Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Rencana licik + Cast antagonis
Author kasih cast untuk peran antagonisnya ya.. Tapi wajah mereka saja, untuk penjelasan warna mata khusus untuk tokoh utama saja.
1. Arlo Barnabas (Antagonis yang tobat)
Usia 32 tahun, berjarak 4 tahun sama Giovanni.
2. Rico Crolex
Dia usianya berjarak 2 tahun sama Arlo, jadinya 30 tahun. Saudara beda ibu sama Arlo sebenarnya, soalnya ayah mereka sama hehehe.
3. Harper Crolex (Adiknya Rico)
Usianya sama kaya Giovanni 28 tahun.
4. Julian Xander
Sahabatnya Harper, temen palsunya Giovanni, dia berusia lebih muda yaitu 25 tahun.
5. Benjamin Jarvis Caledon
Nah ini, hehehehe usianya sebenarnya lebih muda daripada Bapak Arnold, usianya 42 tahun, nikah muda dia.. Jadi pas punya Beverly usianya 22 tahun 😌😌 antagonis favorit yang paling gila dan enggak waras, siapa lagi kalau bukan Bapak Benjamin 😏😏
Udah itu dulu cast untuk antagonisnya.
.
.
.
“Jadi, ternyata benar.. Anak haram itu memiliki hubungan darah dengan Keluarga Abraham ??” Ujar seorang lelaki berbicara dengan nada sinis dan tertawa kecil seakan meremehkan informasi yang dia dapatkan.
Terlihat sebuah ruangan privasi di salah satu klub terkenal di California, terdapat tiga lelaki yang duduk di kursi sofa saling berbagi informasi satu sama lain.
“Kau terlihat sangat membenci lelaki bernama Arlo itu.” Ujar Julian duduk berhadapan dengan Rico dan juga Harper yang terlihat tidak suka dengan informasi yang mereka dapatkan dari Julian.
“Dia anak haram ayah kami.” Ujar Rico dengan nada sinis, membuat Julian menganggukkan kepalanya.
“Ibunya, adalah Katty Abraham, adik dari Arnold Abraham.” Ujar Julian melanjutkan perkataannya, membuat Rico mengepalkan tangannya, semakin sulit pastinya bagi dirinya untuk menghancurkan Arlo, terlebih Keluarga Abraham seakan tidak bisa tersentuh oleh hukum maupun kekuasaan yang dia miliki.
Rico meraih segelas whisky di depannya dan meminumnya dengan cepat, seakan minuman itu bisa setidaknya mengurangi kemarahan di dalam dirinya.
“Aku ingin menghancurkan Arlo, bagaimana caranya ??” Tanya Harper menatap ke arah Julian, sahabatnya.
Julian menaikkan alisnya, “Apa kau yakin ?? Kau sudah siap berhadapan dengan Keluarga Abraham ??” Ujar Julian dengan nada mengejeknya.
Harper menyeringai, “Bukankah kita dulu sempat berhasil meracuni Giovanni dengan Lithikum dan obat-obatan kita ?? Kenapa tidak ??”
Julian memutar matanya malas, “Asal kau tahu.. Temanku yang menjadi penjual obat-obatan terlarang itu, kini di temukan meninggal di kamar apartemennya secara misterius.” Ujar Julian.
“Ck, pasti ada cara lain untuk bisa mengatasinya, lagipula aku hanya mengarahkannya kepada Arlo saja untuk kali ini !!” Ujar Harper dengan nada kesal, membuat Julian terdiam sejenak, lalu dia menyeringai kecil.
“Kau yakin ?? Ku dengar.. Kau tertarik pada tunangan Giovanni.. Apa kau hanya akan menyerang Arlo saja ?? Dan tidak berniat merebut Beverly, sang janda cantik ??” Ujar Julian menyeringai licik, membuat Harper menghela nafasnya berat.
“Tadi kau menakutiku !! Sekarang kau memintaku untuk merebut Beverly dan menyerang Giovanni !! Kau ini sebenarnya ingin mematahkan semangatku, atau memberikan aku rencana baru ?!” Ujar Harper dengan nada sinisnya, membuat Julian tertawa geli dan puas bisa membuat sahabatnya itu terlihat kesal dan marah kepadanya.
“Hmm.. Apakah kau yang menyebarkan berita mengenai Beverly kemarin ??” Tanya Rico yang akhirnya, memilih untuk membahas masalah lain, mendengarkan percakapan Julian dan Harper yang mulai menyimpang dari pembahasan awal mereka.
Julian menyeringai licik, “Iya~ meskipun aku tidak bisa menghancurkan nama Keluarga Abraham, tapi setidaknya aku bisa membuat Giovanni marah.” Ujarnya dengan terkekeh licik.
“Kalau begitu, aku meminta bantuanmu.”
“Tentu, tapi.. Kau tahu bukan ?? Jika semuanya tidak gratis~” Ujar Julian menaikkan alisnya, membuat Rico membuka mulutnya.
“Aku pikir kau tidak akan memberikan tarif pada saudara sahabatmu sendiri !!” Ujar Rico dengan kesalnya, tapi Julian hanya terkekeh pelan.
“Andai kau tahu, bagaimana pelitnya dia padaku, kau pasti tidak akan terkejut dengan perkataannya.” Ujar Harper dengan nada perlahan, membuat Rico menghela nafasnya berat, dan Julian hanya mengangkat bahunya acuh.
“Jika aku pelit, aku tidak mungkin akan menyewa ruangan VVIP ini untuk kalian berdua. Toh biaya tarifku tidak semahal itu.” Ujar Julian dengan acuhnya, meraih sesuatu dari sakunya dan kemudian mengeluarkan sebatang tembakau yang memang sudah di siapkan.
Ya, ruangan VVIP itu memang memperbolehkan pengguna memakai rokok atau vape, yang terpenting tidak membawa senjata tajam dan tidak merusak fasilitas yang ada di sana.
“Ya... Ya.. Ya.. Terima kasih banyak atas bantuanmu.” Ujar Harper dengan nada terpaksa, sementara Julian menyalakan batang tembakau dengan korek api, dan mulai menghisap rokoknya.
Sementara Harper sempat menoleh ke arah lain, ada perasaan tidak suka dan benci pada Keluarga Abraham, ya dia sangat iri pada keluarga yang terkenal sukses dan begitu hebat. Lihat saja, Gregor yang lebih muda darinya, memiliki pengetahuan yang jauh lebih tinggi daripada dirinya.
Dirinya merasa, seharusnya dialah yang lahir di Keluarga Abraham, bukan Giovanni, jadilah Harper memiliki rencana busuk dengan meracuni Giovanni, dan berharap semua itu akan menghancurkan nama baik Keluarga Abraham, tapi ternyata tidak semudah itu.
Ditimpa rumor buruk sekalipun, tidak membuat Keluarga Abraham tumbang, sebaliknya mereka semakin berjaya dan hebat saja. Harper merasa tidak terima dengan semua itu, terlebih Keluarga Crolex justru mulai tumbang karena gosip yang menyebar saat ibunya di selingkuhi.
Seharusnya Careline Crolex mendapatkan simpati dari masyarakat mengenai kondisinya yang di ceraikan dan tinggalkan begitu saja oleh suaminya, Everald Barnabas. Tapi orang-orang justru merasa jika kepergian dan perselingkuhan Everald karena kelakuan Careline sendiri yang kurang baik, sehingga suaminya meninggalkan wanita itu, meskipun tidak mendapatkan banyak uang dari Careline.
Cih, seharusnya Arlo dan ibunya yang mendapatkan hinaan, bukan ibuku !! Batin Harper dengan nada kesal, mengingat masa lalu yang cukup buruk menimpa keluarga mereka.
...
Keesokan harinya..
“Ugh~”
“Gio.. Bangun, ini sudah waktunya kau berangkat bekerja, dan- Eh !! Dahimu panas sekali.” Ujar Beverly terkejut saat menyentuh dahi Giovanni yang begitu panas, terlebih lelaki itu terlihat sangat lemas dan bahkan matanya berair saat Giovanni membukanya.
“Sayang~”
“Kau demam, aku akan ambilkan kompres dulu. Aku juga akan bilang pada Dad Arnold jika kau tidak bisa berangkat bekerja.” Ujar Beverly dengan sedikit panik, tapi berusaha agar tetap tenang.
“Sayang, berikan aku bolpoin dan kertas.”
“Untuk apa ??”
“Aku akan menulis surat wasiat untukmu dan anak-anak.” Ujar Giovanni dengan lemas, membuat Beverly memberikan ekspresi datarnya.
“Dasar lebay !! Kau ini hanya demam biasa !”
“Sayang~ Jangan berkata seperti itu~” Ujar Giovanni merengek manja, membuat Beverly menepuk keningnya sendiri.
“Ya Tuhan, sudah tunggu disini. Aku ambilkan kompres dulu.” Ujar Beverly beranjak berdiri dari kasur, dan keluar dari kamar dengan segera, sebelum Giovanni kembali berbicara yang aneh-aneh kepadanya.
Giovanni menoleh ke arah lain dan merasakan pusing di kepalanya.
Kenapa penyakit yang membahayakan ini terjadi kepadaku.. Batin Giovanni dengan nada dramatis di dalam hatinya.
Tidak lama langkah kaki terdengar lagi, Giovanni menoleh, dia pikir itu adalah Beverly, tapi sosok berbeda muncul di depan pintu kamar yang terbuka, Arnold dengan pakaian yang sudah rapi, masuk ke dalam kamar dan melihat kondisi putranya.
“Dad.. Tolong sampaikan salam terakhirku kepada Beverly, katakan padanya, aku- awh !!” Giovanni mengusap kepalanya yang kembali terkena jitakan manis dari tangan Arnold.
“Berhentilah berdrama !! Kau masih bisa tertawa setelah terkena peluru, tapi malah terlihat sekarat hanya karena demam biasa !!” Ujar Arnold dengan nada kesalnya, melihat drama putra pertamanya.
“Dad !! Kau ini laki-laki, kau seharusnya tahu.. Betapa berbahayanya penyakit demam ini !!” Ujar Giovanni sambil mengelus kepalanya yang terkena serangan manis dari ayahnya sendiri.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙
Pak Arnold, tolong itu anaknya jangan dipukulin dulu, baru sakit 🤣🤣
Btw gimana nih, antagonisnya udah ngeselin atau kalian malah suka sama mereka ?? apalagi ganteng-ganteng 😌😌
lanjut thor, di tunggu visual wedding nya🥰
ya ampun kasian bevely udah hamil lgi....
Beverly hamil lagi🤣🤣🤣 anaknya aja masih bayi2 .. parah gio digempur Mulu Beverly 🤣🤣🤣