NovelToon NovelToon
Bos Galak I Love You

Bos Galak I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:831.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Adilah

Novel ini menceritakan tentang wanita cantik yang sangat membenci semua pria. Wanita tersebut mengklaim semua pria sama seperti ayahnya. Kebencian itu disebabkan oleh ayahnya yang meninggalkan ia dan ibunya.

Suatu hari wanita tersebut sangat menginginkan seorang anak, tapi bagaimana caranya punya anak jika ia membenci semua pria?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Adilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vino Sakit

Pagi hari, Ali dikejutkan dengan tubuh Vino yang panas. Tanpa pikir panjang ia membawa Vino ke dokter.

"Pak, anak Bapak membutuhkan ASI. Daya tahan tubuhnya menurun karena tidak diberikan ASI," ujar dokter menjelaskan mengapa Vino sakit.

"Anak saya baik-baik saja kan, Dok?"

"Iya Pak, sekarang dia sudah kami tangani dengan baik. Anak bapak harus mendapatkan ASI yang ekslusif," tutur dokter tersebut.

Setelah mendapatkan penanganan dari dokter. Ali membawa Vino ke rumah mantan bosnya atau istrinya. Entahlah Ali mau menganggap Dilah sebagai apa.

Aku harus ke rumah Nona Dilah, aku harus bisa membujuknya memberikan ASI untuk Vino. Cuma Vino kekuatan untukku, cuma Vino yang membuatku kuat sampai sekarang. Aku tidak mau kehilangan Vino.

"Sayang, kita akan ke rumah Mama. Kamu ingin melihat Mama secara nyata, kan?" tanya Ali pada bayinya yang belum bisa berbicara.

Sesampainya di rumah Dilah, Ali memencet bel.

"Permisi!" Ia panas-panasan bersama Vino di depan pagar. Untung saja ini panas pagi yang dapat menyehatkan tubuh jadi tidak masalah untuk Ali dan Vino.

"Kau! Ali," ucap ibu yang waktu itu menuding Ali memiliki anak yang tidak sah.

"Iya, ini Ali, Bu."

"Ada perlu apa kau kemari? Nona Dilah tidak bisa menerima tamu laki-laki," ucap ibu tersebut dengan tegas.

Peraturan di rumah besar ini masih sama, tidak ada yang berubah semenjak satu tahun yang lalu.

Mendengar ada kegaduhan, ibu Susi datang. Ibu Susi adalah orang yang membantu Ali untuk mendapatkan pinjaman dari Dilah satu tahun yang lalu.

"Ali," ucap Ibu Susi senang.

"Ibu Susi, Ibu kenal saya, kan?" Ali tersenyum girang. Sedangkan ibu yang tegas tadi terperangah heran.

"Kenal, ada apa datang kemari?"

"Ibu Susi, Ibu Susi bisa tidak membantu saya untuk yang kedua kalinya," ucap Ali lirih. Ada guratan kesedihan di wajahnya.

"Bantu apa?" Ibu Susi adalah salah satu ART Dilah yang berhati baik.

"Vino sakit, Bu, ini akibat dia kekuarangan ASi. Ibu bisa tidak membujuk Nona Dilah untuk memberikan ASI pada Vino?" ucapan Ali terdengar menyayat, tidak mungkin seorang Ibu Susi tidak membantu.

"Jadi anak kamu ini, anaknya Nona Dilah juga?" tanya ibu yang menuding Ali waktu itu terkejut. Ia benar-benar tercengang dengan pertanyaannya sendiri

"Iya Mbak Marni, Ali ini masih suaminya Nona Dilah. Mungkin Mbak Marni masih baru bekerja di sini. Nanti saya ceritakan tentang Nona Dilah yang sebenarnya." jawab ibu Susi walaupun ia tidak ditanya.

Ibu Marni tercengang-cengang. Ia baru tahu bahwa orang yang ia gosipkan selama ini ternyata tidak seperti apa yang ia ceritakan pada orang-orang.

"Sebentar ya Ali, ibu laporan dulu sama Nona Dilah," Ibu Susi tergopoh-gopoh menemui Dilah. Kebetulan hari ini hari sabtu jadi Dilah tidak masuk kantor.

"Kenapa kamu bisa menikah dengan Nona Dilah?" Ibu Marni melihat sinis pada Ali.

"Maaf Bu, Ali tidak bisa menceritakannya. Bukan Ali dendam pada Ibu tapi rasa sakit atas tuduhan Ibu masih membekas. Tapi, kalau Ibu Marni sangat penasaran tanyakan saja pada Ibu Susi dia saksi perjalanan hidup Ali."

Ibu Susi datang menghadap bosnya. Ia juga agak takut tapi hatinya yang mulia membuatnya lebih berani. Demi seorang bayi itu, aku akan membantu Ali, pikirnya.

"Permisi Nona, maaf menganggu waktu Nona. Di luar ada Ali dan anaknya, ia membutuhkan Nona."

Aku tidak mungkin mengatakan anak Ali anaknya juga, bisa gagal semuanya, pikiran Susi. Ibu Susi tahu benar karakter bosnya.

"Usir saja dia!" perintah Dilah tegas.

"Nona, Ali dan anaknya membutuhkanmu," ujar Ibu Susi lirih.

Entah mengapa Dilah tidak tega mendengar suara Ibu Susi yang lirih. Untuk kesekian kalinya Dilah luluh karena suara keibuan.

"Membutuhkanku, kenapa?" Dilah membutuhkan alasan untuk menerima Ali masuk ke rumahnya.

"Hem.. Begini Nona, anaknya Ali sakit. Katanya Ali, anaknya itu membutuhkan ASI. Satu-satunya yang dapat membantu anak Ali adalah Nona,"

"Nona kan Ibunya," ucap Susi pelan seperti berbisik. Untung saja ucapan selanjutnya ini tidak di dengar Dilah.

Dilah masih berpikir, menimbang-nimbang apakah suaminya itu boleh masuk atau tidak.

"Kasihan anaknya Ali, Nona, dia masih kecil. Aku tidak tega melihatnya begitu. Jika aku punya ASI aku ingin sekali memberikannya. Kasihan sekali dia," ucap Ibu Susi menghiba.

"Suruh dia masuk dan anaknya juga!" ucap Dilah datar.

Lagi-lagi ucapan Ibu Susi membuatnya luluh. Dilah akan luluh apabila dibujuk oleh seorang Ibu. Suara keibuan yang membuatnya tidak tega. Ah.. Rasanya tidak sampai hati melihat Ibu-Ibu bersedih. Itulah sepotong pemikiran Dilah. Ketika mendapatkan izin, dengan cepat Ibu Susi membuka pagar.

"Nona Dilah mengizinkanmu masuk, Ali," ucap Ibu Susi senang.

"Ibu, terima kasih. Terima kasih banyak. Ali tidak bisa membalas kebaikan Ibu Susi," ujar Ali lirih, ia menahan air mata bahagia. Ia tidak ingin orang melihatnya menangis.

"Tidak perlu membalas budi, Tuhan yang akan membalas kebaikan kita." Ibu Susi membuka pagar dengan lebar. Mempersilahkan ayah dan anak masuk ke rumah besar tersebut.

"Vino, kita akan bertemu Mama. Vino senang kan papa juga senang," ucap Ali sambil mencium pipi putranya.

"Lihat Mbak Marni, aku sangat sedih melihat kehidupan Ali. Mulai dari dia meminta pinjaman sampai harus menjadi suami sewaan untuk Nona Dilah. Andai saja anak itu perempuan pasti Nona Dilah akan mengakuinya."

Ibu Marni meneteskan air matanya. Ia begitu bersalah. Ia telah menuduh Ali laki-laki yang keji. Padahal itu tidak benar. Selama ini ia tidak menyadari telah menyebar fitnah.

"Kenapa menangis?" Ibu Susi jadi bingung dibuat Ibu Marni yang tiba-tiba menangis.

"Aku salah Mbak, aku pikir Ali pria jahat. Aku menuduhnya memiliki hubungan gelap dengan wanita murahan. Aku menuduh anak yang bersama Ali itu adalah anak yang tidak sah." tangis Ibu Marni pecah. Karena ulah mulutnya yang suka bergosip, nama baik Ali di kampung menjadi buruk.

"Astaga Mbak, Mbak pikir-pikir dulu kalau menuduh orang. Mbak cari tahu dulu jangan langsung menuduh orang Mbak." Mbak Susi tercengang. Ia benar-benar ikut merasakan kepedihan Ali.

"Ali juga tidak pernah cerita," ucap Ibu Marni sedikit membela diri.

"Bagaimana mau cerita, dia tidak mau orang mengetahui seperti apa istrinya. Dia tidak mau orang tahu keburukan istrinya."

1
Diana Resnawati
seru jg ceritanya👍
Kava Nugroho
masak segini udah tamat🤦🤦
SR.Yuni
Apa iya begitu, tumor ganas loh ??🤔🤔🤔
Diana Resnawati
mampir thor
toe Zekook
mengharukan
Sari Irawati
mengagumkan
Mumut
sangat baik
。.。:∞♡*♥
seru bangett deh pokoknya, beda dari yg lain 🥰bkin nyesek, sedih, nangis, terharu, bercampur pokoknya seruuuu
。.。:∞♡*♥
bisa aja nih vino 🤭😂😂iya vin masa mau sama luci😂
。.。:∞♡*♥
😂😂🤭
。.。:∞♡*♥
nangis nih 😰😭
。.。:∞♡*♥
bikin terharu 🥺
。.。:∞♡*♥
bikin nyesek rasanya🥺
。.。:∞♡*♥
ihhhh dasar tua bangka
。.。:∞♡*♥
Wah2 terus nanti klo anaknya laki2 gimana 😅😅😅
。.。:∞♡*♥
mampir🙌
。.。:∞♡*♥
mampir
ivan Sebastian
Mana thor yg judul Nona boss ga ada
Audia
loveeeeeeeeee thissss
Audia
aaaaa so sweet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!