NovelToon NovelToon
Cinta Tumbuh Di Medan Pertempuran

Cinta Tumbuh Di Medan Pertempuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: KSTARIA MALAM

Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.

Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.

Beberapa detik kemudian BOOM

Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.

"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.

Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.

"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.

mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERGI UNTUK SELAMANYA

selalu pertempuran besar semalam yang dilalui angga nayla dan anak-anaknya saat ini mereka semua masih terlalap dalam tidurnya tidak ada yang sarapan tidak ada yang olahraga mereka hanya tertidur bahkan matahari telah perlahan naik ke atas kepala mereka belum juga terbangun.

Saat ini waktu telah menunjukkan jam satu siang keluarga ananda telah tiba di mansion yas namun di hadapan mata mereka tidak ada satupun keluarga yas.

bibik jum perlahan mendekati Vito dan keluarganya "selamat datang tuan ananda dan nyonya" sapa bik jum

"terimakasih atas sambutannya" Vito membalas sambutannya bik jum

"silahkan duduk tuan dan semuanya" bik jum mempersilahkan keluarga ananda duduk.

mereka mengangguk sopan kepada bik jum dan lagsung duduk di sofa ruang keluarga.

"bibik kemana angga dan nayla kenapa tidak ada satupun yang terlihat?" Vito bertanya kepada bibik jum

"tuan, nyonya dan anak-anaknya masih tidur tuan Vito" bik jum membalas

"tuan saya permisi kebalang untuk membuat minuman" bik jum pamit

"silahkan bik" Vito mempersilahkan

bik jum mundur berjalan menuju dapur.

"papa rumahnya sangat besar" veli berkata kepada Vito

"jangan khawatir sayang nanti semuanya akan jadi milik kita" balas Vito tersenyum kepada veli.

setelah itu mereka semuanya tertawa licik karena ternyata tujuan mereka dari awal mendekati angga bukan karena masalah perusahaan namun karena mereka akan mengambil seluruh milik keluarga yas.

beberapa waktu berlalu bik jum sudah mengantarkan minuman "tuan dan nyonya ini minumannya" bik jum berkata

"terimakasih bik" balas Vito sopan

"Sama-sama tuan" bik jum menjawab

bik jum berjalan mundur meninggalkan keluarga ananda diruang keluarga.

beberapa waktu berlalu angga nayla dan anak-anaknya turun dari atas menuju ruang keluarga

"maaf Vit kau menunggu lama"angga berkata sopan kepada Vito

"tidak masalah kami pun baru sampai" jawab Vito kepada angga.

Mereka semuanya duduk kembali diruang keluarga mereka ngobrol dengan tenang.

"angga aku berterimakasih kepadamu kalau tidak ada keluarga mu pasti keluarga ku telah hancur karena Giovanni hiks hiks" Vito menangis kepada angga!

"tidak masalah Vit yang penting masalah sekarang sudah selesai" angga membalas sopan.

Naura istri Vito mendekati nayla memeluknya erat sesekali air matanya menetes

"semua sudah baik-baik saja nau" nayla menenangkan Naura.

"Giovanni sudah tidak ada lagi, semua sudah selesai jalani hidupmu dengan baik nau" nayla menenangkan Naura.

Namun, tiba-tiba Vito mengacungkan pistol ke kepala Angga. Angga sangat terkejut melihat tindakan Vito.

Di sisi lain, di tempat Nayla berada, Naura langsung mengarahkan moncong pistol ke dada Nayla. Seluruh anak-anak yang melihat kejadian itu pun ikut terkejut.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Angga dengan nada terkejut.

Vito dan Naura hanya tersenyum sinis menatap Angga dan Nayla.

"Selamat tinggal, Nara Pratama," ucap Veli dan Vela secara bersamaan.

Dor Dor

Dua peluru melesat cepat ke arah Nara. Namun, Raven berlari sekuat tenaga dan mendorong adiknya menjauh.

Dor Dor

Peluru itu justru menembus jantung Raven.

BYURR

Darah segar menyembur dari mulut raven, darah membasahi lantai mansion

"Tidak! Kak Raven!" teriak Nara.

Melihat Raven memuntahkan darah membuat suasana di ruangan itu berubah menjadi penuh duka.

"Kenapa kau melakukan ini, Vit? Apa salah keluargaku padamu?" tanya Angga dengan tatapan dingin.

"Semua ini sudah aku rencanakan, Angga Pratama," balas Vito dingin.

"Sudah kau rencanakan?" Angga terkejut

FLASHBACK ON-

Ternyata Vito dan Naura telah merencanakan semuanya sejak awal.

Mereka menyewa kelompok mafia the snake untuk menculik Veli, Giovanni menerima misi tersebut dan menjalankannya.

Beberapa hari kemudian, Vito sengaja datang menemui Angga, Pada hari yang sama, the snake menculik Veli, sementara Vito dan Naura berpura-pura meminta bantuan kepada Angga dan Nayla, Vito sudah yakin Angga tidak akan tinggal diam jika terjadi sesuatu pada keluarganya.

Dugaannya benar Saat Vela menelepon Vito, Angga dan Nayla langsung menuju SMP tempat Veli dan Vela berada.

Namun, ada satu hal yang berada di luar rencana mereka.

Orang yang berhasil menyelamatkan Veli ternyata adalah Nara.

Mereka menganggap Tuhan telah membantu rencana mereka dengan menjadikan Nara sebagai penyelamat Veli. Sejak saat itulah semuanya dimulai.

Akan tetapi, Vito dan Naura cukup terkejut karena The blood snake dan Giovanni justru hancur sepenuhnya.

Karena itulah keluarga Ananda datang dengan persiapan matang untuk membunuh Angga dan Nayla.

FLASHBACK OFF-

Angga dan Nayla terdiam. Mereka benar-benar terkejut mendengar pengakuan Vito, Tanpa memberi kesempatan sedikit pun, Angga langsung menangkap tangan Vito.

Krakk Krakk

Ia mematahkan tangan Vito Kemudian, Angga mengeluarkan karambitnya.

Srakk srakk

Dengan tatapan yang sangat dingin, Angga menebas leher Vito hingga kepalanya terpenggal Saat itu juga, Vito tewas.

Di sisi lain, Nayla bergerak sangat cepat. dia merebut pistol milik Naura.

Dor! Dor! Dor!

Nayla menghujani tubuh Naura dengan tembakan tanpa belas kasihan hingga wanita itu tewas mengenaskan.

"Papa! Mama!" teriak Veli dan Vela ketakutan melihat kedua orang tua mereka mati dengan cara yang begitu mengerikan.

Namun, Nara melangkah mendekati mereka dia mengeluarkan pistol dari saku celananya.

Dor! Dor! Dor!

Nara terus menembaki Veli dan Vela tanpa henti, bahkan setelah keduanya sudah tidak bernyawa.

Amarahnya benar-benar meledak karena Raven tertembak saat melindunginya.

Arka mengangkat tubuh Raven dan meletakkan kepalanya di atas pahanya.

"Sabar, Ven. Kami akan membawamu ke rumah sakit." arka berkata sedih, tanpa terasa Air mata Arka akhirnya jatuh.

"Kak jangan, biarkan aku pergi dengan tenang" ucap Raven dengan tubuh yang sudah dipenuhi darah.

Semua adiknya langsung mengerumuninya.

"Kak Raven, bertahan jangan tinggalin kami hiks... hiks..." tangis Aura.

Luna memeluk Raven erat "Kak... hiks... kak" isaknya tanpa mampu berkata-kata lagi.

"Kalau Kakak pergi, akan aku hancurkan dunia dan seisinya!" teriak Zayden.

"Ma... Pa... terima kasih sudah menjadi orangtua Raven saya sangat bersyukur menjadi anak kalian." kata raven

Mendengar itu, Angga dan Nayla segera menghampiri putra mereka.

"Jangan bicara lagi, Sayang. Kami akan membawamu ke rumah sakit," ucap Nayla diisak tangisnya.

"Ma biarkan Raven pergi dengan tenang" bisik Raven dengan sisa napasnya.

"Selamat tinggal semuanya jangan lupakan kalau aku pernah ada di hidup kalian" Raven berkat di sela napasnya.

Setelah mengucapkan kalimat itu, napas Raven perlahan terhenti dan Raven Pratama telah pergi untuk selamanya.

"Kak Raven hiks hiks" Kayla menangis sejadi-jadinya.

Tangisan keluarga Yas Pratama memenuhi ruangan, Bahkan Bik Jum dan seluruh Mafioso yang menyaksikan kejadian itu tanpa sadar ikut meneteskan air mata.

Berbeda dengan yang lain, Angga tidak menangis dIa hanya mengangkat tubuh Raven yang perlahan mulai dingin, lalu memeluknya dengan sangat erat.

"Maafkan Papa, Boy... maaf" mohon angga

Angga terus mengulang kalimat itu tanpa henti, seolah menghukum dirinya sendiri atas kepergian putranya.

Hari itu, Raven Pratama, putra kedua Angga dan Nayla, pergi untuk selamanya.

Bukan di medan pertempuran Bukan karena peluru musuh, Melainkan oleh peluru seseorang yang selama ini mereka anggap sebagai keluarga, yang pada akhirnya memilih mengkhianati Angga dan seluruh keluarganya.

yang bernyawa akan pergi, yang hidup akan mati yang tertinggal hanya tangis air mata

BERSAMBUNG...

1
Anonim
penjara terseram di dunia
Anonim
kenapa yak alurnya bisa seru begini🤭
Anonim
pengkhianat harus mati 😡
Anonim
suami istri benar' seram 😱
Anonim
lagu yang indah 😍
Anonim
jangan sampai angga tau kalau kayla ciuamb😍
Anonim
shiballl
Anonim
hamil dong😍
Anonim
seru nian alurnya
Anonim
benar-benar kacau cucu angga 🤭
Anonim
serem 😱
Anonim
Yoo🖐️
Anonim
bagaimana bisa yak ada orang sombong seperti Aidan 😄
Anonim
ihh bauk kok bisa nayla tidak memiliki nurani berkata seperti itu🥹
Anonim
kacau kacau dimanapun tikus tetap kotor ya 🤭
Anonim
bukan main kejamnya gadis cantikku 😄
silvira sahrasahti
bercanda lu ray
silvira sahrasahti
ya dak asik Raven pergi 🥹
silvira sahrasahti
nayla benar-benar psikopat ya
Anonim
liriknya begitu menyentuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!