NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:23
Nilai: 5
Nama Author: NitaLa

Mungkin kebanyakan orang bilang menjadi orang kaya adalah hal paling gampang dilakukan. Tapi tidak jika dikaitkan dengan Some, ditengah terkaan dia malah diberi harapan panjang untuk menikah. Hal itulah menjadi awal - awal Some mengenal cowok - cowok yang lahir dengan keluarga sama darinya. Hanya cowok itu yang menerima seornag wanita mempunyai penyakit, namanya Dinner. Dari Dinner, Some dapat menerima segala sesuatu yang menimpanya. Meski bukan hal mudah ketika harus operasi beberapa kali, tapi Dinner menemaninya seperti seorang pacar. Pacaran bahakn menjalani hubungan dengan Dinner, seperti dijodohkan ini, menjadi pertanyaan besar apakah Dinner akan sanggup ?

•untuk kisahnya sudah tamat dari tahun lalu. dan masih bisa dinikmati dengan dukungan like, dan komentar kecil kalau ada kesalahan. thanf for one.

•karya original dari Nita Juwita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NitaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Between 25

*🦇*

Check up - Mengapa dengan Dinner ?

*🦇*

Pelaksanaan pemilihan OSIS akan segera dilaksanakan, dan Some sedemikian lupa menyibukkan diri dengan itu. Namun ada kala kesibukan itu juga tak membuatnya melupakan fakta. Hari ini kesayangannya ke sekolah memang disertai kesedihan, karena baru saja mendapat kiriman surat akan hasil pemeriksaannya terbaru. Bahkan sampai saat ini Some belum yakin untuk membacanya.

Ia menelan ludahnya pahit ketika sekali lagi mengelus surat dari rumah sakit itu. "Mungkinkah kabarnya kalau ia tidak dinyatakan kanker, atau penyakitnya masih belum ada kemajuan," ujar Some dalam hatinya. Kelas yang tiba - tiba riuh membuat gadis itu segera menyembunyikan surat tersebut di belakang meja.

"Some udah datang," ujar Dina menuju ke mejanya. Some memaksakan tersenyum ketika melihat Dina duduk di bangku sebelahnya.

"Iya gue datang lebih pagi, dan tadi di jalan menemukan Daniel pas ia jalan menuju sekolah," ujar Some mengalihkan pembicaraan Dina yang memerhatikan wajah masamnya. Ia yang sempat mau bertanya pun teringat pacarnya.

"Ada pacar gue dong tadi loe lihat," ujar Dina sambil cekikikan kenapa kalau membahas pacarnya Dina itu selalu ceria. Seolah cewek itu emang digodain sama cowoknya yang entah dimana itu.

"Iya kan dia tetangganya Daniel, ya ampun Din Leo ini bucin mulu," kesal Some sambil geleng - geleng kepala. Berbarengan dengan itu Cassie menghampiri bangkunya.

"Woy pada ngapain, ngegosip cowok baru ya?" ujar Cassie dengan penasaran. Ia lalu duduk di depan bangku Some agar kelihatan wajahnya.

"Enggak loe kali yang dapat pacar baru," elak Some sambil mengangkat bahu. Cassie menatap Some baik - baik, seolah mengintimidasi.

"Dengar pacar gue masih di peluk emaknya, belum siap nembak dia," celetuk Cassie sambil melirik Setyo yang baru datang. Dan cowok itu langsung menatapnya ingin tahu.

"Tapi tapi dengan hubungan loe Some gimana," ujar Dina ingin tahu terakhir mendengar kabar itu di kantin. Dan ia yakin Cassie juga ingin tahu.

"Gue masih belum punya keputusan atau suka sama pilihan papa, kemaren gue date sama cowok kalau nggak salah namanya Ando.

"Dia gimana memang kok kayaknya loe mulai buka hati," enteng Cassie yang langsung diberi jitakan sama Dina.

"Yah gue mulai membuka hati karenanya, gapapa gue coba dulu guys, meski begitulah," ujar Some ragu, kedua temannya langsung menenangkannya.

"Tenang Some kalau begini kita jadi tahu kalau pilihan - pilihan bokap loe adalah cowok baik - baik," ujar Cassie sambil menunjukan jempolnya.

"Thanks guys," kata Some terharu. Setelah itu Cassie kepikiran buat ikutan kegiatan OSIS yang sekarang lagi dikerjakan sama Some dan Dina.

"Tentang OSIS boleh dong gue kepo dikit, gimana kalian rencananya mau ngapain?" tanya Cassie nampak antusias. Dina dan Some sama - sama saling pandang, dan sepertinya satu pemikiran. Lagi pula semuanya sudah hampir selesai tinggal pemilihan saja.

"Kalau itu loe tinggal pilih saja pas pemilihan nanti Some atau Diner. Kita udah sepakat bikin semuanya," ujar Dina sambil menyenggol bahu Some merasa beruntung.

"Well katanya kelompok kalian masuk top 5 grup yang banyak digemari," ujar Cassie.

"Ya memang kegiatan kita agak beda dari yang lain," ujar Dina yang diangguki semangat oleh Some. Lalu mereka bertiga berpelukan.

"Pokoknya loe harus sukses terus Some," ujar Cassie ditengah pelukan serat mereka. Yang terhenti karena guru masuk kelas berbarengan dengan bel berdentang.

**

Setelah mendapat waktu untuk sendirian dari teman - temannya, Some memutuskan untuk menjauhi kelasnya. Pokoknya sampai keadaan tidak diketahui oleh teman sekelas, apalagi Dina dan Cassie. Saat ini sebenernya kelas masih berlangsung, sayangnya Some yang membutuhkan waktu itu berkata kalau kepalanya pusing dan ingin ke UKS. Andai saja ia bisa kabur dari jeratan guru Biologi sekalipun tugasnya sudah selesai.

Dari pada memilih UKS yang penuh dan mengingatkan Some pada hantu - hantu yang ada di sekolah. Gadis itu memutuskan berhenti di sebuah kelas, Some tahu ini kelas IPA 6. Tapi tempatnya yang rimbun membuat Some selalu betah diam di sana. Lebih tepatnya di depan kelas tersebut, sperti biasa bersandar pada tembok.

Ia melihat lagi surat yang ada di genggamannya. Surat dari rumah sakit mitra, ia lalu melorotkan tubuhnya ke lantai sekolah. Nampak lemas karena sekali lagi berhadapan dengan kenyataan.

Ketika surat itu dibuka, nampak menyebutkan hasil kalau keberadaan kanker di paru - parunya masih belum bisa diprediksi dan memungkinkan untuk melakukan operasi. Jelas air matanya kembali menetes, apakah tidak pernah ada yang sadar kalau operasi hanya membuatnya takut. Apalagi dalam keadaan seperti ini. Atau mungkin operasinya adalah awal dari kematiannya.

"Some!" seseorang memekik ketika air mata riu memenuhi relung kalbu Some. Ia menoleh pada sumber suara, lengkap sudah rasa kagetnya ketika melihat cowok tersebut.

Karena kahwatir, Dinner menunduk dan mensejajarkan kepalanya dengan Some. "Ada apa, apa seseorang membuat mu menangis?" tanyanya penuh perhatian. Bahkan disaat ini Some masih berpikir, jika Allah menyayanginya masih pantaskah orang mengharapkannya.

"Enggak aku lagi," ujar Some berusaha menahan air matanya. Namun yang ada ia malah semakin menjadi, karena tidak pernah menduga Dinner akan datang. Sedangkan kesedihannya tidak dapat dibendung lagi.

"Some, are you okay?" tanya Dinner sekali lagi. Ia lantas duduk di dekat gadis itu, sebenarnya tujuannya keluar kelas untuk mengangkat panggilan. Sayangnya kehadiran gadis yang satu ini membuatnya jadi tergoyah. --ditelpon papa Some.

"Aku merasa nggak baik hari ini Dinner, tapi aku nggak kenapa - napa," jawab Some lirih dengan susah payah melerai tangisnya.

"Kamu sedang sakit ya, pantas saja papa kamu nelpon aku tadi," ujar Dinner sambil menunjukan hpnya.

"Ngapain kamu nelpon papa bukannya perjodohan kita sudah selesai," elak Some ketika teringat papa. Dan jika saja papa tahu kalau saat ini ia sedang menangis, pasti kekhawatiran semakin menjadi.

"Emh ngak semudah itu menolak seseorang Some, apalagi orang itu sudah kita anggap keluarga setidaknya orang yang berarti di hidup kita," ujar Dinner agak sedikit ragu.

Dia memang terkadang berusaha Karas untuk menghindari panggilan dari papa Some. Namun ia tahu panggilan riu hanya berbahasa kantor tapi entah mengapa rasanya semakin sulit membedakan mana pekerjaan dan perjodohan. Atau apakah karena ia terlalu menyanggupi, atau karena om yang belum mendapatkan calonnya saja.

"Emh maafkan karena papa pernah meminta kamu untuk menyanggupi perjodohan ini, tapi tetap saja kita sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan," ujar Some.

"Aku nggak pernah merasa terbebani kok, itu juga salah ku sendiri. Dan selalu ingat Some, aku ini Dinner anak teman papa kamu, kita lumayan dekat lho," ujar Dinner dengan ceria.

"Benarkah apa kamu pernah main ke rumah?" tanya Some penasaran. Dinner mengangguk yakin.

"Bahkan papa kamu sering sekali main ke rumahku. Katanya bisnis di luar negeri," ujar Dinner meyakinkan kalau dia emang sedekat itu dengan keluarga Some. Lantas Some hanya tersenyum saja.

"makannya aku kepengen tahu alasan kamu sedih kayak gini, air matanya masih nempel lho," ujar Dinner memerhatikan wajah Some baik - baik. Hal yang membuat Some tersadar sedari tadi ia menunjukan kesedihan yang tidak diketahui oleh orang lain.

Some menghapus bekas - bekas itu, ia baru saat ternyata hanya dikerjai. Makannya ia dengan kesal menepuk seragam Diner yang lagi tersenyum kecil. "Apa aku terlihat seperti anak kecil?" tanyanya polos.

"Sedikit jarang banget anak SMA kelas dua masih nangis sesenggukan sendirian lagi," ujar Dinner.

Some tercekat untuk menjawab, "Hmm kamu nggak pernah tahu alasannya, itu lumayan menyedihkan," balas Some.

"Baiklah. Jadi alasannya apa, loe jangan sembunyikan semua itu nanti menangis lagi," ujar Dinner sambil melipat tangannya di dada. Jujur rasa penasarannya masih bersembahyang di dirinya, bukan perasaan karena menyukai Some. Lebih ke mungkin berteman adalah jalan keduanya saling mengenal.

"Karena hal biasa untuk seumuran kita Din," ujar Some lalu terkekeh.

Melihat lembaran kertas yang masih digenggam Some dengan rapat. Dinner mulai paham apa penyebabnya, dan meskipun hanya berupa lirikan. Namun isi surat itu benar membuatnya sedikit bergetar. Rongsen penyakit, dan penyakit ini lumayan sulit melihat kondisinya ada di paru - paru.

"Loe kenapa mau tahu sesuatu tentang kesehatan misal?" tanya Dinner basa - basi. Some melirik ke arah kelas Dinner yang sepi itu, entahlah ia juga tidak tahu bagaimana melanjutkan obrolan ini.

"Iya, apapun asal memang kebenaran untuk lebih sehat kan," jawab Some sendiri genit. Dinner terkekeh.

"Jangan diambil hati deh, jadi buat kesehatan nggak semua alasan sehat itu menguntungkan. Loe harus tetap bertahan," ujar Dinner dengan membingungkan menurut Some. Ia meremas suratnya erat - erat.

"Benarkah, apa karena loe tahu sesuatu," ujar Some intimidasi.

"Enggak. Gue ada kerjaan di kelas, hati - hati Some. Ingat ya jaga kesehatan dan kebahagian loe," ujar Dinner sambil berlari kecil meninggalkan Some.

Some tahu alasan untuk tetap tersenyum dan melanjutkan mimpinya..

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!