Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.
Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.
Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.
Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.
Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.
Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.
Karena di dalam dunia Kekaisaran~
Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24: PERANG!
***
Sebulan kemudian ...
[Host cantik, aku dataaaang! Tango telah selesai di upgrade ke level tinggi, sehingga bisa bicara manusia yang mempunyai perasaan! Hahahaha! Tango bisa berubah wujud, saat upgrade ke level Semesta!]
Terdengar suara yang sudah lama Lin Yue rindukan sebulan ini dalam benaknya, membuat wajahnya langsung sumringah.
Lin Yue sedang berada di gazebo taman Paviliunnya sendirian, karena Mei Fang sibuk mengatur Paviliun miliknya, yang akan ditutup selamanya.
Dia sudah membicarakan tentang peperangan ini kepada Mei Fang, dan mereka sepakat untuk kabur, karena tidak ingin menjadi tawanan perang Kekaisaran lain jika mereka kalah.
Rencananya untuk memberikan pengobatan gratis kepda rakyat miskin di Kekaisaran ini buyar, setelah bawahannya membawa kabar yang mengejutkan tentang peperangan ini.
Dia juga tidak ingin menjadi tawanan perang Kaisar lain, karena dia ingin merasakan jatuh cinta yang 'normal' kepada para pemuda di zaman kuno ini, tanpa adanya intrik-intrik kejam di dalamnya.
"Tango! Akhirnya kamu muncul juga! Bisakah kamu memindahkan properti dan orang-orang milikku ke desa 'Mango' di wilayah bebas 'Angsa Awan' yang berada di Timur Laut?"
"Aku sudah membeli sebuah lahan yang sangat luas disana, karena akan ada perang di Kekaisaran ini, dan aku mau kabur kesana. Aku tidak mau menjadi tawanan perang mereka!" ujar Lin Yue kepada Sistemnya.
[Tentu saja bisa, Host! Tango sekarang sudah semakin canggih, loh! Ruang dimensi akan semakin luas, dengan penambahan gudang senjata dan otomotif dari masa depan. Host dapat mobil keren dari Tango, yang dapat dipakai di zaman ini nanti!]
[Kapan Host ingin memindahkan semua properti yang ada di wilayah ini?]
"Nanti malam saja, Tango ... Saat orang-orang sudah terlelap. Dan hapus semua ingatan mereka di wilayah ini, agar melupakan tentang wajahku, Mei Fang sekeluarga, dan tentang Paviliun Orchid Bulan, agar aku tidak dikenali."
"Aku ingin membuka lembaran baru dengan keluarga Mei Fang, dimulai dengan penambahan marga baru untuk kami. Buatkan data baru sekalian, dengan marga 'HAN' di depan nama kami semua. Apakah bisa?" pinta Lin Yue kepada Tango.
[Tentu saja bisa, Host! Tenang saja, Tango akan mengatur semuanya, agar Host aman dan nyaman!]
[Kekuatan para bawahan Host meningkat 500% sekarang, dan tidak akan ada yang bisa mengalahkan mereka di dunia ini.]
[Di wilayah Timur Laut terkenal dengan para Kultivator bebas disana, Host bisa menjual berbagai macam pil untuk mereka, dengan kondisi kelayakan sebesar 300%. Dan Host bisa membuka Paviliun Orchid Bulan kembali disana.]
Mendengar semua penjelasan Tango, Lin Yue bisa bernapas lega.
Dia merasa semua beban berat yang dia tanggung selama ini hilang begitu saja, dan masa depan keluarga barunya akan aman dan nyaman sekarang.
"Terima kasih, Tango ..."
[Sama-sama, Host!]
--
Tiga hari kemudian. Langit di atas Kekaisaran Naga Hitam berubah kelam.
Awan hitam menggulung layaknya lautan badai, menelan cahaya mentari sedkit demi sedikit.
DUM! DUM! DUM!
Suara genderang perang menggema kencang dari kejauhan, menandakan jika pasukan musuh sudah memasuki wilayah Perbatasan Naga Hitam.
Di balik tembok perbatasan~
Seorang prajurit pengintai berlari dengan napas terengah dan wajah pucat pasi, demi melaporkan apa yang telah dia lihat di luar tembok Perbatasan.
"LAPOR, KOMANDAN! PARA PRAJURIT ELANG PERAK TELAH TIBA DI DEKAT PERBATASAN KITA DAN SEDANG MENDIRIKAN TENDA DISANA! MEREKA SIAP UNTUK MENYERANG!" ujar prajurit itu dengan suara lantang.
"Apaaa???!!!! Bagaimana bisa?! Sepertinya kita telat mengetahuinya! Berapa jumlah mereka?" tanya Komandan pasukan garis depan itu.
"Tidak terhitung jumlahnya, Komandan! Mereka membawa beberapa pasukan pemanah dan kaveleri pelontar senjata peledak! Kita tidak akan bisa menahannya lebih lama lagi!" jawab prajurit itu dengan wajah cemas.
Saat Komandan Pasukan itu ingin bertanya lagi, tiba-tiba~
BOOOM!
Sebuah bom api yang dilemparkan musuh melalui pelontar menghantam gerbang luar Perbatasan, memicu sebuah ledakan yang sangat besar.
"ARRRGH!"
"PERTAHANKAN POSISI KALIAN! JANGAN SAMPAI MEREKA BERHASIL MASUK!" teriak Komandan Pasukan itu dengan suara serak.
Dia sudah tidak bisa membuat strategi lagi sekarang, yang dia bisa hanyalah menahan serangan mereka, walau nyawa taruhannya.
Api langsung menyebar di depan gerbang, membuat para prajurit yang ada disana kalang-kabut.
Saat sang Komandan ingin memerintahkan mereka kembali, tiba-tiba~
SWISH! SWISH! SWISH!
Hujan anak panah langsung turun bagaikan badai ke arah mereka.
"Arrrghh!"
"ARRRRGHHH!"
Satu-persatu prajurit milik Naga Hitam pun tumbang dengan mengenaskan, membuat Komandan Pasukan membeliakkan matanya.
"SERAAAAANG!"
Dari kejauhan, pasukan Elang Perak maju layaknya gelombang maut dari neraka.
Jenderal Besar Shen Guozhan berada di barisan paling dean, sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
"MAJU! HANCURKAN SEMUANYA!!" teriaknya lantang penuh semangat.
"SERBUUUUUU!!!"
CLANG! CLANG! CLANG!
SLASH! SLASH! JLEB!
Suara denting senjata terdengar menggema di udara, dan bau da-rah yang tertumpah diatas tanah semakin pekat, mewarnai peperangan yang tidak seimbang itu.
--
Di dalam Istana Naga Hitam, suasana berubah menjadi sangat kacau.
Para pengawal bayangan dan Kaisar Longhui, sibuk melawan para musuh yang sudah berhasil masuk ke dalam Istana itu.
Para pelayan berlarian dengan wajah panik, membuat para Selir yang ada di Istana itu berteriak ketakutan.
"Hey! Apa yang terjadi, hah?!" tanya Selir Xue Xialan, menarik kasar salah satu pelayan yang sedang berlari.
"Pasukan musuh sudah berhasil masuk ke dalam Istana! Selamatkan diri kalian masing-masing! Istana tidak mungkin akan selamat!" jawab pelayan itu dengan wajah panik.
"APAAA??!!! Bagaimana ini?! Bagaimana dengan keadaan Kaisar?" tanya Selir Xue Xialan dengan wajah cemas.
"Beliau sedang melawan musuh di aula depan, sebaiknya Anda segera pergi, sebelum menjadi tawanan mereka!" jawab pelayan itu sambil melepaskan dirinya dari cengkeraman Selir Xue Xialan.
Di dalam Paviliun Phoenix Emas, Lin Yue berdiri anggun ditengah-tengah kekacauan.
Semua rencananya sudah berjalan rapi dan bersih, tinggal dia dan Mei Fang saja yang masih ada di sana.
Aling berdiri didepannya dengan kepala tertunduk.
"Semua sudah berjalan sesuai dengan pengaturan, Nona!" ujar Aling melaporkan.
"Bagus! Dan sekarang kita masuk ke dalam ruang dimensi dulu, sampai perang ini selesai. Setelah itu, kita akan pergi ke wilayah aman dengan cara menyamar ..." sahut Lin Yue dengan wajah datar.
Mei Fang berjalan mendekati sahabatnya itu dengan wajah cemas.
"Apakah kamu sudah mengetahui semua sebelumnya, Yue'er?" tanya Mei Fang.
"Ya. Aku sudah mengetahuinya sejak lama. Gadis si-alan yang licik itulah pemicunya! Dia berhasil mempengaruhi ayahnya dan Kaisar muda itu!" jawab Lin Yue.
Saat Mei Fang ingin bertanya lagi, tiba-tiba~
BOOM!
Sebuah ledakan terdengar sangat dekat dari arah Paviliun Phoenix Emas, membuat dinding Paviliunnya bergetar hebat.
"Sudah saatnya! Ayo, masuk ke dalam ruang dimensi!" perintah Lin Yue.
Mei Fang langsung memegang lengan Lin Yue, dan~
Slab!
Mereka semua langsung masuk ke dalam ruang dimensi milik Lin Yue.
Lin Yue membuka jendela ruang, yang dapat melihat keadaan diluar sana dengan jelas, tanpa ada yang mengetahui keberadaan mereka.
Matanya fokus menatap ke arah Istana dengan tajam.
Dan apa yang mereka dari dalam sana membuat Mei Fang tercekat, karena pasukan ELang Perak yang bengis dan brutal itu sudah masuk ke dalam Istana.
"SERET MEREKA SEMUA KELUAR!"
"DAN JANGAN BERI AMPUN KEPADA SIAPAPUN ITU!"
Pasukan Elang Perak berteriak dengan lantang, membuat para manusia yang ada di dalam sana langsung ketakutan.
Seorang wanita cantik ditarik paksa keluar dari dalam Paviliunnya dengan kasar, dia dia dilempar begitu saja ke atas lantai.
Brugh!
"Aakh! Tolong, jangan bunuh aku! Ampunilah aku ...!" teriaknya sambil memohon.
PLAK!
"Aaah!"
"Siapa kamu, sampai memohon begitu kepada kami, hah?! Para Selir di dalam Istana ini hanyalah ... SAMPAH!" ujar salah satu prajurit itu dengan nada meremehkan.
Tanpa banyak kata, prajurit itu langsung menebaskan pedangnya ke atah leher wanita itu dengan cepat.
Slash!
Gluduk! Gluduk!
Kepala wanita itu langsung terlepas dari raga dengan mata melotot, seakan-akan dia tidak rela mati dengan cara tragis seperti itu.
Tubuh penuh da-rah itu tergeletak tak jauh dari Mei Fang dan Lin Yue berdiri, membuat Mei Fang menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Kejam sekali! ... Mereka terlalu kejam, Yue'er ..." gumam Mei Fang sambil terisak.
Lin Yue menatap sahabatnya dengan tatapan datar, namun tangannya mengepal kuat disamping tubuhnya.
"Lihatlah dengan baik semua kesadisan ini, Fang'er! Di dalam dunia ini, yang kuatlah yang akan berkuasa! Tanpa kekuatan, kita hanya akan menjadi korban kebiadaban manusia lain! Ingatlah semua ini dengan baik, supaya kamu giat berlatih!"
"Nyawa manusia semakin tidak ada harganya, ketika mereka dihadapkan oleh sebuah kekuasaan semu ..."
Mei Fang memandang Lin Yue dengan air mata berlinang.
Benar ucapan sahabatnya ini, jika dia harus menjadi kuat demi keluarganya dan orang-orang lemah disekitarnya nanti.
Jika dia tidak berdiri disamping Lin Yue saat itu, mungkin dia sudah menjadi korban kebiadaban mereka sekarang.
"Baik, Yue'er! Aku akan berlatih dengan giat, agar tidak lemah seperti ini ..."
--
Sementara itu di dalam Aula utama Istana, Kaisar Longhui berdiri dengan tubuh yang sudah penuh dengan luka.
Disekitarnya sudah menumpuk puluhan mayat, yang tewas dengan tubuh tidak utuh.
"Kalian ... sangat ... keterlaluan! Kenapa harus me-mu-tilasi tubuh mereka seperti itu, hah?!" teriak Kaisar Longhui ke arah pasukan musuh di depannya.
"Hahahahahahaha! Nikmatilah pemandangan ini, Kaisar bo-doh yang sok kuat! Ini adalah tanggung-jawabmu nanti di akhirat kepada mereka semua! Hahahahaha!"
Saat Kaisar Longhui ingin menjawab mereka, tiba-tiba~
Brugh!
Tubuhnya langsung jatuh berlutut sambil memegang pedang kesayangannya.
"Ugh! ... Aku ... diracun ...?!"
Salah satu prajurit Elang Perak tersenyum sinis, saat melihat racun mereka mulai bekerja.
"Anak panah yang masih menempel ditubuhmu itu sudah kami lumuri racun pelumpuh tulang, Kaisar Bo-doh! Hahahahaha!"
Kaisar Longhui berusah untuk menyalurkan tenaga dalamnya, namun semuanya sia-sia saja.
Tubuhnya lemas, dan pandangannya sudah semakin kabur.
TAP! TAP! TAP!
Terdengar suara langkah kaki yang berjalan masuk ke dalam aula.
Dia adalah Kaisar Zhuang Erdan, seorang Kaisar Muda berwajah tampan dan dingin.
"Bagaimana kekuatan para prajuritku ini, Kaisar Longhui? Sangat kuat dan cerdik, kan?" ujar Kaisar Zhuang dengan nada dingin.
Kaisar Longhui mengangkat kepalanya dengan susah-payah, demi melihat orang yang berdiri di depannya itu.
"Ugh! ... Kamu ...??"
"Saya adalah Zhuang Erdan, Kaisar dari Elang Perak ..." jawabnya dengan nada angkuh.
"Hah! Tidak buruk! Anda masih bisa bertahan sampai sekarang ..." lanjutnya sambil tersenyum tipis.
"Cih! Dasar pengecut! Beraninya menyerang menggunakan racun!" ujar Kaisar Longhui.
"Hey, tenanglah! Perang itu bukan tentang kehormatan! Tapi ini tentang ... Kemenangan! Hahahahaha! Jadi, strategi licik itu sangat diperlukan! Hahahaha!" sahut Zhuang Erdan sambil tertawa puas.
Lalu dia mendekat ke arah Longhui, dan berbisik lirih ditelinganya.
"Dan sekarang ... Anda kalah!"
Kaisar Longhui mencoba untuk bangkit, namun tubuhnya tidak bisa digerakkan.
"Badjingan breng-sek!!"
Zhuang Erdan menatap ke arah sekelilingnya, seperti sedang mencari seseorang.
"Dimana dia?" tanyanya ambigu.
"Anda mencari siapa?" tanya balik Longhui.
"Lin Yue ..." jawab Zhuang Erdan.
Nama itu langsung membuat mata Kaisar Longhui membeliak lebar.
Dan di dalam ruang dimensi, Mei Fang membeliakkan matanya ke arah Lin Yue.
"Kenapa dia mencarimu, Yue'er?" tanya Mei Fang.
Lin Yue menyeringai tipis, membuat wajahnya semakin mempesona.
"Dia mencariku karena ingin memilikiku ... Dan tidak akan semudah itu sekarang, karena kita adalah orang bebas ..."
"Ya, benar! Tidak akan semudah itu!"
"Hahahahahaha!"
--
Sementara itu di dalam aula, Kaisar Longhui tertawa pelan.
"Ha ... Ha ... Ha ..."
"Kamu pikir ... Zhen akan memberitahumu dimana keberadaannya, heh? MIMPI!" ujar Kaisar Longhui dengan nada meremehkan.
Kaisar Zhuang Erdan menatapnya tanpa ekspresi.
"Hm, tidak masalah jika Anda tidak ingin mengatakannya ... Zhen akan membuat Anda mati dengan cara yang paling mengenaskan," sahut Kaisar Zhuang Erdan dengan seringai menakutkan di wajahnya.
Setelah mengatakan itu, dia langsung mengangkat tangannya ke arah pasukan dibelakangnya.
Salah satu pasukan yang paham akan kode majikannya langsung maju ke depan sambil membawa sebuah besi runcing.
Tanpa aba-aba dia langsung menusukkan besi itu ke arah tulang selangkanya, yang langsung menembus ke belakang tubuhnya.
Jleb!
"AAKHHH! IBLIS SI-ALAN!" teriak Kaisar Longhui kesakitan.
Prajurit itu langsung menarik kembali besi itu keluar, membuat da-rahnya langsung menyembur keluar.
Splash!
"Katakan pada Zhen ... dimana keberadaannya?" tanya Kaisar Zhuang kembali.
Dengan napas tersengal, Kaisar Longhui menatap nyalang pria muda di depannya itu.
"Pergilah ... Ke ... NERAKA! HAHAHAHA!" sahutnya sambil tertawa.
Prajurit itu kembali mendekat ke arah Kaisar Longhui, lalu dia mematahkan jemari tangannya dengan kasar.
CRACK! CRACK!
"Arghh!"
"Zhen tanya sekali lagi ... Dimana Selir yang bernama Lin Yue itu? JAWAB!!" teriak Kaisar Zhuang Erdan di depan wajahnya.
"ZHEN TIDAK AKAN~ARRRGH!"
Sebuah tusukan kembali menghujam tubuhnya dengan sangat kejam, membuat Kaisar Longhui berteriak kesakitan.
Sementara itu di dalam ruang dimensi Lin Yue, Mei Fang menyaksikan semuanya dengan tubuh gemetar dan airmata yang mengalir deras, saat menyaksikan semuanya.
"Kita harus melakukan sesuatu, Yue'er!" pinta Mei Fang dengan suara bergetar.
"Aku tidak mau ..." jawab Lin Yue sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi dia akan tewas, jika kita tidak segera menolongnya!" teriak Mei Fang, frustasi.
"Itu sudah menjadi takdir hidupnya ..." jawab Lin Yue sambil menatap Kaisar Longhui dengan wajah datarnya.
Namun yang tidak diketahui oleh Mei Fang, mata Lin Yue sedikit bergetar saat menyaksikan semua itu.
"Maafkan aku, Longhui ... Aku tidak bisa menyelamatkan dirimu dan membahayakan diriku sendiri ..."
--
Di dalam aula, Kaisar Longhui sudah berada dalam keadaan yang sangat menyedihkan.
Zhuang Erdan akhirnya menghela napas melihatnya, pria ini sangat keras kepala sekali!
Dia rela menderita, daripada memberitahu keberadaan Selir kesayangannya itu.
"Buang dia ke dalam penjara bawah tanah!" perintahnya sambil membalikkan tubuhnya.
"Zhen akan melanjutkan interogasinya kembali nanti ..." lanjutnya dengan nada dingin.
"Laksanakan perintah, Yang Mulia!"
Kaisar Longhui diseret layaknya sebuah 'bangkai', dimana statusnya sudah tidak berarti lagi sekarang.
Namun sebelum dia benar-benar menghilang dari aula tersebut, dia menatap ke satu arah, dimana Lin Yue menyaksikan semuanya dengan wajah datar.
Kaisar Longhui tersenyum untuk terakhir kalinya kearah itu sambil bergumam:
"Pergilah yang jauh, Lin Yue ... Jangan pernah kembali ... Kita akan bertemu kembali di kehidupan selanjutnya ... Selamat tinggal ..."
Lin Yue mengeraskan hatinya, dan langsung menoleh ke arah Mei Fang.
"Kita pergi sekarang! Keluarga kita sudah menunggu di tempat baru yang damai ..."
"Baik!"
"Selamat tinggal, Longhui ... Terima kasih atas semua kebaikanmu terhadapku dan sahabatku ..."
Wussssh!
⚛⚛⚛
Hai Reader's ku tercinta ...
Aku kembali ...
Terima kasih sudah setia menunggu cerita ini update kembali. Terima kasih atas semua dukungan, hadiah, dan Vote yang kalian berikan di cerita ini.
Maafin aku, ya ... karena terlalu lama vacum 😁🙏🏻. Habis mau bagaimana lagi, kuli mah gak bisa bebas ... kudu siap saat diperlukan sama si Big Boss 😂🙏🏻.
Love u All ... 💖💖💖💖.
biar lin yue jadi satu satunya wanita kaisar
😍😍😍