NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dark Romance / CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.

Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.

Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Ternyata orang yang sama

"Nayyara…. terima kasih banyak, aku masih tak percaya, ya Allah Alhamdulillah" Davka nyaris menangis namun gadis itu tersenyum dan menggeleng.

"Sama‑sama. Aku juga lega karena tugasku ini hampir selesai. Setelah dia lahir kita bisa bercerai, kamu boleh menceraikan aku Bang" Davka terdiam, ketika mengatakan itu Nayyara menahan air matanya, dia sebenarnya sungguh tak rela, namun dia tak bisa memaksa seseorang tetap berada di sisinya.

"Tolong jaga dia dengan baik, aku mohon….."

"Baik, tenang saja Bang Davka, menjaga anak ini adalah tugasku seperti perjanjian kita kemarin" Mendengar itu entah kenapa Davka jadi tak rela, entahlah dia seperti tak mau kehilangan salah satu dari mereka, Nayyara dan bayinya itu seperti sebuah kesatuan. Meskipun bayi itu miliknya, buah dari pengorbanan yang dia lakukan sampai bercerai dari Selvia juga karena masalah anak

"Apa kamu rela memberikan anakmu padaku setelah dia lahir? Seperti perjanjian kontrak kita?"

"Iya aku ikhlas dan percaya. Lagipula dia juga anakmu kan, dia pasti akan tumbuh dengan baik bersamamu Bang…" Nayyara mengangguk, anggap saja demi lelaki yang dia cintai itu dia akan melakukan apapun. Dia ingin membuktikan pada semua orang jika Davka bukan lelaki yang mandul dan payah. Nayyara hanya bisa memberikan ini sebagai buktinya, mungkin karena perasaan cinta ini sudah begitu dalam, dia sungguh ikhlas mengandung bayi ini sampai siap melahirkan, meskipun tak dibayar satu miliar sekalipun oleh Davka.

"Apa boleh aku pegang perutmu?" Tanya lelaki itu ragu. "Iya boleh kok……" Davka langsung mendekatkan tangan pada perut gadis itu, mengusapnya lembut dan Nayyara memejam menikmati usapan halus tangan itu. Akhirnya anak yang begitu Davka dambakan selama ini akan terus berkembang besar di rahim Nayyara dan siap lahir ke dunia ini lalu memanggilnya Papa, sungguh itu seperti sebuah anugerah Tuhan yang tak ada duanya bagi Davka.

"Hai sayang, anakku….. ini Papa….." Davka membatin, air matanya jatuh karena dia sungguh tak menyangka, bertahun‑tahun selalu mendambakan akan memanggil anaknya seperti itu. "Tumbuhlah sehat Nak, Papa akan selalu menjagamu… dan juga ibumu" Davka tersenyum lalu mengusap air matanya. Nayyara yang memperhatikan ekspresi bahagia lelaki itu menggeleng maklum, dia paham sebahagia apa Davka ketika menyentuh perutnya dan mendapatkan kabar baik ini.

"Mommy mau ajakin aku kemana sih? Hari ini aku sibuk banget lho" Davka memicingkan mata melihat gelagat Bu Linda yang akan buru‑buru pergi setelah sarapan.

"Lho kamu bilang mau kalau Mommy kenalin ke gadis yang Mommy bilang kapan hari itu" Pak Alex yang belum tahu apapun heran.

"Siapa Mom?"

"Biasalah Mommy mau jodohin aku lagi, dad, malah maksa banget dari kemarin, padahal aku lagi gak mood" Jutek lelaki itu; entah kenapa dia jadi ragu menikah lagi sejak Nayyara bisa hamil, dia seperti takut kelak jika harus membagi perhatiannya pada Nayyara dengan istri yang lain lagi.

"Ya ampun itu kan demi masa depanmu, gimana sih?" Davka menghela napasnya, dia belum berani cerita jika sudah menikah lagi dan istrinya sekarang juga sudah hamil, bahkan dia sudah menikahi Nayyara sebelum dia cerai dari Selvia 

"Davka sebaiknya kamu temui dulu gadis yang mau dikenalin sama Ibumu, mungkin saja kamu bisa cocok sama dia" Davka mengangguk malas. "Yasudah tapi nanti malam saja, aku sibuk pagi ini, aku berangkat ke kantor duluan ya Dad, Assalamualaikum" Pamitnya.

"Waalaikumsalam….." Jawab Pak Alex saat Davka mencium tangannya. Bu Linda masih mengejar anak lelakinya itu sampai ke pintu depan rumah.

"Ada apa lagi Mom?"

"Jangan lupa lho nanti malam sebelum jam enam kamu sudah harus ada di rumah, Mommy akan undang dia ke sini biar bisa Mommy kenalin ke kamu, percayalah pilihan mommy kali ini nggak akan salah nak"

"Iya iya…. tenang aja aku bakalan cepetan pulang, pamit pergi ke kantor dulu ya" Davka mencium tangan ibunya lagi dan langsung berjalan ke mobil Lamborghini sport‑nya.

******

Rumah Sakit internasional hospital Jakarta 

"Kamu tunggu di sini saja, aku antri ambil obat dulu ke apotik depan"

"Baik Bang, jangan lama‑lama ya….."

"Jangan kemana‑mana duduk saja di sini, aku gak lama kok tenang aja" Nayyara mengangguk patuh. Akhirnya siang ini Davka bisa membawa Nayyara periksa ke dokter Dinda, dia sengaja mengosongkan semua jadwal pekerjaannya siang ini, dan meminta Dino mengantarkan mereka ke rumah sakit.

Tadi dokter Dinda yang bawel banyak sekali memberi nasihat pada mereka, bahkan dengan cerewetnya dokter cantik itu juga memberitahu jika Davka harus benar‑benar menjaga istrinya dengan ekstra, mengingat usia Nayyara masih muda, dan usia kandungannya juga masih rentan.

Kuping Davka sampai panas dan merah saat dokter itu bilang dia juga tak boleh menyentuh Nayyara sama sekali sampai usia kandungannya masuk ke empat bulan, itu berarti masih sekitar delapan minggu lagi. Nayyara hanya melirik lelaki itu yang kesal karena dokter Dinda begitu antusias melarangnya ini dan itu.

 

"Aku sudah dapat obatnya, kita langsung pulang ya, kamu gak ke kampus kan hari ini?"

"Nggak kok Bang, baiklah ayo….." Setelah hampir lima belas menit Davka kembali ke koridor di lobi rumah sakit tempat Nayyara duduk menunggunya, dia tersenyum lalu mengajak gadis itu pulang. Kedua orang itu melangkah bersama ke pintu keluar rumah sakit dengan tangannya yang menggandeng erat tangan Nayyara, entahlah dia seperti ingin selalu melindungi ibu dari calon bayinya.

"Lho Davka kamu di sini?"

"Eh Tante Anna?" Davka menoleh kaget bahkan dia langsung panik melepas gandengan tangannya pada Nayyara begitu mendengar suara yang sangat dia kenal. Tantenya menatap Davka, lalu beralih menatap Nayyara juga.

"Lho ini Mbak Nayyara kan?"

"Iya, Tante Anna apa kabar, Assalamualaikum" Davka kaget, dia bengong melihat Nayyara menyalami wanita tua itu.

"Waalaikumsalam Mbak, aduh Mbak Nayyara makin cantik aja nih, Tante pingin ajakin ke sanggar Tante biar kita bisa melukis bareng" Puji Anna dengan tulus.

"Lho Nay kamu kenal sama Tante Anna?" Nayyara mengangguk pelan karena lelaki itu masih shock. "Kalian ke sini bareng ya, Mbak Nayyara ini siapa kamu Davka?" Baru saja Anna bertanya, di belakangnya Bu Linda datang membawa kantong obat.

"Davka?" Panggil Bu Melinda pada anaknya 

"Eh Mommy kok di sini juga?" Davka melotot panik, dia melirik Nayyara yang juga kaget ketika melihat Bu Linda.

"Lah kamu ngapain juga di sini, Mbak Nayyara ke sini sama kamu toh? Apa kabar mbak?"

"Baik Bu....." Senyum Nayyara mencium tangan Bu Linda dengan akrab. "Kok bisa sama kamu Dav?"

"Anu Mommy…. dia ini~" Davka bingung menjelaskan.

"Davka apa Mbak Nayyara ini pacarmu? Tadi kalian gandengan tangan mesra begitu sampai Tante kaget" Tanya Anna kepo sampai Bu Linda melotot, karena dia melihat Davka tadi menggandeng tangan gadis itu mesra dan mereka jalan berdua dengan akrab 

"Lho masa, serius nih An?? Jadi beneran Mbak Nayyara pacarmu Davka? Ya ampun jadi kalian ini sudah kenal toh?!" Seru Bu Linda dia kegirangan setengah mati karena ucapan Anna tadi.

"Heh apa? Bang Davka anaknya Bu Linda?" Nayyara melotot juga karena kaget. Davka ternyata anak dari Bu Linda yang pernah bertemu dengannya di kafe, dan pernah dia tolong dulu di depan supermarket saat Bu Linda hampir tertabrak motor, wanita kaya yang dulu bilang ingin menjodohkan anak lelakinya itu dengan Nayyara 

1
Ananda Boy
kapan lanjut ka
Ananda Boy
lanjut ka jangan lama
Vedyta: Maksih ka Ananda 😍😍
total 1 replies
Ananda Boy
tuh kan 😭
Ananda Boy
lanjut ka😍
Ananda Boy
ya ampun 🤭🤣
Ananda Boy
aku baru baca kak 😭😭😭
Ananda Boy
lanjut ka😍
Ananda Boy
next😍
Ananda Boy
lanjut ka😍
Ananda Boy
lanjut ka 😍
Ananda Boy
lanjut
Ananda Boy
lanjut ka author 😍
Ananda Boy
kak kok bisa gitu say Selvi
Ananda Boy
akhirnya mulai ada ehem 🤭
Ananda Boy
next thor plis😍
Ananda Boy
kapan up Thor 😄
Ananda Boy
next thor 😍
Ananda Boy
kenapa q benci si Selvi 🤭
Ananda Boy
wkwkwk panas kipas kipas🤭😄
Ananda Boy
next kak🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!