Pernikahan adalah pengikatan janji sakral yang dilaksanakan oleh dua orang yang saling mencintai. Tapi tidak dengan Aqila.
Aisyah Aqila adalah seorang gadis yang cantik, baik, pintar dan manja. Tetapi juga berani. Berumur 18 tahun dan baru lulus sma.
Aqila adalah salah satu murid terpintar dan bintang sekolah di sma nya dulu. Karena kepadaiannya, ia ingin sekali melanjutkan kuliah, tapi keadaan yang membuat nya mundur.
Hingga nasib buruk menimpanya.
Aqila harus menikah dengan orang yang tidak dia kenal dan bahkan orang yang ditakuti dikota itu.
umurnya pun jauh berbeda 10 tahun lebih tua darinya.
Hanya karena ayahnya tidak bisa membayar hutangnya yang bunganya sangat besar.
"Saya akan membebaskan hutang-hutang kamu Hendra, tapi dengan satu syarat," ucap Edwin menggantungkan kata-katanya yang terakhir.
"Kamu nikahan saya dengan gadis bodoh ini?" sambil menunjuk Aqila.
Aqila bingung, di satu sisi ia tidak ingin menikah dengan orang itu, tapi disisi lain keadaan yang membuatnya harus bilang iya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auriel zeta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 33 Clariska datang
"Hehehhe, makasih ya... kamu udah ngertiin aku. Oh ya, kamu mau cerita apa?" tanya Aqila.
"Jadi gini, gue tu lagi suka sama seseorang, tapi aku nggak punya nomer whatsappnya. Instagramnya pun baru aku follow. Aku dm juga nggak dibales sama dia, aku bingung banget,"
"Emang kamu pernah ketemu dia?"
"Pernah. Tapi ketemunya cuma sekali dan nggak sengaja."
"Dimana?" tanya Aqila semakin kepo.
"Disupermarket. Pas aku mau ngambil jajan kesukaan aku eh dia juga mau ngambil itu. Dan pertama aku lihat dia, aku ngerasa dia jodohku heheheh," Alisya curhat.
"Hehehe, terus kamu nggak sempet nanya nama atau alamatnya gitu,"
"Enggak, dia buru-buru banget sih. Makanya aku nyesel banget nggak nanya. Malah aku bengong lihat ketampanannnya," jawab Alisya yang lucu.
"Emang kek gimana sih orangnya, sampek kamu klepek-klepek," tanya Aqila.
"Pokok dia ganteng banget, idola semua cewek,"
"Lo punya fotonya nggak? Sumpah gue kepo banget hehehhe,"
"Yah, nggak punya... gue ngggak sempat foto in dia hehehhe..."
"Hais, tambah kepo banget gue. Dia udah tua atau masih seumuran kita? Tapi dia jomblo kan?" tanya Aqila.
"Em, seumuran sama kita kok. Tapi kalo jombo apa nggak gue nggak tahu heheh, kalo pun dia udah punya pacar, gue masih terus berjuang hehehhe. Kan baru pacar belom istri,"
Aqila menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Benar-benar udah dibutakan oleh cinta," ucap Aqila.
Mereka berdua tertawa.
Aqila dan Alisya sangat akrab, meskipun mereka baru beberapa hari kenal. Tapi dua-duanya sama- sama baik dan enak diajak ngobrol.
"Kita keluar yuk, shooping-shooping bareng," ajak Alisya.
"Duh gimana ya Lis, gue sebenernya pengen banget. Tapi, nggak boleh sama kakak lo,"
"Nggak papa, biar gue aja yang izin kak Edwin." ucap Alisya dan langsung menghubungi kakaknya.
Tut...
"Halo kak,"
"Ada apa?" tanya Edwin dari sebarang sana.
"Kak aku cuma mau minta izin,"
"Izin apa?"
"Aku sama Qila, eh maksudnya kak Aqila mau pergi jalan- jalan. Boleh nggak kak?" Alisya meminta izin kepada Edwin.
"Saya nggak akan mengizinkan kamu dan Aqila pergi." tegas Edwin dari telfon.
"Aqila masih sakit. Dia belom sembuh." tambahnya.
"Tapi kak..." belom selesai Alisya ngomong, Edwin sudah mematikan telfonnya.
Tut...Tut....
Edwin mematikan panggilan telfonnya.
"Halo kak, kak..." teriak Alisya. "Ih, malah dimatiin sama kak Edwin." umpatnya.
"Gimana Lis? Dibolehin?" tanya Aqila.
Alisya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Huft, apa aku bilang, nggak akan dibolehin sama om nggak punya hati itu," Aqila pun juga ikutan kesal dengan Edwin.
"Mending kita ngobrol-ngobrol aja, next time kita pergi bareng. Gimana?"
"Okeh. Gue lanjut lagi ya..."
Aqila dan Alisya melanjutkan ceritanya lagi.
.
.
.
Berbeda dengan Edwin yang masih dikantor.
Clariska mantan kekasih Edwin Sanjaya datang ke kantornya dan menghampiri Edwin.
Edwin pun terkejut dengan kedatangan Clariska.
"Selamat siang tuan Edwin terhormat," ucap Clariska dengan suara manja.
"Ada apa kamu kemari?" tanya Edwin dengan muka datar.
"Apa ada larangan buat saya untuk datang kesini tuan Edwin?" tanya Clariska. "Saya datang kesini hanya ingin mengajak kamu untuk makan siang diluar," ucapnya.
"Apa kamu sudah gila Clariska? Saya sudah punya Aqila."
"Ya... saya sudah gila karena kamu Edwin. Karena kamu sudah meninggalkan sama hanya demi gadis bodoh itu." kata Clariska.
"Kamu pergi dari sini. Saya masih banyak kerjaan." usir Edwin.
"Kenapa Edwin? Apa kamu takut kalo ketahuan sama gadis bodoh kamu itu? Hahaha, seorang gadis ingusan, bodoh bisa membuat seorang Edwin Sanjaya jadi seperti ini,"
"Saya minta kamu pergi dari sini Clariska!" teriak Edwin.
"Oke, saya akan pergi dari sini. Tapi ingat satu hal Edwin, saya akan membuat kamu menyesal karena sudah meninggalkan saya." ancam Clariksa lalu pergi dari ruangan Edwin.
"Kamu berani sekali Clariska mengancam saya, hahaha saya akan ikuti permainan kamu," ucapnya sendiri.
.
.
Setelah diusir dari ruangan Edwin, Clariska sangat emosi. Dia kemudian mengendarai mobilnya dan menuju rumah Edwin.
Cittt...
Suara rem mobil Clariska.
Clariska sampai dirumah Edwin Sanjaya.
ia langsung masuk kedalam.
Dia tahu kalo dijam-jam segini Papa Sanjaya dan Mama Merliana tidak dirumah dan hanya ada Alisya dengan para pembantu.
"Hey gadis bodoh, kamu keluar sekarang!" teriak Clariksa.
Aqila dan Alisya yang lagi mengobrol dikamar, mereka berdua takut.
"Siapa Lis?" tanya Aqila.
"Nggak tahu La, kita turun aja yuk. Gue takut banget," ajak Alisya.
Aqila pun men iyakan ajakan Alisya.
Mereka berdua turun dari kamar Edwin.
"Oo... jadi kamu lagi sembunyi dikamar gadis bodoh!"
"Siapa yang sembunyi tante?!" tanya Aqila yang tidak kalah emosi dengan Clariska.
"Berani sekali kamu membentak saya lagi gadis bodoh! Saya ingatkan sama kamu lagi, Edwin tidak akan pernah mencintai kamu. Karena dia hanya mencintai saya. Dan saya pastikan, saya akan merebut Edwin dari kamu!" ancam Clariska.
Bukannya malah takut, Aqila justru menantang Clariska.
"Kita lihat aja tante, dalam waktu satu bulan ini... siapa yang akan mengambil hatinya om Edwin. Aku atau tante!" tantang Aqila.
Clariska sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Dia mengambil gunting dari tasnya dan ingin menusuk Aqila. Tapi belom sempat Clariska menusuk Aqila, Aqila memegang dan memintir tangan Clariska sampai dia kesakitan.
"Auw sakit, lepas!" Clariska meronta-ronta.
"Apa masih ingin bermain dengan Qila tante?" ucapnya sambil menambah memintir tangan Clariska.
"Saya ingatkan sama tante, jangan pernah macem-macem dengan Qila. Tante pikir, Qila takut sama tante? Hahahah nggak sama sekali tante. Justru aku malah senang bermain-main dengan permainan tante." ancamnya.
"Lepas!" Clariska masih meronta-ronta kesakitan.
Akhirnya Aqila melepaskannya.
Alisya yang dari tadi hanya diam mematung dan melihat Aqila ribut dengan Clariska, ia amgkat bicara.
"Aku bersyukur banget kak Edwin nggak jadi nikah sama iblis seperti kakak! Ternyata kakak tidak lebih seperti iblis!" bnetak Alisya.
"Dan papa juga udah salah menilai kak Clariksa baik. hahahha," tambahnya.
"Diam kamu anak kecil! Ini bukan urusan kamu!" bentak Clariska dengan menunjuk Alisya.
"Mending kakak pergi dari sini, kakak nggak lupa kan dimana pintu keluarnya?" ucap Alisya dengan berani.
Clariska diam.
"Apa tante tuli?" sahut Aqila.
Tangan Clariska mengepal. Ia ingin sekali menonjok Aqila. Tapi dia sadar, dia akan berhadapan dengan Edwin.
Akhirnya Clariska memutuskan untuk pergi dari rumah Edwin.
"Urusan kita belom selesai gadis bodoh! Tunggu pembasalan saya!" umpatnya dan pergi meninggalkan Aqila dan Alsiya.
Sementara Edwin yang lagi ngecek cctv rumah dari handphone, terkejut melihat keberanian Aqila dan Alisya membantah Clariksa.
"Kamu hebat Qila," pujinya.
mampir juga di karya aku
mari saling mendukung 🤗
semangat terus Thor,mampir juga di karyaku
Ustadz Idolaku
terimakasih 🙏
salam manis dari " PERJUANGAN DALAM PERNIKAHAN "
jangan lupa mampir
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya 😉✨
salam dari _Pesona Pocong Cantik_🤗