NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Antara Logika dan Keyakinan

"Dokter spesialis saja tidak bisa membuat lutut Nenek sembuh. Apa kamu pikir kamu bisa?" ucap Ryu datar.

Seroja tak langsung menjawab. Gadis itu tersenyum lembut. "Aku tidak berani menjanjikan kesembuhan, Nenek. Aku hanya berusaha dengan kemampuan yang aku punya. Soal hasil akhirnya, Allah yang menentukan."

"Anak baik." Nyonya Hanifah mengusap kepala Seroja lembut. "Ryu beruntung memilikimu."

Ryu tak berkomentar. Ia hanya menatap gadis yang telah menjadi istrinya itu. Ada banyak pertanyaan di benaknya, namun enggan ia utarakan.

"Nenek pernah berobat ke dokter 'kan?" tanya Seroja.

"Iya," sahut Nyonya Hanifah. "Tapi setelah beberapa bulan berobat tidak ada perubahan."

“Boleh aku lihat hasil rontgen lama Nenek?”

"Tentu saja boleh." Nyonya Hanifah menoleh ke arah Bi Muji yang berdiri tak jauh dari mereka. "Muji, tolong ambilkan hasil rontgenku."

"Baik, Nyonya." Bi Muji menunduk hormat, lalu berbalik pergi.

"Nenek beneran percaya padanya?" tanya Ryu.

"Ryu, tak semua penyakit bisa disembuhkan dengan cara yang sama. Itu fakta," jawab Nyonya Hanifah tenang. "Ada penyakit yang memang sembuh dengan obat dokter dan tindakan medis. Ada juga yang lebih cocok ditangani dengan pengobatan tradisional karena berkaitan dengan saraf, peredaran darah, atau hal-hal yang sudah dipelajari turun-temurun."

Ryu terdiam mendengarkan.

Nyonya Hanifah melanjutkan, "Dan di negeri kita ini, masih ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan sepenuhnya dengan logika medis. Santet, guna-guna, dan semacamnya masih ada."

Nyonya Hanifah menghela napas berat. "Kamu boleh percaya atau tidak, tapi kenyataannya kasus seperti itu memang ada. Bahkan kadang gejalanya mirip penyakit biasa, tapi setelah pasien dibawa ke banyak rumah sakit, tidak ditemukan penyebab yang jelas."

"Nenek percaya hal ghaib seperti itu?" tanya Ryu pelan.

"Bukan soal percaya atau tidak," sahut Nyonya Hanifah. "Tapi soal kenyataan yang terjadi di masyarakat. Kalau sakitnya karena infeksi, tentu obatnya medis. Kalau otot dan saraf bermasalah, bisa dibantu terapi atau pengobatan tradisional."

Nyonya Hanifah terdiam sebentar. "Tapi kalau sumbernya bukan dari hal yang biasa, penanganannya juga berbeda. Intinya, semua penyakit punya jalan pengobatannya masing-masing."

Wanita tua itu menatap Ryu dalam.

"Ryu, orang pintar bukan yang menolak semua hal di luar logikanya. Tapi yang mau menerima bahwa dunia ini lebih luas dari apa yang ia pahami."

"Nenek benar," timpal Seroja. "Di dunia ini ada yang bisa kita lihat dengan mata telanjang, ada pula yang tidak."

Seroja akhirnya menoleh ke arah Ryu. "Mungkin kamu pernah dengar. Ada yang sakit perut ekstrim dan saat di USG yang ada di perutnya malah beberapa buah paku berkarat."

Seroja tersenyum, tapi bukan senyum bahagia. Lebih ke tak masuk akal.

"Secara logika, gak mungkin 'kan orang itu makan paku? Apalagi lebih dari satu. Apa kamu bisa jelasin, bagaimana paku-paku itu bisa masuk ke perut seseorang?"

Ryu terdiam. Ia memang pernah melihat berita semacam itu. Hal yang tidak masuk logika.

"Ini hasil rontgennya, Nyonya." Bi Muji menyodorkan map yang ia bawa pada Seroja.

"Terima kasih, Bi," ucap Seroja, lalu membuka map itu.

Ia memerhatikan lembar hasil rontgen yang diberikan Bi Muji dengan tatapan tenang, menelusuri gambar hitam putih itu beberapa saat.

Ryu yang berdiri di dekat sofa menatapnya sinis.

"Memang kamu bisa baca hasil rontgen?" tanya Ryu dengan nada sinis, meremehkan.

Seroja tak langsung menjawab. Ia mengangkat sedikit lembar rontgen itu ke arah lampu.

"Bagian lutut kanan Nenek lebih parah dibanding kiri," ucapnya tanpa mengalihkan matanya dari kertas di tangannya. "Celah sendinya mulai menipis. Di bagian sini juga ada pergeseran kecil."

Ryu mulai mengernyit.

Seroja menunjuk bagian tertentu di hasil rontgen. "Makanya kalau habis bangun tidur atau terlalu lama berdiri, lutut Nenek terasa nyeri dan kaku."

Nyonya Hanifah tampak kaget. "Dokter juga bilang begitu."

"Selain nyeri, kadang sampai terasa menjalar ke betis bawah, 'kan?" lanjut Seroja.

"Iya," jawab Nyonya Hanifah. Ia makin berharap Seroja bisa menyembuhkan lututnya.

Ryu melirik hasil rontgen itu, lalu kembali menatap Seroja. "Kamu belajar dari mana?"

"Dari almarhumah nenek," jawab Seroja singkat. "Beliau dulu sering menangani terapi tulang dan saraf. Aku cuma belajar sedikit."

Seroja menurunkan hasil rontgen itu perlahan, lalu meletakkannya di atas meja.

"Kalau hanya minum obat tanpa mengurangi tekanan di sendi dan memperbaiki saraf yang tertarik, nyerinya akan terus kambuh," jelasnya dengan nada suara lembut. "Apalagi Nenek terlalu sering menahan sakit sambil tetap banyak berjalan."

Nyonya Hanifah tersenyum kecil. "Kamu ternyata benar-benar mengerti."

"Tidak sepenuhnya, Nek," sahut Seroja rendah hati. "Tapi dari hasil rontgen ini, kondisi Nenek masih bisa dibantu supaya nyerinya jauh berkurang."

"Kalau begitu, Nenek minta tolong sama kamu," ucap Nyonya Hanifah penuh harap.

Seroja mengangguk kecil. "Akan aku bantu semampuku, Nek. Tunggu sebentar."

Seroja beranjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah kamarnya.

Ryu menatap punggung gadis itu hingga menjauh, lalu ia memutar tubuhnya menghadap neneknya.

"Nek, sebenarnya apa yang Nenek tahu tentang istriku?"

 

...🔸🔸🔸...

...“Tidak semua hal bisa dipahami logika, sama seperti tidak semua luka terlihat oleh mata.”...

...“Manusia hanya belajar mengobati, tapi kesembuhan tetap datang dari kuasa-Nya.”...

...“Semakin banyak yang kita pelajari, semakin kita sadar bahwa dunia menyimpan hal-hal yang belum kita pahami.”...

...“Orang sombong menolak hal yang tak ia mengerti. Orang bijak memilih mempelajarinya.”...

...“Orang pintar bukan yang menolak hal di luar logikanya, tapi yang sadar bahwa dunia tak sesempit pengetahuannya.”...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Fadillah Ahmad
Makanya, cari dong ke jelasannya Ryu! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Aku juga nggk tau Ryu! mending, kamu menyuruh orang deh, untuk menyelidiki latar belakang istrimu itu! termasul siapa saja Pria yang menyukai istrimu itu! 😁😁😁

Perasaan, Cuma Rayyan Nugroho saja deh yang punya inisiatif menyuruh Anak buahnya untuk menyelidiki Seseorang! Kamu kenspa nggk punya insuatif itu Ryu? Kenspa? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Dia juga termasuk saingan kamu juga tuh Ryu! hati-hati loh! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Potong saja Gajinya Ryu! potong saja gajinya 50% biar kapok dia! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Wah... Nggk bisa di biarkan ini! Si Evan itu. harus cepat di singkirkan! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Jawab saja lah Jordi! jangan sampsi kamu di hukum lembur loh, kayak Rayyan menghukum Andi, karena Ke ceplosan mulu! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Wah-wah... Sudah mulai Cemburu nih, bau-baunya? 😁😁😁🙏 hati-hati loh Ryu! enrar jadi bucin akut loh! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Sepertinya, Kak Nana Sengaja nih ya? bikin pembaca kesal? Kok kakak gitu sih? Kakak twga sama kami, para Pembaca? 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Kau itu menggangu saja sih, Tony! apa sih maumu 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Ah! kamu sij! kelamaan! 🤬🤬🤬 banyak kali pertimbangannya sih! 🤬🤬🤬 Kan. jadi mati tu telepon kan! dan Seroja sudah keluar dari Kamar mandi tuh! 🤬🤬🤬 kelamaab sih! 🤬🤬🤬
abimasta
waahh keren Seroja,makin cinta dah si ryu
Fadillah Ahmad
Ryu bimbang, ingin menjawabnya atsu tidsk! 😁😁😁 Dan dia sedang berperang dalam pikirannya sendiri! apakah dia akan mengikuti kata Setan di kepalanya? atau, mengikuti kata malaikat di kepalanya? 🤔🤔🤔 mari kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini? apakah Setan yang akan menang? arau ksh malaikat yamg akan menamg? 🤔🤔🤔 entahlah! 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Yaaa Wajarpah! wajar sekali! justru aneh, kalau kamu nggk cemburu melihat ada seorang pria yang menghubungi istrimu, sangat aneh aku melihatbya Ryu! masa Suaminya sendiri nggk ada rasa cemburu sama sekali sih sama istrinya sendiri! 😁😁😁
Anitha Ramto
wow kereeen Seroja selain pinter dalam ilmu kedokteran dan Dukun Beranank ia juga jago naik Motor Sport,dan yang paling mengejutkan saat Ryuh bertanya siapa yang ngakarin kamu naik motor Sport?
Tony!...
langsung mandidih tuh Ryuh denger nama Tony, wkwkwkwk kamu cemburu Ryuh...
jangan salah paham dulu ya Ryuh,nanti denger penjelasan dulu dari Istrimu😄
asih
🤣🤣🤣🤣 makanya Ryu punya istri jangan di lupakan ,kan dia lebih dekat ma teman laki² nya Dari pada kamu😅
apalagi kamu orang yg baru hadir di hidup seroja walau statusmu sebagai suami tapi roja Masih butuh waktu untuk adaptasi sama kamu

Selamat berjuang kamu Ryu memperjuang kan wanita seperti roja atau kau tinggal kan dia
Fadillah Ahmad
Aku Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat ya Kak, Up Bab Baru-nya Kak Nana... 🙏🙏🙏

Maaf ya, Kak Nana, baru bisa baca... Soalnya, karena Mati lampu kemarin, sinyal di tempat aku masih belum setabil Kak Nana... Maaf ya Kak 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad: Iya Kak Nana... 🙏🙏🙏 Semoga sinyalnya bisa cepat kembali normal lagi Kak 😁😁😁 agar aku nggk ketinggalan ceritanyw Ryu dan Seroja yang makin Seru Kak Nana... 😁😁😁🙏
total 2 replies
Fadillah Ahmad
Iyalah! Suami mana sih yang mggk akan cemburu, jika ada laki-laki lain yang menghubungi istri Sendiri! bukan istri berdua! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Siapa lagi pria itu? Banyak sekali sih Cowok yang mendekati kamu Cantik? hatiku kan jadi panas nih! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Karena... Janji itulah yang saat ini bisa di pegang! dab suatu hari nanti, janji itu akan di tagih. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Tidurlah Sayang! sudah malam! 😂😂😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!