Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
Tok
Tokk
“Masuk”
“Pak ini berkas yang sudah saya siapakan untuk pertemuan hari ini” adinda menyodorkan berkas-berkas yang ada ditanganya
Gadis itu melihat sekeliling ruangan rey membuat pria itu mengerutkan keningnya dengan mata yang memincang “pasti dia mencari keberadaan zyan jangan harap adinda” bisiknya dalam hati
“Sayang kemari sebentar!” Ucapnya yang berhasil membuat adinda melihat kearahnya
Adinda mendekat membuat rey menarik tangan adinda lembut lalu mencium punggung gadis itu membuat adinda tersentak kaget dengan tubuh yang menegang karena perlakuan suaminya itu
Ceklek
Tommy melotot sempurna melihat pemandangan yang ada didepannya
Pria itu diam tak bergeming, “mati tamat riwat gue hari iniii” batinnya menangis
Adinda dengan cepat melepaskan tangannya dari gengaman rey, terlihat sangat jelas jika adinda saat ini gugup
“Pak maaf untuk pertemuan dengan para pimpinan akan dimulai 10menit lagi semua petinggi perusahaan sudah menunggu dibawah
“Baik tommy saya segera kesana,, sayaangg ayok” tommy melihat kearah adinda yang saat ini menunduk malu
Pria itu tersenyum karena rey sudah menunjukan hubungannya adinda secara terang-terangan
Saat ini mereka bertiga sampai diballroom dimana pertemuan diadakan, semua orang yang ada disana menunduk hormat melihat kedatangan boss mereka
“Selamat siang tuan rey” ucap semuanya serempak rey hanya sekali menganguk lalu duduk dikursi kebesarannya dengan wajah datar
Semua orang duduk ditempat masing-masing tidak ada yang memulai percakapan karena rey masih diam dan melihat kearah mereka satu persatu
“Baiklah selamat siang semuanya hari ini saya hanya ingin membahas tentang kemajuan perusahaan mahes,. Pertama-tama tidak bisa saya pungkiri jika saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada kalian semua atas kerja kerasnya.. mohon dipertahankan dan saya paling tidak suka jika ada pemimpin yang tidak becus dalam bekerja” jelasnya panjang lebar
Rey lalu berdiri dan melihat grafik dilayar tepat dihadapannya, ia mulai menjelaskan peningkatan pemasaran 1 tahun terakhir ini
“Baiklah apa ada pertanyaan?” Tanya tey membuat semua orang yang ada disana menggeleng serempak
Tommy memang akui jiwa kepemimpinan rey sangat kuat, begitu banyak pembisnis sukses bahkan yang sudah senior ingin bekerjasama dengan perusahaan bossnya itu
“Baiklah kalau tidak ada pertanyaan silakan kalian pergi ketempat masing-masing!” Usirnya tapi tetap tidak ada yang berani meninggalkan tempat itu
Rey pergi meninggalkan ballroom dengan diikuti oleh adinda dan juga tommy
Sepanjang perjalanan menuju ruangannya rey selalu melirik kearah adinda membuat tommy senyum-senyum sendiri melihat bossnya yang begitu bucin
Adinda dan tommy kembali keruangan masing-masing tapi tanpa disangka-sangka jika rey menguntit dibelakang adinda dan ikut masuk keruangan gadis itu
“Pak ada yang bisa saya bantu?” Tanya adinda melihat kearah rey, adinda dan rey sudah sepakat jika didalam perusahaan maka mereka tetaplah atasan dan bawahan dimana adinda akan tetap profesional jika dikantor
Rey tersenyum manis selalu saja pria itu menunjukan senyuman itu kepada adinda membuat gadis itu tidak bisa jika tidak membalas senyuman reykendra
“Sayang… apa zyan ada berbicara sesuatu tadi?”
“Hhmmm tidak” adinda menggeleng dan memang jika zyan tidak ada berbicara apapun padanya bahkan kepergian pria itu saja adinda tidak tahu
“Baguslah,, ayok kita pulang!” Ajaknya mengandeng tangan istrinya
“Aaahh reyy tapi pekerjaanku belum selesai” ucapnya dan rey hanya menaikan kedua bahunya seperti masabodo dengan apa yang adinda katakan
****
“Selamat pagi pak.. Ada yang bisa saya bantu?” arya yang dipanggil oleh zyan kini berdiri tepat dihadapan bossnya
Zyan menatap datar kearah arya yang begitu terlihat sangat sopan membuat zyan merasa sangat ingin memukul wajah pria berkacamata itu
“Arya,, bisakan kau urus surat undangan untuk pernikahanku dengan berlin, usahakan semua karyawan juga hadir dalam acara itu!!” zyan menyodorkan kartu undangan
Tidak ada foto prewedding didalamnya hanya tercantum nama zyan dan berlin saja membuat arya mengerutkan kedua alisnya
“Pakk.. kenapa tidak ada foto
“Tidak perlu aku sedang sibuk akhir-akhir ini kau tahu sendiri jika perusahaan sekarang tidak baik-baik saja karena perusahaan mahes menarik semua sahamnya. Aku tidak mau perut berlin semakin membesar dan tidak ada yang mau mengakui anak itu” ucapan zyan seperti menyindir membuat arya seketika melihat mata hitam milik bossnya
Arya hanya mengangguk lalu mengambil surat undangan untuk disebarkan
Berlin yang sedang berjalan dikoridor mendekati arya,, gadis itu begitu penasaran dengan apa yang dibawa oleh pria itu
“Arya kamu bawa apa?”
Arya yang mendengar suara berlin melihat kearah wanita itu lalu menaikan satu alisnya
“Ini?? Ini kartu undangan pernikahanmu dan zyan.. apa kau pura-pura tidak tahu,?? Berlin setelah kau menikah dengan zyan ingatlah tugasmu!!” Arya menepuk pipi berlin 2 kali menunjukan senyuman devilnya lalu pergi dari hadapan gadis itu
“Undangan pernikahan?? Apa maksudnya?” Ucapnya dengan berbisik
Berlin lalu menuju keruangan zyan, gadis itu membuka pintu ruangan sedikit kasar membuat zyan sedikit terkejut
“Zyaaann”
“Zyan apa yang kau berikan pada arya?” Tanya gadis itu mendekat kearah zyan
“Tentu saja kartu pernikahan kita sayang apa lagi?” Tanya balik pria itu
“Pernikahaan?? Kita belum foto prewedding selain itu kita belum fitting baju. Apa-apaan ini zyan?? Kita belum menyiapkan persiapan apapun??” Berlin mulai berteriak
Gadis itu tidak mengerti apa maksud kekasihnya ini, sudah hampir 1 minggu lamanya pria itu sangat sulit ia temui diluar kantor
Bahkan berlin sudah pulang kerumah zyan tapi para pelayan mengatakan jika zyan tidak ada dan sudah 1 minggu juga tidak pernah pulang kekediamannya
“Zyannn…. Jawab!!” Teriaknya membuat zyan menghentikan aktivitasnya
“Huuuhhhh berlin tenang sayang, aku sudah menyiapkan semuanya, masalah foto kita bisa berfoto saat upacara pernikahan selesai., aku ingin segera kita menikah sebelum kandunganmu membesar apa kata orang-orang nanti dan masalah aku tidak pernah pulang itu karena permintaan mama yang mengatakan jika kita tidak boleh bertemu saat malam katanya pamali untuk pengantin baru”
Penjelasan dari zyan membuat berlin sedikit menenang, mungkin apa yang dikatakan zyan ada benarnya juga
Ternya ia salah kira, zyan tetapnya mengutamakannya dan begitu mencintainya
“Sayang maaf..” berlin hendak memeluk zyan tapi zyan sedikit menghindar
“Berlin kita akan segera menikah, jangan menyentuhku dulu aku takut khilaf apalagi sesuai apa yang dikatakan mama kalau kita tidak boleh”
“Iya. Iya maaf kalau begitu aku balik kerja, love you sayang” berlin tersenyum manis
Gadis itu sedikit berlari menjauh dari hadapan zyan dan menuju pintu keluar
Setelah kepergian berlin zyan membuah berat nafasnya pria itu juga merasa sesak dan melonggarkan dasi yang ada dilehernya
“Tunggu saja waktu itu tiba berlin kau akan menyesal telah membohongi dan menghianatiku”
Happy reading💫💫💫