Judul sebelumnya; CASANOVA'S PARTNER
"Maukah kau menikah denganku?"
Glory terus merengek kepada Elang, sampai ada saatnya ketika dia lelah ditertawakan oleh teman ranjangnya.
Glory menghilang dan kembali dengan sejuta rahasia yang pada akhirnya terkuak setelah belasan tahun tersimpan.
Skandal ini, dimulai sebelum mereka menjadi ipar. Dan kisah pun disambung ulang setelah keduanya menjadi mantan ipar.
"Kau gadis 17 tahun itu, Glo?" tukas Elang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rapuhnya Elang
Elang tinggal di apartemen elit kawasan Jakarta Selatan, dan setiap harinya Jane pun bolak- balik ke tempat ini. Bahkan, acap kali wanita itu yang membantunya membereskan rumah.
Elang baru masuk, ia mengacak- acak geram rambut pekat di kepalanya. Sebelumnya, Glory sudah mau menerima lamarannya.
Dia bahagia, tapi tidak setelah Glory juga memintanya untuk menaklukkan Noah terlebih dahulu. Bukankah itu terlalu sulit?
Jika begitu caranya, maka akan lebih lama dia dan Glory bersatu. Sementara lihat, dia tak bisa menahan gairah ketika bersama Glory.
Elang membuka kancing atas bajunya, duduk secara kasar di sofa ruang tamu. Meniup ujung rambut yang menutupi wajahnya.
Dua tangannya menyugar rambut hingga ke tengkuk, lalu bersandar pada sofa, menatap langit -langit yang didominasi benderang.
"Ehm!" Dahaman Jane membuat Elang menoleh, agaknya Jane sudah selesai dengan pekerjaannya, wanita itu meraih tas dari meja sofa.
"Barusan seluruh ruangan sudah Jane sterilisasi. Sekarang Jane pamit pulang, Boss."
"Kenapa tidak dari siang?" Elang menyuruh Jane memanggil tukang steril sedari siang, dan malam buta begini Jane baru pulang.
"Luke minta ditemani siang tadi." Jane juga meraih parfum dari tasnya, menyemprot tubuhnya dengan wewangian. "Maaf."
"Terima kasih pekerjaan mu." Elang lalu kembali menatap langit- langit. Memasang wajah sepinya kembali.
"Kau terlihat lelah, Boss."
"Glory menolak ku lagi dan lagi."
"Mungkin usaha mu belum menyentuh."
Elang, mendadak menatap ke arah wanita dengan tubuh seksi itu. "Kau punya ide?"
"Dinner romantis di tengah laut. Bisa dicoba."
Elang terkekeh meremehkan. "Glory ku tidak mempan dengan cara seperti itu." Flory bisa dirayu dengan keromantisan tapi Glory tidak.
Buktinya, barusan saja Glory menolaknya, bahkan menepis selalu kecupannya. Ah, Elang mulai kehabisan tenaga sekarang.
"Lalu?" tanya Jane.
"Sudahlah, kau pulang saja!" usir Elang.
"Babe!" Suara Luke mengalihkan atensi Elang dan wanita di depannya. Luke sudah siap menjemput kekasihnya pulang.
Bukan itu masalahnya, tapi. "Kau memberikan sandi pintu ku padanya?" tuding Elang pada asisten personalnya.
Jane menyengir tak nyaman. "Lagi pula Luke kekasih ku, Boss."
"Kau yakin?" sela Elang.
"Apa maksud mu?!" Luke menatap tak terima pada komisarisnya.
"Aku tidak yakin dengan mu." Elang jujur, karena Luke penjahat wanita. Kecuali sudah taubat seperti halnya dia yang hanya ingin menikahi Glory saja.
Luke mendekati Jane. "Semua lelaki bejat, tapi tidak dengan Luke," bisiknya sebelum mencium bahkan saling pagut.
Elang mengacaukan rambut berantakannya kembali, menaiki anak tangga yang menuju kamar miliknya sambil menggerutu. Kesal, iri, dengki, sebab dia tidak berhasil menaklukkan Glory malam ini.
"Percuma kau panggil orang sterilisasi! Kalau kau juga yang mengotorinya, Jane..." Andai lamarannya diterima Glory, mungkin dia sudah lebih dulu mendapatkan jatah.
Elang masuk ke kamar mandi setelah suara desah Luke dan Jane mengeras. "Bunuh aku sekarang," katanya lalu merendam tubuhnya di bathtub besar itu. "Aku ingin mati saja!"
...▫️▫️▫️▪️▪️▪️...
"Uaaaahh, apa motor ini untuk Noah?" Gerald mengelus tangki motor gede hitam dengan kekaguman di matanya. "Apa Gerald boleh meminta yang versi kecilnya?"
"For you, brother!" Jane datang dengan mobil double cabin yang diisi motor berukuran lebih mini dari motor pada umumnya.
Jelas, itu motor baru untuk Gerald, dan yang besar untuk Noah. "Uaaaahh, Gerald juga mendapat motor, wow, ini sangat mirip dengan punya Rayyan Dad!" celotehnya.
Gerald segera menaiki motornya, setelah Elang menurunkan motor tersebut. Jane mengusap lembut kepala anak itu sambil tersenyum manis.
"Gerald bisa pamerkan motor baru ini ke Rayyan, Aunty."
"Tentu saja, brother!"
Noah yang baru keluar dari rumah langsung menatap motor besar bagiannya. "Kau mau mencobanya juga, Dude?" tawar Elang.
"Tidak, terima kasih." Elang menghela napas lalu mengembuskan cepat. "Sulit," lirihnya.
Sudah dikatakan, Elang bisa dengan mudah taklukkan Glory hanya dengan sentuhan candunya. Tapi bagaimana dengan putra pertamanya ini?
Pemuda itu bahkan lebih memilih berjongkok, dan mulai mengelap sepeda sport pemberian Oliver. Noah sering menaikinya untuk kuliah.
"Daddy ingin menikahi Mommy." Elang berjongkok tepat di hadapan Noah dan sepeda sportnya.
"Jadi ... Apa motor itu sogokannya?" Noah tak beralih secuil pun, matanya masih tertuju pada tongkat besi top tube sepedanya.
"Kau tidak mau menerima Daddy?" tanya Elang.
"Aku sudah biasa tanpa mu," jawab Noah.
"Tapi your Mommy, tidak terbiasa tanpa Daddy, you know?" sergah Elang. "Setiap hari, selama bertahun tahun ini, Glory datang ke bar untuk menangis dan dia membutuhkan keberadaan ku."
Noah terdiam dengan sinis.
"Kami bersenang- senang, karena kami sama- sama seseorang yang tidak bahagia." Elang melirihkan volume suaranya. "Aku punya ayah, tapi menikah lagi," infonya.
Noah mengerling kecil pada Elang, sejatinya dia baru tahu jika ternyata dirinya masih memiliki Kakek dari Elang.
"Yah, kakek mu tinggal di Inggris dengan istri keduanya, menua bersama," beber Elang.
"Kau tahu apa bagian yang paling menyedihkan dari cerita ku?" tanya Elang.
Bibir pria itu redup. "Bahkan dari kecil sampai setua ini, aku tidak pernah lagi mendapatkan kasih sayang seorang ayah, sementara ayah ku tahu, aku ada di dunia ini sedari aku masih bayi," lirihnya lalu tertawa pilu.
Belum bercerai tapi Ibunya berjuang sendiri di Indonesia. Lulus SMA, Elang sampai susul ayahnya ke Inggris demi mendapat jatah uang kuliah, dan ternyata hanya sia- sia.
"Pilih istri yang kaya, kau tampan, kau tidak akan pernah kesulitan uang." Wejangan sang ayah yang sampai detik ini Elang ingat.
Lulus kuliah Elang menjadi dosen di fakultas ekonomi, lalu dipertemukan dengan anak dari pemilik universitas tersebut. Flory cantik, dan Elang jatuh cinta pada pandangan pertama.
Ketika itu, ayah Elang: Porter Gazza mengenal Alex Miller dan langsung melamar Flory. Itu pun, karena Flory berasal dari keturunan crazy rich.
Mereka menikah meski hambar, karena hanya Elang yang mengerti Flory, tidak sebaliknya, terjadi perbedaan pandangan hidup. Elang suka kesempurnaan yang ada pada Glory dan ingin diterapkan pada Flory.
Perceraian tak terelakkan karena sungguh tak ada yang terlihat sempurna. Banyak lika liku hidupnya, dan jika bukan dia mungkin sudah berakhir di simpul tambang.
"Aku bukan tidak menyayangi mu, aku hanya tidak pernah tahu ada kau di dunia ini."
Elang menghela napas pelan, "your Mom yang menyembunyikan mu dariku," katanya.
Noah merenung.
"Dalam hal ini, kita sama- sama korban, andai kau tahu, betapa your Mom sukses besar menghancur leburkan hidup ku," tukas Elang.
Noah terkekeh sambil membuang desahnya ke udara. "Kau menyalahkan wanita setelah My Mommy mengalami semua kepahitannya sendiri?" cercanya.
"I'm here for it!" sergah Elang. Itulah kenapa Elang menikahi Glory. Dia di sini untuk itu!
"Untuk menebus air susu yang Glory berikan untuk kalian. I'm here for it! Untuk memberi kasih sayang yang seharusnya Glory dapat sedari dia melahirkan mu hingga Chellyn!"
Noah berkaca kaca, entahlah, dia selalu emosional jika membahas tentang ibunya.
"Aku tidak tahu sampai berapa lama sisa hidup ku ini berjalan. Aku tidak tahu sampai di usia berapa aku hidup."
Elang tak bisa menahan segelintir air yang jatuh tergelincir dan memasuki cambang tipisnya.
"Tapi selagi ada kesempatan, aku ingin merasakan, menjadi seseorang yang berguna untuk ibu dari anak- anakku."
💋Lope banget, kalian selalu kasih komen biar pun bingung harus komen apa, wkwk...
lanjut lagi cerita berikutnya
moga ga meniru cassanovanya daddymu juga.🤦♀️🤦♀️
cukup sepupuan jangan ada ikatan lebih itu lebih aman.🤭
Noah masih butuh waktu Mau karna ga mudah buat dia.