NovelToon NovelToon
Bukan Cinta Semu

Bukan Cinta Semu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:149.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Putri761

*******! Banyak ****** ****** bertebaran jadi ***** ***** memilih bacaan.

Perasaan cintanya untuk seseorang yang begitu besar membuat luka yang mendalam bagi seorang Kanaya.

Kanaya Tsabita menerima pertunangan dari Arslan Khairul Azam karena percaya akan kesungguhan cinta Arslan yang diberikan padanya. Tapi siapa tahu diantara perjalanan cinta mereka hadirlah Rindu Anjani sang sekretaris yang berhasil mengalihkan perhatian Arslan hingga akhirnya melukai perasaan Kanaya.

Diantara gempuran luka dan mempertahankan sebuah harga diri, sosok Baratha hadir untuk menjadi tameng dan luapan rasa kecewa Kanaya pada sebuah cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Putri761, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bara Pulang

Dari semalam Kanaya tidak bisa tidur. Wajahnya pun nampak pucat dan sayu, bahkan dia juga tidak merasakan lapar meski semalam juga tidak makan malam.

"Ya Allah apa aku sudah stress akut?" lirih Kanaya masih mengeluarkan air mata.

Dia hanya kecewa saja, saat dia mencoba menerima suaminya apa adanya. Ternyata pria itu tak jauh beda dengan Arslan, sama-sama membuatnya terluka.

Entah kenapa perasaan kecewa itu lebih dalam dari sebelumnya. Padahal dia menyadari jika tak ada cinta dalam pernikahan mereka.

Kanaya menghela nafas panjang, mencoba berfikir sebaik mungkin untuk mengambil keputusan. Dan pada akhirnya dia mengambil koper yang ada diatas lemari.

Di masukkan satu persatu barangnya dengan rasa marah. Meskipun hatinya ragu meninggalkan rumah saat suaminya tidak ada. Dari semalam dia sudah mencoba menghubungi Bara tapi tak pria itu benar-benar menghilang tanpa jejak hingga rasa marah itu semakin mendesaknya untuk pergi.

Setelah memasukkan semua barangnya ke koper, dia segera menyeretnya meskipun tanpa tujuan. Rasanya dia tidak ingin pulang ke rumah karena mungkin itu akan menimbulkan masalah baru.

Gegas dia membuka pintu, tapi seketika tubuhnya mematung saat Bara berdiri tepat didepan pintu.

"Kamu mau kemana, Nay?" Pertanyaan Bara dan mata tajamnya yang menatap wajah dan kopernya secara bergantian membuat air mata Kanaya meleleh dengan deras.

Langkah Bara yang memasuki rumah hingga mengikis jarak diantara mereka membuat Kanaya memundurkan langkah. Bara pun kembali menutup pintu rumahnya.

"Katakan, siapa dia, Mas!" ucap Kanaya dengan menunjukkan selembar foto Bara menggendong seorang wanita.

"Kamu cemburu?" tanya Bara kemudian menarik Kanaya untuk duduk di sofa.

"Aku tidak cemburu! Tapi, kenapa Mas Bara tidak jujur? Meskipun pernikahan kita tidak ada cinta tapi, setidaknya kita menghargai pernikahan ini sebagai keputusan kita." sambut Kanaya membuat Bara terus menatap mata yang berair itu. Dia juga bisa melihat wajah pucat Kanaya.

Tatapan Bara justru membuatnya menangis histeris. Pria itu menarik lembut Kanya dalam pelukannya. Tapi itu justru malah membuat emosi Kanaya meledak-ledak, dia seperti lepas kontrol.

"Siapa dia Mas? Apa Mas Bara masih mencintainya atau kalian malah masih berhubungan?"

Sebenarnya Bara ingin mengatakan jika keduanya masih dilakukannya. Tapi, rasanya tidak lucu karena suara Kanaya sudah terdengar bergetar, dia merasa sedikit banyak Kanaya mendapatkan tekanan Psikis akibat sebuah pengkhianatan.

Isak tangis Kanaya semakin kencang ketika tak ada jawaban dari Bara, "Kenapa kamu jahat, Mas!" Kanaya memukul- dada sebelah kiri Bara hingga pria itu meringis menahan sakit.

"Dia adikku, Nay!" Seketika gerakan Kanaya terhenti. Dia menatap wajah suaminya dengan penuh selidik.

"Namanya Senja!" lanjut Bara.

"Tapi kenapa Mas Bara tidak mau cerita dari awal jika punya adik? Terus sekarang dimana? Bukankah dia satu-satunya keluarga Mas?" cecar Kanaya dengan rasa penasaran.

"Kamu tidak nanya, kan?" goda Bara dengan senyum samar di wajahnya.

"Tapi sekarang dimana dia?" desak Kanaya masih ingin tahu banyak hal tentang suaminya.

"Dia berada di pesantren. Awalnya dia memang ingin mengaji, tapi ternyata malah dijodohin sama putra pak kyainya." jelas Bara membuat Kanaya terbengong. Jika adiknya saja begitu religius kenapa abangnya malah seperti preman?

"Kamu sudah makan?" tanya Bara sedari tadi dia melihat istrinya nampak pucat.

"Aku malas makan. Kemarin Papa juga mampir kesini, meminta kita berkunjung karena Mama kangen." Kalimat Kanaya membuat Bara kembali tersenyum. Dia menyukai Kanaya yang seperti ini. Sifatnya yang terbuka dan apa adanya.

"Aku juga belum makan. Kita masih punya mie, kan?" tanya Bara.

"Masih, aku akan memasak mie untuk kita!" ucap Kanaya menutupi rasa malunya karena sudah berburuk sangka pada suaminya. Dia juga merasa sangat labil jika sudah berkaitan dengan pengkhianatan.

Sementara Kanaya berjalan ke dapur, Bara pun langsung membawa koper Kanaya untuk masuk ke kamar.

Dia pun membuka jaketnya dan melihat tembak di dadanya kembali berdarah karena tangan kecil istrinya memukulnya dengan kencang.

Segera dia mengenakan kaos dan menyimpan senjata rahasianya agar Kanaya tak melihatnya.

"Mas, mienya sudah matang!" teriak Kanaya, membuat Bara segera keluar dari kamar.

Pria bertubuh tinggi itu berjalan menghampiri istrinya yang sedang menyiapkan makanan di meja makan.

Pelukan Bara di tubuh mungil itu menghentikan gerakan Kanaya. Wanita bermata indah itu mendongak menatap suaminya dengan lekat.

"Jangan berfikir macam-macam, Nay. Aku tidak ingin mencurangi apapun termasuk pernikahan kita." lirih Bara, kemudian mencium bibir ranum istrinya. Entah kenapa ada rasa kangen ketika tidak bertemu istrinya meski hanya untuk dua hari saja.

Kanaya pun mengangguk pelan. Dia mencoba mempercayai meskipun keraguan itu juga sangat besar karena pernah dikhianati orang dia cintai dan sangat dia percaya. Meskipun, mereka orang yang berbeda,tapi keduanya sama-sama seorang pria yang mungkin akan mudah tergoda dengan wanita-wanita diluar sana.

###

Arslan melepaskan ciumannya pada Rindu. Cumbuannya pada sang sekretaris harus berhenti karena sebentar lagi akan ada jadwal sidang.

"Kita sudah terlalu jauh. Apa Mas Arslan masih mengharapkan Kanaya?" tanya Rindu dengan merapikan tampilannya.

"Aku memang menginginkan Kanaya sebagai pendampingku. Tapi, aku butuh kamu."

"Tapi, kenapa Mas Arslan berusaha meyakinkanku untuk bertahan?" sela Rindu.

Hatinya merasa sakit saat mendengar pengakuan Arslan. Dia mencintai pria itu dengan tulus. Tapi, Arslan tidak pernah memberikan kepastian.

"Aku merasakan cinta tulusmu padaku. Dan aku membutuhkanmu, aku merasa nyaman dan hanya kamu yang bisa mengerti aku."

"Dan Kanaya?" kesal Rindu yang tidak tahu jalan pikiran Arslan.

"Bersama Kanaya status sosialku akan naik, apalagi kamu tahu ,kan, jika opanya seorang lawyer senior yang ternama, itu akan berpengaruh pada karirku." jelas Arslan masih berusaha meluluhkan hati Rindu.

"Kamu bisa mengerti ,kan? Selama ini bukankah kamu adalah prioritasku?" rayu Arslan. Dia memang merasa nyaman dengan Rindu, tapi dia juga menginginkan Kanaya sebagai harga dirinya.

Rindu terdiam hingga Arslan kembali memeluknya dan mendaratkan ciuman di bibir tipis gadis itu. Mungkin, hal ini juga yang membuat Arslan selingkuh karena selama berhubungan dengan Kanaya, gadis itu selalu menolak untuk disentuhnya meskipun hanya sekedar berciuman.

Sementara dirinya adalah pria dewasa yang mengekspresikan segala kasih sayang dengan sentuhan-sentuhan kecil.

Rindu pun kembali luluh karena cinta dan kekagumannya pada Arslan begitu besar. Mungkin, waktu dan kebersamaannya akan membuat Arslan benar-benar menjadi miliknya seutuhnya.

"Ayo kita berangkat!" ucap Arslan dengan mengusap lembut pipi Rindu.

Rindu tersenyum, dia memang tidak bisa menolak pesona Arslan. Siang yang terlihat mendung membuat keduanya pergi .ke pengadilan dengan mobil arslan.

1
R@tna
pecat rindu kl u mau Kanaya balikan
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
yg gini bikin mls tuh
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
laki ga punya sikap mah tinggalin saja
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
karya otor ini rata2 karakter ceweknya lemah lembut, selalu tersakiti, banyak makan hati dan karakter cowok nya kebanyakan tidak tegas alias plin plan, knp ya? coba buat karakter ceweknya strong tor
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
banyak sekali pemeran antagonis nya
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
kan kan rindu tidak sebaik kelihatan nya
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
rindu, aina, cewek sok baik
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
orang ke 3 nya cewek yg katakter nta seperti diam tp menghanyutkan
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
karakter cewe karya otor rata 2 cewek kalem
Dwi Puji Lestari
sllu menanti karya2mu kak..
gita yunita
Yeaaayyyy ada lanjutannya 🥰🥰🥰 semangat kak nulisnyaaa 🥰🥰
Hana Roichati
ayo kak, lanjutin ceritanya sdh kangen n rindu karya" kakak 👍👍👍
RSDP💖
alhamdulillah....sehat sehat ya mbal/Drool/
mom farhan
hai juga thor kemana aja.cerita anik juga di lanjut dong thor masih setia menunggu😍😍
Nur Ainy
seruuuuu
Nur Ainy
Maas sakti miiss you.....
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Mutia Agustin
ceritanya mba kirana bagus, tp kenapa gk ada pemberitahuan kl ada nobel baru, jd gk tau
Mutia Agustin
Kecewa
Mutia Agustin
Buruk
Yayah Ade
Iya sebenarnya siapa bara itu ya jadi penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!