Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembalasan
" Baik pa, kami undur diri." Aurel dan Arsa keluar dari ruang Dekan mereka pun berencana ke ruang siaran kampus.
Sesampai nya di sana Arsa dan Aurel bertemu dengan dua mahasiswa lelaki dan perempuan yang bertugas di ruang siaran, mereka terlihat sedang berbincang bincang di sana.
Brakk
Arsa membuka pintu dengan kasar, sehingga ke dua nya sama sama terkejut.
" Tolong siarkan video ini" ucap Arsa tanpa basa basi.
" Sorry, kita tak bisa asal menyiarkan sesuatu tanpa persetujuan BEM dan juga pihak berwenang di kampus." Jawab mahasiswa lelaki
" Siarkan atau gue acak acak ni tempat" Arsa maju menarik kerah mahasiswa tersebut, membuat mahasiswa itu langsung ciut.
" Arsa lepas, jangan kasar kasar." Ucap Aurel
Arsa semenjak tadi sudah menahan diri agar tidak mengamuk.
" Baiklah, akan kami siarkan, tolong lepaskan Riki" ucap si mahasiswi perempuan yang tak kalah takut melihat Arsa.
" Apa yang harus kami siarkan?" Tanya mahasiswi tersebut.
Arsa kemudian melepas cengkeraman nya pada Riki, dan memberikan sebuah flash disk.
" Itu bukti foto foto dan video pernikahan gue dan Aurel, pastikan foto foto itu dan video di putar seharian di kampus." Ucap Arsa dingin.
Kampus bintang prakarsa mempunyai fasilitas pemutaran video, di tengah kampus terdapat layar besar yang menampilkan segala informasi dan kreatifitas dari mahasiswa nya.
" Inget, seharian, kalau tidak gue ratakan tempat ini." Ucap Arsa serius.
Riki mahasiswi perempuan itu benar benar takut dengan aura intimidasi dari Arsa.
" Ayo sayang kita pergi." Setelah puas mengancam Arsa dan Aurel melenggang pergi meninggalkan ruang siaran.
Sementara itu Rani, Maya dan Juwita sedang berselebrasi karena rencana nya berhasil membuat Aurel dan Arsa akhir nya di panggil ke ruang Dekan.
" Yes, gue yakin bentar lagi Aurel bakal di keluarin." Ucap Rani
" Harus dong, dia sudah melanggar aturan kampus." Jawab Maya
" Apa Arsa juga bakal di keluar kan?" Tanya Juwita
" Arsa itu bukan keluarga sembarangan, dia pasti tak akan di keluar kan." Jawab Rani.
Rani memang tau latar belakang keluarga Wirayuda yang kaya raya, namun meski keluarga dekat sekali pun, sebenar nya tidak tahu kalau keluarga Wirayuda adalah salah satu keluarga mafia, mereka hanya tau kalau keluarga Wirayuda sangat kaya raya.
Berbeda dengan keluarga Cassano, siapa pun yang mendengar nama Cassano, mereka sudah pasti mengenal dengan keluarga mafia kejam yang terkenal, namun orang biasa tak akan bisa dengan mudah mengetahui siapa saja bagian dari keluarga tersebut.
" Ternyata kalian seyakin itu, kalau gue bakal di keluar kan?" Ucap Aurelia yang tiba tiba muncul di belakang Rani, Maya dan Juwita
Ke tiga nya berjengit kaget saat mengetahui siapa yang datang, namun setelah mengetahui itu Aurelia, mereka bersikap seperti biasa lagi.
" Ah, ini dia gadis tak tau malu." Ucap Rani di depan Aurel.
" Lo hamil di luar nikah, berapa kali lo di pakai Arsa ?" Ucap Maya, mendengar itu Aurel geram dan langsung mencengkram rahang Maya dengan satu tangan.
" Gue melakukan itu berkali kali dengan Arsa, kenapa lo pada iri sama gue?" Aurel tak melepaskan rahang maya namun mata nya menatap Rani dan juga Juwita.
Meski Maya menepuk nepuk tangan Aurelia, namun gadis itu tak bergeming.
" Gue heran dengan lo semua, gue diem aja selalu kalian usik, apa si mau kalian?" Aurel melihat Rani dan Juwita yang ketakutan.
" Lepasin Maya, lo nyakitin dia" ucap Rani iba melihat Maya yang kesakitan,
Aurel melihat ke wajah Maya yang terlihat menyedihkan.
Brukkk
Aurel melepaskan Maya dan gadis itu langsung terjatuh ke lantai.
" May lo enggak apa apa?"
Juwita menghampiri Maya yang terbatuk batuk sambil memegang rahang nya yang sakit.
" Cewek ja*ang sok jagoan banget si lo?" Rani mengangkat tangan nya akan menampar Aurelia, namun tangan Aurelia lebih cepat bergerak dan..
Plak plak
Dua kali tamparan mendarat di pipi Rani, gadis itu tercengang dengan apa yang barusan terjadi dengan cepat.
Juwita yang melihat Rani di tampar tak diam saja, ia ingin meraih rambut Aurel dan menjambak nya, Aurel yang sudah menebak gerakan Juwita mengelak dan menjambak Rambut juwita dari belakang.
" Ini peringatan pertama buat kalian, jangan ganggu gue kalau kalian mau hidup aman dan damai, mengerti" Aurel mendorong kepala juwita, kemudian ia berbalik, banyak mahasiswa yang menyaksikan perbuatan Aurel, sekarang Aurel terlihat seperti gadis penindas di mata mereka, namun Aurel tak peduli akan tatapan tatapan yang sudah biasa di terima nya.
Arsa menyaksikan semua kejadian tadi, setelah keluar dari ruang siaran, Aurel berpisah dari Arsa karena, Aurel ingin mengurus sesuatu, Arsa tak tahu kalau Aurel ingin memberi pelajaran pada Rani cs, Saat Sam memberitahu nya, Arsa segera berlari mencari keberadaan Aurel, ia takut Aurel akan terluka.
Namun melihat Rani cs yang tak berkutik, membuat kekhawatiran itu sirna.
" Sayang kamu enggak apa apa?" Arsa mendekati Aurel dan mengelus rambut nya.
Aurelia hanya mengangguk, hal itu di saksikan semua orang yang ada di sana.
Banyak bisikan bisikan sinis mengarah pada mereka.
" Pasangan enggak tau malu, mentang mentang ganteng dan cantik"
" Lo good looking lo aman"
" Enggak nyangka, padahal mereka kelihatan anak baik baik"
Meski pun banyak kata kata nyinyiran tapi banyak juga dukungan untuk mereka dari orang orang yang benar benar fans Sa - Rel.
Terlepas dari itu semua, Aurel mau pun Arsa tak pernah ingin mengusik orang lain jika mereka tak di usik, siapa pun orang nya pasti ingin hidup tenang, namun ketenangan bisa di dapat kalau kita bisa menyingkirkan kerikil kerikil yang selalu menghalangi.
Tak berapa lama, penghuni Universitas Bintang Prakarsa tengah Heboh saar layar besar di tengah lapangan menayangkan sebuah video yang akan membungkam orang orang yang hanya bisa berkomentar dan menghujat tanpa mencari tau dulu kebenaran nya.
Semangat 💪💪