💸Sugar Mommy Online💸
Lulus kuliah jadi pengangguran, sampai umur 28 tahun pun masih nganggur, nikah gak ada calon, kerja di perusahaan gak ada koneksi, bikin usaha sendiri gak ada modal. Langganan Melolo, tontonan dracin dapat cuan receh yang bermimpi jadi istri CEO tampan dan media sosial-- tempat live nya gege-oppa-phi-akang tampan yang bermodalkan tap-tap layar dan spam komentar.
Itulah Lusi, atau gadis melar yang olahraga cuma niat dalam hati--- yang bernama asli Zhu Lusi Arsana. Anak yatim-piatu blasteran Cindo.
Hingga entah dia beruntung atau memang sudah takdir nya, sesuatu mengubahnya~
***
Mohon jangan hanya sekedar mampir, bacalah sampai tuntas agar penulis juga bisa menyelesaikan cerita sampai tuntas 🥹🤧
***
Jika alur sedikit menyimpang dari judul dan sinopsis maka mohon maaf 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Miliyer
Bergetar~
Getaran ponselnya tiba-tiba membangunkan Lusi dari rasa tidak nyata yang kuat. Dia segera mengeluarkan ponselnya. Itu adalah sebuah pesan.
[ Akun Anda 7028 menerima transfer sebesar USD 10.000.000,00 pada pukul 19:37 tanggal 31 Mei. (Bank Nusantara) ]
Melihat isi pesan teks itu, pikiran Lusi yang kacau beberapa saat lalu, perlahan menjadi tenang.
Dalam kehidupan dulu dia hidup dalam keterpurukan setelah orang tua nya meninggal lalu semakin sulit setelah di putuskan secara sepihak. Memulai hidupnya sebagai orang gagal di kontrakan ini, dia tidak lagi berinteraksi dengan orang banyak karena mental nya yang down dan lama kelamaan dia menjadi tertutup.
Tetapi karena terus hidup dalam dunia palsu nya, setitik kesadaran mulai bangun perlahan-lahan dan berpikir apakah aku akan terus hidup di zona nyaman? Namun dimana dia akan menemukan kekuatan untuk terus maju?
Namun setelah dia secara ajaib menerima sebuah sistem dengan realitas yang sulit di percaya. Lalu sistem memberinya kejutan besar, yang kemungkinan nya mengalami kejayaan secara tiba-tiba.
Baru saja dia menyadari cangkang nya telah hilang.
Suasana hatinya damai dan bahagia. Semua masa lalu yang membuat nya hancur dan rendah diri telah sirna saat ini.
Kehidupan barunya baru saja dimulai.
Saat Lusi menatap kosong pada pesan teks itu, telepon di tangannya tiba-tiba bergetar. Lusi menatap nomor yang tidak dikenal pada penelepon ID, merasa sedikit terkejut, tetapi tidak terlalu mempercayai dan langsung menjawab.
"Halo, bolehkah saya berbicara dengan Nona Lusi?"
Begitu Lusi menjawab telepon, suara pria setengah baya yang penuh hormat terdengar dari ujung telepon.
"Ya, ini dia. Lalu bagaimana denganmu?" Lusi bertanya balik, agak bingung.
"Yang terhormat Nona Lusi, halo, saya David Kleano, orang yang bertanggung jawab atas adibusana (High Jewellery) di wilayah Ibukota Iblis. Anda bisa memanggil saya David."
"Jam tangan Graff Diamonds Hallucination yang Anda pesan telah sampai di toko. Apakah Anda berkenan untuk datang dan menandatangani serta menerima baru-baru ini?"
"Tentu saja, jika Anda tidak menginginkannya, kami juga dapat mengirimkan perhiasan tersebut ke lokasi yang Anda tentukan. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan Anda."
Menghadapi pertanyaan Lusi, pihak lain pertama-tama menyatakan identitasnya, lalu menjelaskan tujuan pemanggilannya, kata-katanya penuh rasa hormat, seolah-olah takut mengabaikan Lusi.
"Hah?" Lusi tidak menyangka sistem akan bertindak cepat, sistem itu tiba tepat setelah disebutkan. Untuk sesaat, dia sedikit terkejut.
Dia berpikir sejenak. "Di toko mana? Aku bisa datang ke sana besok siang."
"Toko Plaza 66, Nyonya. Apakah Anda ingin kami mengirimkan mobil untuk menjemput anda."
Plaza 66? Bukankah itu cukup jauh?
"Tidak perlu, jarak ku sekarang cukup jauh. Aku akan datang besok."
"Baik, Nyonya. Kami menunggu kedatangan Anda."
"Baiklah."
Setelah mengucapkan kata sederhana, dia baru saja menutup telepon ketika tidak ada orang lain yang menelepon. Lusi memiliki tebakan samar di dalam hatinya.
"Halo, bolehkah saya berbicara dengan Nona Lusi?"
"Ya, ini dia. Lalu bagaimana denganmu?"
"Nona Lusi, halo, saya Kevin, penanggung jawab Breguet di wilayah Ibukota Iblis. Gelang tangan Cartier Love Bracelet dari koleksi Ikonis Cartier LOVE yang Anda pesan telah tiba. Bolehkah saya bertanya..."
Seperti yang diharapkan, itu adalah hadiah lain dari sistem. Kecepatan ini terlalu cepat. Setelah menyepakati waktu dan tempat, seperti dengan Adibusana (High Jewellery), Lusi menutup telepon.
Untungnya mereka berdua ada di tempat Ibu kota, jadi dia memiliki tujuan yang jelas.
Memulihkan tenaga untuk esok hari, malam ini Lusi buru-buru tidur. Dia menutup ponsel, mematikan lampu dan langsung memejamkan mata. Tersenyum dan tertawa di sela-sela tidurnya yang nyaman.
Keesokan harinya, sesuatu yang hampir mustahil terjadi.
Lusi bangun sebelum pukul tujuh pagi, bahkan matahari seolah terkejut melihat kejadian langka tersebut. Biasanya pada jam seperti ini, Lusi masih tidur nyenyak sambil memeluk guling atau baru saja tidur setelah menonton dracin hingga subuh.
Namun hari ini berbeda, begitu membuka mata, Lusi langsung duduk tegak. Kemudian memeriksa layar hologram sistem.
Masih ada, bukan mimpi, bukan halusinasi dan yang terpenting--- sepuluh juta dolar itu masih ada.
"Ya Tuhan..." Lusi langsung turun dari kasur.
Ia mandi lebih cepat dari biasanya, mencuci rambut, menggunakan sabun lebih banyak, bahkan menyikat gigi dua kali. Setelah selesai, ia berdiri di depan cermin kecil yang menempel di dinding kamar.
Lalu terdiam, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia benar-benar memperhatikan penampilannya.
Lusi membuka lemari pakaian. Kemudian... Membeku. "Kenapa bajuku jelek semua?" Hanya beberapa kaos oblong dan celana kolor, jika dia memakai kaos oblong dengan tubuh langsing jenjang sih tidak apa-apa, tapi masalahnya tubuhnya itu melar nyaris gendut.
Dulu saat masih kuliah, beberapa pakaian ini terlihat cukup bagus. Bahkan ada beberapa yang menurutnya cukup elegan, namun setelah bertahun-tahun hidup tidak teratur, ukuran tubuhnya berubah cukup banyak.
Beberapa pakaian favoritnya bahkan tidak muat lagi. Lusi mencoba satu per satu, tidak muat, terlalu sempit, tidak bisa dikancing, tidak bisa ditarik sleting nya. Akhirnya ia menyerah.
Setelah beberapa menit memilih, Lusi mengenakan kemeja putih lengan panjang yang masih cukup longgar dipadukan dengan celana hitam sederhana.
Bukan pakaian mahal, bukan pakaian bermerek. Namun setidaknya bersih, rapi dan muat di tubuhnya. Rambutnya juga disisir dengan lebih serius dari biasanya.
Melihat pantulan dirinya di cermin, Lusi mengangguk puas. Dia sudah lama tidak bermake up dan tidak memilikinya sama sekali, dengan memotong sedikit poninya dan menyisir lurus rambutnya penampilan nya cukup bagus. Pipi yang cukup tembem, bibir kecil dan tipis, mata bulat jenaka yang menarik setelah di lihat terus menerus.
Kulitnya tidak begitu putih dan mulus, namun juga tidak terlalu magrib dan berjerawat. Masih enak di pandang, walaupun tidak bisa di katakan cantik tapi dia masih bisa dikatakan gemesin.
"Masih lumayan." Setelah itu ia kembali duduk di depan meja, ponselnya sudah berada di tangan.
Hari ini ada satu hal yang jauh lebih penting daripada memilih pakaian, memindahkan uang. Jari-jarinya membuka aplikasi Wise yang sudah ia unduh beberapa waktu lalu.
Napasnya sedikit tercekat. Meskipun sudah mengetahui uang itu ada, tetapi ia cukup khawatir jika uang ini terhitung ilegal dalam pengawasan pihak bank
Di dalam akun yang diberikan sistem, angka dolar yang tertera masih membuat jantungnya berdebar.
Sepuluh juta dolar, Lusi menarik napas panjang. Kemudian mulai membuat transaksi baru.
Langkah pertama adalah memilih mata uang asal, USD-- dollar Amerika. Kemudian memilih mata uang tujuan, IDR-- rupiah Indonesia.
Aplikasi segera menampilkan estimasi nilai tukar saat itu. Mata Lusi langsung bersinar dengan sedikit kejutan namun dominan senang. Meski tahu dolar jauh lebih kuat dibanding rupiah, melihat angka hasil konversi secara langsung tetap membuatnya sedikit pusing.
Ia buru-buru memalingkan pandangan, terlalu banyak nol. Otak penganggurannya belum siap memproses semuanya.
Langkah berikutnya adalah memasukkan rekening tujuan. Untungnya rekening pribadinya masih aktif, Lusi mengetik nomor rekening dengan hati-hati. Memeriksa ulang, lalu memeriksa lagi dan sekali lagi.
Ia bahkan sempat takut salah satu angka tertukar. Setelah semua data sesuai, aplikasi menampilkan ringkasan transaksi.
Jumlah dolar yang dikirim, perkiraan rupiah yang diterima, biaya layanan, serta estimasi waktu kedatangan dana.
Lusi membaca semuanya berulang kali, bukan karena tidak mengerti. Melainkan karena terlalu gugup. Jari telunjuknya menekan tombol konfirmasi.
Tap.
Transaksi langsung diproses, Lusi menatap layar tanpa berkedip. Hingga akhirnya saat uang masuk, dopamine nya membuncah keluar--- nyaris menari-nari membuat kosan tiga lantai itu gempa.
***
17.823,65 × 10.000.000 \= 178.236.500.000
Dengan Rp500 di rekeningnya, Lusi memiliki Rp178.236.500.500 (Lebih dari 178 Miliar)
semangat terus ya~~~😋😋😋
semangat terus ya~~~/Grin//Grin//Grin/
semangat terus/Proud//Proud//Proud/
semangat terus ya~~~/Hey//Hey//Hey/