Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ANTISIPASI
Sebelum sinar mentari muncul di bumi, pasukan suku rubah telah kembali dengan berita kemenangan, membuat Anggelo dan Qwerty buru-buru menyambut kedatangan mereka di pintu gerbang suku.
Baru beberapa jam suku rubah pergi, kini mereka telah kembali dengan kabar berita kemenangan, membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa terkejut dan sangat senang karena tak menduga jika kekuatan prajurit mereka akan berlipat ganda setelah memiliki senjata aneh buatan Selina tersebut.
Melihat sosok Selina yang berjalan didepan, Anggelo dan Qwerty pun mempercepat langkah kaki mereka.
Begitubtiba dihadapan Selina, Anggelo tak kuasa lagi menahan rasa senang dalam hatinya.
“Apakah kita benar-benar memenangkan pertempuran itu? suku Beruang Hitam benar-benar telah kita taklukkan?”, tanya Anggelo kepada Selina dengan ekspresi tak percaya.
“Benar kepala suku, kita telah memenangkan pertempuran tanpa ada pertumpahan darah”, jawab Selina dengan senyum lebar.
“Jenderal Abraham dan jenderal Reygan dan dua ratus prajurit untuk sementara waktu masih berada disana untuk menstabilkan kondisi. Saya kembali ke suku dengan seratus prajurit karena ingin mendiskusikan dengan kepala suku mengenai pengabungan dua suku ini karena dengan tunduknya suku Beruang Hitam maka secara otomatis anggota suku dan wilayah mereka menjadi milik kita”, kelas Selina.
Kepala suku dan Qwerty yang melihat pentingnya urusan ini segera mengajak Selina ke rumahnya untuk berdiskusi.
Jika di suku rubah Selina terlihat sangat antusias dan bersemangat setelah taktiknya menguasai suku Beruang Hitam tanpa menimbulkan korban jiwa, Arumi yang berada di dalam kamar mewahnya di kediaman Sein di kota Raja justru terlihat sangat menyedihkan.
Perempuan itu tengah terbaring pucat di atas ranjang besarnya didampingi oleh kelima suaminya yang menatapnya dengan sedih karena kondisinya itu.
Sudah banyak tabib yang didatangkan oleh keluarga Sein, tapi tak ada satupun yang bisa mendeteksi penyakit apa yang perempuan muda itu derita.
Hal ini tentu saja membuat para tetua keluarga Sein merasa tak senang. Arumi belum memberikan kontribusi yang besar bagi keluarga, tapi sekarang ia sudah sakit-sakitan, membuat mereka kembali mengingat akan kondisi Selina dulu, yang sejak kecil sakit-sakitan dan memerlukan banyak biaya, hal membuat rasa tidak senang mereka akan keberadaan Arumi di kediaman ini mulai tumbuh subur dihati mereka.
Arumi sendiri juga merasakan perubahan hati dan sikap anggota keluarga Sein terhadapnya. Hal ini tentu saja membuatnya menjadi gelisah setiap hari dan kecemasan hatinya ini semakin meperburuk kondisi tubuhnya yang sudah drop beberapa hari terakhir.
Sistem yang dimiliki oleh Arumi tak sehebat sistem yang dimiliki oleh para pelintas waktu pada umumnya yang bisa memberikan peringatan jika ada bahaya dan juga bisa diajak berdiskusi.
Sayangnya, sistem yang Arumi miliki hanya sistem biasa yang hanya memberikan misi dan hadiah berupa point yang bisa ditukar di toko sistem dengan aneka barang berkhasiat didalamnya.
Karena Arumi tak mengetahui jika ia keracunan, tabib juga tak bisa mendeteksi apa penyakitnya sehingga ia hanya bisa mengobati apa yang tengah ia rasakan saat ini dengan aneka macam pil yang ada di toko sistem.
Racun ular es yang Arvello berikan sangat halus dan menyebar langsung kedalam pembuluh darah tanpa jejak sehingga tak mungkin bisa dideteksi. Racun ini meskipun ganas tapi berefek lambat, membuat siapapun yang terkena racun akan mengalami penyiksaan yang menyakitkan.
Daya imun orang yang terkena racun akan turun dengan drastis, membuatnya mudah sakit. Dari dalam, organ tubuhnya, dengan lambat mulai hancur, menyebabkan rasa sakit secara perlahan dan berkepanjangan.
Arvello memang sengaja tak membuat Arumi langsung mati karena itu terlalu mudah bagi perempuan yang telah menyakiti istrinya.
Selina sendiri yang tak tahu apa yang telah suaminya lakukan kini tengah tenggelam dalam diskusi panjang bersama kepala suku dan tabib suku akan masa depan suku rubah.
Karena kondisi wilayah suku Beruang Hitam lebih luas dan mereka memiliki banyak gua batu yang berada ditebing pegunungan dimana hal itu cukup efektif sebagai tempat tinggal dan lebih aman dibandingkan dengan pemukiman suku rubah yang berada dilahan datar dan mudah digapai oleh musuh sehingga mereka pun memutuskan jika anggota suku rubah akan bergabung menjadi satu dengan pemukiman ex suku Beruang Hitam karena kini mereka juga sudah menjadi bagian dari suku mereka.
Sementara untuk area pemukiman suku rubah sendiri, Selina menyarankan untuk dipergunakan sebagai lahan pertanian dan peternakan bagi suku sehingga dimasa depan, mereka tak kesulitan makanan ketika musim dingin terjadi.
Anggelo dan Qwerty yang mendengar usul yang diberikan oleh Selina merasa sangat senang dan mereka pun segera menyetujuinya dengan cepat.
“Baiklah, kita akan melakukan semua hal yang kamu katakan”, ujar Anggelo dengan senyum lebar.
Begitu keputusan dibuat, Anggelo pun segera menyiapkan diri untuk berangkat ke wilayah baru suku rubah untuk bertemu dengan Georgina yang kini akan menjabat sebagai pengelola departemen suku Beruang hitam.
Mengingat lamanya perempuan itu menjabat sebagai kepala suku beruang hitam, Selina pun menyarankan kepada Anggelo untuk mendirikan departemen tersebut sehingga meski Georgina tak lagi menjabat sebagai kepala suku, ia masih memiliki wewenang mengatur anggota sukunya hal ini tentu akan menimbulkan rasa dan persepsi yang berbeda bagi suku Beruang Hitam yang harga diri mereka baru saja tercabik-cabik setelah ditaklukkan oleh suku rubah dengan mudah.
Selain untuk meredakan ketegangan yang ada, pengaturan ini juga memudahkan bagi Anggelo untuk mengkoordinasikan semua anggota suku yang kini sudah bertambah menjadi seribu orang setelah enam ratus lima puluh orang suku beruang hitam bergabung dengan suku rubah.
Kabar mengenai penaklukan suku beruang hitam oleh suku rubah, melesat dengan cepat dan semua orang di pegunungan Altic sudah mengetahuinya, membuat mereka sangat terkejut.
Selama ini mereka melihat jika suku rubah merupakan suku kecil yang sangat tenang dan damai. Tak pernah mereka mendengar suku rubah bertindak agresif sehingga kabar besar ini tentu saja mengejutkan semua orang dan menjadikan banyak suku kecil yang ada disekitar pegunungan Altic mulai waspada.
Kabar mengejutkan tersebut juga terdengar sampai ke telinga suku elang emas yang ada di puncak pegunungan Altic.
Sebagai teman lama, suku elang emas sangat tahu bagaimana pemikiran Anggelo dan kabar ini juga mengejutkan bagi mereka sehingga putra mahkota Simurgh Khan untuk berkunjung ke suku rubah dan mencari kebenaran akan informasi tersebut.
Selain kabar mengenai penaklukan suku Beruang Hitam, Simurgh Khan juga diperintahkan untuk mencari kebenaran mengenai gua garam yang baru saja ditemukan oleh suku rubah.
Suku elang emas dan suku rubah sudah menjalin aliansi, jika kabar mengenai gua garam tersebut benar maka mereka tentu tak akan lagi kekurangan garam dimasa depan karena bisa mendapatkannya dari suku rubah tanpa harus menunggu pasar benua tengah dibuka.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya