NovelToon NovelToon
Isekai Cheat Code: Kultivasi Instan Lewat Notifikasi Sistem

Isekai Cheat Code: Kultivasi Instan Lewat Notifikasi Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Fantasi Isekai
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: ujang Bonang@_@

**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Berlutut atau Mati!**

##### **

Atmosfer di dalam lobi lantai satu Paviliun Phoenix Ungu benar-benar membeku. Keheningan yang tercipta kali ini jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya. Tidak ada lagi suara napas yang memburu, tidak ada lagi bisik-bisik ketakutan dari para pelayan. Yang ada hanyalah sosok Feng Tian yang berdiri tegak dengan jubah abu-abu kusamnya, menatap ke arah Wang Chen bagaikan seorang dewa yang sedang menghakimi seonggok debu.

Wang Chen merasakan keringat dingin mengalir deras dari pelipisnya, membasahi jubah sutra merah mewahnya hingga terasa amat lengket. Kata-kata Feng Tian yang dingin dan menusuk terus terngiang di telinganya seperti lonceng kematian.

*Siapa di antara kita yang sekarang harus berlutut dan mematahkan tangannya sendiri?*

Pertanyaan itu terasa seperti hantaman gada godam tak kasat mata yang menghancurkan seluruh harga diri dan keangkuhan Wang Chen sebagai Tuan Muda Kedua Klan Wang. Di dalam benaknya, badai kepanikan berkecamuk hebat. Pemuda di hadapannya ini... bagaimana mungkin seorang murid luar dengan kultivasi Pengumpulan Qi Tingkat 6 bisa mengendalikan Api Jiwa Legendaris sekaku dan semurni itu?!

Bahkan Master Alkemis Tingkat 4 yang menjadi penasihat agung di istana kekaisaran pun tidak memiliki fluktuasi api sekorosif dan seagung ini!

"T-Tuan Muda Wang..." salah satu pengawal berzirah perunggu di belakang Wang Chen berbisik dengan suara gemetar. Meskipun mereka adalah praktisi Ranah Fondasi Dasar Tahap Pertengahan yang terbiasa dengan darah di medan perang, naluri bertahan hidup mereka berteriak keras. Api yang baru saja dikeluarkan oleh Feng Tian secara sekilas mampu membuat bulu kuduk mereka berdiri. Mereka tahu, jika pemuda misterius ini melepaskan amarahnya, jubah zirah perunggu mereka tidak akan lebih berguna daripada selembar kertas tipis di hadapan api tersebut.

"K-Kau... jangan mendesakku terlalu jauh!" Wang Chen mencoba mengumpulkan sisa-basi keberaniannya, meskipun suaranya pecah dan bergetar hebat. Dia mencengkeram jubah merahnya sendiri untuk menyembunyikan tangannya yang gemetar. "Aku adalah garis keturunan langsung Klan Wang! Jika kau menyentuh satu rambutku saja di sini, ayahku—Jenderal Besar Wang—tidak akan pernah melepaskanmu! Seluruh Kekaisaran Azure tidak akan memiliki tempat bagimu untuk bersembunyi!"

Mendengar ancaman yang membawa-bawa nama Jenderal Besar, Feng Tian bukannya takut, melainkan justru terkekeh pelan. Suara tawa malasnya menggema di langit-langit lobi, terdengar sangat ironis dan meremehkan.

"Jenderal Besar Wang?" Feng Tian mengambil satu langkah maju secara perlahan. *Tap.* Suara langkah kakinya terdengar seperti detak jam pasir kematian di telinga Wang Chen. "Apakah kau pikir nama seorang jenderal fana bisa melindungimu dari tanganku? Wang Chen, di mataku, klan bangsawanmu tidak lebih dari sekadar tumpukan batu bata yang rapuh. Jika aku ingin meratakannya, jangankan ayahmu, bahkan jika leluhur klanmu merangkak keluar dari kuburnya pun, dia tidak akan bisa menghentikanku."

"Bocah sombong! Beraninya kau menghina leluhur Klan Wang!" salah satu pengawal berzirah perunggu yang merasa kesetiaannya diuji akhirnya kehilangan kendali batin. Dia menarik pedang beratnya dari sarung dengan raungan keras, melompat maju ke arah Feng Tian dengan energi Qi ranah Fondasi Dasar yang meledak-ledak.

"Mati kau!"

"Rekan Muda Feng, awas!" Mu Chen yang berdiri di tangga berteriak secara refleks, wajahnya memucat melihat serangan mendadak itu.

Namun, Feng Tian bahkan tidak berkedip. Dia tidak menggunakan gerakan rumit, juga tidak repot-repot menarik senjata pusaka dari cincin spasialnya. Dia hanya mengangkat tangan kirinya secara santai, lalu membuat gerakan mengibas di udara seolah-olah sedang mengusir seekor lalat yang mengganggu.

*‘Sistem, gunakan 100 Poin Sistem untuk mengaktifkan gelombang kejut energi fisik skala kecil,’* perintah Feng Tian dalam hati.

**[Ding! Perintah diterima. Mengurangi 100 Poin Sistem. Mengaktifkan Tekanan Fisik Tirani...]**

*Bum!!!*

Sebuah ledakan tekanan udara yang tak kasat mata namun memiliki berat setara dengan runtuhnya sebuah bukit kecil meledak dari telapak tangan Feng Tian. Pengawal Ranah Fondasi Dasar Tahap Pertengahan yang sedang melompat di udara itu bahkan belum sempat mendekati jarak tiga meter dari tubuh Feng Tian ketika energi transparan itu menghantam dadanya dengan telak.

*Krak! Krak!*

Suara mengerikan dari jubah zirah perunggu yang remuk dan tulang dada yang patah terdengar sangat jelas di dalam lobi. Pengawal kekar itu memuntahkan seteguk darah segar di udara sebelum tubuhnya terpental ke belakang dengan kecepatan tinggi, menghantam pilar batu pualam abu-abu Paviliun Phoenix Ungu hingga pilar tersebut retak-retak. Tubuhnya merosot ke lantai dan langsung pingsan dalam keadaan tidak berdaya, dengan napas yang tersengal-sengal di ujung maut.

*Sret!*

Tiga pengawal lainnya yang tersisa langsung melangkah mundur dengan wajah yang dipenuhi oleh ketakutan yang murni. Menghancurkan seorang praktisi Fondasi Dasar Tahap Pertengahan hanya dengan satu kibasan tangan yang santai? Dan pemuda ini hanya terlihat seperti tingkat Pengumpulan Qi?!

*Dia menyembunyikan kultivasinya! Dia adalah seorang monster tua yang menyamar menjadi pemuda!* Pikiran itu serentak melintas di benak ketiga pengawal dan juga Tetua Mu Qing yang menonton dari belakang.

Tetua Mu Qing menarik napas dingin, hatinya dipenuhi rasa syukur yang luar biasa karena sejak awal dia memilih untuk bersikap sopan kepada Feng Tian. Jika dia bertindak angkuh seperti Wang Chen, mungkin nasib paviliunnya saat ini sudah berada di ambang kehancuran.

Wang Chen yang menyaksikan pengawal pribadinya ditumbangkan dalam satu detik langsung kehilangan seluruh kekuatan di kakinya. Tubuhnya lemas, dan dia jatuh terduduk di atas lantai pualam yang dingin. Wajahnya yang tampan kini benar-benar terdistorsi oleh kengerian yang mutlak. Dia memandang Feng Tian yang kini berdiri tepat di hadapannya, menatapnya dari atas dengan pandangan mata keemasan yang dingin tanpa emosi.

"Aku akan mengulanginya untuk terakhir kali, Wang Chen," ucap Feng Tian, suaranya terdengar sangat tenang namun membawa tekanan mental yang begitu berat hingga membuat Wang Chen merasa seperti sedang ditindih oleh gunung berapi. "Berlutut, patahkan tanganmu sendiri, atau aku yang akan memastikan seluruh garis keturunanmu menghilang dari Ibu Kota Kekaisaran Azure mulai hari ini."

Air mata ketakutan dan kehinaan akhirnya mengalir dari mata Wang Chen. Di hadapan ancaman kematian yang begitu nyata, seluruh martabat sebagai tuan muda klan bangsawan besar menguap tanpa bekas. Dia tahu, pemuda di hadapannya ini benar-benar memiliki kekuatan dan kegilaan untuk mewujudkan kata-katanya.

Dengan tubuh yang bergetar hebat seperti daun di tengah badai, Wang Chen perlahan mengubah posisinya dari terduduk menjadi berlutut bertumpu pada kedua lututnya. Dia menundukkan kepalanya yang mulia hingga menyentuh lantai pualam dingin di depan sepatu bot kusam Feng Tian.

*Dug!*

"M-Mohon ampun... Senior... Mata anjing saya telah buta karena tidak mengenali Gunung Tai..." Wang Chen terisak, suaranya dipenuhi oleh kehinaan yang mendalam. "M-Mohon ampuni nyawa saya..."

Melihat pemandangan itu, semua orang di lobi menahan napas mereka. Tuan Muda Kedua Klan Wang, seorang Alkemis Tingkat 2 yang terkenal sombong di Ibu Kota, kini berlutut dan bersujud di kaki seorang pemuda berjubah abu-abu kusam seperti seorang budak yang memohon belas kasihan.

*Krak!*

Tanpa ragu-ragu, Wang Chen menggunakan tangan kirinya sendiri untuk mencengkeram lengan kanannya, lalu memutarnya dengan paksa hingga terdengar suara patahan tulang yang mengerikan. Dia menjerit tertahan, menahan rasa sakit yang luar biasa demi mempertahankan nyawanya.

Feng Tian menatap pemandangan itu dengan wajah datar, lalu berbalik membelakangi Wang Chen tanpa minat lebih lanjut.

"Bawa sampah ini keluar dari pandanganku," ucap Feng Tian dingin kepada tiga pengawal yang masih ketakutan. "Dan katakan pada Klan Wang-mu... jika mereka ingin membalas dendam, suruh Jenderal Besar kalian datang sendiri ke Paviliun Phoenix Ungu untuk menemuiku. Aku akan menunggunya."

"B-Baik, Senior! Terima kasih atas kemurahan hati Anda!" Ketiga pengawal itu buru-buru memungut tubuh Wang Chen yang lemas dan pengawal yang pingsan, lalu melarikan diri keluar dari Paviliun Phoenix Ungu seolah-olah sedang dikejar oleh iblis dari neraka.

Saat lobi kembali sunyi, suara mekanis sistem yang merdu mendadak bergema di dalam kepala Feng Tian, membawa senyuman kepuasan di wajah tampannya.

**[Ding! Misi Acak Sukses Diselesaikan: Tamparan Wajah di Paviliun Phoenix Ungu!]**

**[Evaluasi Misi: Sempurna! Pengguna telah menghancurkan mentalitas target dan menunjukkan dominasi mutlak baik dalam Alkimia maupun kekuatan fisik!]**

**[Membagikan Hadiah: +5.000 Poin Sistem, 'Teknik Pemurnian Api Sembilan Surga' (Peringkat Surga) telah ditransfer ke memori jiwa Pengguna, dan 1x Tiket Undian Premium Sistem telah ditambahkan ke inventaris!]**

**💬 Catatan Penulis (Author's Note):**

**PLAKK!! SEBUAH TAMPARAN YANG SANGAT ESTETIK DAN MEMUASKAN!!** 🤫🔥 Wang Chen yang tadinya sombong bawa-bawa nama klan dan asosiasi, akhirnya harus sujud dan patahin tangannya sendiri di depan kaki Feng Tian! Sifat Feng Tian yang gak kenal takut bener-bener bikin merinding! Tapi tunggu dulu, dia sengaja nantang Jenderal Besar Klan Wang buat dateng? Apakah ini berarti bakal ada pertempuran yang lebih besar lagi di bab selanjutnya? Jangan sampai kelewatan gacha tiket premium Feng Tian di bab depan ya! 😂💥

1
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
is good 😍😍
Hadi Hadi
mantap 💪💪
Hadi Hadi
semangat 😍😍👍👍👍
Sri Dewi: makasih udah nyemangatin
total 1 replies
Hadi Hadi
mantap 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up
Hadi Hadi
sikat
Gege
makin kesini, cerita asli 300 kata, catatan othornya 1000 kata..🤭🤣
Sri Dewi: maaf ya autor lagi sibuk sibuknya ini juga yempetin curi waktu tar deh di bonusin
total 1 replies
Muhammad Ridwan
before🤣
Muhammad Ridwan
anggota tubuhnya
Muhammad Ridwan
semangat....
Hadi Hadi
bantai 😍😍😍
Gege
jangan lupa Thor tradisinya dunia kultivator, bunuh lalu harta rampasan.. 🤭
Sri Dewi: siap kk
total 1 replies
Gege
sudah 19 bab warisannya masih belom menunjukkan kualitas dan kemampuannya yang warbyasaaah.. 🤭
Hadi Hadi
semangat 👍👍👍
Hadi Hadi
😍is good 👍👍👍
Hadi Hadi
bantai 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up up 💪💪💪😍😍😍
Hadi Hadi
bantai 💪💪💪
Hadi Hadi
bantai thor 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!