NovelToon NovelToon
The Secret Girl

The Secret Girl

Status: tamat
Genre:Vampir / Thriller / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kanken

Takamiya Nia, wanita berusia 42 tahun yang bekerja di Perusahaan Fasde tiba-tiba meninggal dalam kondisi tidur di apartemennya tanpa diketahui oleh siapapun.

Begitu Nia terbangun, ia mendapati dirinya menjadi bayi sepasang kekasih di keluarga kerajaan sebagai pewaris tahta kerajaan berikutnya, Kerajaan Thijam.

Dengan pengetahuan ala otaku di masa lalunya dan beberapa pengalaman yang ia miliki bersama kedua orangtuanya, Nia memutuskan untuk memperoleh kesempatan kedua untuk menjalani hidup sesuai dengan keinginannya tanpa ada paksaan maupun umpatan yang memenuhi hati dan pikirannya.

Vol. 1: Arc 1 - 3 (Complete)

(Peringatan: Karya ini mengandung Dark Shoujo jadi siapkan mental kalian, oke?)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanken, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 32: Rumor Palsu

"Sialan! Kenapa... kenapa sosok itu menghalangi kita?!"

Di salah satu kamar penginapan para bangsawan atau lebih tepatnya kamar Edi, seorang pria yang mengacak-acak rambut high and tight coklatnya, sepasang mata coklat muda memperlihatkan kebencian, bahkan paras tampannya terlihat jengkel, ia mengepalkan kedua tangannya dengan kuat disaat semua orang sudah tidur ditengah malam, kecuali ketiga bawahannya; Louis, Steven dan Albert yang berlutut dihadapannya.

"Padahal tinggal sedikit lagi, kita bisa melenyapkan gadis itu."

Ada rasa putus asa didalam hatinya.

Ia yang berpikir kalau sebentar lagi gadis itu lenyap karena akan dijual di toko budak di kota lain yang jauh, memungkinkan ia bisa menjadi raja berikutnya bila putranya menjadi penerus tahta berikutnya, tanpa ada gadis itu disisinya.

"Maafkan kami, kami pikir semuanya berjalan lancar," salah seorang pria bertubuh kurus dengan wajah cekung menyeramkan, Louis, menunduk ke bawah dengan wajah bersalah.

Setahunya, ia berpikir kalau rencananya berhasil dengan menyerahkan urusan gadis itu pada petualang yang mereka sewa. Tapi, hal tersebut tidak berjalan lancar sesuai keinginan mereka.

Sosok itu, Blood Queen menggagalkan rencana mereka membuat mereka tidak paham bagaimana bisa sosok kuat yang tidak memiliki kelemahan bisa mengganggu rencana mereka.

"Tapi, ini aneh," sela Steven, pria bertubuh gemuk dengan wajah bulat yang memikirkan ada yang aneh. "Bagaimana bisa sosok terkuat melindungi Alice? Bukankah tujuannya dengan kita sama? Sama-sama memburu gadis itu?"

"Kurasa kau benar," menanggapi pertanyaan Steven, Albert—pria kekar dan berotot juga merasa ada yang janggal. "Mungkinkah sosok itu merupakan temannya?"

Ketiganya berpikir dalam diam.

Menurut mereka, seharusnya Blood Queen tidak mengganggu mereka karena urusan mereka dengannya sama yaitu melenyapkan gadis itu.

Tapi, apa yang membuat mereka bingung adalah mengapa Blood Queen menghalangi rencana mereka? Ini sama sekali tidak masuk akal.

"Cukup!" Semua orang terdiam begitu mendengar amarah dari pria itu, menegaskan pada mereka kalau itu percuma saja untuk memahami sosok Blood Queen.

"Jika kita tidak lakukan sesuatu, kita bisa terancam."

Apa yang dikatakan olehnya ada benarnya.

Jika mereka tidak segera melakukan sesuatu pada gadis itu, ia akan berusia 18 tahun yang kemungkinan besar akan diberikan tahta kerajaan berikutnya sebagai ratu berikutnya di masa depan untuk memimpin Kerajaan Thijam.

Bila itu terjadi, impiannya tidak hanya gagal. Ia juga tidak bisa membuat putranya bahagia dengan orang yang dicintainya, Alice, membuatnya sedih sebagai ayahnya yang tidak bisa melakukan apapun demi kebahagiaan putranya.

"Tuan, aku memiliki ide."

"Ide?"

"Ya."

Steven mendekatinya. Ia memiliki senyum licik di wajahnya yang menyeramkan—berbisik padanya, membuat pria itu yang mendengarnya menyukai idenya yang tidak terlalu buruk.

"Bagaimana, Tuan?"

"Ya, cukup bagus."

Ada kepuasan di wajahnya saat membayangkan ide tersebut berjalan sesuai rencana.

Tak hanya orang-orang di kalangan bangsawan, ada juga orang-orang di kalangan penduduk akan mempercayai apa yang terjadi nanti. Dengan begitu, ini bisa menjadi kesempatan awal untuk putranya, Ken, untuk bisa maju melamar Alice, bukan sebagai ksatrianya melainkan sebagai pangerannya.

•••••

Beberapa hari kemudian.

Alice yang ditemani oleh Annastasia di sisinya, ia dikawal oleh dua ksatria yang ada di kedua sisi kiri dan kanannya sebagai antisipasi atas apa yang terjadi padanya sebelumnya.

"Hei, apakah rumor itu benar?"

"Yang benar saja? Alice-sama akan bertunangan dengan Ken-sama."

"Sssttt... kecilkan suaramu... nanti dia dengar...."

"Aku dengar kalian," dibalik senyum ramah yang diperlihatkan di wajahnya, ada rasa jengkel saat ia mendengar pembicaraan yang terjadi diantara para penduduk mengenai rumor yang tidak jelas darimana asalnya.

"Alice-sama, haruskah kami membungkam mereka?"

"Tidak perlu."

Tetap mempertahankan senyum tulus di wajahnya, menurutnya, mana mungkin membungkam mereka hanya karena rumor yang beredar merupakan rumor palsu.

Bila ia melakukan pembungkaman pada orang-orang di kota, orang-orang akan berpikir kalau rumor itu ada benarnya. Mereka akan mulai membayangkan kalau dirinya menjadi istri dari Ken, memungkinkan mereka akan sulit untuk mendekatinya sejak ia menjadi istri dari pria itu.

"Ah, benar."

Ia yang tiba-tiba berhenti menatap ke para penduduk yang melihat ke arahnya.

"Bisakah aku tahu darimana rumor itu berasal?"

"Rumor?"

"Ah, maksud anda tentang anda bertunangan dengan Ken-sama?"

"Ya."

Para penduduk saling bertukar pandang lalu menatap ke arahnya dengan wajah bingung, mereka juga tidak tahu-menahu tentang ini.

"Kami tidak tahu siapa yang menyebarkan rumor ini, tapi yang jelas kami hanya tahu dari orang-orang di sekitar kami tentang hal tersebut."

"Begitu ya."

"Ini merepotkan," keluhnya dibalik senyum ramah yang diperlihatkan pada mereka, kejengkelan terlihat didalam topeng wajahnya.

Menurutnya, menghilangkan rumor buruk tidak bisa dilakukan secara paksa melainkan membiarkan hal tersebut berlalu layaknya air. Hanya saja ia khawatir bila orang lain menambah rumor lain, besar kemungkinan tidak hanya rumor sekarang melainkan rumor tersebut akan lebih parah, misalnya...

"Alice-sama telah melakukan hubungan intim dengan Ken-sama?"

"Mereka bahkan bertukar cincin saat bertunangan?"

Sesuatu seperti itu yang ditakutkan olehnya bila benar-benar terjadi.

"Anda baik-baik saja, Alice-sama?"

Angguknya pada pertanyaan dari Anna, yang menatapnya dengan sorot mata khawatir dibalik wajah tanpa emosinya.

Didalam istana, Gerald yang sempat terhenti sejenak melihat beberapa maid yang berkumpul untuk membicarakan sesuatu diantara mereka, mendekati mereka tanpa sepengetahuan mereka untuk menguping pembicaraan mereka.

"Alice-sama benar-benar sudah berubah ya."

"Ya. Dia jatuh cinta dengan Ken-sama."

"Seperti yang kuduga dari Alice-sama, ia pantas untuk pemuda seperti Ken-sama."

"Ken?" Ada rasa bingung diwajahnya saat mendengar percakapan mereka.

Ia yang berjalan sebelum mereka menyadari kalau dirinya menguping pembicaraan mereka, ia bersandar di dinding selagi menyilang lengannya dengan wajah serius, mata sipitnya tetap tertutup rapat.

"Ini akan merepotkan."

Tahu kalau masalah ini lebih rumit, ada kemungkinan ini semua dilakukan oleh pria itu melalui ketiga bawahannya untuk menyebarkan rumor palsu tentang gadis itu yang bertunangan dengan putranya.

Padahal kenyataannya, gadis itu tidak melakukan tunangan sama sekali. Ia selalu sibuk melakukan aktivitasnya sebagai ratu berikutnya di masa depan—selalu melatih fisik di pagi hari, melatih sihir, serta mempelajari etiket bangsawan, semuanya dilakukan olehnya tanpa memikirkan hal-hal romantis.

"Apa yang kau inginkan kali ini, Edi-sama?"

Ia melanjutkan langkahnya, penasaran mengapa pria itu bersikeras untuk mendapatkan tahta berikutnya untuk putranya, bukan untuk gadis itu.

•••••

Alice POV

Menjengkelkan.

Kenapa mereka semua berpikir kalau aku akan bertunangan dengan Ken?! Memangnya mereka pikir ini adalah cerita romantis?!

Ya ampun.

"Alice-sama, anda baik-baik saja?"

Ah, sepertinya aku memperlihatkan emosiku pada Anna yang menemaniku hingga ke kamarku.

"Entahlah. Aku hanya jengkel pada seseorang yang menyebarkan rumor buruk tentangku."

"Ya, aku setuju. Mana mungkin orang seperti anda memiliki hubungan romantis dengan Ken-sama, kan?"

Anna, apa yang kamu pikirkan tentangku? Apakah aku tidak cocok untuk memikirkan hubungan romantis meskipun aku adalah gadis berusia 15 tahun?

Yah, lupakan saja.

Yang menjadi masalah adalah rumor itu.

Jika aku tetap diam, orang yang menyebarkan rumor akan bertindak lebih jauh lagi yang dapat membuat semua orang gempar dengan rumor baru yang lebih menghebohkan dari siapapun.

Rumor ya.

"Anda sepertinya dapat ide ya, Alice-sama."

"Ya, kira-kira begitu."

Jika mereka bermain dengan rumor, aku juga akan bermain dengan rumor baru yang akan ku siapkan.

•••••

Ditengah malam, cuaca cerah yang memperlihatkan bulan sabit dan bintang di langit-langit membuat kegelapan di malam hari tidak gelap karena cahaya rembulan yang menyinari Ibukota Thijam.

Di salah satu gang kecil, segerombolan bandit sedang menghitung seberapa banyak kios yang bisa mereka rampok tanpa ada siapapun karena jalanan sangat sunyi.

"Boss, semuanya ada 8 toko. Mana yang harus kita mulai rampok?"

"Aksesoris. Itu adalah barang mahal."

"Baik."

Mereka bergerak dibalik bayang-bayang—siap untuk melakukan rencana mereka seperti rencana awal dengan mengambil semua yang dimiliki oleh kios tersebut lalu mereka jual di kota lain dengan keuntungan besar.

Dengan begitu, orang-orang takkan curiga pada mereka sebagai perampok melainkan sebagai pedagang.

Disaat boss mereka membobol kaca etalase setelah ketiga bawahannya melepaskan terpal yang mengikat masing-masing etalase dengan tali, para bawahannya segera memasukkan banyak aksesoris kedalam karung kain berwarna coklat.

Empat diantara mereka mengawasi area sekitar untuk mengamankan lokasi.

Jikalau ada orang lain, mereka tidak segan untuk melenyapkan saksi mata supaya mereka tidak ditangkap maupun dipenjarakan.

Setelah mereka selesai merampok habis seluruh aksesoris dari kios aksesoris dengan membobol kaca etalase mereka, mereka menatap ke pemimpin mereka, pria bertubuh gemuk yang kekar dan gagah hanya dengan singlet abu-abu, dan celana panjang abu-abu serta sepatu hitam.

"Boss, berikutnya apa?"

"Toserba."

Ketiga bawahannya mengangguk, mereka segera melepaskan tali yang mengikat terpal yang menutupi etalase kaca, membuka paksa bilik kayu yang menutupi toko dengan menyerahkan sisanya pada pemimpin mereka.

Pria gemuk kekar dan gagah melompat memasuki toserba melalui bilik kayu yang dibobol paksa, melihat-lihat isi didalamnya.

Didalam toserba, ia melihat banyak barang dagangan yang bisa dijual, mulai dari; material monster seperti taring, tanduk, bulu, kulit, dan cakar, semuanya bisa dijual namun dengan harga murah. Sedangkan untuk ramuan, ia tidak mungkin terjual murah karena banyak konsumen yang memerlukannya, memungkinkan harga tersebut bisa naik jika dijual di tempat yang belum ada yang menjual ramuan tersebut.

"Kalian berdua, masuk. Ambil banyak ramuan itu."

"Baik."

Pria kurus dan gemuk memasuki toserba melalui pintu yang dibuka oleh pemimpin mereka, mereka mulai memasukkan ramuan ke dalam kantong kain hitam berukuran kecil karena jika mereka menggunakan kantong kain besar maka ramuan tersebut pecah dan ramuan akan basah.

Selesai merampas ramuan di toserba, mereka keluar dengan kantong kain yang sudah diamankan oleh salah satu pria yang menjaga barang-barang tersebut dengan kereta kuda pengangkut barang.

"Berikutnya apa, Boss?"

"Berikutnya adalah–"

"Sepertinya kalian sedang bersenang-senang ya."

Sebelum dapat menyelesaikan kata-katanya, suara asing mengganggu perkataan pemimpin mereka membuat pemimpin mereka, pria bertubuh gemuk yang kekar dan gagah jengkel, menatap tajam ke sumber suara yang berada di salah satu atap bangunan para penduduk kota.

"Bolehkah aku ikut?"

"Siapa kau? Apa yang kau inginkan dari kami?"

Wanita berkulit putih pucat hanya terkekeh, gaun gothic lolita perpaduan antara merah gelap dan hitam terhembus angin, dengan rambut long layer berwarna merah gelap yang membuatnya terlihat lebih cantik saat rembulan menyinari penampilannya, lebih mirip seperti wanita yang diimpikan oleh pria manapun.

Wanita itu turun dari ketinggian, berjalan mendekati mereka tanpa takut sedikitpun, tetap tersenyum pada mereka.

"Boss, ini gawat!"

"Habisi dia!"

"Baik."

Ketiga bawahannya mengambil senjata mereka.

Pria kurus membawa tombak berniat untuk menusukkan jantung wanita itu, tapi wanita itu menghindari serangannya. Pria gemuk membawa dua knuckle dengan claw di masing-masing jari di knuckle tersebut berniat untuk mengoyak kecantikan wanita di depannya, tapi wanita itu dengan mudahnya menghindari serangannya tanpa kesulitan sama sekali.

Berikutnya, pria gagah membawa kedua pedang berwarna hitam—berlari mendekatinya, mengayunkan pedang untuk menebasnya berkali-kali. Namun, sekali lagi wanita itu menghindarinya tanpa kesulitan.

"Kenapa kalian menyerang aku? Padahal aku kemari ingin ikut merampok bersama kalian."

"Ikut? Jangan bercanda!"

Wanita berambut long layer merah gelap menghindari lemparan dari pria gemuk yang kekar dan gagah mengetahui kalau itu adalah ramuan yang dapat melukainya meskipun tidak bisa sepenuhnya menyakitinya.

"Tsk..."

Kejengkelan terlihat jelas di raut wajah pemimpin mereka.

Ia tidak paham siapa wanita didepan mereka. Apakah ia musuh atau bukan, itu benar-benar membingungkannya.

Apalagi instingnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres dari wanita yang berjalan mendekatinya, tapi tidak tahu apa yang tidak beres dari wanita itu padanya, membuatnya semakin frustasi.

"Hyaaa!"

"Menyingkir, Hama!"

Tepat dengan kata-kata wanita berambut long layer merah gelap, kepala pria kurus dengan tombak terpenggal, kedua tangan dari pria gagah dengan pedang terputus, dan kedua kaki dari pria gemuk terputus membuat pria gemuk itu tersungkur ke permukaan.

"Sakit... sakit sekali....."

Kedua pria itu menjerit kesakitan. Saking sakitnya, mereka berguling-guling dengan wajah frustasi saat merasakan darah mengalir dari tempat yang memotong tubuh mereka.

"Mustahil...."

Ekspresi pemimpin itu pucat, tubuhnya gemetar ketakutan saat melihat wanita di depannya dengan mudah membuat ketiga bawahannya tak berdaya, dengan salah satunya yang mati dengan kepala terpenggal.

"Apa yang kau lakukan? Bagaimana bisa kau..."

Wanita itu tetap menampilkan senyum, matanya tertutup rapat selagi wajahnya mengarah pada pemimpin mereka.

"Aku tidak melakukan apa-apa pada mereka."

Saat rembulan yang menyinari kegelapan dengan langit-langit dipenuhi bintang tertutup awan, mata crimson bersinar diantara kegelapan diikuti dengan senyum lebar—menampilkan kekejamannya.

"Kalian yang memulainya dari awal, bukan aku."

"Ahh...."

Seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak, instingnya mengatakan ingin lari namun rasa takut memenuhi tubuhnya—membuatnya diam membeku di tempat dengan wajah pucat, gemetar ketakutan melihat sosok yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

"Hentikan... jangan mendekat..."

Saat wanita itu mendekati pemimpin mereka, kedua pria itu terbunuh dalam sekejap dengan jantung mereka yang berlubang dalam ekspresi ketakutan.

"Mana rasa percaya dirimu sebelumnya, Manusia?"

Saat wanita itu sangat dekat dengannya, ia menjambak rambut pria gemuk yang kekar dan gagah, mengangkatnya dari jatuh duduk karena ketakutannya untuk setinggi dengannya.

"Bukankah kamu sebelumnya yang memulai? Kenapa kamu sekarang takut?"

"I-Itu karena... A-Aku...."

Tiba-tiba kepala pria itu terpenggal, tubuhnya jatuh ke permukaan dengan darah muncrat dari lehernya yang terpotong, sedangkan kepalanya gelinding dengan wajah takut.

"Terimakasih banyak telah memberitahu."

Saat cahaya rembulan mulai terlihat, tidak ada sosok wanita itu beserta dengan jasad dari perampok seolah-olah keberadaan mereka hanyalah ilusi, sedangkan barang-barang yang dijarah telah dimasukkan kembali ke dalam kios yang mereka curi.

•••••

Di pagi hari yang cerah, semua orang berkumpul di pusat ibukota. Wajah mereka pucat melihat perampok dalam kondisi tragis matinya, ada beberapa coretan di dinding yang memberitahu pada mereka.

"Jika kalian berbuat kejahatan, aku akan memburu kalian."

"Siapapun yang berani menyentuh mangsaku maupun menyebarkan rumor buruk, aku akan memburu kalian saat kalian lengah."

Kata-kata itu terdengar seperti ancaman namun entah kenapa bulu kuduk mereka berdiri, ketakutan saat merasakan ancaman itu tidak main-main.

Apalagi ada nama yang sengaja ditinggalkan yang tidak lain adalah orang yang membunuh grup petualang sebelumnya, Blood Queen.

•••••

"Ada apa, Gerald?"

"Tidak ada."

Didalam ruangan pribadi raja, Gerald yang sedari tadi diam sejak pagi hingga siang hari, ia tidak mendengar rumor buruk lagi tentang Alice yang bertunangan dengan Ken.

"Mungkinkah rumor buruk palsu itu sudah mereda? Ataukah seseorang menekannya?"

Apapun itu, menurutnya, itu adalah hal bagus.

Dengan begitu, pria itu tidak bisa melakukan apapun untuk menyebarkan rumor melebihi apa yang dilakukannya saat ini, memberitahu mereka kalau gadis itu bertunangan dengan putranya, tapi kali ini semuanya tidak bisa dilakukan lebih jauh, ia sudah ditekan tanpa bisa melangkah lebih jauh.

Didalam ruangan pribadinya, seorang pria yang memiliki rambut high and tight berwarna coklat, sepasang mata berwarna coklat muda, memiliki paras tampan memukul meja dengan wajah frustasi, tidak menyangka kalau rencana mereka digagalkan lagi oleh sosok Blood Queen.

"Sial. Siapa Blood Queen itu?!"

Ia bertanya-tanya siapa sosok itu yang ingin melindungi mangsanya dari mereka.

Apakah ia ingin melenyapkannya seorang diri? Ataukah ia ingin bermain-main dengan orang lain yang berniat mengganggunya untuk memburunya?

Apapun itu, ia benar-benar kehabisan ide.

Ia yang berpikir dengan cara ini akan bekerja justru malah membuahkan hasil kegagalan karena orang-orang yang ketiga bawahannya suruh dibungkam paksa oleh pesan ancaman Blood Queen, takut kalau mereka jadi target berikutnya.

^^^To be continued...^^^

1
Enjel
seru novelnya
Kanken0: Terimakasih telah berkunjung dan ikuti cerita ini.

Semoga betah sampai akhir closure nanti :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!