NovelToon NovelToon
BERSINAR DI DUNIA BEASTMAN

BERSINAR DI DUNIA BEASTMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERANGKAT

Tiga hari, dalam waktu sesingkat itu suku rubah sudah berhasil membuat senjata yang bisa dipergunakan oleh semua orang untuk menjalankan misi menaklukkan suku beruang hitam.

Dalam waktu tiga hari tersebut, selain membuat senjata para anggota suku juga mulai berlatih menggunakan senjata yang bagi mereka sedikit asing tersebut dengan menggunakannya untuk berburu.

Awalnya ada beberapa orang yang pesimis dengan keputusan kepala suku yang ingin menaklukkan suku beruang hitam karena mereka merasa jika kekuatan suku rubah lebih lemah, tapi ketika mereka menggunakan senjata baru pada saat berburu, mereka tercengang.

Bukan hanya lebih ringan dan tajam, senjata baru tersebut juga sangat efektif untuk membunuh hewan buas yang mereka buru.

Bahkan para pemanah juga dibuat takjub, ujung panah dari besi lancip lebih efektif melemahkan hewan buas yang mereka buru sehingga tak membutuhkan banyak tenaga dan waktu, hewan buas yang mereka dapatkan dalam perburuan kali ini jumlahnya tiga kali lipat dari biasanya, membuat beberapa orang yang awalnya masih ragu kini mulai merasa yakin bisa memenangkan pertempuran dengan suku beruang hitam.

Selina yang mendengar kabar tersebut tentu saja sangat senang karena ternyata senjata baru yang diciptakannya bisa membuat suku rubah menjadi lebih kuat dan kepercayaan diri para anggotanya meningkat.

Reygan dan Abraham sebagai jenderal di barisan paling depan dalam misi besar ini sepenuhnya mengikuti pengaturan yang Selina buat karena mereka sendiri sudah membuktikan jika ide-ide dan rencana yang Selina buat sangat efektif.

Mereka tak akan langsung membunuh anggota suku beruang hitam melainkan mencoba untuk melumpuhkannya dengan obat bius dosis tinggi telah disiapkannya karena sejak awal tujuan Selina adalah menyatukan berbagai suku dengan suku rubah sebagai pusatnya sehingga mereka memerlukan anggota yang bersedia menjadi bagian dari suku rubah, jadi membunuh mereka bukanlah tujuan utama kecuali terpaksa ketika kondisi mendesak terjadi.

.

.

.

Hari kelima,

Begitu matahari sudah turun digantikan oleh sinar rembulan yang lembut, sekumpulan manusia binatang tertawa lebar hingga mulut mereka nyaris tak bisa menutup, masing-masing dari mereka menggenggam senjata pilihan mereka, sudut bibir terangkat hampir mencapai telinga dengan penuh percaya diri.

Sementara itu, para anggota suku yang sebelumnya merasa bahwa misi ini sangat konyol mengingat kekuatan yang dimiliki oleh suku beruang hitam sangat besar, kini sepenuhnya menyingkirkan keraguan tersebut setelah mereka menguji sendiri kehebatan senjata yang dibuat oleh anggota suku berelemen angin dibawah bimbingan Selina.

Dengan adanya senjata ditangan maka peningkatan kemampuan yang mereka miliki sungguh luar biasa. Bahkan manusia binatang terkuat sekalipun, jika tidak bersenjata, meski datang berempat atau berlima, tetap tidak akan mampu menandingi satu orang yang mengayunkan pedang panjang dan tombak yang sangat tajam ini.

Suku Beruang hitam mungkin unggul dalam aspek kekuatan dan besarnya ukuran tubuh, tapi mereka tak segesit dan selincah anggota suku rubah karena perawakan mereka yang mungil dan langsing.

Selian unggul di bentuk tubuh serta kecepatan, suku rubah juga memiliki kekuatan persona yang bisa menghipnotis musuh dan dengan senjata tajam ditangan mereka maka keunggulan sudah pasti ada ditangan mereka.

"Jenderal Abraham, jenderal Reygan, kita berangkat sekarang?", ucap Selina yang langsung diangguki oleh Abraham dan Reygan, semua orang yang ada dibelakangnya dengan semangat membara yang terpancar dikedua mata mereka, mencengkeram erat senjata yang mereka pegang.

Harapan akan kejayaan suku rubah yang sebentar lagi akan terwujud, membuat semangat semuat orang membara dan tekad untuk memenangkan pertempuran ini pun semakin besar.

Dipimpin oleh Abraham dan Reygan, Selina yang perlahan sudah bisa menghilangkan rasa jijik akan wujud asli suami beastnya, kini sudah berada diatas kepala Arvello yang sudah berubah bentuk menjadi ular hitam yang sangat besar.

Untuk mempermudah pergerakan mereka dan bersembunyi dalam kegelapan, semua anggota suku rubah berubah wujud ke bentuk binatang mereka dan mulai berjalan maju mengikuti pergerakan Abraham dan Reygan yang memimpin mereka.

Bayangan mereka dengan cepat menghilang begitu rombongan berjumlah tiga ratus orang tersebut meninggalkan wilayah Suku Rubah dan bergerak masuk kedalam hutan yang gelap dan sunyi menuju tepi tebing pegunungan dimana wilayah Suku Beruang hitam berada.

Di kejauhan, Anggelo dan Qwerty memandangi pemandangan itu dalam diam. Di mata keduanya tampak kekhawatiran yang tak tersamarkan.

"Qwerty, bagaimana menurutmu, hari ini akan membawa keberuntungan atau malapetaka? " tanya Anggelo dengan nada penuh harap, menoleh ke arah Qwerty, berharap mendapat jawaban yang menenangkan.

Qwerty mengerutkan kening. "Tidak tahu. Tidak bisa kuhitung".

Ekspresi Anggelo seketika menjadi sulit diungkapkan dengan kata-kata mendengar jawaban dari tabib sukunya tersebut.

Qwerty mengangkat pandangannya dengan malas. "Kenapa? Bukankah ini bukan pertama kalinya kau tahu tingkat kemampuanku?".

Dalam berbagai hal, kemampuan yang dimiliki oleh Qwerty tergolong biasa saja. Hanya saja ia lebih baik dalam meracik obat, tetapi itu pun hanya sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan tabib dari suku lain, jelas kelas Qwerty masih dibawah mereka. Maka dapat dibayangkan betapa lemahnya ia dalam bidang lain, seperti membaca rasi bintang atau meramal keberuntungan dan malapetaka, seperti tugas tabib suku pada umumnya.

Beberapa waktu sebelumnya, alasan ia bisa memprediksi hujan badai dengan cukup tepat bukan karena kemampuannya luar biasa, melainkan karena tanda-tanda cuaca sudah terlalu jelas. Bahkan diantara para anggota suku pun, mereka yang berpengalaman sejak awal telah mencium gelagatnya.

Anggelo menghela napas dengan muram. "Semoga mereka semua bisa kembali dengan selamat."

la sama sekali tidak berani berharap pada keberhasilan. la hanya berharap Selina dapat bertahan hidup, dan para anggota suku, setidaknya bisa kembali. Meski banyak yang terluka parah, toh masih ada para betina yang bisa mengobati mereka. Namun jika tak kembali sama sekali, maka tak ada lagi yang bisa dibicarakan.

"Mereka pasti baik-baik saja," kata Qwerty dengan penuh keyakinan.

“Aku tidak percaya jika rubah berekor sembilan yang merupakan anak kesayangan dewa binatang tak memiliki kemampuan. Dia sudah memutuskan berarti ia juga sudah mengetahui resiko apa yang harus ia tanggung. Dan aku juga yakin jika Selina tak mungkin membuat anggota suku rubah berada dalam bahaya selama ia dan pasangannya ada dalam barisan", ucap Qwerty dengan keyakinan mutlak.

Setelah ia tahu jika Selina merupakan rubah berekor sembilan, hatinya sudah memiliki firasat jika suku rubah tak akan sama lagi. Masa kejayaan yang selama ini hanya menjadi angan dan harapan semu suku, tak lama lagi akan bisa terwujud.

Apalagi tadi ketika ia memeriksa kondisi Selina sebelum berangkat, ia merasakan ada energi kuat dari tubuhnya. Meski ia belum yakin, Qwerty curiga jika Selina telah membangkitkan kekuatan dalam tubuhnya. Sebuah kekuatan besar yang dimiliki oleh keturunan setengah dewa seperti rubah berekor sembilan yang selama ini hanya menjadi legenda.

1
Wapik
mencoba baca dulu ya
Aie Saragih
kk double up ya kk
Aie Saragih
aku selalu Sukak cerita kk ini
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya
Aie Saragih
kk knpa skit sekali kk bab nya 😍
Yuni Anto
🙄😍waah😍up LG donk Thor 💪💪💪💪💖💖 terus ya Thor
Herli Yani
lanjut thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!