Elda Setya Ningrum adalah gadis asal salah satu kota kecil di jawa tengah "Kebumen"
Elda saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di bandung, elda mendapat beasiswa melalu jalur prestasi.
Ayah elda sudah meninggal saat elda berumur 4tahun, dan ibunya hanya seorang buruh cuci.
Elda bahkan harus bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhannya.
Disaat kesulitan yang elda lalui, elda bertemu dengan Ardian Fernand Prakaza, kakak tingkat elda yang terkenal playboy dan angkuh.
Ardian adalah anak konglomerat di kota bandung, Ardian hampir memiliki kisah hidup sama seperti elda,bedanya ardian tidak memiliki ibu, dan hubungan dengan ayahnya tidak terlalu baik.
Bagaimana kisah elda dan ardian selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Kelam
Waktu berlalu begitu cepat, kini Sudah mulai masuk perkuliahan kembali, dan hubungan antara elda dan ardi juga semakin dekat, Ardi bahkan sekarang sudah menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim, dan hubungan dengan ayahnya semakin hari semakin membaik, Ardi menjadi pribadi yang lebih sabar lagi semenjak mengenal elda, elda banyak membawa pengaruh positif untuk kehidupan ardi.
Dan saat ini ardi sedang di sibukkan dengan menyusun skripsinya, dan elda dengan senang hati akan membantu ardi sebisanya.
Walaupun elda sepulang kuliah masih harus kerja paruh waktu menjadi pelayan di tempat karaoke ardi, awalnya ardi melarang elda untuk bekerja, ardi bahkan bersedia membantu keuangan elda, karena bisnis karaoke yang dia dirikan cukup berkembang, bahkan saat ini ardi sudah memiliki beberapa cabang dan membuka cofee shop, bisa di bilang ardi sudah bisa menghidupi dan membiayai hidupnya sendiri dan tak lagi meminta kepada ayahnya.
Siang ini seusai bimbingan skripsi ardi berencana akan mengenalkan elda kepada ayahnya, ardi sudah membuat janji dengan ayahnya akan makan siang bersama di salah satu resto milik ayahnya yang terletak tidak jauh dari kantor ayahnya.
Ardi yang baru saja menyelesaikan bimbingannya,melangkahkan kakinya menuju ruang kelas elda, nampak di dalam dosen masih menjelaskan mata kuliah, ardi melihat ke arah elda yang tampak sangat serius mendengarkan dosennya.
Melihat jam yang berada di pergelangan tangannya, nampaknya masih cukup waktu untuk membeli minuman di kantin kampus, ardi merasa sangat kehausan.
Akhirnya ardi membalikkan badan berjalan menuju kantin kampus.
Namun saat di berjalan melewati sebuah lorong, ardi tak sengaja berpapasan dengan niki, salah satu gadis yang pernah naik ranjang bersamanya.
"Ar, mau kemana?" niki melingkarkan tangannya di lengan ardi, niki bergelayut manja dengan menempelkan dadanya ke lengan tangan ardi.
"Lepaskan, dasar gadis barbar" Ardi melepaskan tangan niki dari lengannya.
"Sekarang lo udah tobat? gara-gara si cupu itu? apa lo yakin? gue yakin nanti setelah lo bosen dan puas sama si cupu, lo bakal buang dia, yaa sama lah kaya nasib gadis-gadis yang sudah lo tinggalin" niki menarik sebelah sudut bibirnya tersenyum sinis ke arah ardi.
Ardi yang sudah enggan menanggapi niki, melanjutkan kembali langkah kakinya menuju kantin kampus
"Ar, kalo lo nggak puas sama si cupu, lo dateng aja ke apartemen gue" niki dengan tidak tau malu berteriak ke arah ardi yang sudah berjalan menjauh dari dirinya, bahkan beberapa mahasiswa melihat ke arah niki dengan sorot mata aneh, bahkan tak sedikit dari mereka menggelengkan kepalanya
"Apa lo lihat-lihat? lo nggak pernah liat cewek seksi kaya gue hah" niki memlototkan matanya dan kedua telapak tangannya berada di atas kedua pinggangnya.
Kemudian niki melanjutkan kembali perjalanannya, dan saat melewati kelas elda, niki tiba-tiba ingin membuat elda marah pada ardi, kelas elda baru saja bubar, niki melihat elda masih mengemasi barang-barangnya, sementara mahasiswa yang lain satu persatu keluar dari kelas, melihat kini hanya tinggal elda saja, niki masuk ke dalam ruang kelas tersebut, kedua tangannya langsung menggebrak meja elda
Elda sangat terkejut di buatnya, elda menaikkan wajahnya menatap orang yang kini berdiri tepat di hadapannya.
Elda mengernyitkan dahinya, elda nampak asing dengan orang yang kini berdiri di depannya.
"Heh Cupu, hati-hati aja lo, bentar lagi ardi pasti bosen sama lo, dan ya kalo udah bosen lo tau sendiri kan nasib lo bakalan gimana" niki mengangkat kedua bahunya sembari tersenyum sinis ke arah elda, namun elda hanya diam saja tidak merespon ucapan niki
"Gue kasih tau lo ya, di kampus ini hampir semua cewek pernah naik ke atas ranjang ardi, ya biasa kalo ardi bosen di buang dan ganti yang baru, dan Lo..!" niki menunjuk ke arah wajah elda dengan jari telunjuknya
"Lo juga akan bernasib sama seperti kita-kita" niki tertawa sarkas, bahkan suara tawanya terdengar begitu nyaring di telinga elda, namun tiba tiba saja tangan niki di tarik oleh seseorang, niki di seret keluar dari kelas tersebut sedangkan elda masih diam di posisinya, elda masih shock mendengar penuturan dari wanita yang tidak di kenalnya, elda tak menyangka ardi memiliki kehidupan seperti itu di masa lalu.
"Tutup mulut lo, atau gue lempar lo ke bawah" ardi mendorong tubuh niki hingga terbentur dengan pembatas lantai, karena mereka kini berada di lantai tiga kampusnya.
Seketika niki membungkam mulutnya, niki tau betul ardi adalah orang yang sangat nekat.
"Pergi, atau gue bunuh lo di sini"
Niki yang merasa takut akhirnya pergi dari hadapan ardi.
Ardi mengusap wajahnya dengan kasar, dan s
dengan gontai dia memasuki ruang kelas elda, ardi melihat elda yang nampak murung dan melamun di sana.
"El...." ardi mendudukkan dirinya di kursi yang berada di depan elda, ardi menatap elda dengan begitu dalam, ardi bingung harus menjelaskan seperti apa, ardi takut elda akan menolaknya karena mengetahui kisah kelam masa lalunya.
"El, aku mau jujur sama kamu..."ardi menarik nafasnya dengan berat
"Semua yang di katakan niki barusan memang benar adanya, aku bukan laki-laki baik el, aku memang seperti itu, tapi itu dulu, dulu sebelum aku mengenal kamu el, tapi setelah mengenal kamu aku sudah bertaubat dan membuang sifat burukku, aku ingin menikah denganmu el, aku ingin kamu menjadi yang terakhir untukku" ardi meraih tangan elda dan menggenggamnya, ardi menatap dengan begitu sendu ke arah elda.
Elda kini mencoba mengangkat wajahnya untuk menatap ardi.
Memang semua orang memiliki masa lalu, tidak terkecuali ardi, dan setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, tuhan aja maha pemaaf.
Elda mencoba melihat sisi baik ardi, ardi memang sudah banyak berubah ke arah yang lebih baik saat ini.
"Janji, tidak akan di ulangi lagi" elda mengacungkan jari kelingkingnya ke depan wajah ardi.
"Janji" ardi menautkan jari kelingkingnya ke kelingking elda, kemudian mereka berdua saling tersenyum satu sama lain.