NovelToon NovelToon
Pamali

Pamali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Komedi
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Samsya

Ada sebuah kepercayaan pada legenda 'pamali' di kampung kebun jeruk nipis. yang dimana para gadis yang belum menikah dilarang keluar malam hari, duduk di depan pintu, potong kuku malam hari, gunting rambut pas malam hari.



Namun ada, sekelompok remaja yang melanggar aturan itu dan berujung malapetaka bagi dirinya sendiri. Dari mereka diganggu setan di rumah sampai dibuat tersesat di hutan belakang rumah.
Apakah Anda bisa menyelesaikan pamali yang telah mereka langgar dan pergi dari pamali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sejam, kini akhirnya mereka sampai di rumah pak kades.

“Inget iya ini kita lagi kunjungan jadi harap jaga sikap” ujar pak yahman memperingatkan para murid nya.

“Oke, siap pak” jawab mereka serempak.

Tok … tok … tok

“Assalamualaikum, permisi pak ini saya pak Yanto”

Dan tidak menunggu lama pintu terbaru oleh seorang pria paruh baya yang mengenakan sarung dan baju putih sederhana.

“Ouh, kunjungan kegiatan yah. Ayo masuk masuk” ujar pak Bayu mempersilahkan para guru dan murid masuk kedalam rumah nya.

Pandangan pak Bayu tertuju pada ketiga remaja laki-laki yang berdiri di dekat pintu. Yaitu Bagas, Farhan dan Dimas.

‘Seperti nya mereka bertiga anak anak itu’

Mereka bertiga terlihat bingung saat pria itu terus memperhatikan mereka dengan tatapan yang tidak mereka mengerti.

‘kenapa bapak itu ngeliatin gua kayak gitu yah?’ batin Bagas namun ia tidak mau begitu memperdulikan hal itu. Begitu juga dengan Farhan dan Dimas.

“Bentar, yah saya siapkan minuman dulu yah” kata pak Bayu memanggil istrinya untuk membuat minuman.

Melihat itu pak Yanto dan yang lainnya jadi tidak enak.

“Gak usah repot-repot pak, kamu jadi gak enak. Kan tujuan kami kesini itu untuk melakukan kegiatan sekolah. Agar anak anak tahu bagaimana sistem kerja kepala desa” ujar Bu Windy tersenyum ramah.

“Sudah tidak apa-apa, Toh lagian juga kegiatan ini kunjungan ini kan sangat jarang terjadi. Jadi biarkan saya menyambut kalian sebaik mungkin” sahut pak Bayu merasa tidak keberatan dengan kehadiran kegiatan ini.

Justru ia malah suka karena rumah nya kini jadi ramai orang lagi, tidak seperti hari biasa yang sepi. Hanya ditemani sang istri saja.

“Maaf yah cuma bisa ngasih teh hangat aja nih” ujar Bu mekar meletakkan nampan berisi teh hangat manis dan beberapa kue kering.

“Iya, gpp terimakasih banyak loh Bu” ujar pak Yanto mata nya sesekali melirik para murid yang tampak tenang dan tidak heboh seperti biasanya.

__________________________________

“Ini kenapa jadi para guru yang asik ngobrol sama pak bayu dan Bu mekar yah?” Gumam Tia tersenyum tipis melihat pemandangan itu.

“Kayak emak emak kalo ketemu teman nya pas di pasar gak sih, ngobrol nya bisa berjam-jam” sahut putri terkekeh kecil saat ia ingat kalo ibu nya juga begitu.

“Setuju” seru mereka secara kompak diiringi tawa kecil agar tidak mengganggu obrolan para guru dan pak kades serta istrinya.

“Apalagi bapak gua Cok, itu kalo ketemu pak andre bapak nya Farhan. Itu mereka kalo ngobrol biar kata papasan lagi naik motor, ngobrol nya lebih lama dari emak emak jir”

Kata dimas dibalas anggukan oleh farhan, mendengar itu yang lain ketawa geli sambil menutup mulut mereka agar tidak terlalu berisik.

“Masa iya sih cok, sampe segitunya?” Tanya Bagas tertawa geli dan tidak percaya mendengar itu.

“Lah, gak percaya dia. Bapak lu juga sama kocak. Kan bapak kita bertiga besti forever” jawab Farhan membuat para murid cewek memegangi perutnya yang keram karena tertawa.

“Si kampret, iya juga yah. Maaf nih baru inget ane” kekeh bagas.

Di saat suasana begitu harmonis, dipenuhi gelak tawa riang mereka. Sedari tadi pak Bayu sesekali melirik ke arah ketiga.

Sambil tersenyum tipis. ‘mereka bertiga benar benar seperti ayah mereka dulu, ceria dan selalu punya cara untuk membuat suasana jadi hangat’

Bu mekar yang sadar sang suami memperhatikan sesuatu, ia berbisik pelan. “Kenapa pak? Bapak pasti senang banget kan suasana ramai seperti ini?”

Pak Bayu mengangguk kecil dan tersenyum tipis melihat Bu mekar. “Yah, bapak seneng banget Bu. Ditambah bapak sekarang lihat mereka lagi di wajah anak mereka sekarang ini”

Mendengar itu Bu mekar menyipitkan matanya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah para murid. Tanpa menunggu lama Bu mekar langsung menangkap sosok yang tidak asing bagi nya.

“Iya, pak itu kayak mereka bertiga” gumam Bu mekar dengan suara yang lirih seolah sedang menahan kesedihan yang dalam.

Tidak terasa hari sudah mulai siang, kini jam dinding menunjukkan pukul 12.00, melihat itu pak Yanto bergegas pamit dengan yang lain.

“Loh, buru-buru amat nih” ledek pak Bayu sambil terkekeh kecil.

“Iya, kasian anak anak pasti pada capek habis kegiatan ngobrol ini” sahut Bu nana sambil tersenyum manis.

Pak Bayu dan Bu mekar menoleh ke para murid, yah mereka tampak sudah lelah dan butuh istirahat.

“Iya, kasian mereka kecapean” gumam Bu mekar, perlahan matanya menatap ke setiap wajah para murid.

Namun seketika senyum nya sedikit surut, pak Bayu yg menyadari itu terdiam sejenak.

Sampai ucapan pak Yanto menyadarkan nya. “Yaudah kalo gitu kita pamit dulu yah pak Bayu dan Bu mekar. Makasih sudah menerima kami dengan begitu hangat”

“Iya, sama sama pak. Hati hati dijalan yah” ujar pak Bayu melambaikan tangannya melihat para guru dan murid itu baik ke atas mobil pick up.

Setelah melihat kedua mobil itu pergi pak Bayu langsung menutup pintu dan menatap lurus sang istri.

“Aku rasa ada murid yang tidak ikut tadi” ujar Bu mekar, mendengar itu pak Bayu jadi bingung maksudnya.

“Masa sih Bu? Aku pikir tadi sudah semua loh” kata pak Bayu merasa tidak ada murid yang tidak ikut kegiatan itu tadi.

“Satu cewek tomboy dan satu cowok keras kepala itu loh pak, aku lihat mereka gak ada” jelas Bu mekar dengan ekspresi begitu cemas.

“Tunggu maksudnya ibu si bunga dan Alfin?” Tanya pak Bayu untuk memastikan dugaan firasat nya.

Bu mekar mengangguk kecil. “Iya kayaknya itu namanya mereka. Tadi ibu gak lihat mereka, apa mereka emang gak ikut?”

“Bisa jadi Bu, kan kita pernah lihat kegiatan mereka. Dan mereka berdua paling aktif dari awal, jadi wajar kalau tadi mereka gak ikut untuk istirahat”

Setelah mendengar penjelasan tersebut dari sang suami, ada sedikit ketenangan di hati Bu mekar.

“Emang nya kenapa ibu kelihatan cemas begitu pas tau ada dari mereka yang tidak datang tadi?” Tanya pak Bayu, karena tidak biasanya sang istri begitu cemas.

Bu mekar menghela nafas berat, lalu ia segera menuntun sang suami agar mengikutinya duduk di sofa.

Bu mekar pun mulai menceritakan apa yang ia dengar dan bicarakan oleh para warga dan ibu nya yang bernama nek wekar di pasar dua hari yang lalu.

Setelah mendengar penjelasan sang istri pak Bayu merasa bulu kuduk nya merinding bukan karena dingin, tapi karena rasa takut.

Takut kampung ini akan terkena musibah yang dulu pernah terjadi. Tanpa menunggu lama pak Bayu langsung bangkit dan menutup semua jendela dan mengunci pintu.

“Bu tolong ambil bawang putih yang masih utuh, belum di kupas. Harus satu genggaman” ujar pak Bayu begitu terburu-buru.

Melihat itu Bu mekar langsung bangkit dan berlari ke dapur, mengambil bawang putih yang masih terlihat utuh.

“Ini pak, ibu bakar tempurung kelapa nya di dapur yah pak”

Pak Bayu mengangguk dan langsung mengikuti setiap bawang putih utuh dengan benang hitam di jendela, pintu dan bahkan di letakkan beberapa di halaman rumah.

Suasana yang tadi nya begitu hangat kini terasa begitu dingin hampir seperti di kutub Utara.

Tidak ada waktu untuk menjelaskan ke sang istri, pak Bayu terlalu sibuk mengurus semua nya.

Agar malam ini mereka bisa tidur dengan aman … tanpa gangguan dari mereka.

Dari dalam terlihat banyak asap tebal muncul dari tempurung kelapa yang dibakar.

“Besok kita ke villa penginapan itu Bu, ada hal yang sangat penting harus bapak tanyakan” ujar pak Bayu hati nya berdetak begitu kencang.

Namun ia tidak bisa terlihat panik jika tidak istri nya juga akan panik.

“Baik pak, ibu rasa kayak bapak mencoba melindungi semua nya” kata Bu mekar melihat sang suami mengunci pintu dekat kulkas yang menuju halaman kebun belakang rumah.

“Iya, ibu gak salah tebak. Dari malam ini sampai besok siang sekitar jam 09.30 kita dirumah dulu” Ucap pak Bayu

Mendengar itu Bu mekar mengangguk dan berjalan mengikuti sang suami untuk istirahat di kamar.

Padahal langit diluar masih cerah dan adzan Dzuhur baru berkumandang. Tapi kini ia dan suaminya tidak bisa keluar rumah sampai waktu yang sudah pak Bayu tentukan.

1
you're mine
Aamin, semoga aja mereka gak kenapa Napa pas berhasil ditemukan 🤭
cila_aa
mau tanya kak, lembing itu apa yaa kak
cila_aa
baru setan bisa kurus😭
you're mine: bisa dong, ini setan nya lain dari yang lain 🤣
total 2 replies
cila_aa
semoga bunga dan alfin selamat thor🥺
cila_aa
sadis amat thor setannya
cila_aa
aaa ikut deg degan nihh tiba ada yang cari disituasi ke gini
cila_aa
berarti tersesat dong 2 anak itu🥺
cila_aa
ngide banget sih bunga sama alfin kan jadi ketemu setan😭
cila_aa
thor mau nanya nih kenapa warga diem kalau suasana jadi aneh😞
cila_aa: jadi penasaran nihh
total 2 replies
you're mine
agak serem dikit emang, tapi itu sebenarnya bukan Risma. melainkan sosok astral yang lagi menyerupai Risma gitu deh 😄
cila_aa
ih takutt rismaa, ko bisa gitu thor?
you're mine
bisa aja nih, itu belum lama loh. Masih belajar juga aku itu, btw aku masih setia nungguin bab selanjutnya novel kamu itu loh 🤭.
cila_aa: semangat kak nulisnya, aku juga masih harus banyak belajar hehe🤍
total 1 replies
Parmata Author
Pemula(pemain udah lama😭). btw sengat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!