NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Nayra (Aku Yang Mereka Hina)

Pembalasan Dendam Nayra (Aku Yang Mereka Hina)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Ugh ..." Nayra tersentak bangun dari mimpi buruknya ...
sebuah mimpi tentang seorang wanita yang di khianati oleh orang-orang terdekatnya.
Namun sialnya, mimpi buruk itu ternyata menimpa dirinya sendiri!
Dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia percaya, termasuk suaminya sendiri.
Setelah dia mengalami keguguran dan kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia terima.

"Kalian akan merasakan, apa yang aku rasakan! Tunggulah pembalasanku!"

Spin-off dari Novel : Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku.

Bagaimana mana kisahnya....
Yuk baca kisah lengkapnya....
Jangan lupa like, komen dan kasih rating 5.

Follow Ig : Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Foto Siapa Ini?

--

"Hmmm—"

Saat itu aku melihat apa yang ada di dalam kotak tersebut. Aku sedikit terkejut dan juga kaget. Di dalam terdapat Poto kakek, ayah dan Poto seorang perempuan dengan seorang anak laki-laki berusia sekitar lima sampai enam tahun.

Aku terkejut di dalam kotak itu hanya ada foto-foto itu. Tidak ada yang spesial dari yang aku kira.

"Aneh' sekali, kenapa Ardiansyah menyimpan Poto keluarga ku? Lalu siapa wanita dan anak laki-laki ini apakah anak laki-laki ini Ardiansyah dan itu adalah ibunya?" Gumam ku bertanya di dalam hati.

Aku mengambil ponsel ku lalu mengambil dan menyimpan foto-foto itu di ponsel ku. "Hanya sebuah foto! Kenapa Ardiansyah sampai menyembunyikan foto ini di brankas?"

"Kenapa dia menyimpan foto ayah dan kakek ku?"

Tidak ada yang penting di dalam brankas itu. Aku kembali menutup dan menyimpan kotak brankas itu kembali ke dalam lemari.

Namun hatiku penuh pertanyaan, siapa wanita itu? Kenapa dia bisa bersama dengan ayah' ku? Lalu apa hubungan antara wanita itu dengan keluarga ku dan apakah anak laki-laki itu adalah Ardiansyah? Otak' ku tidak bisa mencerna semuanya.

Ardiansyah sangat sulit untuk di tebak. Sekarang ini tujuan ku hanya satu, yaitu membalas dendam. Tidak ada yang penting selain membalaskan rasa sakit hatiku kepada mereka.

--

...══════ஜ▲ஜ══════...

--

Di sisi lain.

Fadli dan keluarganya malam itu tidak ada tempat untuk mereka semua tempati.

"Kak!! Kita mau pergi kemana sekarang?" tanya Karin.

"Iya' Fadli. Sekarang kita tinggal di mana?" Tanya sang ibu.

Sang ayah hanya diam di dalam mobil. Ia tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi, nafasnya terasa sesak, sambil memegang kepalanya yang terasa berat.

"Sudah! Kalian diam saja' untuk sekarang kita menginap di hotel. Besok baru kita cari rumah." Jawab Fadli tegas.

Bu Sarah merasa frustasi saat ini. "Akhhh! Mantan istri mu itu benar-benar biadab! Berani sekali dia mengusir kita semua! Coba saja dulu Mamah pindahkan nama pemilik rumah itu," memegang kepalanya, "Kita pasti tidak akan seperti sekarang."

"Mah! Bisa diam gak! Mamah pikir cuma mamah yang pusing? Aku juga mah! Nayra tiba-tiba saja berubah," meninggikan suaranya, "HAAA! Keluar itu! Aku akan membuat perhitungan dengan mereka!"

"Kak! Kamu mau berbuat apa? Kamu aja kerja di kantor mantan ayah mertuamu! Apa yang bisa kamu lakukan sekarang?!" Ucap Karin dengan nada merendahkan.

"SUDAH-SUDAH!!! Kalian semua ribut aja kerjanya!!" Menghela nafas, "Sekarang, kita menginap di hotel saja dulu." bentak sang ayah.

--

...══════ஜ▲ஜ══════...

--

Paginya.

Cahaya matahari masuk melalui jendela, menyinari wajah Ardiansyah yang kelelahan, saat terbangun Ardiansyah memegang kepalanya yang terasa berat.

"Sstttt ..." Rintihnya, "Dimana aku?" Melihat sekeliling, "Kenapa aku bisa ada dikamar?" Ucapnya dengan suara yang terdengar pengar.

Ardiansyah mencari ponselnya. "Ekhmmm!" Bangkit dari tempat tidur. "Nayra!! Apa dia yang membawa ku, ke kamar?" Ucapnya pelan bertanya di dalam hati.

Ardiansyah membuka selimut dan mencari-cari ponsel miliknya di dalam kamar. "Tidak ada? Dimana aku meletakkan ponsel ku?"

Tak ...

Tak ...

Tak ...

Dengan langkah kaki yang berat' Ardiansyah berjalan keluar dari kamarnya, ia berjalan-jalan sempoyongan sambil memegang kepalanya yang terasa begitu berat.

Ceklek!

Ardiansyah membuka pintu dan keluar dari dalam kamarnya.

"Ardiansyah!! Kamu sudah bangun?" Tanya Nayra.

Nayra membawa secangkir teh hangat di campur madu, sengaja ia buat untuk Ardiansyah.

"Ini minum dulu!" Nayra menyodorkan teh hangat itu di depan Ardiansyah. "Hemmm!"

Ardiansyah mengambil dan meminum teh hangat itu dalam satu kali tegukan. 'Glukk' ... "Hahhh!"

Ardiansyah menatap wajah Nayra,"Nayra!! Apa kamu melihat ponsel ku?" Tanyanya dengan suara yang sedikit serak, dengan tatapan tajam penuh rasa curiga.

"Ponsel mu? Semalam aku lihat ada di ruangan tengah, saat kamu mabuk! Jadi aku simpan di kamar ku " jawab Nayra lugas. "Sebentar aku ambil dulu."

Nayra pergi ke kamarnya, mengambil ponsel milik Ardiansyah yang ia simpan di dalam kamarnya.

"Nayra! Sekarang aku harus lebih waspada terhadap mu!" Ucapnya dalam hati.

Nayra kembali dari dalam kamar dengan membawa ponsel Ardiansyah di tangannya.

"Ini ..." Menyerahkan ponsel, "Ardiansyah!! Kamu tenang saja aku tidak membuka atau melihat ponsel mu." Ucap Nayra dengan suara tenang.

Ardiansyah membuka layar ponselnya. "Hmmm." Melihat-lihat apakah benar' Nayra tidak membuka ponselnya.

"Baik' Nayra! Aku percaya, katakan apa kamu yang membawa ku masuk ke dalam kamar?" Tanya Ardiansyah.

"Iya'! Aku yang membawa mu? Ada apa?" Jawab Nayra balik bertanya.

"Terima kasih!" Ucap Ardiansyah dengan suara pelan.

"Apa ada lagi yang ingin kamu tanyakan atau katakan?" Nayra melontarkan pertanyaan.

Saat itu dengan suara ragu Nayra mengajak Ardiansyah untuk sarapan pagi bersama.

"Sebenarnya a-aku ..."

"Ada apa? Cepat katakan!" Ucap Ardiansyah tegas.

"Bagaimana kamu sarapan dulu! Aku sudah menyiapkan makanan untuk mu." Ucap Nayra dengan suara yang penuh keraguan.

"Sekarang?!"

"Tidak!!! Kamu mandi dulu sana! Aku akan menunggu di meja makan." Ucap Nayra.

--

...══════ஜ▲ஜ══════...

--

Nayra duduk menunggu Ardiansyah selesai mandi.

"Ardiansyah! Rahasia apa yang kamu miliki? " Nayra bertanya di dalam hati. Tangannya memainkan sendok makan.

"Kenapa kamu melamun?" Tanya Ardiansyah, saat dirinya tiba di meja makan.

SRET!!

Tubuh Nayra terlonjak ke-atas. "T-tidak apa-apa!!" Jawab dengan suara terkejut.

Ardiansyah duduk di kursi. "Dengar Nayra! Sampai saat ini tidak ada yang tahu kamu tinggal bersama ku di rumah ini. Keluarga mu juga tidak pernah mencari mu.!" Mengambil makanan. "Jangan sampai ada yang tahu! Jika tidak rencana kita bisa gagal."

"Aku sudah tahu itu!! Sekarang apa kamu akan menikah dengan Aqila?" Tanya Nayra dengan rasa penasaran di dalam hatinya.

"Seperti yang kamu tahu! Dia akan memberikan saham perusahaan miliknya kepada ku ketika kami menikah nanti." Jawab Ardiansyah.

"Bukan itu maksud ku! Apakah kamu akan benar-benar melangsungkan pernikahan atau hanya sekedar membuat Aqila menyerahkan saham perusahaannya saja?"

"Ada apa? Apa kamu tidak rela aku menikah dengannya?" Tanya Ardiansyah dengan suara menggoda.

"Ehekkk .... Ehekkk ..." Nayra tersedak makan. "Air ... Air ..." Tangannya mencoba meraih gelas.

Hap!

Ardiansyah menyerahkan air kepada Nayra. "Minum ini." Tersenyum menyeringai. "Kenapa kamu tersedak?"

"Bukan apa-apa!! Aku heran tiba-tiba saja kamu berkata seperti itu."

Saat ini Nayra sama sekali tidak memikirkan perasaan hatinya. Ia sudah tidak lagi mempercayai apa itu yang di sebut cinta? Semuanya hanya omong kosong belaka.

"Aku sudah selesai! Ardiansyah kamu makan sendiri."

Saat Ardiansyah lengah. Nayra diam-diam mengambil semua data yang ada di dalam ponsel Ardiansyah tanpa sepengetahuannya.

Nayra masuk ke dalam kamarnya lalu membuka data yang ia simpan di flashdisk.

Nayra mengunci pintu kamarnya. Lalu membuka laptop miliknya. Di dalamnya sudah ada persiapan untuk menjebak Aqila, dan mengungkap rahasia mereka.

Saat Nayra membuka data yang ada di dalam flashdisk itu.

"HAAA—"

...══════ஜ▲ஜ══════...

...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...

1
pojok_kulon
Ini mah pekerjaan wanita serakah itu..
한스 HANSEN: iya'! greget banget
total 1 replies
pojok_kulon
Ya Allah selamatkan Nayla dari wanita serakah itu
한스 HANSEN: Bantuin kak
total 1 replies
pojok_kulon
Kasian banget nayra..
pojok_kulon
Apa ya kira-kira yang Nayra dengar
pojok_kulon
Ardi bantulah Nayra keluarga dari rumahnya
pojok_kulon
Kasian sekali Nayra
한스 HANSEN
semangat 🙏
Sandrina
hebatnya sekali tanam langsung jadi 😄
Tina
apakah ardiansyah nnti akan berlayar dgn nayra? 🤭
Tina
kenapa diam aja nay,, libaskan saja lehernya, jangan lehermu 😒
한스 HANSEN: wow! ngeri
total 1 replies
Tina
emang maunya dia tuh
한스 HANSEN: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Tina
oh pantes 😒
Tina
Wah, dia nulis dmna biar aku rujak thor 😂
한스 HANSEN: anu di sebelah kiri anu lah ytta🤣🤣🤣
total 1 replies
Tina
Dih.. dimanjain makin ga tau diri 😒
한스 HANSEN: seperti itu lah 😭
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Masukkan lah aku ke situ Hans, biar aku yg nampar😂
한스 HANSEN: boleh ²
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Tunjang aja dia
Drian
bagus 👍
Drian
keguguran loooo
Drian
ternyata di culik si Ardiansyah,,,
Drian
bener,,, kejam othorrnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!