Clara Gadis cantik yang jatuh cinta pada putra kekasih mamanya. Berusaha sepenuh hati mengembalikan kebahagiaan yang telah terampas selama lebih dua puluh tahun dari kehidupan sang mama.
Bagaimana caranya?
Berhasilkah?
Bagaimana dengan kisah asmaranya sendiri?
alur cerita ini maju mundur akang gendang, harap pelan pelan bacanya, tidak perlu ngegas ya gaes,,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bimbang
Aditya datang ke AAF bersama Tom yang selalu setia dibelakangnya. Dengan segala kesigapan dan kesabaran menghadapi si kakek tua itu.
"Bisakah kami bertemu Erlan?" tanya Tom pada seorang pelayan saat mengantarkan pesanan mereka
"Kalau boleh tau, siapa kalian agar saya dapat memberikan informasi saat tuan Erlan menanyakan" jawab si pelayan
"Katakan kami yang di rumah sakit minggu lalu" jawab Aditya
"Baiklah. Akan saya sampaikan. Silakan dinikmati hidangannya" jawabnya lagi. Aditya tersenyum pada pelayan tersebut yang membuat Tom mengerutkan keningnya. Selama ini sang tuan besarnya jarang tersenyum tanpa hal yang benar benar luar biasa. Dan hari ini? ada apa gerangan dan siapa sebenarnya si Erlan ini, hingga membuat tuan besarnya turun langsung menemui pemuda itu.
Tak lama Erlan mengetuk pintu ruang makan dimana Aditya dan Tom berada.
"Tuan,, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Erlan
"Aku sudah mencari tahu tentangmu. Aku berniat untuk mensponsori galery yang kamu dan sahabatmu kelola. Apakah kamu menerimanya?" Aditya langsung membahas apa yang jadi tujuannya. Ya,, tak ada yng berubah. Aditya adalah orang yang tak suka berbasa basi.
Erlan nampak tertegun sejenak kemudian tersenyum ramah
"Seperti yang tuan ketahui bahwa galery itu bukan cuma saya yang mengelolanya. Jadi alangkah lebih bijaksana bila saya rundingkan dulu dengan sahabat saya. Biar bagaimanapun kami bekerja sama jadi saya tidak dapat memutuskan sendiri" jawab Erlan di tanggapi senyum oleh Aditya.
"Sungguh profesional. Kamu bukan orang yang egois" sahutnya memuji
"Terima kasih atas kebaikan tuan. Terus terang, jika itu usaha saya sendiri maka tidak ada alasan untuk menolak tawaran dari tuan" lanjut Erlan
"Tidak masalah.. kamu bicarakan dulu dengan sahabatmu. Aku akan menemuimu tiga hari lagi di galery tersebut. Aku berharap kabar baik darimu" ucap Aditya
"Terimakasih pengertian tuan. Oh ya.. sebagai ungkapan terima kasih atas pertolongan anda waktu itu, biarlah makan malam ini saya yang traktir. Silakan memesan lagi jika berkenan"
"Sudah sudah. Kami sudah kenyang. Ngomong ngomong enak makanan disini. Mengingatkan akan kampung halaman." ungkap Aditya
"Anda dari Asia?" tanya Erlan
"Ya, tepatnya satu negara dengan ayahmu" jawab Aditya dalam senyum hangatnya. Itu juga membawa kehangatan untuk hati Tom.
"Benarkah? bagaimana anda tahu asal ayah saya?" Erlan penasaran
"Sudah aku bilang aku sudah mencari informasi lengkap tentang kamu" Aditya mengelap bibirnya dengan selembar tisu dan tersenyum.
"Siapa sebenarnya anda dan apa tujuan anda? mengapa sampai menggali informasi tentang saya?" Erlan penasaran
"Kamu belum saatnya tahu siapa aku. Sudah kubilang, aku ingin berinfestasi di galerimu jadi aku harus tahu siapa yang akan bertanggung jawab atas tempat itu. Aku harus memastikan investasiku tidak percuma." jawab Aditya tak memuaskan rasa penasaran Erlan "datanglah tiga hari lagi ke galeri. Aku menunggumu jam tiga sore" lanjutnya seraya berdiri. "Aku sudah kenyang terima kasih traktirannya. Aku pamit dulu... Ayo Tom" ajaknya
Tom segera berdiri dan berjalan dibelakang Aditya. Erlan mengikuti keduanya
"Terima kasih untuk kunjungannya." ucapnya saat kedua orang itu sudah masuk kedalam mobil.
Erlan kembali ketempatnya dan duduk dengan gelisah. Kedua tangannya berpaut menutup hidung dan bibirnya dengan kedua jempol menyangga rahang. Berpikir keras. Siapa orang itu? apa tujuannya? pertama menolongnya dihotel dan sekarang menawarinya modal untuk galeri.
,,,Hotel?,,,
Batin Erlan tersentak. Kamar dimana dia pingsan adalah kamar pribadi Clara dan tidak ada staf hotel yang tahu dia berada disana hingga beberapa hari. Bagaimana tiba tiba lelaki itu masuk ke kamar itu? Bukankah itu berarti lelaki itu keluarga nya Clara?
Erlan beranjak dan berlari keluar. Mengejar mobil pria tua yang bahkan dia tidak tahu namanya.
Apa yang dia pikirkan? mengejar mobil? yang bahkan sudah lebih dari sepuluh menit yang lalu pergi.
Jika pria tua itu keluarga Clara, maka ada harapan yang terbentang dihadapannya untuk bertemu lagi dengan gadis itu. Dan bahkan dengan Jean, kelinci imut cinta ayahnya.
Tetapi,,,
Jika mereka bertemu, bagaimana dengan ayahnya? bisakah kuat saat melihat Jeannya sudah bahagia dengan keluarganya?
Oh tidak! Cinta mereka tak bisa berlanjut. Lalu bagaimana dirinya bisa egois dan melanjutkan mengejar Clara? bukankah itu tetap saja menyakiti hati ayahnya? bagaimana dia bisa?
"Argh!" Erlan berteriak sekuat dia bisa. Mengacak rambutnya yang kembali jatuh seperti semula. Pikirannya benar benar kalut.
Dia menghubungi Reyhan dan menceritakan tentang pria tua itu. Bagaimana dia ditemukan dihotel dan kedatangannya ke rumah makan. Reyhanpun menyarankan agar mereka menemui pria tersebut.
Waktu berlalu
Erlan telah berada di galery sejak pagi. Pikirannya masih kalut.Siapkah dia untuk mencari informasi tentang Clara, atau tidak perlu membahas tentang gadis itu dan melupakan cintanya.
Tanpa diduga oleh Erlan, tiba tiba Arjun berada disana.
"Ayah, tumben kemari?" tanya Erlan melihat sang ayah berada ditempat itu. Arjun berjalan mengelilingi setiap tempat, ada senyum kebahagiaan yang tulus saat pandangannya tertuju pada sebuah lukisan Jean. Arjun berhenti dan terus mengagumi lukisan itu. Lukisan yang dibuatnya selama 20 tahun dan tak pernah selesai dan diselesaikan Clara dalm waktu singkat.
"Erlan,," panggil Arjun kemudian mendesah panjang. "Reyhan sudah mengatakan segalanya." lanjutnya
"Rey mengatakan apa ayah,,? " tanya Erlan. Namun Arjun terdiam. Membuat Erlan menghadap kepadanya.
"Apa yang Reyhan katakan padamu?" ulang Erlan. Arjun mengambil nafas dalam dan mendesahkan pelan.
"Segalanya. Segala yang harusnya ayah tahu sebagai seorang ayah. Segala yang seharusnya ayah membantu dan mendukungmu, tapi,, justru ayah malah menjadi beban disana." Arjun menunduk. Wajahnya murung penuh kesedihan dan penyesalan. Salah satu tangannya ditarik dari dalam saku celana memijit pangkal matanya yang mulai tidak nyaman. Erlan meraih tubuh sang ayah dan membawanya dalam pelukan.
"Ayah,, Erlan sungguh bersyukur ayah bisa sembuh dan menjadi ayah seperti ayah milik orang lain. Yang akan memelukku saat aku sedih, yang memarahiku saat aku salah, yang akan memukulku saat aku nakal. Meskipun semua itu sudah terlambat untukku menjadi bandel. Tapi aku bersyukur, bahwa ayah ada untukku saat ini"
"Erlan,,"perlahan Arjun melepaskan pelukan putranya. "dalam hidup ayah, dalam hati ayah, selamanya cinta ini hanya untuk kelinci imut, Jean. Tapi bukan berarti ayah tak bisa melihatnya bahagia dengan orang lain. Bukan berati ayah tak bisa menyerah tentangnya." lanjutnya.
"Ayah akan tetap menyimpan cinta ini, menjadikannya abadi,, disini" imbuhnya seraya menunjuk kedada kirinya. "Tidak peduli seberapa beratnya itu, seberapa menyakitkannya. Ayah sanggup menanggungnya untuk menebus penghianatan ayah. Kamu tidak bersalah, kamu tidak boleh menanggung kesalahan ayah. Dan juga jangan mengulangi kesalahan yang telah ayah lakukan. Cukup ayah saja yang menanggung semua ini. Tolong,, bahagialah demi ayah. Gantikanlah kebahagiaan yang telah ayah lewatkan selama ini. Tolong nak,, kejar cintamu. Jika perlu, kamu tidak perlu mengungkapkan bahwa kamu adalah anakku." ucap Arjun dalam dan bergetar. Diusapnya kedua pipi anaknya yang telah basah oleh air mata.
salam hangat dari " ketegaran istri pertama "
Menikahi Supir Billionaire bawa like❤️😁
Mampir juga ya ke karya ku 🤭
Terima kasih
Menikahi Supir Billionaire bawa like❤️😁
Mampir juga ya ke karya ku 🤭
Terima kasih 😚