mereka mendadak hening. Beberapa tamu yang tadi diam-diam memperhatikan langsung mengalihkan pandangan, seolah tidak ingin ikut terseret dalam masalah.

Vincent kemudian mengalihkan tatapannya kepada Diego. "Aku mengenalmu."

Diego menelan ludah.

"Diego Pratama. Manajer baru di Arwana Group."

Nada suara Vincent tetap datar, tetapi justru itu yang membuat Diego semakin gugup.

"Saya... merasa terhormat Anda mengenal saya, Tuan Vincent."

Vincent tidak menanggapi basa-basi itu. Vincent melangkah setengah langkah mendekat. "Dengarkan baik-baik." Sorot matanya berubah dingin. "Aku tidak peduli apa yang terjadi sebelum Serina menjadi istriku." Ia berhenti sejenak. "Mulai malam ini, siapa pun yang menyentuh istriku tanpa izinku... akan menanggung akibatnya." Tak ada nada tinggi dalam suaranya. Tak ada ancaman berlebihan. Namun kalimat itu membuat Diego dan Desy sama-sama menegang.

Vincent lalu menoleh kepada Serina. "Ayo." Hanya satu kata. Serina mengangguk pelan dan berjalan di sisinya.

Saat mereka meninggalkan tempat itu, Diego hanya bisa memandangi punggung keduanya dengan rahang mengeras, sementara Desy menatapnya dengan kekecewaan dan kemarahan yang mulai bercampur menjadi satu.

Dari sudut ballroom, Diego memandangi Vincent dan Serina yang sedang berbincang dengan para tamu penting.

Perlahan, ia mengeluarkan ponselnya.

Tuan Adrian, saya menemukan titik lemah Vincent Timoty.

Ia Mengetik lagi:

Perempuan bernama Serina sekarang menjadi istrinya. Saya mengenalnya secara pribadi.

Beberapa detik kemudian, layar ponselnya menyala. Pesan terkirim.

Diego memasukkan ponselnya kembali ke saku.

Di kejauhan, Vincent masih berdiri tenang di sisi Serina. Pria itu sama sekali belum menyadari bahwa nama istrinya baru saja masuk ke dalam permainan Adrian Barent.

1
Kayla Rane
Vincent kayak gak suka Ibunya. apa jangan² ada sesuatu dibalik itu
Kam1la
ibu tirinya Vincent...kak
Kayla Rane
neneknya viren kah? orangtuanya ibunya viren🤭
Kayla Rane
serina mah tipe cewek yang gak kegatelan mandiri juga. mungkin itu yg di sukai vincent🤭
Anonim
Lanjut 💪💪💪
Anonim
Heeemmm😍😍
Anonim
Semakin menarik 🤭🤭🤭
Anonim
Lanjut 💪💪💪
Kayla Rane
kereen
Anonim
Lanjut 🤭🤭🤭
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Iya, iya, yuk.
Tio Buki
Iya lengkaplah, kan udah tersedia
Tio Buki
Iya sama sama.
Tio Buki
Jangan tanya aku, aku juga tidak tau
Tio Buki
Minumlah
Tio Buki
Itu cuma secara kebetulan saja
Tio Buki
Itu kamar namanya, kalau rumah, ada diluarnya🤣🤣
Tio Buki
Biarkanlah
Tio Buki
Oh begitu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!