Arana tidak menyangka jika pertemuannya dengan pria tampan dan dingin bernama Harajuna menjadi awal terjalinnya sebuah cerita cinta. Pertemuan yang diawali kejadian yang tidak baik itu membuatnya harus menjadi milik seorang Harajuna. Padahal di saat itu dia sedang menanti sang kekasih yang telah berjanji akan melamarnya. Namun, tiba-tiba Harajuna pria yang dijuluki sebagai tuan Vampire oleh Arana datang lebih dulu membawa lamaran untuk menikahinya.
Bagaimana perasaan sang kekasih jika tau Arana telah lebih dulu dimiliki oleh orang lain?
Dan akankan pernikahan mereka akan berjalan dengan bahagia, di mana Arana belum ada perasaan cinta terhadap Harajuna?
Salam kenal dan terima kasih sudah membaca cerita pertamaku di sini.Selamat membaca dan semoga jatuh cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Lagi
Susana di pantri berubah hening seketika. Kedua pasang mata itu saling menatap, tapi buka tatapan keromantisan malah tatapan dingin dan tatapan ketakutan yang ada di mata Arana saat melihat mata dan wajah Harajuna yang benar-benar menakutkan.
"Ju-juna," ucap Arana yang berusaha mencairkan suasana. Posisi mereka saat ini Harajuna sedang mengukung Arana pada meja pantri, makannya Arana sangat ketakutan dia juga baru pertama kali ini melihat sorot mata dan wajah Harajuna yang berubah menyeramkan.
"Huft ...!" Harajuna menghela napas pelan sambil menundukkan mukanya. Kenangan tentang adiknya itu benar-benar membuatnya seolah tidak bisa mengendalikan amarahnya ada rasa sakit yang teramat di hatinya saat kenangan itu muncul lagi.
"Aku minta maaf, Juna! aku tidak akan bertanya lagi tentang adik kamu. Apa kita bisa makan sekarang?" tanya Arana dengan sedikit hati-hati karena dia tidak mau membuat Harajuna marah lagi.
"Makanlah dulu, aku akan mencuci mukaku di kamar mandi." Harajuna menarik tangannya yang tadi posisinya sedang mengukung tubuh Arana di pantri dia berjalan dengan tegas menuju kamar mandi rumahnya.
Arana yang melihat Harajuna berjalan menjauh langsung menghela napasnya panjang. "Haduh ...! selamat!" Tangan Arana mengelus dadanya perlahan-lahan.
"Kenapa dia berubah sangat menyeramkan seperti itu? apa karena kematian adiknya yang sangat tragis? kasihan juga kalau aku melihatnya. Dia pasti sangat menyayangi adiknya, makannya dia sampai berubah seperti itu saat aku mengingatkan tentang adiknya."
"Sebaiknya aku tidak membahas masalah ini lagi daripada dia nanti benar-benar menelanku hidup-hidup. Hiiii!" Arana bergidik ngeri dan dia berjalan ke arah meja makan duduk di tempatnya.
Tidak lama Harajuna datang dengan wajah yang lebih baik, dia berjalan mendekati meja makan dan duduk tepat di depan Arana.
"Kenapa belum makan?" Tanya Harajuna yang melihat piring Arana masih terbalik rapi.
"Aku menunggu kamu, kamu kan tuan rumah di sini!"
"Kalau kamu sudah lapar langsung makan saja, tidak perlu menungguku." Harajuna membalikkan piringnya dan dia mengambil sayuran yang tadi dia masak.
Arana juga mengikuti Harajuna dia juga mengambil sayuran yang tadi di masak oleh Harajuna. "Hemm ...! enak sekali sayuran ini! kamu jago sekali memasak. Apa ibumu yang mengajari kamu memasak, Juna?"
Tiba-tiba Harajuna meletakkan sendoknya dengan cepat. Dan sekali lagi melihat ke arah Arana. Arana yang tau hal itu langsung terdiam sepertinya dia salah lagi dalam mengajukkan pertanyaan pada Harajuna.
"Ups ...! apa pertanyaanku salah lagi?" celetuknya.
Harajuna hanya menarik senyum kecil di sudut bibirnya. "Lanjutkan makanmu, setelah itu aku akan mengantar kamu pulang ke rumah karena hujannya sudah reda." Harajuna memgambil lagi sendoknya dan melanjutkan makanannya.
"I-iya. Memang lebih baik aku segera pulang daripada di sini, aku bisa spot jantung gara-gara pertanyaan aku yang selalu salah dari tadi," gerutu Arana pelan walaupun Harajuna masih bisa mendengarnya.
Setelah selesai makan, Harajuna membawa piring dan peralatan makan lainnya ke dapur dia ingin mencuci peralatan makan yang kotor.
"Juna, aku akan menolong kamu!" Arana berlari kecil mengejar Harajuna.
Tiba-tiba Arana yang tidak sengaja hampir terpeleset. Namun, dengan cepat Harajuna bisa menangkapnya dia memegang tangan Arana dan menariknya sampai tubuh mereka bertabrakan.
Brukk ....
"Kenapa kamu dari tadi sangat ceroboh sekali, Ara? bagaimana kalau nanti kamu jatuh?" tanya Harajuna dengan nada kesal.
"Aku kan cuma ingin menolong kamu membersihkan piring kotor itu!"
"Memangnya kamu bisa mencuci piring?"
"Tentu saja! aku bukan gadis bodoh yang hanya bisa duduk dan makan, kalau cuma mencuci piring aku setiap hari melakukannya di rumahku," ucap Arana ketus. Dia tidak mau dianggap tidak bisa apa-apa oleh Harajuna.
"Baiklah kalau begitu cuci semua piring itu. Aku ingin melihat apa kamu bisa?" tantang Harajuna.
"Lihat saja!" Arana menggulung lengan bajunya sampai ke siku dan dia berjalan menuju wastafel. Sedangkan Harajuna berdiri bersandar di meja pantri sambil melipatkan tangannya ke depan.
Waduh ... habis masak sekarang cuci piring. Next diharap para pembaca tidak baper dengan keuwuan mereka setelah acara mencuci piring selesai. Wakakkak! sabar yak ...
ternyata novel ini msih ada hubungannya dengan novel kak othor My Secret Love
semangat kak lanjut terus berkarya 💪💪
cri yg imut dong thor