Kalau biasanya novel bercerita tentang Kisah percintaan Seorang CEO kejam, angkuh nan sempurna bersama gadis biasa
tapi berbeda dengan disini,
disini akan menceritakan sepasang hati yang terpaksa menerima sebuah perjodohan, namun berakhir dengan cinta.
Dan disini juga menceritakan hal-hal remeh yang biasa terjadi pada rumah tangga, rasa egois yang terkadang berada pada diri manusia, sikap realistis yang biasa diambil dalam situasi apapun dan Tentu saja rasa cinta
Dan cerita mereka akan dimulai disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adley, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
T 32
T 32
******
"Apa? Kenapa kamu melakukan itu? Atas dasar apa kamu mengatakan hal bodoh itu kepada isterimu? Dasar bodoh" ucap Ryo kesal dengan sikap Daniel yang tidak bisa mengendalikan emosi.
"Aku mengatakan itu sebelum aku tahu kalau dia menolak lamaran itu"
Ryo memijat pelipisnya ia pusing dengan sikap Daniel. "Bagaimana bisa kamu berpikir isteri mu menerima lamaran pria lain, apa dia terlihat bodoh lupa akan statusnya sudah menjadi seorang isteri"
"Dan sialnya lagi kemarin itu adalah hari ulang tahunnya aku bahkan tidak tahu itu aku benar-benar mengacaukannya dan sekarang dia sudah pergi dan aku tidak tahu dia dimana. Daniel tertunduk merutuki kebodohannya
Ryo Merasa kasihan melihat Daniel tapi itu semua terjadi karena kebodohannya sendiri.
"Baiklah, sekarang kamu istirahatlah dulu aku yang akan membantu mu mencari Nova" ucap Ryo bangkit dari tempat duduknya
"Tidak Yo, aku ingin ikut ini semua salahku aku harus memperbaikinya"
"Tidak perlu kamu istirahatlah, serahkan semua kepadaku. Aku akan meminta anak buah kita mencari keberadaan Nova"
"Tapi aku akan lebih tenang bila aku yang mencarinya sendiri Yo"
"Niel dengarkan aku, kamu istirahatlah dulu, kamu terlihat berantakan sekali aku akan mengurusnya, tenanglah"
"Tapi Yo aku tidak bisa berdiam diri saja seperti ini....
"Niel dengarkan aku sekali saja sebagai sahabat mu bukan bawahan mu, oke, untuk sementara kamu pikirkan apa yang akan kamu lakukan jika bertemu Nova nanti, karena aku tahu kamu selalu mengambil tindakan bodoh saat emosi" ucap Ryo akhirnya membuat Daniel memutuskan untuk beristirahat.
"Tolong kabari aku secepatnya jika kamu sudah mendapatkan informasi keberadaan Nova"
"Kamu tenang saja, serahkan semua kepadaku" ucap Ryo sambil tersenyum dan bangkit dari duduknya berjalan keluar dan menelpon anak buahnya untuk mencari informasi tentang keberadaan Nova.
******
Ditempat lain Didalam kamar terlihat seorang wanita yang masih tertidur dengan mata sembab.
"Nov, Nova bangun dulu, ayo sarapan"
Tapi Nova menolak untuk sarapan, ia benar-benar tidak berselera untuk makan. Ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Nova ayo sarapan nanti kamu sakit"
"Aku tidak selera makan Ria, bawa saja keluar, aku sedang ingin sendiri" ucap Nova dan kembali terdengar suara isakan tangis yang tertahan. Ria tidak bisa melakukan apapun hanya bisa mengelus punggung yang bergetar tersebut. Beberapa saat kemudian Nova membuka selimutnya dan berlari ke kamar mandi, mengunci pintunya dan memuntahkan isi perutnya.
Ria yang khawatir memanggil-manggil Nova
"Nova kamu kenapa" teriak Ria panik takut hal buruk terjadi pada Nova. Beberapa menit kemudian setelah Nova merasa sudah mengeluarkan semua isi perutnya ia pun keluar dengan lemas. Ria membopong tubuh Nova perlahan dan membaringkannya di kasur.
"Nova kamu nggak pa-pa? Tanya Ria sambil menyodorkan air minum kepada Nova
"Iya Aku nggak pa-pa, hanya beberapa hari ini aku sering mual dan muntah"
"Udah berapa lama kamu mual dan muntah?
" Mungkin sekitar satu bulan lah"
"Nova.....
"Hmm??
"Hmm, kapan terakhir kali kamu datang bulan?
"Aku tidak tahu, datang bulan ku tidak menentu, kenapa?"
"Oh, apa kamu sudah cek kandungan?
"Kenapa aku harus cek kandungan?
"Yaa, sebenarnya aku hanya menebak-nebak saja, barang kali kamu sedang....
Ria berhenti tidak berani meneruskan ucapannya takutnya Nova akan marah, karena ia merasa Nova sedikit lebih sensitif.
"Apa? Hamil?
"Yaa seperti itulah"
"Cih, tidak mungkin Ria, sekarang aku hanya sedikit stres makanya aku belum datang bulan"
"Tapi apa salahnya kamu untuk memeriksakan diri, siapa tahu memang sudah
Ada baby disini" ucap Ria sambil menunjuk perut Nova
"Aaah, sudahlah kamu keluar sana, apa kamu tidak bekerja?
"Iya iya aku keluar tapi jangan lupa makan sarapan mu"
"Iyaa bawel"
"Ya sudah, aku berangkat ya hati-hati dirumah ya"
"Ria" panggil Nova
"Hmm, ada apa? sahut Ria
"Janji ya, jangan beritahu siapapun kalau aku ada disini, aku mohon" ucap Nova memelas sambil mengatupkan kedua tangannya seperti orang sedang memohon
"Iya aku janji, ya sudah aku berangkat ya" ucap Ria. Sebenarnya ia sangat sedih melihat keadaan Nova seperti itu, ingin sekali ia menemani Nova agar tidak kesepian, tapi Nova sendiri yang bilang ingin sendiri.
Didalam kamar Nova termenung dan ucapan Ria mengatakan ia hamil terus terngiang-ngiang dipikirnya.
"Apa benar yang diucapkan Ria tadi? Pikir Nova sambil mengelus perutnya
"Tapi aku tidak merasakan sesuatu yang aneh selain muntah dan terlambat datang bulan" Nova coba mengingat apakah ada hal yang lain yang bisa menguatkan ucapan Ria
"Selain itu beberapa hari ini aku makan terlalu banyak, ah tapi itukan menurut orang-orang yang melihat menurutku porsi makan ku biasa saja" Nova menepis kenyataan itu
"Tapi aku lihat badanku lebih gemuk sih, bagaimana kalau benar? Sepertinya aku harus memeriksanya dulu, aku harus kerumah sakit" tapi Nova mengurungkan niatnya karena masih malu akan kejadian kemarin dan ia takut Daniel akan mencarinya di sana, itupun kali Daniel mencarinya pikir Nova. Tapi tetap saja ia belum bisa kerumah sakit Nova pun memutar otak dan membukan situs pencarian, mencari tahu bagaimana cara mengetahui kehamilan, walaupun Nova itu dokter tetap saja ia harus memastikannya dulu karena itu bukanlah sesuatu yang benar-benar ia ketahui. Setelah ia membuka situs pencarian tersebut banyak sekali artikel yang membahas tentang bagaimana cara melakukan tes kehamilan. Nova membuka artikel yang paling atas dan membacanya dituliskan bahwa jika ia ingin memeriksanya sendiri ia harus menggunakan alat kecil yang disebut testpack dan dijelaskan cara penggunaannya dan cara membaca hasilnya. Namun Nova masih kurang yakin dan membuka artikel-artikel lain dan hasilnya sama saja. Dan akhirnya Nova memutuskan untuk membelinya di apotek terdekat. Nova bangun dan mengambil jaket Hoodie didalam kopernya agar tidak ada yang mengenalinya saat pergi membeli testpack.
*****
Sore hari Ria pulang kerumahnya dengan lelah karena pekerjaan dan juga karena jantungnya terus berdetak kencang saat Ryo bertanya keberadaan Nova kepadanya. Ia gelagapan menjawabnya ia takut Ryo akan curiga karena ia tidak pandai berbohong.
"Assalamualaikum" ucap Ria saat membuka pintu kamarnya
"Waalaikumsalam" sahut Nova
"Riaaaa" teriak Nova sambil berlari memeluk Ria senang
"Ada apa Va kenapa kamu se-senang ini"
"Coba tebak! aku ada kabar gembira apa?
"Hmm, kamu sudah berbaikan dengan suami mu?
"Bukan itu, coba lagi!
"Aku tidak tahu Nova, aku tidak pandai main tebak-tebakan"
"Ah tidak seru, coba lihat ini" Nova menunjukkan alat testpack yang tadi ia beli
"Waaaaaa, Nova kamu hamil" teriak Ria setelah melihat hasil testpack Nova
"Hmm" ucap Nova sambil mengangguk cepat
"Selamat ya, sudah ada dedek disini" ucap Ria dan memeluk Nova " kamu harus memberi tahu suamimu" seketika raut wajah Nova berubah sedih
"Nova kamu kenapa? Kok sedih sih? Bukannya ini kabar gembira.
"Aku nggak pa-pa, aku sangat-sangat bahagia karena tahu kalau aku sedang hamil, tapi....
"Tapi apa?
" hanya saja aku memikirkan bagaimana dengan pernikahan kami"
"Nova kamu mau tahu cara untuk melepas sedikit rasa sesak di dadamu?.
sedih bangat thor 😭😭