NovelToon NovelToon
Aku Atau Dia Yang Pelakor

Aku Atau Dia Yang Pelakor

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

“Aku atau dia yang pelakor!” Dia berteriak dengan kerasnya di pinggiran pantai berpasir putih.

Semuanya berawal dari ...

Isyana yang sudah bersuami tidak sengaja bertemu dengan Elvano yang saat itu juga memiliki seorang istri dan putra. Saat mengerjakan proyek bersama. Keduanya menjadi sangat dekat dan perlahan tumbuhlah perasaan cinta itu. Dengan penuh rasa bersalah kepada pasangan masing-masing, mereka menjalin hubungan terlarang itu. Tapi hubungan itu kandas, saat Isyana mulai sadar bahwa mereka tidak ditakdirkan bersatu.

Akan tetapi, disaat yang sama Isyana dan Elvano tidak sadar. Kalau Ikbal suami Isyana dan Nabila istri Elvano ternyata sudah menjalin hubungan lebih dulu dari mereka berdua. Bahkan Ikbal dan Nabila sampai melakukan hubungan intim di belakang mereka.

Kemudian beberapa bulan setelah Isyana dan Elvano berpisah. Isyana mengetahui bahwa Ikbal suaminya telah berselingkuh dengan wanita lain, yang ternyata adalah Nabila istri Elvano. Pria yang dia cintai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 : Parfum wanita.

Tepat pukul sembilan pagi ini. Dira asisten pribadi Isyana masuk dengan tergesa-gesa kedalam ruang kantor sang bos. Isyana tersentak kaget melihat Dira yang seperti dikejar setan.

“Ada apa Dir?” tanya nya.

“Pak Germian ditemukan tidak sadarkan diri didalam kamarnya,” ucap Dira.

Seperti di tusuk belati di dada. Tubuhnya menggetar dan tenggorokan nya seketika kering. Dia berdiri dan hampir terjatuh karena pandangan nya yang tidak stabil. Mendengar kabar buruk tentang ayahnya.

“Lalu sekarang ayah ada dimana Dir?” Dia tanpa sadar mencengkram bahu Dira dengan kuat.

Dira menarik nafasnya menahan sedikit rasa sakit dari kuku Isyana yang menekan kuat di kulit bahunya. Tapi Dira tetap bertahan tanpa bergeming.

“Sekarang Pak Germian di larikan Rumah Sakit Restu Ibu.”

“Berikan kunci mobilku!” tegas Isyana.

“Tapi Bu ... biarkan saya mengantar Bu Isyana,” jawab Dira dengan wajah cemas.

“Berikan sekarang!” bentak Isyana dengan wajah datar.

Tidak punya pilihan lain. Akhirnya Dira memberikan kunci mobil ke tangan Isyana. Wanita itu langsung berlalu keluar dari ruang kerjanya dengan langkah lebar.Tanpa memperhatikan sekeliling.

Di dalam mobil dia berdiam diri sejenak. Memegangi dadanya yang terasa sakit. Keadaan sang ayah adalah satu-satunya hal yang dia pikirkan saat ini. Bagaimana caranya agar dia cepat sampai di rumah sakit tempat sang ayah di rawat.

Isyana menguatkan tangan nya menggenggam setir kemudi. Perlahan dia menginjak pedal gas membawa mobilnya keluar dari parkiran kantor.

“Isyana?” Elvano terkejut saat mobilnya berpapasan dengan mobil Isyana yang melaju keluar dari parkiran.

Siang ini Elvano berencana untuk mengajak Isyana makan siang bersama. Akan tetapi dia malah berpapasan dengan wanita itu. Dari raut wajahnya Elvano merasa cemas. Sontak dia langsung memutar balik setir kemudinya mengikuti arah lajunya mobil Isyana.

Sesampainya di rumah sakit Restu Ibu yang di katakan Dira. Isyana segera turun dari mobil. Dengan wajah panik dia berlari ke ruang ICU. Diikuti oleh Elvano yang tidak jauh di belakangnya.

Langkah Isyana terhenti di sebuah jendela kaca yang memperlihatkan sebuah ruangan. Tangan nya menyentuh dinginnya jendela kaca itu. Perlahan air matanya menetes membanjiri wajah cantiknya yang sudah sembab.

“Ayahhhhh...” lirih Isyana dengan suara bergetar. Tubuhnya terasa lemas, bahkan kakinya sudah susah untuk berpijak. Dia terhuyung dan hampir jatuh ke lantai.

Elvano berlari dan tangannya bergerak meraih tubuh Isyana yang terhuyung. “Isyana...”

“El...” Isyana melingkarkan tangan nya di tubuh Elvano.

Elvano menarik Isyana ke dalam pelukan nya. Isyana menangis hingga tersedak-sedak. Semakin erat Elvano memeluknya dan sesekali mengusap lembut kepalanya. Sampai pada akhirnya Isyana terlelap di dalam pelukan hangat Elvano.

“Sya, Isyana...”

Isyana merasakan sesuatu yang hangat menyentuh wajahnya. Bersamaan dengan suara pria yang terus memanggil namanya.Perlahan dia pun membuka matanya. Sosoknya pun terlihat, Isyana kembali teringat keadaan sang ayah. Dia terperanjat dan bangun dari pelukan pria yang sedari tadi memanggil namanya.

“Ayah...”

“Sya, kamu yang tenang ya ... tadi dokter sudah memeriksa ayahmu, kini dia sedang kritis...” jelas Elvano seraya meraih tangan Isyana.

“Apa? Kritis, nggak mungkin El,” ucap nya tidak percaya.

“Kamu bisa tanya ke dokter untuk informasi selengkapnya, sekarang kamu harus kuat.” Elvano memeluknya untuk menguatkan nya.

“Tadi Dira datang membawakan bubur ayam ... dari tadi kamu tertidur dan belum makan, sekarang kamu makan ya,” ucap Elvano seraya menggandeng nya kesalah satu kursi tunggu di depan ruangan tempat sang ayah dirawat.

Dia menggelengkan kepalanya. Elvano terdiam menatap wajah kusut itu, rambut yang berantakan, bibir yang pucat dan mata yang sayup. Elvano mengusap sisa air mata di wajahnya. “Aku suapi yah ... jangan menolak! Ini perintah, Sya.”

Dia termangu menatap Elvano yang sibuk mengeluarkan kotak makanan dari dalam sebuah tas. Pria itu tersenyum sembari menyodorkan sesendok bubur kedepan wajahnya. Perlahan dia membuka mulut dan melahap secuil bubur di sendok itu. Mendapat perlakuan hangat dari Elvano disaat dirinya bahkan tidak sanggup untuk memegang sebuah sendok. Tentu membuat dirinya merasa diistimewakan oleh Elvano.

“El,” panggilnya lirih.

“Ada apa, Sya?” Elvano sambil menyendok bubur lagi dan menyuapinya.

“Ini sudah sore, kamu nggak menjemput Nino?”

Elvano berhenti dan menatap nya dengan tersenyum. “Tio sudah mengantarkan Nino kerumah neneknya.”

“Bagaimana dengan Ikbal? Dimana dia sekarang, bukankah seharusnya dia menemanimu disini,” ucap Elvano lagi seraya membukakan tutup botol air minum, lalu memberikan kepadanya.

“Mungkin dia sibuk,” jawab nya sembari meminum air yang diberikan Elvano.

“Sesibuk-sibuknya dia seharusnya dia tetap---” Elvano terhenti.

“Sudahlah, aku sedang tidak ingin memikirkan hal lain selain keadaan ayah.” Dia memotong perkataan Elvano.

“Ok, sekarang mau bagaimana? Aku antar kamu pulang?” tanya Elvano.

Dia menggelengkan kepalanya dan memaksakan bibirnya untuk tersenyum. “Makasih El, tapi aku masih mau disini temenin ayah.”

“Baiklah kalau begitu, kabari aku jika terjadi sesuatu,” ucap Elvano seraya berdiri dan berlalu meninggalkan nya.

Dia menatap kepergian Elvano yang semakin jauh menghilang dari pandangan. Setelah Elvano sudah tidak ada. Dia mengedarkan pandangan nya menatap kedalam ruangan tempat sang ayah terbaring lemas. Dengan beberapa alat bantu yang terpasang di tubuh nya. Isyana memegangi dadanya yang perih seperti tersayat-sayat pisau.

Sesampainya dirumah hari sudah gelap. Elvano keluar dari mobil. Dia melirik kearah teras depan rumahnya. Ada Nabila yang berdiri dengan tangan yang dilipat di depan dada menatap kedatangan nya. Raut wajah wanita itu masam dan cemberut.

Di dalam kamar.

“Kamu dari mana saja El? Kenapa Tio yang mengantar Nino ke rumah mamah?” ucap Nabila bertanya saat Elvano hendak membuka kancing lengan kemejanya.

“Aku ada urusan mendadak tadi,” jawab nya singkat seraya membuka kancing lengan kemejanya.

“Nggak seperti biasanya kamu melewatkan jam untuk menjemput Nino dari sekolah, kata Saras dari pagi jam 10 kamu sudah tidak ada di kantor,” ucap nabila kembali menanyakan banyak hal pada Elvano.

Elvano menghela nafasnya seraya menoleh menatap Nabila dengan wajah datar. “Nggak seperti biasanya juga kamu ada dirumah di jam segini, biasanya selalu saja ada pekerjaan inilah itulah ... aku sudah tidak perduli!”

Nabila tersentak, susah payah menelan ludahnya yang sekeras batu. Mendengar celetukan yang keluar dari mulut Elvano. “Apakah Elvano benar-benar sudah mulai mencurigaiku?”

“Hmm El, aku kangen makan malam berdua dengan kamu ... aku masakin makanan kesukaan kamu ya.” Nabila gugup dan langsung mengalihkan pembicaraan. Lalu bergelayut manja di lengan Elvano.

“Aku sudah makan tadi,” jawab Elvano singkat, sembari melepaskan tangan Nabila yang melingkar di lengan nya.

Nabila cemberut menatap Elvano yang membuka kemeja nya dan menaruhnya diatas tempat tidur. Kemudian berjalan kearah kamar mandi.

“Akhir-akhir ini Elvano sudah banyak berubah ... apalagi misalkan ditanya tentang wanita di foto waktu itu, dia selalu menghindar,” gumam Nabila seraya meraih kemeja Elvano diatas tempat tidu, dan hendak menaruhnya di tempat cucian kotor.

Akan tetapi Nabila terhenti, saat tidak sengaja aroma di kemeja Elvano tercium di hidungnya. Karena penasaran Nabila kembali mendekatkan kemeja tersebut ke hidungnya. Jelas-jelas ini aromaparfum wanita, dan aromanya sangat kuat menempel. Nabila memikirkan sesuatu, karena merasa familiar dengan parfum tersebut.

“Sialan! Ini bau parfum perempuan,” decaknya kesal seraya meremas kemeja tersebut lalu membuang nya kedalam tempat cucian kotor dengan kasar.

“Pasti ini berkaitan dengan perempuan yang ada di foto itu ... aku harus menyelidiki apa yang di lakukan Elvano tiga bulan lalu saat di New York,” gumam nya menatap pintu kamar mandi. Dimana terdengar suara rintikan air shower saat Elvano sedang mandi.

.

.

.

To be continued.

1
Elok Pratiwi
cerita tidak menarik
Elok Pratiwi
sangat tidak menarik tokoh utama wanita nya lemah hanya bisa menangis .. cerita yg sangat buruk
Cis Siu
uhuy
Ruth Khoiriyah
sama mbuletnya thor kenapa ceritanya mbulet
Ruth Khoiriyah
mbulet coba langsung ambil perusahaan nya aja biar tau rasa
Endang Supriati
oneng si isyana, lola lemot
Endang Supriati
ya iyalah ibunya berzinah, anak yg jadi korvan. adq hadisnya.
Wiwit
bingung dgn cerita isyana nya bodoh atw gmn ya
A Yes
❤️❤️❤️🌺🌺🌺🌺
A Yes
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
A Yes
ikuuuut💃💃💃💃😂😂😂😂😂✌️😅
YuWie
bunga untuk evan yg bisa teges...
YuWie
el gak peka..tio aja paham
YuWie
heran aku..gampang bgt diprovokasi. wong ya sdh tau sama2 janda dan duda dan ada anak. Isyana malah perasa bgt klo sama nino..
YuWie
duluuu disia2 elvanonya..sekarang kelimpungan sendiri nabila.
YuWie
ngonooo wae..nino ya gitu, dah pernah diabaikan ibunya jadinya skrg cari perhatian.
YuWie
hah
YuWie
ini baru laki2 hentelmen...gak dibalas cintanya mundur bukannya bikin hal yg licik2
YuWie
nahhh gitu...komunikasi tanpa emosi.
YuWie
buruk banget sih komunikasi el dan is.. padahal sdh sama2 pernah gagal tapi gak belajar dr kegagalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!