MC kita bernama ZARKEN. suatu hari, dia melihat ada benda jatuh dari langit didepan rumahnya. Tanpa berpikir lagi, dia mengambil benda tersebut dan setelah itu....
Apa yang akan terjadi kepada ZARKEN?...
°°°°°
Penasaran?? Ayo ikuti perjalanan ZARKEN sekarang juga!!!...
👉»Mulai Baca«👈
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DzAFaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pantau Terus Markas Bulan Merah
...[ SELAMAT MEMBACA ]...
Keesokan harinya, Rocky sedang makan bersama Gita dan Nasya di ruang makan.
Rocky bertanya, "Sya, kapan sekolah melaksanakan UN?"
Nasya menjawab, "Tanggal 16 maret, Pah."
Rocky berkata, "Ooo ... Berarti, kurang dari dua minggu Kamu akan UN ya."
Nasya membalas, "Iya Pah."
Setelah selesai makan, Rocky berjalan keluar dari dalam rumah bersama Gita dan Nasya.
Nasya berkata, "Pah, Mah, Nasya berangkat sekolah dulu ya."
Rocky dan Gita mengangguk, lalu mereka bertiga berpelukan.
Setelah berpelukan, Nasya masuk ke dalam mobil lalu mobil berjalan pergi.
Rocky berkata kepada Gita, "Sayang, Aku juga berangkat dulu ya."
Gita mengangguk sambil memeluk Rocky.
Rocky melepas pelukan Gita, lalu dia masuk kedalam mobil Rolls Royce Phantom hitam, dan mobil berjalan pergi dari rumah.
Di dalam mobil, Supir bertanya, "Boss mau pergi kemana?"
Rocky menjawab, "Antar saya ke Perusahaan."
Supir berkata, "Baik, Boss."
......................
...Di Markas Besar Sabit Kematian, Kota Tangerang....
Seorang Pria memakai jubah hitam duduk di kursi tahta, dia memiliki kekuatan di Alam Langit tingkat dua. Di depannya ada dua orang Pria berpakaian serba hitam dengan pedang di punggung mereka masing-masing, mereka berdua memiliki kekuatan di Alam Langit tingkat 1 satu.
Pri jubah hitam meminum teh yang ada di cangkir, lalu dia berkata, "Saya memanggil kalian berdua kesini untuk membahas mengenai Geng Ular Putih yang di ambil alih oleh seorang Pria misterius. Apakah ada dari kalian berdua yang mengetahui informasi tentang Geng Ular Putih saat ini?"
Pria yang bernama Cobra menjawab, "Boss, saya mengetahui bahwa Geng Ular Putih mengalami perubahan yang sangat besar."
Pria jubah hitam dengan santai bertanya, "Perubahan besar dalam hal apa?"
Cobra menjawab, "Para Prajurit Geng Ular Putih mengalami peningkatan dalam kekuatan mereka dan saya mendengar bahwa Geng Ular Putih berubah nama menjadi Bulan Merah."
Pria jubah hitam sedikit mengerutkan kening, ketika mendengar pernyataan Cobra barusan.
Pria yang bernama Lion berkata, "Benar, apa yang di katakan Cobra barusan. Kemarin saya melihat di berita acara, ada beberapa Prajurit Bulan Merah yang menjadi Penjaga keamanan Perusahaan Kens Technology saat Konferensi Pers kemarin."
Pria jubah hitam bertanya, "Perusahaan Kens Technology? Perusahaan yang baru-baru ini sedang di bicarakan oleh banyak orang, karena sudah mengeluarkan aplikasi Asisten Lena. Lalu kenapa Prajurit Bulan Merah menjadi Penjaga keamanan Perusahaan tersebut?"
Lion menjawab, "Saya juga tidak tau, Boss. Menurut pendapat saya, Perusahaan tersebut ada hubungannya dengan Pria misterius yang mengambil alih Geng Ular Putih. Kalau Perusahaan tersebut tidak memiliki hubungan dengan Pria misterius itu, maka Prajurit Bulan Merah tidak akan menjadi Penjaga keamanan Perusahaan yang baru saja di dirikan belum lama ini."
Pria jubah hitam mengangguk setuju dengan pendapat Lion tentang Prjurit Bulan Merah yang menjadi Penjaga keamanan.
Pria jubah hitam berkata, "Saya setuju dengan pendapat Kamu, Lion."
Lion berkata, "Dan Tua CEO Perusahan Kens Technology memakai topeng saat Konferensi Pers kemarin, ada kemungkinan kalau Tuan CEO Perusahaan tersebut menutupi identitasnya agar tidak di ketahui oleh Publik."
Pria jubah hitam dan Cobra mengangguk setuju dengan perkataan Lion.
Pria jubah bertanya, "Apa Kamu sudah mencari tau identitas dari CEO tersebut?"
Lion menggelengkan kepalanya, lalu dia menjawab, "Saya sudah mencari informasi mengenai identitasnya, tetapi Saya tidak berhasil mendapatkan identitas dia yang sebenarnya, Boss."
Pria jubah hitam bertanya dengan wajah serius, "Kenapa Kamu tidak bisa mendapatkan informasi mengenai identitasnya?"
Lion menjawab, "Karena, orang yang Saya kirim untuk mencaritau identitasnya, mereka hilang tanpa kabar sedikitpun."
Pria jubah hitam semakin penasaran dengan identitas CEO Perusahaan Kens Technology.
Pria jubah hitam berkata, "Lion, Kamu pantau terus CEO dari Perusahaan kens Technology dan Cobra pantau Semua kegiatan yang sedang di lakukan Bulan Merah saat ini."
Cobra dan Lion membalas dengan hormat, "Baik, Boss."
Pria jubah hitam berkata, "Baiklah, sekarang kalian kerjakan tugas yang saya berikan barusan."
Cobra dan Lion mengangguk, lalu mereka berdua berjalan pergi dari ruang tengah.
Setelah memastikan mereka berdua pergi, Pria jubah hitam berjalan menuju ruang rahasia yang ada di lantai bawah Markas.
Sesampainya di depan pintu ruang rahasia, dia berlutut didepan pintu sambil menundukkan kepalanya.
Terdengarlah suara Pria tua dari dalam ruang rahasia, "Ada perlu apa Kamu datang kesini, Ghost Hand?"
Jadi nama panggilan Pria jubah hitam adalah Ghost Hand.
Ghost Hand menjawab dengan penuh hormat, "Tetua, saya datang kesini ingin menanyakan sesuatu kepada Tetua."
Tetua yang sedang bermeditasi berkata, "Saya tau, apa yang ingin Kamu tanyakan kepada saya." lalu dia melanjutkan perkataannya, "Kamu sebaiknya tidak boleh menganggap remeh orang itu, saya menyarankan agar Kamu menyerang orang itu terlebih dahulu, sebelum orang itu menyerang Kamu duluan."
Ghost Hand berkata, "Terima kasih atas saranmu, Tetua"
Tetua mengangguk, lalu dia berkata, "Saya ingin melanjutkan meditasi."
Ghost Hand membalas dengan hormat, "Kalau begitu, Saya pergi dulu, Tetua." Setelah mengatakan itu, dia berjalan pergi dari lantai bawah menuju ruang tengah.
Sesampainya di ruang tengah, dia duduk di kursi tahta, lalu dia memanggil bawahannya yang paling dia percaya. Bawahannya bernama Blood.
Ghost memanggil, "Blood!"
Tiba-tiba Blood muncul dari udara tipis, lalu dia berlutut di depan Ghost Hand dan berkata, "Tuan."
Ghost Hand berkata, "Kamu pergi ke Markas Besar Bulan Merah dan pantau kegiatan yang mereka lakukan saat ini."
Blood membalas dengan hormat, "Siap, Tuan." Setelah dia mengatakan itu, Blood menghilang dari tempat dia berlutut.
10 menit kemudian ...
Blood berdiri tidak jauh dari Pintu Gerbang Markas Bulan Merah, dia menggunakan kemampuan stealth, lalu dia melompati tembok tanpa ketahuan sama Prajurit yang sedang berjaga. Ketika dia sudah berada di halaman Markas, dia sangat terkejut melihat banyak Prajurit yang sedang berlatih pedang.
Blood semakin terkejut melihat kekuatan semua Prajurit yang rata-rata berada di Alam Bumi tingkat delapan dan tingkat sembilan. Ada juga empat orang yang memakai pakaian aneh memiliki kekuatan di Alam Langit tingkat 1 dan satu orang yang tidak bisa dia ukur tingkat kekuatannya.
Blood bergumam, 'Saya harus memberitahu ini semua kepada Tuan.'
Ketia Blood ingin pergi, tiba-tiba ada pedang yang menyerangnya dari belakang. Dia menghindari serangan tersebut, lalu dia mengeluarkan dua Degger dari punggungnya.
Orang yang menyerang Blood adalah Tiger, di saat Tiger sedang melatih Prajurit, dia merasakan ada seseorang yang sedang mengawasi di sekitar halaman. Tetapi dia tidak melihat orang tersebut, lalu dia mengaktifkan mata Ufon, dan dia baru bisa melihat orang di sudut halaman sedang mengawasi semua Prajurit. Tanpa berpikir lagi, dia langsung menyerang Blood dengan pedang.
Tiger bertanya, "Siapa yang mengirim Kamu kesini?"
Blood tidak menjawab pertanyaan Tiger, melainkan dia menyerang Tiger dengan Degger sangat cepat.
Tiger yang melihat serangan Blood, dia langsung menangkis serangan tersebut, lalu dia menyerang balik Blood.
Blood sangat di rugikan, karena perbedaan tiga tingkat kekuatan. Dia sudah tidak bisa menahan serangan Tiger, lalu dia menggunakan kemampuan teleportasi sejauh 1 km dari posisi dia berada.
Tiger yang melihat Blood menghilang secara tiba-tiba, dia sangat kesal dan marah.
Kepala dan Wakil Kepala Divisi yang melihat kejadian tersebut langsung menghampiri Tiger.
K-1 bertanya, "Komandan, apakah Kamu tidak apa-apa?"
Tiger menjawab, "Saya baik-baik saja."
K-200 bertanya, "Apakah Komandan tau, siapa orang yang menyelinap masuk kedalam Markas?"
Tiger menjawab, "Saya juga tidak tahu orang itu, tetapi ada kemungkinan kalau orang itu pasti Prajurit dari Geng Sabit Kematian atau Geng Naga Hitam."
K-1 berkata, "Lebih baik kita laporkan saja kejadian ini sekarang ke Master."
Tiger berkata, "Jangan sekarang, Soalnya Master sedang sekolah sekarang. Nanti siang, saya akan menelepon Master. Kalian lanjutkan latihannya, saya mau masuk kedalam dulu."
Mereka berempat membalas dengan hormat, "Siap, Komandan!"
Tiger berjalan masuk ke dalam Markas dan duduk di kursi biasa.
...****************...
...Like, favoritkan, rate bintang 5, tinggalkan komentar, vote, follow author, dan kalian juga bisa memberikan tip lho~...
...[ TERIMA KASIH ] ...
^^^Written by : DzAFaR^^^
keep on going..