NovelToon NovelToon
Pesona Duda Anak Satu

Pesona Duda Anak Satu

Status: tamat
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Cintamanis / Duda / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:131k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

Dikhianati kekasih dan juga sahabat sendiri adalah hal yang paling menyakitkan bagi seorang Gea Anastasya. Gadis 24 tahun itu sangat syok melihat secara langsung pengkhianatan dari dua orang yang sangat ia percayai.

Rasa kecewa Gea membuatnya mati rasa terhadap pria manapun, sampai akhirnya ia tak sengaja bertemu dengan Duda anak satu yang berhasil mematahkan janji Gea pada dirinya untuk tidak membuka hatinya kepada siapapun.

Mau tau cerita selanjutnya? Langsung klik subscribe yaaa!!! ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 33 : Tak Tahu Malu

Gea sudah tak tahan jika harus berdiam diri terus-menerus di rumah. Meski kondisi tubuhnya belum sepenuhnya membaik, Gea tetap memaksakan diri untuk kembali bekerja.

Gea bahkan berbohong kepada orang tuanya bahwa ia sudah sepenuhnya pulih dari sakitnya itu.

“Nak, kamu yakin mau masuk kerja hari ini?” Ayah Budi sepertinya tahu kalau Gea belum sepenuhnya sembuh.

“Gea sudah sembuh dan sudah waktunya bagi Gea kembali bekerja, Ayah,” jawab Gea.

Gea tersenyum lebar ketika melihat sarapannya pagi itu adalah makanan kesukaannya. Gea tak lupa mengucapkan terima kasihnya kepada Sang Ibu yang sudah cukup sibuk memasak sarapan untuk dirinya.

Usai sarapan, Gea pergi dengan memakai jasa ojek online karena ia masih trauma jika harus mengendarai motornya sendirian.

“Ayah antar saja ya!” Ayah Budi menawarkan diri untuk mengantarkan putrinya kembali bekerja.

“Gea berangkat sendirian saja ya Ayah. Assalamu'alaikum!” Gea bergegas menuju teras depan rumah.

Ojek online yang sebelumnya dipesan Gea akhirnya tiba.

Saat akan naik motor, Ibu Sri memanggil putrinya dan menyerahkan uang tunai untuk Gea membeli makanan.

“Gea sudah besar, Bu. Gea masih ada uang kok,” ucap Gea karena ia merasa sudah besar dan tidak seharusnya Ibunya memberikan ia uang.

“Terus kenapa kalau sudah besar? Mau setua apapun kamu nanti, kamu tetap saja putri Ayah dan juga Ibu,” tegas Ibu Sri.

“Ibu..” Mata Gea berkaca-kaca sembari menerima uang tersebut.

“Mas, tolong hati-hati ya bawa motornya. Putri saya ini baru saja sembuh,” ucap Ibu Sri pada ojek online yang siap mengantarkan Gea pergi ke tempat tujuan.

“Siap Bu!” serunya seraya tersenyum lebar.

***

Siang Hari.

Gea menghela napas panjang karena cucian di depan matanya tak kunjung selesai. Belum lagi kakinya yang belum kuat untuk berdiri terlalu lama.

“Gea, kamu baik-baik saja?” tanya Rika yang tak sengaja memergoki Gea yang sedang duduk dengan helaan napas yang nampak ngos-ngosan.

Gea terkesiap karena kedatangan Rika yang menanyakan keadaan dirinya.

“Saya baik-baik saja, Bu Rika.” Gea segera melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.

“Kalau belum sembuh, ada baiknya kamu istirahat di rumah,” tutur Rika yang khawatir jika tiba-tiba Gea pingsan di tempat.

Gea tertawa kecil untuk menyakinkan Rika bahwa dirinya baik-baik saja.

Rika menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia yakin bahkan Gea sudah sembuh.

Gea kembali melanjutkan pekerjaannya yang dirasanya cukup menguras energi serta tenaganya itu.

“Gea! Kamu di panggil Ricky di area depan,” ucap salah satu rekan kerja seraya menunjuk ke arah area depan.

“Baik,” balas Gea seraya menuju ke area depan dengan langkah cukup lambat. “Kak Ricky panggil saya?” tanya Gea pada Ricky yang sedang memeriksa catatan pesanan makanan.

“Hari ini cukup ramai, tolong kamu antarkan makanan ini ke meja nomor 17 dan juga nomor 23,” ucap Ricky seraya menunjuk ke arah makanan yang siap diantar oleh para pemesan.

Gea tak bisa menolak apa yang dikatakan Ricky. Meski ada sedikit perasaan jengkel dihati, Gea tetap melakukan apa yang dikatakan oleh Ricky padanya.

Seusai mengantarkan makanan, Gea kembali pergi ke tempat asalnya yaitu area dapur.

Sepertinya aku lebih cocok berada di area dapur daripada harus berada di area depan. Pembelinya sangat ramai dan aku merasa gugup berhadapan dengan orang banyak seperti tadi. (Batin Gea)

Lamunan Gea terus berlanjut, hingga salah satu rekan kerja Gea yang juga bertugas di area dapur menepuk pundak Gea.

“Astaghfirullah!” Gea nampak terkejut karena ternyata ia sedang melamun.

“Kamu aku panggil dari tadi sama sekali tidak dengar?”

Gea hanya membuka mulutnya seraya geleng-geleng kepala.

“Ayo pulang, sudah waktunya kita pulang. Kamu mau kerja sampai malam?”

Gea tersenyum canggung tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

“Kok malah senyum? Ayo pulang.” Wanita itu langsung berbalik badan seraya menggandeng tangan Gea menuju loker untuk mengambil tas. “Aku pulang duluan,” imbuhnya meninggalkan Gea yang masih berada di ruang khusus para pekerja.

Gea duduk sejenak sembari mengeluarkan ponselnya yang sebelumnya ia taruh di dalam tas. Kemudian gadis itu mencoba mengecek ponselnya yang ternyata sudah ada cukup banyak panggilan telepon dari Sang Ibu.

“Hallo, assalamu'alaikum!” Gea langsung menanyakan alasan mengapa Ibu Sri melakukan panggilan.

Rupanya Sang Ibu meminta Gea untuk membelikan obat di apotek karena stok obat Ibu Sri sudah menipis.

Gea mengiyakan ucapan Ibu Sri dan bergegas pergi ke apotek terdekat.

“Mbak, ada obat ini?” tanya Gea seraya memperlihatkan gambar obat yang dimaksud.

Apoteker mengiyakan obat tersebut dan memberikannya kepada Gea.

“Terima kasih,” ucap Gea setelah melakukan pembayaran.

Baru saja keluar dari apotek, suasana hati Gea berubah menjadi mendung karena tepat di depannya ada mantan kekasihnya bersama dengan mantan sahabatnya.

“Gea? Kamu apa kabar?” Pria di depannya tanpa rasa bersalah dan tak tahu malu menyapa Gea.

“Mas apa-apaan sih? Aku tidak suka Mas menyapa dia,” ucap Intan kesal dengan perut yang sudah membesar dan sepertinya tinggal menunggu waktunya saja.

Gea tak menggubris sepasang suami-istri di depannya dan tetap berjalan menjauh.

Radit mengejar Gea dan menggenggam erat tangan Gea di depan mata Intan.

Plak!!

Gea yang geram memberikan sebuah tamparan diwajah Radit karena apa yang Radit lakukan pada dirinya seakan-akan menjelaskan bahwa Gea tak memiliki perasaan sakit hati setelah apa yang dilakukan Radit.

Intan tak terima dengan apa yang dilakukan Gea terhadap suaminya. Dengan penuh amarah, Intan mencoba mengayunkan tangannya ke wajah Gea, namun Radit dengan cepat mencegah Intan.

“Mas, kamu kenapa diam saja? Gea sudah menampar Mas dan sebagai seorang istri aku harus membalasnya.” Intan berteriak yang membuat mereka dengan cepat menjadi pusat perhatian.

“Saya sangat malas meladeni kalian berdua. Kalian adalah pasangan yang tak tahu malu dan menurut saya kalian sangat cocok satu sama lain,” tegas Gea.

Gea berbalik badan dan kembali melanjutkan langkahnya menjauh dari pasangan toxic seperti Radit dan Intan.

“Gea!” Radit berlari meninggalkan Intan dan malah mengejar Gea.

“Mas Radit jangan tinggalkan Intan!” Intan tak bisa mengejar Radit dengan kondisi yang sedang hamil tua.

Gea berlari semampu yang ia bisa dan tak sengaja menjatuhkan obat yang ia beli untuk Sang Ibu karena panik akibat dari kejaran Radit.

“Pak, tolong bawa saya pergi sekarang juga!” Gea meminta Pak ojek pengkolan untuk membawanya pergi.

Ojek pengkolan itu langsung menangkap maksud dari kepanikan Gea dan tanpa pikir panjang, pria itu langsung tancap gas hingga berhasil menjauh dari Radit.

Bersambung..

Klik like, komen & subscribe untuk terus membaca kisah ini!!

1
Isabela Devi
bahagia selalu
Isabela Devi
seharusnya ican titipin di rumah neneknya dulu
Indah Lestari
sek tak nangis d sek nyesek ini lo
Evi Lusiana
knp gk cri cara biar ican d titipin sm kakek nenekny dlu thor
Isabela Devi
ya kalo jodoh ga akan lari
Isabela Devi
bunga aja yg ngeyelan kan dr awal Hasan bilang bahwa kamu bunga saya anggap seperti adik kandung sendiri, tidak lebih dari itu, tp bunga bebal gimn
Isabela Devi
seharusnya dari awal bunga Uda tau bahwa Hasan ga suka sama dia
Isabela Devi
itulah perjuangan yg ga sia sia 💪 Gea
Isabela Devi
yalah org Hasan lho ga mencintai mu bunga ko di paksa 🤦
Isabela Devi
bunga bunga kan Hasan Uda bilang dia hanya anggap kamu sebagai adik gimana sih
Isabela Devi
mantebs gea
Isabela Devi
hadan juga pasti ada rasa, cuma saat ini dia pikir Gea ga suka sama duda anak 1 itu
Isabela Devi
bunga kamu itu ga di pelukan tau
Evi Lusiana
dr awal hasan udh blg nganggep bunga cm sbg adik,bunga ny aj yg maksain jd sakit ati sndri nymp ngomong kasar k ghea itu bkn cerminan wanita yg tahu agama
Isabela Devi
orang ga py etika kaya bunga itu
Isabela Devi
bunga bunga emang kamu sarjana terus bisa segalanya, cowok juga tau kali mana yg tulus dan tidak
Isabela Devi
bunga pasti sakit hati itu
Isabela Devi
hahaha Hasan jatuh cinta😆
Isabela Devi
aneh bangat bunga, kan Hasan Uda anggap kamu sebagai adiknya dan kenapa hrs maksa sih bunga, ada ada aja🤦
Evi Lusiana
ahhh gue baper thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!