NovelToon NovelToon
Holong Di Balik Adat

Holong Di Balik Adat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:217
Nilai: 5
Nama Author: Pasaribu

Pertemuan yang tak pernah mereka rencanakan, tapi justru takdir membawanya semakin dekat. Hingga mereka benar-benar yakin bahwa cinta itu hadir. Tapi ternyata tak cukup hanya Cinta, tapi juga ada perjuangan cinta yang juga harus membutuhkan restu.

"kamu itu terlahir dalam adat apa? sadar gak sih kamu????" bentuknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasaribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Lebih dari Profesional Kerja

Kalau begitu lebih baik kamu antar pulang saja sekarang, ya." Nada suara Asido terdengar datar. Tidak ada kepanikan, tidak ada pertanyaan tentang keadaannya, apalagi perhatian berlebihan. Hanya kalimat sederhana itu yang menunjukkan sebatas kepedulian rekan kerja.

Yani menatap Asido lekat. Rasa kecewa menyelinap di dadanya,melihat Asido sendiri tampak tenang.

"Bagaimana ini?" batin Feni menangkap perubahan ekspresi Yani. Sebelumnya dia sudah terbiasa melihat ledakan emosi Yani tapi kali ini berbeda, Yani justru terdiam membeku menatap Asido. Dan tanpa sadar, air mata Yani jatuh.

"Kalian hati-hati, ya. Semoga lekas sembuh." Asido melangkah meninggalkan mereka. Dan anehnya, Yani tak menahan, tak merepet. Dia hanya menatap kosong ke depan.

"Dokter....?" panggil Feni.

"Ada apa?" Asido menoleh ke belakang.

"Saya sebenarnya masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sore ini, Dok."

Yani langsung melirik Feni. Ia tau betul jadwal temannya hari itu tidak sesibuk yang dikatakan.

"Ada beberapa laporan yang harus saya selesaikan dan beberapa berkas yang harus segera dikirim." lanjut Feni bersandiwara dengan wajah polos.

Asido mengangguk pelan, "kalau begitu saya akan minta sopir mengantar Bu Yani."

"Jangan.....!!" potong Feni dengan nada tinggi.

Asido tersentak mendengarnya.

"Maaf, Dok....." Feni sadar akan nada suaranya yang sedikit terdengar kurang sopan.

"Kalau boleh, dokter saja yang mengantarkan ya, Dok." ucap Feni pelan dan sangat hati-hati.

Asido terdiam, tak langsung menjawabnya.

"Maksudnya biar yakin aman sampai ke rumah, Dok. Papa Bu Yani tadi minta saya yang antar, Dok. Cuman karna saya masih ada kerjaan, saya minta tolong dokter, karna saya yakin sama dokter." jelas Feni.

"Baiklah. Saya antar." ucap Asido. Entah apa yang membuatnya langsung mengatakan itu. Yani yang sedari tadi diam akhirnya tersenyum kecil. Jantungnya berdetak lebih cepat mendengar kalimat itu.

Sementara Feni buru-buru menundukkan kepala agar tak ketahuan sedang tersenyum puas. Ide yang datang tiba-tiba membuat rencananya akhirnya berhasil.

"Mari, Bu Yani........" ucap Asido.

Yani terdiam menatap pria itu, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Asido benar-benar akan mengantarnya pulang.

"Bu Yani?"

Yani belum juga bereaksi. Hingga Feni berbisik, "Kesempatan besar ini...."

Feni berusaha menyadarkan atasannya yang mendadak seperti kehilangan fokus.

"Bisa jalan sendiri?" tanya Asido.

"Bi.... Bisa," jawab Yani pelan. Meski sebenarnya memang tubuhnya benar-benar masih terasa lemas. Yani seperti mendadak kehilangan dirinya yang biasa, dirinya yang manja.

Asido berjalan lebih dulu diikuti Yani sedikit di belakangnya. Di belakang mereka, Feni menutup mulutnya sendiri agar tidak sampai tersenyum terlalu lebar.

"Bisa juga manusia itu, sandiwara yang bagus." ucap Yani dalam hatinya, tak menyangka temannya itu berhasil dalam sekejap.

Selama di perjalanan, mereka sama-sama diam. Asido menyetir dengan fokus dan Yani duduk diam dan terlihat agak canggung.

"Astaga, Yani..... Kenapa kamu hanya diam saja? Ini kesempatan besar!!" batin Yani menyadari bahwa sebentar lagi dia akan sampai di kompleks rumahnya.

Yani seperti wanita yang sangat polos saat itu. Tak ada tingkah berlebihan, bahkan tak berani melirik Asido di sampingnya.

"Sudah sampai." Mobil itu berhenti tepat di depan gerbang rumahnya. Bangunan yang sangat mewah. Dari luar saja sudah terlihat kemewahannya, dan jelas siapa pun yang melihat itu pasti akan tau bahwa pemiliknya berasal dari keluarga berada.

Banyak orang memang sering bertanya-tanya mengapa Yani memilih bekerja di klinik dengan pekerjaannya sekarang, termasuk Asido.

"Terima kasih." Yani turun dari mobil. Tidak ada percakapan lain. Tidak ada ajakan untuk masuk. Tidak ada usaha untuk memperpanjang momen.

Mobil Asido perlahan menjauh dari gerbang itu. Sementara Yani masih berdiri disana.

"Aaaaakkhh!!!" Yani menghentakkan kakinya dengan kesal.

Kedua tangannya langsung mencengkeram rambutnya sendiri, "Kenapa sih, Yani.....??!" Dia sendiri tak menyangka kenapa tak ada satupun kalimat yang berhasil keluar dari mulutnya selain ucapan terimakasih yang terdengar begitu formal.

"Dasar bodoh!" rutuknya pada diri sendiri.

"Bodoh! Bodoh! Bodoh!!" Yani menampar pipinya sendiri berkali kali.

"Yani?" panggil Mamanya saat melihat Yani hanya berdiri diam sendiri.

"Kamu kenapa disini, Sayang......?" Mamanya mengelus rambut Yani yang berantakan.

"Mah..?" Yani menepis tangan Mamanya.

"Pasti terjadi sesuatu....." batin Mamanya.

"Ayok masuk, Sayang......" meraih tangan Yani.

"Mah....?" Yani menyentakkan tangannya. Dia melangkah kesal dan melewati Mamanya.

"Apa lagi ini.....?" gumam Mamanya khawatir. Dari dulu memang Yani selalu dimanjakan, apapun yang diinginkan harus dituruti. Dia juga tak segan-segan membentak Mamanya sendiri.

Yani masuk dengan langkah cepat dan wajah yang cemberut.

"Selamat malam, Nona."

"Nona sudah pulang?"

Beberapa pekerja rumahnya menyapa dengan hormat. Tapi Yani hanya berlalu begitu saja.

Tiba-tiba langkahnya terhenti. Matanya membelalak. Dia melihat seorang pria sedang duduk santai di sofa walaupun tetap tabletnya selalu ada di depannya.

"Papa......" Yani berdiri mematung, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bagaimana mungkin ayahnya yang sudah satu tahun tak pulang dengan alasan pekerjaan di luar negri tiba-tiba ada di rumahnya. Bahkan terakhir kali mereka berbicara, pria itu mengatakan belum bisa pulang dalam waktu dekat.

"Kok diam saja?" goda ayahnya sambil membuka kedua tangannya. " Tak rindu Papa?"

"Papa!!" Ia berlari mendekat dan memeluknya.

"Papa kapan pulangnya?"

"Tadi siang." jawab Mamanya yang sudah ikut masuk.

Yani melepaskan pelukannya dan mendekati Mamanya.

"Trus kenapa Mama nggak ada bilang apa-apa?" bentak Yani.

"Kamu kan kerja, Sayang. Lagian Papa kamu yang minta nggak usah dikasih tau karna sengaja untuk...."

"Mama nggak usah salahin Papa dong!!" potong Yani cepat masih dengan nada tinggi.

"Mama sengaja ya?? Biar....."

"Yani!!" panggil ayahnya tegas tiba-tiba memotong kalimat Yani yang mengomel sejak tadi.

"Jangan bicara seperti itu pada Mama." lanjutnya.

"Tapi, Pa.....Aku kan jadi......" Yani masih berusaha membela diri, tak sadar bahwa sikapnya itu sudah sangat berlebihan.

"Cukup!! Papa memang yang bilang itu!!" jelas ayahnya tegas, membuat Yani menunduk. Ayahnya sangat jarang seperti itu.

"Pah....... Udahlah. Itu karna Yani saking senangnya aja, jadi responnya gitu." Mamanya berusaha menenangkan suaminya yang mulai terpancing emosi.

Suaminya menatap istrinya yang sedang tersenyum kecil, seakan tak masalah dengan suka putrinya tadi.

"Papa memang sengaja kasih kejutan...." suara ayahnya mulai melembut.

"Maaf, Pah." ucapnya.

"Minta maaf sama Mama,"

Yani menoleh pada ibunya. Dia tak ada mengatakan maaf sama sekali, hanya melirik Mamanya dengan tatapan yang kurang suka.

"Mama nggak marah kok, Sayang." ucap Mamanya akhirnya.

Saat ayahnya ingin angkat bicara lagi, istrinya meraih tangannya.

"Pah......" Istrinya menggeleng kecil memberi isyarat supaya ia jangan membentaknya lagi.

Yani pergi meninggalkan Papa dan Mamanya begitu saja tanpa sepatah kata apapun lagi.

"Mah, Papa minta maaf ya....." ucap suaminya merasa bersalah.

"Nggak kok, Pa...... Mama nggak papa. Lagian Papa jangan bentak Yani seperti itu lagi ya....." Yani sering melakukan itu, tapi setiap kali itu terjadi......Mamanya akan selalu menerimanya dengan lapang dada. Tak pernah membentak putrinya sama sekali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!