NovelToon NovelToon
KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Neng Neng

Kau tahu??? Ketika aku bersikap sesuai dengan yang di inginkan banyak orang, maka mereka akan dengan lantang mengatakan "aku menyukaimu". Lalu mereka heboh mendekatkan diri mereka padaku.



Dan ketika aku bersikap tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan, maka dengan terang-terangan mereka akan mengatakan "aku tidak menyukaimu", lalu mereka pergi dari hidupku dengan teganya.


Yah, hanya sebatas itulah cinta mereka, menyukai ketika apa yang kita lakukan sesuai dengan keinginan mereka.


Tapi, tak apa, cinta itu adalah ujian, semakin aku mencintai mereka, maka akan semakin besar pula ujian yang akan mereka berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Neng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir

Perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai dengan yang diharapkan, terkadang seorang manusia harus melewati jalan terjal setelah beberapa waktu menikmati jalan yang landai. Hari-harinya pun penuh warna, terkadang gembira namun sewaktu-waktu ia dihampiri rasa sedih, duka dan nestapa, inilah tabiat kehidupan. Tak ada yang dapat mengelak dari kenyataan ini.

Di antara kesedihan yang banyak menimpa manusia adalah kondisi dimana seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkannya. Banyak orang yang berusaha menggapai sesuatu yang kelihatannya baik, ia mati-matian mendapatkannya dan mengorbankan apapun yang ia miliki demi terwujudnya impian itu. Tetapi tanpa disadari hal itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika hal seperti ini terjadi, tak sedikit orang yang menyalahkan pihak lain, bahkan Allah, Rabb yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya pun tak luput untuk di salahkan.

Tok ... tok ... tok ...

Aku mengetuk pintu setibanya di rumah,

"Assalamu'alaikum ibu ..." Dengan tangan gemetar aku terus mengetuk pintu di hadapanku, antara dinginnya hatiku dan dinginnya air hujan yang mengguyur seluruh tubuhku berpadu jadi satu. Aku lelah sangat lelah.

Ceklek ...

Pintu di buka

"Loh Jani?? kamu kenapa nak?? kamu gak kerja?? kenapa kamu ujan - ujanan?? ayo masuk dulu nak" Ibu begitu kaget melihat kondisiku kini, penampilanku kini begitu acak - acakkan, tubuhku basah kuyup, sambil menenteng tas yang cukup besar, yang di penuhi barang - barangku. Ibu menuntunku masuk ke dalam rumah, dan mendudukkan aku di kursi.

"Kamu duduk dulu, ibu ambilin handuk dan bikinin teh hangat buat kamu ya" Ibu pergi beranjak meninggalkanku sendirian di ruang tengah, hujan masih belum reda, sesekali petir masih terus menyambar - nyambar. Segala bayangan suara bu Novi yang membentakku terus terngiang di telingaku. Mengalahkan suara petir di luaran sana.  Aku menyenderkan punggungku di kursi, dan memejamkan mataku. Aku tidak bisa menerima kenyataan ini, aku seolah ingin menghindari takdirku kini.

"Nak, ini minum dulu, teh hangatnya" Ibu datang menyodorkan teh hangat kepadaku. Aku mengambilnya dan meminumnya dengan tatapan kosong, tanpa ku sadari ibu terus mengelap tubuhku dengan handuk dengan begitu telaten. Aku hanya terus terdiam. Air mataku tak lagi menetes aku hanya terus memandang ke segala arah dengan tatapan hampa.

"Anjani, ayo cerita sama Ibu, kamu kenapa nak?? kenapa kamu diam terus??" Tanya ibu lagi, sambil mengelus rambutku.

"Ibu, Anjani di pecat dari kantor" Jawabku, Yang membuat Ibu membulatkan matanya sempurna.

"Apa???!!!!! Kenapa kamu sampai di pecat nak?? Kamu bikin salah apa??" Tanya ibu dengan segala kecemasannya.

"Anjani di fitnah Ibu, Jani di fitnah korupsi uang kantor, demi Allah ibu, Jani tidak pernah melakukannya" Suaraku mulai meninggi, aku menjelaskan alasan aku di pecat dari kantor, tapi anehnya air mataku kini malah sulit untuk menetes, hanya rasa sesak dan berat yang bersarang di dadaku. Ibu memelukku erat.

"Anjani, kamu harus sabar, ini sudah menjadi takdir Allah untuk kamu, mungkin sekarang sudah saat nya kamu istirahat di rumah dan memikirkan diri mu sendiri," Ibu mencoba menguatkanku.

"Suatu hari nanti, kejadian seperti ini akan terjadi ibu, jodoh, maut, rezeki, sudah di tuliskan Allah di lauhil mahfudz jauh sebelum kita terlahir ke dunia ini, hanya saja mungkin caranya saja yang membuat Jani shock dan merasa tidak siap menghadapi semua ini ibu, Insya Allah Jani bisa melewati semua ini" Aku tersenyum sambil menatap ibu lekat. Aku berusaha menenangkan hati ibu, aku tidak ingin melihat ibu sedih berlarut - larut.

"Tentu saja kamu bisa melewati semua ini, kamu anak ibu Jani," Ibu terus memelukku, dan menangis, aku membalas dekapan ibu, tapi aku sudah tidak bisa menangis. Mungkin karena air mataku sudah habis.

***

Semenjak kejadian itu, aku memutuskan untuk tinggal di rumah saja, menjadi seorang pengangguran, dan menikmati waktuku yang selama ini sudah hilang begitu saja dari hidupku.

Namun, meskipun aku menjadi seorang pengangguran, tapi aku masih bisa agak sedikit tenang menjalani hidup ku sebagai seorang pengangguran. Kenapa?? Karena aku sudah memiliki cukup tabungan untuk menunjang hidupku sementara waktu.

Selama bekerja, sedikit demi sedikit aku menyisihkan sisa uang gajiku untuk membeli sebidang tanah, yang kini aku kontrakkan kepada para petani, dengan di bayar pertahun, aku juga menyimpan sedikit demi sedikit uangku, dan menyimpannya di beberapa usaha kecil - kecilan temanku, dan toko kue yang sebelumnya di kelola ibu pun adalah milikku, karena aku pemilik modalnya.

Aku mulai membantu ibu membuat kue dan mendagangkan kue - kue yang di buat oleh ibu, baik secara offline, maupun secara online, selain aku menjadi memiliki kegiatan, aku juga bisa menambah pengalaman dan ya hasil dari dagang kue juga bisa menambah pundi - pundi penghasilanku. Semua itu yang menjadi sumber penghasilanku kini. Kini aku bisa merasakan hasil dari jerih payahku sendiri, aku bisa merasakan hasil dari aku berhemat setengah mati dulu.

Ingat kan ada pepatah yang mengatakan "Berakit - rakit ke hulu, berenang - renang ke tepian" Sekarang aku bisa menikmati hasil dari perjuanganku dulu. Di sela - sela kejenuhanku, kini aku mulai menghubungi sahabat - sahabatku dulu, aku mulai menghubungi Aliya dan Rani, orang yang ku anggap sebagai sahabat baikku, yang sempat aku lupakan berkat kesibukanku ketika bekerja, aku jarang merespon jalinan silaturahmi yang coba mereka bangun dengan alasan aku sangat sibuk bekerja, karena aku pun tak jarang harus lembur kerja kala itu, aku mulai mengunjungi tempat - tempat yang dari dulu ingin aku kunjungi. Aku mulai bisa mengunjungi acara keluarga yang sebelumnya sama sekali tidak bisa aku hadiri.

Sungguh aku sangat menikmati waktuku kini. Aku mencoba melupakan semua kejadian pahit yang sebelumnya menimpaku, Aku begitu bersyukur, dan bahagia.

Bersambung......................

Readers juga, kalau sekarang lagi pada punya penghasilan jangan lupa nabung yaaaaa,,,hhheee.....

Jangan lupa Like, komen, Bintang lima, Dan vote sebanyak banyak nya ya readers........

1
Pipit Pipit
Buruk
Pipit Pipit
banyak sekali ilmunya...makasih author neng neng
kriwil
lahian juga bego tau faisal bekas pacar temenya dah berbagi peluh masih mau aja si jani kayanya trauma sama laki² di rayu gitu aja udah luluh😀
kriwil
kalau ga mampu ngapain adik nya di manjain dengan barang tak berguna
Syaakira Cantik
ahir nya cerita nya benar2 berakhir bahagia.nivel ini menurutku wajib di baca karna banyak pelajaran yg bisa kita petik di dalam nya.tentang sebuah ujian yg bertubi tentang kesabaran tentang ketulusan dan kepercayaan dan tentang bagaimana cara menjaga keutuhan rumah tangga.satu pesan yg sangat jelas jangan pernah memasukan org lain dalam rumah tanggamu jika kamu tidak ingin menyesal seumpama jangan memasukan duri sekecil apapun dlm hidupmu jika tidak ingin kau tertusuk pada ahir nya./Pray//Good//Rose/
Syaakira Cantik
hemmmm susah di ungkapkan dgn kata2 agak rumit rupa nya.
Syaakira Cantik
ahir nya Jani bahagia sama Anwar kalo ada bonchap nya aku mau usul kalo mereka punya anak anak nya nama nya Januar singkatan dari Jani dan Anwar wkwkwk
Syaakira Cantik
boleh gak Thor aku panggil si indah ini adik yg gak tau diri.
Syaakira Cantik
awal baca,masih bertanya akankah di part selanjut nya mengandung banyak bawang.
♡Anna_lovers♡
novel ini, seperti cerita ku😌
Vry Sihite
sangat terkesan
Awalia
Lumayan
Wiwin Wintarsih
kenapa ini author dendam banget sama peran utamanya. disakitin melulu. 😭
Neulis Saja
happiness for you two
Neulis Saja
have a nice day
Neulis Saja
Jani, egomu tinggi juga setelah tahu kebenaran tapi resfect terhadap suamimu kayanya hambar apakah kamu malu Krn terlanjur menuduhnya negatif ?
Neulis Saja
how about after finding out what actually happened? still doubt or trust your husband
Neulis Saja
sebaiknya h ketika memastikan kebenaran keduanya hrs ada dalam satu tempat kalau terpisah bisa2 si tiwi mengelak dan memojokkan Anwar namanya org jahat bisa memutarbalikkan fakta yg sebenarnya
Neulis Saja
ok make peace with your heart... what you see is no the same as what actually happened 🙏
Neulis Saja
someday Jani... you Will know who is wrong, Anwar or Tiwi? other people can commit crimes in any way so that their desires are ache ived
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!