NovelToon NovelToon
Istriku Selingkuhanku

Istriku Selingkuhanku

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Selingkuh / Diam-Diam Cinta / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:660k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Wanita yang dijodohkan dengannya adalah tersangka utama meninggalnya kekasih dan calon anaknya?

Zion dipaksa menikahi Elin oleh sang kakek yang sekarat. Pernikahan tanpa alasan yang jelas ini membuat Zion merasa terjebak dan membenci Elin.

Kebencian Zion semakin mendalam ketika Elin menjadi tersangka utama dalam kasus kematian kekasihnya yang tengah mengandung anaknya.

Setelah kakeknya meninggal, Zion pergi dari rumah dan tak mau lagi bertemu Elin.

Namun, takdir mempertemukan mereka kembali dalam keadaan yang sangat berbeda. Elin yang dulu terlihat kusam dan kurang menarik kini menjelma menjadi wanita yang cantik dan sempurna.

Pertemuan tak terduga ini membuat Zion terpesona dan tanpa sadar jatuh cinta hingga terlibat dalam hubungan terlarang dengan Elin. Karena takut kehilangan Zion, Elin menyembunyikan kebenaran identitasnya.

Rahasia apa lagi yang tersimpan di balik perubahan drastis Elin? Mampukah Zion menerima kenyataan bahwa selingkuhnya adalah istri yang dibencinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Digulung Ombak

Zion terkesiap saat tiba-tiba Elin berteriak sekuat tenaga memecah suara deburan ombak yang membentur batu karang, di tengah suasana gelap yang beranjak malam.

Setelah Elin berhenti berteriak, Zion memegang kedua pundak Elin dan menariknya agar menghadap dirinya. "Kamu kenapa?" tanyanya tanpa bisa melihat ekspresi wajah Elin karena gelap semakin menyelimuti.

Elin tak menjawab. Ia sengaja berteriak sekuat tenaga untuk melepaskan sesak yang terasa menghimpit dadanya. Ia merasa takut kehilangan Zion setelah tadi melihat wanita yang wajahnya mirip Farah.

Hingga ....

"Tar"

"Duarrr ...."

Kilat dan petir, dua fenomena alam yang tak terduga, muncul seperti malaikat yang menghantam langit. Kilat, cahayanya yang menyilaukan seperti sinar matahari yang tersembunyi di balik awan, mengejutkan dengan kecepatannya yang tak terbayangkan. Petir berbunyi gemuruh nan menggelegar, seperti suara alam yang mengingatkan manusia akan kekuatan dan kuasa-Nya yang tak terhingga.

Spontan Zion memeluk Elin. Suara hembusan angin kencang dan suara deburan ombak yang berkejaran juga terdengar semakin kuat.

"Tarr ...."

"Duarrr ...."

Kilat kembali menyambar dan suara gelegar petir kembali terdengar. Kilat dan petir yang sempat menerangi malam yang gelap membuat Zion membulatkan matanya, karena Zion melihat ombak besar yang bergulung-gulung ke arah mereka.

"Shitt!" Zion mengumpat. "Lari! Ada ombak besar!" teriak Zion langsung menarik tangan Elin dan membawanya berlari bersamanya.

Tanpa menoleh ke arah laut lagi, Elin langsung berlari mengikuti Zion. Cahaya kilat menyilaukan mata dan suara petir menggelegar memekakkan telinga.

Suara gemuruh ombak semakin dekat ke arah dua insan yang berlari sekuat tenaga. Bahkan langit pun tiba-tiba memuntahkan butiran- butiran air yang terasa besar dan seperti kerikil kecil yang menghujani tubuh mereka.

"Akkh!" pekik Elin saat tubuhnya dan tubuh Zion digulung ombak. Zion memegang tangan Elin erat, tak ingin mereka terpisah.

Keduanya berusaha berenang, keluar dari ombak yang menyeret mereka ke laut lepas.

Bagaimana ini?

Elin hanya bisa bertanya dalam hati, berusaha keras berenang keluar dari kepungan ombak bersama Zion.

Kami tidak boleh berakhir mati di sini, batin Zion terus berusaha berenang ke tepi pantai tanpa melepaskan pegangan tangannya di tangan Elin.

Ditengah hujan deras disertai kilat dan petir yang menggelegar, sepasang suami-isteri itu berusaha keras menyelamatkan nyawa mereka. Hanya berpatokan pada lampu di villa sebagai penunjuk arah untuk mencapai pantai. Lampu di villa tidak terlalu jelas terlihat karena lebatnya hujan. Tubuh mereka timbul tenggelam digulung ombak.

Kami harus segera keluar dari gulungan ombak ini sebelum tenaga kami habis. Kalau tidak, kami hanya akan tinggal nama, batin Zion.

Setelah berjuang keras keluar dari terpaan ombak yang tiada henti, akhirnya mereka bisa mencapai pantai dan menjauhi pantai dengan sisa-sisa tenaga mereka. Tenaga yang hampir terkuras habis setelah bergelut dengan ombak.

"Syukurlah kita selamat," ucap Zion lega, memeluk tubuh Elin erat.

Langit masih terus menjatuhkan butiran- butiran kristal bening, mengguyur bumi tanpa henti disertai kilat dan petir yang bersahutan dan juga angin yang bertiup kencang.

Setelah beristirahat sebentar, Zion merangkul pinggang Elin dan memegang tangannya. Ia membawanya menuju villa tempat mereka menginap. Tubuh mereka terasa ingin terbang karena kencangnya tiupan angin.

Untung saja ponsel Zion tertinggal di mobil. Begitu pula dengan ponsel Elin yang tertinggal di sling bag-nya yang berada di dalam mobil. Jika tidak, mungkin ponsel mereka akan hilang di laut. Kalaupun tidak hilang, mungkin bisa saja tidak berfungsi dengan baik lagi.

Meskipun ponsel mereka anti air, tapi tetap saja memiliki batas waktu terendam di dalam air. Dan kondisi air dingin, panas, atau asin juga akan sangat berpengaruh pada ponsel.

Dengan sisa-sisa tenaga yang mereka miliki, akhirnya sepasang suami-isteri itu tiba di villa.

"Kamu bersihkan tubuhmu di kamar kita, aku akan membersihkan diri di kamar lain," ujar Zion saat mereka tiba di depan pintu kamar yang akan mereka tempati.

"Hum," sahut Elin mengangguk kecil dengan tubuh yang menggigil kedinginan. Bibirnya terlihat biru dan jemari tangannya nampak keriput karena terlalu lama basah. Kondisi Zion pun tak jauh berbeda dari Elin.

Usai membersihkan diri, Zion dan Elin makan malam bersama. Energi mereka hampir terkuras habis karena melawan ombak untuk menyelamatkan diri. Sup panas yang dihidangkan untuk makan malam membuat tubuh mereka terasa lebih hangat.

"Kita kembali ke kamar aja. Udara malam ini terlalu dingin," ujar Zion setelah mereka selesai makan malam.

"Hum," sahut Elin patuh.

Sedangkan hujan di luar sana masih turun dengan lebat seolah enggan untuk berhenti. Sesekali cahaya kilat dan petir pun masih menyambar. Suara gemuruh petir juga masih mendominasi suara di bumi.

Setelah masuk ke dalam kamar, Zion naik ke atas ranjang lebih dulu. "Kemarilah!" pintanya seraya duduk bersandar di dasbor ranjang, mengulurkan tangannya pada Elin.

Tanpa mengatakan apapun, Elin naik ke atas ranjang mendekati suaminya. Zion merengkuh Elin ke dalam pelukannya dan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut yang sama. Hujan lebat disertai angin kencang benar-benar membuat udara menjadi dingin.

Elin menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, membalas pelukan hangat suaminya. Ia memeluk Zion erat saat mengingat kejadian sekitar satu jam yang lalu. Tadi ia sempat berpikir kalau mereka tidak akan selamat.

"Kak ... tadi ...," Elin ragu untuk melanjutkan kata-katanya.

"Apa kamu teringat kejadian tadi?" tanya Zion seraya mengusap lembut lengan Elin yang melingkar di perutnya.

"Hum. Aku takut. Maaf ... kejadian tadi karena salahku. Seharusnya aku menurut saat Kakak mengajak aku kembali ke villa," ucap Elin penuh sesal.

"Itu bukan salahmu. Ini adalah kecelakaan," ujar Zion menenangkan.

"Itu salahku," sahut Elin dengan wajah tertunduk.

"Sudahlah, tidak perlu dibahas! Semuanya sudah terjadi. Yang penting kita selamat dan sekarang baik-baik saja," ujar Zion kembali menenangkan.

Elin terdiam, namun tiba-tiba ia teringat pada kejadian sore tadi saat hampir menabrak wanita yang wajahnya mirip Farah. Hal yang membuat Elin resah sejak sore tadi. Ia merasa hubungannya dengan Zion terancam, jika wanita yang hampir ditabraknya tadi benar-benar Farah.

"Apa ... Kakak tidak memiliki perasaan suka padaku?" tanya Elin pelan dan terdengar ragu.

Sudah hampir satu bulan mereka tinggal bersama di bawah atap dan di atas ranjang yang sama. Tapi ... Zion tidak pernah menyinggung soal hubungan mereka.

Zion mengernyitkan keningnya mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Elin. Meskipun di luar sana hujan masih turun dengan deras, ia masih bisa mendengar suara Elin yang berada di dalam pelukannya. "Kalau aku tidak menyukaimu, apa mungkin aku tinggal bersamamu selama hampir satu bulan ini?" Zion malah balik bertanya.

"Apa ... ada wanita lain yang Kakak sukai atau Kakak cintai?" tanya Elin lagi masih dengan suara pelan dan terdengar ragu.

"Aku hanya menyukaimu," sahut Zion. Ia merasa aneh dengan sikap Elin sejak ia pulang dari kantor tadi. Ia bisa melihat ada keresahan yang tersirat dari sorot mata Elin.

"Apakah Kakak akan tetap menyukai aku selamanya dan mau menerima aku apa adanya? Apapun yang terjadi?" tanya Elin masih tetap bersandar di dada bidang Zion. Jujur, Elin benar-benar takut Zion pergi meninggalkannya.

Zion kembali mengernyitkan keningnya. Ia melerai pelukannya, lalu menangkup pipi Elin dengan kedua tangannya dan mengangkat wajah Elin agar menatap dirinya. "Ada apa? Kenapa kau terlihat risau?" tanyanya menatap manik mata bulat Elin lekat tanpa menjawab pertanyaan Elin.

"Aku ...," Elin nampak ragu untuk melanjutkan kata-katanya. Bahkan ia nampak enggan untuk menatap Zion.

Kenapa dia seperti ini? Apa karena selama ini aku tidak pernah mengatakan suka dan tidak pernah menyatakan cinta padanya? Zion bertanya -tanya di dalam hati.

"Lia, aku ...,"

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Diana Dwiari
anaknya zion
Diana Dwiari
wkwkwk.....dia saja ga tau namanya...gmna coba...pusing kan pak
Diana Dwiari
wow ternyata Angga....masih misteri siapa yang menaburkan obat penggugur kandungan itu....pak hadikah.....atau Mira....
Diana Dwiari
yang menghilangkan mayat garah pak hadikah
Diana Dwiari
ada dua kubu....Mira zion vs elin pak hadi
Diana Dwiari
pak hadi adalah kunci semuanya....he knows everything...jangan2 Farah anaknya Mira....
Diana Dwiari
pak hadi biangnya...mmmmm....misterius sekali...
Diana Dwiari
ah....pak hadi jadi spy.....ngintilin farah
Diana Dwiari
ah....ternyata zion dikadali. sama Farah....itu bukan janinmu zion
Diana Dwiari
ada apa dengan pak Hadi......wkwkwk
Erna Yunianingsih
Luar biasa
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Meliana Siregar
perfect
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ratna_1729
kenyataan emang beneran udah nikah kok. Zion aja yang gk ngenalin Elin
yuli
ziel,, paman, kok kita mirip 😁😁
yuli
elin hamil yaaa,,, makanya dia lupakan zion sdh bahagia dgn anak zion
yuli
slaahmu sendiri zii terlalu masa bodoh sm kemyataan2 saking *cinta* sm fafah
yuli
bagaimanapun juga kakek yg tlah membuat kamu jadi sepertinyg sekarang ini elin,, jgn lupakan kebaikannya juga walopun niat awal utk menebus rasa bersalah
yuli
pak hadi jg tau kan siapa dalang kegugurannya farah anak angga
yuli
ada poto pernikahan 😜
yuli
ancaman franky atolah akal2annya pak hadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!