NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Meksiko Abad 27.

Hukum tabur tuai itu nyata, semua perbuatan pasti ada timbal balik dan resiko. Cuma tinggal menunggu waktu saja.

Sepertinya doa harapan Pamela Anderson, yang kini memakai identitas Song Aran di abad dua belas, di beri jawaban oleh Tuhan.

Tidak perlu waktu lama, tak memberi kesempatan bagi para pelakon dosa merasakan kebahagian. Hukuman itu datang mencekik leher mereka.

Setelah membunuh Pamela Anderson, Mateo dan Sofia baru menyadari jika mereka telah melakukan kesalahan.

Membunuh wanita hamil itu di dalam markas The Queen, sama saja bunuh diri.

Kepanikan melanda, bagaimana cara menyingkirkan mayat Pamela yang terbujur kaku dilantai dengan darah menggenang dibawahnya.

"Jangan cemas, bukankah kamar ini ada jalan rahasianya..?" ucap Mateo menyeringai.

Dua sejoli itu gegas beraksi untuk menghilangkan jejak.

Mayat Pemela diseret seperti binatang, oleh Mateo, keluar dari markas melalui jalan rahasia.

Sedangkan Sofia bagian mengambil mobil sahabatnya.

Mateo dan Sofia bertemu di dalam hutan, dimana tempat itu selalu menjadi titik pelarian.

Mobil Pamela dirusak remnya, setelah itu Mateo kendarai mencari jalanan dengan tikungan dan turunan tajam.

Kalau Sofia, kembali ke kamar pribadi Pamela, membersihkan kekacauan yang ada.

Setelah mendapat lokasi bagus, Mateo menginjak full pedal gas, lalu melampar tubuhnya kererumputan di tepi jalan.

Mobil pamela melaju cepat diaspal menurun, sebelum terjun bebas kedasar jurang kemudian meledak.

Serapi apa pun kejahatan dikemas, tetap saja meninggalkan bukti.

Tanpa Mateo dan Sofia sadari, jika ada dua pasang mata mengawasi mereka sejak kedatangan Pamela.

Santiago dan Leonardo, pemuda kembar yang pernah diselamatkan Pamela, diberi kehidupan nyaman dan dibebaskan dari penderitaan.

Santiago dan Leonardo, memergoki Mateo bersama Sofia, di villa pemandian air panas satu minggu lalu.

Mereka tak melapor, karena tidak mengantongi bukti kongkrit. Saking marahnya pada saat itu, keduanya sampai lupa mengabadikan moment dimana bajingan penghianat tersebut sedang bercinta liar dikolam.

Sejak itu, Leonardo dan Santiago terus mengintai pasangan selingkuh tersebut setiap hari.

Hingga akhirnya kesempatan pun datang, Mateo dan Sofia memasuki kamar pribadi Pamela yang akses masuknya cuma bisa dibuka Pamela sendiri serta Mateo.

Santiago gegas mengirim pesan provokatif dan ancaman dengan nomor baru.

Tak lama Pamela pun datang, masuk ke kamar pribadinya.

Kejadian selanjutnya Santiago dan Leonardo tidak lagi tahu, sebab ruangan tertutup rapat.

Kedua pemuda itu tentu sangat cemas, berulang kali menghubungi nomor Pamela tapi tak ada jawaban.

Alarm tanda bahaya dibunyikan, Pamela tidak juga keluar.

Dua pemuda itu pun berpencar, mencari celah untuk mengetahui apa yang terjadi.

Satu jam berlalu, pemandangan menyesakkan dada terbingkai oleh mata elang Leonardo dan Santiago.

Marah, benci, murka, sekaligus menyesal, berkumpul menggulung kewarasan dua pemuda kembar itu.

Anak buah Pamela dikumpulkan, diberi bukti jika ketua meraka sudah dibantai oleh suami dan sahabatnya sendiri.

Anggota The Queen murka, rencana balas dendam disusun.

Dua hari berselang, dimana Sofia dan Mateo datang kemarkas. Keduanya langsung dilumpuhkan dengan obat bius.

Tubuh Mateo dan Sofia yang tidak sadarkan diri, diseret ke ruangan eksekusi.

kedua kaki dan tangan di ikat dengan posisi menyerupai huruf X. Baju di lucuti seluruhnya.

"Keparat, sialan..! siapa yang berani melakukan ini padaku..?" teriak Mateo meronta.

Rantai gemerincing nyaring, mengikuti gerakan beringas Mateo.

Sofia menggigil ngeri, kala melihat tubuhnya sudah telanjang bulat.

Pintu besi dibuka, si kembar dan enam orang kepercayaan Pamela masuk.

Mata Mateo dan Sofia membulat, mulut langsung berteriak mengumpat, mengutuk keras.

"Ini balasan karena kalian sudah berani menyentuh ketua kami..!" ucap Santiago sebelum melakukan penyiksaan.

Organ intim Mateo dan Sofia dibaluri air cabai dan lada.

"Acrh, sialan, hentikan..!"

Panas menggigit dirasakan Mateo dan Sofia, menjalar kesum-sum hingga jantung.

Leonardo memegang pisau bedah, menguliti tubuh Mateo.

Sementara Sofia, ia dirajam dengan besi dan dikuliti oleh Valentina.

Darah segar mengalir, menutupi daging badan yang sudah tak memiliki kulit.

Dari kaki, naik kepaha, lalu perut, kemudia tangan. Semua dilakukan bertahap.

Tidak ada belas kasihan. Raungan, ratapan, rintihan pedih, menjadi penyemangat bagi delapan anak buah kepercayaan Pamela Anderson.

"Bagaimana rasanya..? nikmat bukan..?" tanya sinis Valentina, memasukan besi kedalam mahkota Sofia sampai mentok ketulang.

Sofia merintih lirih, ia sekarat. Tubuh tanpa kulitnya terus mengucurkan darah.

"Mau aku atau kau yang melakukannya..?" tanya Santiago, melihat kejantanan Mateo.

Leonardo menyeringai iblis "serahkan padaku..!"

Mateo merintih ketakutan "tidak, jangan..!"

Suaranya bergetar, pelan sekali, patah-patah pilu.

Cras

"Ach..!"

Sayatan Leonardo buat, lalu mengambil bagian kulitnya perlahan.

"Siram..!"

Byur

Air garam dan cuka, membasuh darah disekujur tubuh Mateo serta Sofia.

"Aahh hentikan..! aku mohon..!" hiba Sofia dengan tubuh kelojotan menahan pedih dan perih.

Satu jam, pasangan zina itu dibiarkan menghirup oksigen, sembari menikmati rasa sakit yang luar biasa disekujur raga.

Darah membeku, kesadaran Mateo dan Sofia telah kembali.

"Lakukan..!" titah Leonardo pada sahabatnya yang lain.

Kuku dan gigi Mateo serta Sofia, dicabut paksa.

"Bunuh, cepat bunuh aku..!" pinta Sofia tak tahan lagi.

Kedelapan orang tangan kanan Pamela tertawa lantang, menatap sinis penuh penghinaan.

"Mati..? bersabarlah. Tanpa kau minta, penjaga neraka akan datang menjemputmu." sahut Valentina.

Pisau bedah ditangan Valeri dan Santiago, mata kiri Sofia serta Mateo dicongkel.

Leonardo bersama Dominic, menuang air garam kedalam cangkang berlubang.

"Sekarang kalian beristirahat dulu, besok kami akan datang menjenguk." gelak Santiago.

Keenam orang pergi, meninggalkan dua tubuh tanpa kulit yang sedang sekarat.

Ditengah penderitaan, ingatan akan Pamela menari-nari dipelupuk mata yang tak lagi sempurna.

Kebaikan, kelembutan, perhatian, kasih sayang dan cinta, menjadi pedang paling tajam yang berhasil menghujam nurani mereka.

Penyesalan muncul, tapi semua sudah terlambat.

Pamela Anderson, istri dan sahabat paling baik dan berjasa, kini sudah pergi meninggalkan dunia bersama bayinya.

Mateo meraung, menangis pilu, meratapi kesalahan karena sudah membunuh istri dan anaknya.

Sofia tergugu, mengingat dosa-dosanya pada sang sahabat yang selalu menjadikan dirinya prioritas.

Di hari kedua, ke enam tangan kanan Pamela datang lagi, membawa salam perpisahan.

Satu mata tersisa dicongkel, kulit wajah disayat habis, daun telinga dipotong dan yang terakhir, kulit kepala disingkap sampai tulang tengkorak terlihat.

Perlahan tapi pasti, Mateo dan Sofia pun mati.

Kala nyawa berada diujung lidah, bayangan Pamela Anderson yang menatap penuh luka kesakitan, terbayang di ingatan.

Mayat Mateo dan Sofia dicincang, lalu dijadikan pakan buaya, harimau dan singa peliharaan Pamela.

Setelah semua beres, anggota The Queen mengevakuasi bangkai mobil dan jasad Pamela, lalu menguburkannya dengan layak.

Kelompok The Queen sendiri tetap berjalan, meneruskan semua misi, visi dan kebaikan Pamela Anderson dalam menumpas kejahatan di Meksiko, serta membantu orang-orang yang membutuhkan.

Kursi kepemimpinan The Queen, dipegang oleh keenam tangan kanan Pamela.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Ona Sukatendel
thor cerita baru ini menurutku ceritanya kurang nendang, beda dgn 3 novel tetang masak memasak alur ceritanya sangat bagus, yg baru ini aku kurang sreng baca nya. dia trasmigrasi cuma balas dendam. kenapa kg dibuat usaha menjual makan atau pakian gitu. kalo cerita balas dendam udah pasaran thor. klo trasmigrasi jiw ke zaman berhula itu sedikit.
Datu Zahra
Bagus, selalu keren & rapi tatanan bahasanya ❤️
Datu Zahra
mampus, rasakan kau 🥳🥳🥳
Datu Zahra
❤️🫰🤩
miss blue 💙💙💙
anak sombong begitu mau jadi apa pas gede 😤😤😤
Fauziah Daud
makin seru.. trusemangattt
Datu Zahra
pembalasnnya sadis, tapi itu layak buat mereka. keren ada selipankisah didunia modernnya👍
Datu Zahra
Mantap Aran, lawan terus 🥳
Sribundanya Gifran
lanjut
Datu Zahra
Dih Jiao 😡😡😡
Datu Zahra
Qing Bao kocak, pedes mulutnya 🤣🤣🤣
Datu Zahra
😍😍😍😍
Datu Zahra
terjemahan tapi bahasanya rapi, enak dipahami kek karya sendiri..Seru thor, campuran kah ini sama idemu sendiri..?
ShuanZiee
ayooo lanjut kakkkk🙏😍
Miea™
lanjut
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
emak nya minta ku cekik kaya nya ya😏
miss blue 💙💙💙
pengen banget aku getok tuh emak 😤😤😤
Chen Nadari
greget Punya Ibu seperti itu....
Chen Nadari
Gas Lanjuti 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!