Masa kecilnya yang penuh dengan hinaan dan penindasan, membuat Zhu Yuan Zeng, atau yang biasa dipanggil Zhu Yuan, bertekad untuk menjadi kuat, demi untuk membalas dendam, serta membungkam mulut orang orang yang selalu menghina juga menindasnya.
Berbekal keberanian juga tekad yang kuat, Dia memutuskan untuk masuk ke dalam Hutan Larangan, dan mencari kehidupan baru disana, sambil mencari keberuntungan, dan berguru pada orang tua yang selalu menemuinya.
Tapi Dia tidak tahu, bahwa keputusannya itu adalah langkah yang paling tepat, karena masa depan yang penuh dengan kemulian sedang menanti untuk dia gapai.
Dengan kekuatannya, Dia membasmi kejahatan dan menebar kebaikan. Penguasa yang zalim akan Ia tumpas. Kesombongan bakal Dia ratakan. dan Dinasti baru telah menantinya disana.
Lalu, apakah Dia akan berhasil dan membuktikan kata katanya? Ikuti kisah petualangan dan perjuangannya dalam kisah" Penakluk Dewa Naga "dan ikuti keseruannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Bersaing dengan Raja
"Apa tidak salah? Belati seperti itu ditawar dengan harga 200 juta. Apakah pemilik rumah lelang akan mengabulkannya?" bisik bisik peserta lainnya, dan mereka jelas tidak berani untuk berkomentar kuat kuat, karena yang akan mereka hadapi adalah seorang putra mahkota, penguasa di wilayah itu, yang didukung oleh dinasti yang sekarang berkuasa pula.
Menghadapi polemik itu, Zhou Xiang, sebagai pemandu acara tidak berani memutuskan. Lalu menoleh ke arah lain.
Setelah mendapatkan kode tidak setuju, dia langsung berkata. " Karena yang mulia Putra Mahkota hanya menawar 100 juta, maka dengan berat hati rumah lelang tidak bersedia mengabulkannya. dan mohon kepada penawar lain untuk segera melakukan pembayaran!" ucapnya terkesan mengadu domba.
Tapi sebenarnya hatinya sangat girang, karena pundi pundi emasnya semakin bertambah, dan perjuangan untuk membebaskan negeri ini semakin terbentang di depan mata.
Tapi belum juga rencana itu terlaksana, dari kubu putra mahkota, terdengar sebuah suara berat. Itu adalah suara yang mulia raja. "Patriak Zi! Apakah kau ingin bersaing dengan anakku?"
"Oh, tuan Raja! Dalam pelelangan, siapapun boleh menawar. yang punya uang lebih, boleh menawar sesuka hatinya. Mohon yang mulia mengalah untuk keluarga kami, karena anakku juga membutuhkan senjata itu" sahutnya tidak kenal takut.
"Kurang ajar! Aku tawar 2 miliar!" Secara mengejutkan, ucapan yang tidak masuk akal itu pun terlontar dari mulut Sang Raja, karena didorong oleh emosinya, sebab keberadaannya sudah mulai ada yang berani melawan.
Biasanya, saat Raja ataupun keluarganya menawar, tidak ada satupun yang berani membantah. Mereka akan tetap mengalah walaupun sangat membutuhkan barang tersebut. Tapi kali ini lain. ucapannya langsung dibantah, entah apa maksudnya?
"Hahahaha! apa anda bercanda yang mulia. Barang langka seperti itu cuma dihargai dengan 2 milyar saja. Bagaimana kalau aku tawar 10 milyar, apa anda akan melawannya?"
Sambil berkata begitu, tangannya dikibaskan menuju ke pisau yang sedang berhenti di udara itu. Tiba tiba pisau yang awalnya terlihat satu, sekarang telah menjadi 100. Itu adalah bentuk asli dari pisau tersebut.
Zhou Zi Yan mengetahui rahasia itu, karena keluarganya juga memiliki barang tersebut. Oleh karena itu Dia sengaja memprovokasi Raja yang sedang berkuasa, karena Dia ingin menguras harta bendanya.
Sekarang Dia baru tahu, bahwa pemimpin tertingginya ada di gedung itu, dimana saat pemilik rumah lelang melirik ke arah lain, di saat itulah dadanya kembali bergetar, dan Totem yang ada di sana langsung membara.
Zhou Zi Yan menyadari, bahwa pemimpin tertingginya sedang membutuhkan uang, untuk membebaskan negeri Ini dari penjajahan. Oleh sebab itu dia berani melawan Sang Raja, yang terkenal arogan dan tinggi hati tersebut.
Zhu Yuan yang melihat aksi patriak klan itu hanya tersenyum saja, dan memberi kode untuk terus mempermainkan Raja.
Akhirnya provokasi tersebut berhasil, Sang Raja menawar belati tersebut dengan harga gila gilaan, yaitu 20 milyar. Apalagi setelah melihat kelebihan belati itu, dan langsung saja menawar dengan harga tertinggi.
Akhirnya apa yang anaknya inginkan berhasil ia dapatkan, walau dengan hati yang terasa sakit, dan suatu hari nanti akan membalas dendam pada patriak itu.
"Barang ketiga yang akan kami lelang adalah, artefak tingkat suci, berupa senjata pedang, yang cocok digunakan oleh kultivator yang mendalami jalan pedang , Harga awal adalah 5 juta koin emas. dan hanya bisa dinaikkan paling rendah 500 ribu. Silakan kembali lakukan penawaran" ucapnya memulai provokasi.
"Tujuh juta!" teriak salah seorang peserta yang sedang mencari barang itu, dan dia sangat terkejut apa yang dicarinya ada di depan mata, dan harganya pun cukup murah. hanya lima juta saja. Setahunnya artefak seperti itu jika ada, harganya sangat tinggi, tapi ini cuma lima juta, apa tidak gila itu? pikirnya.
"Hahaha! Kau hanya menawar tujuh juta Li Wang? Bagaimana kalau aku tawar 10 juta! Sanggup kau mengunggulinya?" tantang yang lainnya.
Dia sudah dihubungi oleh wakil Panglima, yaitu kepala keluarga tersembunyi melalui persepsi jiwanya. yang mengatakan bahwa pemimpin tertinggi mereka ada di gedung itu, dan saat ini sedang mengumpulkan uang untuk melanjutkan perjuangan leluhurnya.
Sontak saja dia terkejut, karena saat mau masuk tadi. Dia dan tiga orang rekannya yang memiliki tanda serupa tiba tiba totem itu bergetar, dan terasa panas di dada.
Setelah diberitahu mereka jadi yakin, dan bertekad untuk membantu pemimpin tertinggi mereka, dan saat ini dia sedang mempermainkan peserta yang menawar dengan harga yang menurutnya masih rendah. Maka dia menawarkan dengan harga sedikit lebih tinggi, yaitu 10 juta.
Sontak saja orang tersebut jadi marah dan terpancing emosi. Lalu tanpa pikir panjang lagi langsung menawarkan harga yang jauh lebih tinggi, yaitu 20 juta.
Tapi provokator tersebut masih belum puas, targetnya adalah 50 juta.
"Lima puluh juta, pedang itu jadi milikku!" dari ruang VIP lain terdengar suara yang berwibawa. Dia adalah ketua sekte yang berada di ranah Pertapa Suci tingkat 5.
Begitu mendengar tawaran yang tinggi tersebut, semua orang pun langsung terdiam, termasuk raja dan putra mahkotanya. Lagi pula mereka tidak berminat dengan pedang tersebut, karena basic mereka bukanlah mendalami jalan pedang, tapi teknik pukulan jarak jauh. Menurut mereka itu sangat efektif, untuk meminimalisir kejadian terluka saat terjadi bentrokan.
Akhirnya pedang tingkat suci itu terjual dengan harga 50 juta koin emas, dan itu sudah mutlak menjadi milik ketua sekte tersebut, dan tidak ada yang berani membantahnya, karena kultivasinya tergolong tinggi.
"Barang terakhir yang akan kami lelang di tahap pertama ini adalah artefak langka, berupa pedang tingkat dewa. Harga awal yang ditawarkan adalah 100 juta, dan tawaran selanjutnya tidak boleh kurang dari 1 juta" ucap Zhou Xiang mengakhiri penawarannya.
"Pedang tingkat dewa? bagaimana bisa? Dari mana rumah lelang ini mendapatkannya. Apakah dari reruntuhan kuno atau dari dunia tersembunyi lainnya?"
Kasak kusuk pembicaraan orang orang pun terdengar. Mereka merasa heran, entah mengapa kali ini rumah lelang suasananya lain?
Biasanya barang yang ditawarkan paling tinggi hanya tingkat langit, tidak ada yang tingkat misteri, apalagi tingkat dewa. tapi kali ini lain, artefak yang ditawarkan tidak ada yang rendah, semuanya berada di tingkat tinggi.
Ini merupakan fenomena yang baru muncul di rumah lelang tersebut. Ternyata apa yang dilaporkan oleh orang orang di pasar juga klan klan besar itu benar. Rumah lelang Zi Wen memang luar biasa.
Maka berduyun duyun lah orang datang, dan saat ini sudah berada di tahap 1 barang terakhir, yaitu pedang tingkat dewa, yang ditawarkan dengan harga sebesar 100 juta.
Tentu saja harga yang tergolong murah tersebut, memicu minat peserta yang ada, dan semua pun berlomba lomba untuk mendapatkan artefak tingkat dewa tersebut, walau harus menaikkan harganya, yang jauh tinggi dari penawaran awal.