NovelToon NovelToon
My Hot Doctor

My Hot Doctor

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster
Popularitas:30.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lyn malini

Hai guys ini karya baruku, jika ingin tahu awal mula kisahnya silahkan baca dulu judul sebelumnya...
👉 Harga diri yang terjual
👉 Liontin (petaka cinta Cantika)
Nggak baca juga ngga apa-apa , senyamannya Readers ku saja.
Next...

Aku seorang dokter, wajahku tampan ala Oppa Oppa Korea. Aku memang seperti anak mami. Kulitku putih bersih rajin perawatan.

Tapi jangan sepelekan aku. Selain ahli mengobati aku juga pandai mematahkan tulang jika kalian mengusikku.
Mau coba...


Hargai karyaku dengan ⭐5, like, vote, and gift. Jangan lupa komen.

Salam damai dari Author 👊✌

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyn malini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

New Delhi

"Ada apa? Dari tadi kamu melamun, memikirkan apa?" Sahara terbangun dari tidurnya dan tidak menemukan Julian di sampingnya. Ternyata Julian duduk di balkon kamar mereka seorang diri.

"Kok bangun?" Tanya Julian tanpa menjawab pertanyaan Sahara.

"Malah bertanya balik, jawab dulu pertanyaan aku! " Jawab Sahara dengan wajah sedikit sewot sambil duduk di samping suaminya.

"He... he... maaf, aku hanya cari angin saja." Jawab Julian yang tidak ingin Sahara kecewa.

"Yang... ada sesuatu yang terjadi? Apa mereka mempersulit mu? Jangan rahasiakan apapun, aku tahu semua yang kamu pikirkan pasti berhubungan dengan masalahku." Wajah manis tanpa polesan itu menatap Julian sendu.

Julian membalas tatapan istrinya dengan tatapan yang sama sayunya." Ara, maaf...! Hingga kini aku belum bisa menyelesaikan masalah kita. Selama masalah ini belum selesai kamu belum bisa bebas keluar rumah seperti wanita-wanita lain pada umumnya. Kamu pasti bosan di rumah terus, bukan? "

"Aku tidak bosan, Yang. Rumah ini cukup besar untuk aku jelajahi, jangan khawatir." Sahara berusaha untuk tersenyum lebar untuk menutupi kenyataan yang ia rasakan.

 Sejujurnya Sahara memang merasa bosan. Ia ingin keluar rumah jalan-jalan, ataupun ke salon. Sekedar belanja bulanan, makan di cafe, atau jalan sore keliling komplek.

"Istriku memang baik banget. Aku makin sayang kalau gini." Julian merangkul Sahara sambil mengecup gemes pipi Sahara.

"Cuma sebatas sayang? " Pertanyaan Sahara yang sederhana itu sangat dalam maknanya.

Julian menatap dalam mata Sahara. Pernikahan mereka tidak berlandaskan dari rasa cinta. Tapi bukan berarti hubungan ini berjalan di tempat tanpa perkembangan. Pelan tapi pasti, baik Sahara maupun Julian mulai jatuh cinta satu sama lain.

Meskipun telah melewati banyak malam indah bersama, namun Julian belum pernah mengucapkan kata sakral itu. Sebagai seorang wanita Sahara sangat menantikan saat-saat itu.

Tatapan Julian yang tanpa suara membuat Sahara salah tingkah dan merasa malu dengan pertanyaannya. " Maaf, aku tidak bermaksud..." Ucapan Sahara terputus karena Julian telah membungkamnya dengan sebuah ciuman panjang dan lama.

"Apa semua perlakuanku belum bisa menjawab pertanyaan mu, Yang? " Julian mengusap bibir Sahara yang basah karena ulahnya.

" Wanita butuh kepastian, Yang! Butuh ucapan dan tindakan secara bersamaan. Bagi pria itu mungkin berlebihan, tapi bagi wanita itu kebutuhan." Tanpa malu Sahara mengeluarkan isi hatinya.

Bagi Sahara pernikahan hanya sekali saja. Menjaga sebuah pernikahan tidak cukup hanya dengan menerima apa adanya. Saling mencintai dan menghargai, terbuka dan saling percaya adalah dasarnya.

"Maaf jika aku tidak seperti yang kamu harapkan. Aku tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita sebelum dirimu. Tapi aku suka dirimu yang blak-blakan, bicara tanpa ada batasan, rasa takut ataupun segan. Dengan begitu aku bisa tahu apa yang kamu inginkan dan apa kekurangan ku." Julian berbicara sambil terus mengusap pipi dan rambut Sahara secara bergantian.

"Aku harap kamu tidak terganggu dengan sikap ku yang suka protes." Sahara meraih telapak tangan Julian yang berada antara leher dan pipinya, kemudian menggenggamnya erat dengan kedua tangannya.

" Apa kamu sudah mencintai ku? " Lanjut Sahara.

"Aku rasa aku sudah jatuh cinta sejak pertama kali melihatmu. Hanya saja aku tidak menyadarinya karena saat itu aku sedang patah hati." Jawab Julian terus terang.

Keduanya saling tatap satu sama lain. Tatapan dalam penuh suka cita dengan berjuta rasa. Wajah-wajah yang merona itu saling mendekat dan kemudian saling bertautan.

Tanpa berlama-lama, Julian langsung membopong istrinya dengan hati-hati. Menaruhnya dengan pelan tanpa memutuskan tautannya. Kecapan dan desahan memenuhi ruangan. Keduanya larut dalam kebahagiaan penuh cinta.

Dan untuk pertama kalinya Julian melakukannya dengan terus berucap" Aku mencintaimu...!"

Sahara pun membalasnya dengan senyuman bahagia. "Terimakasih, Sayang. Aku lebih mencintaimu...!" Meski setengah berbisik dan terbata-bata, namun Julian bisa mendengarnya dengan jelas.

Meninggalkan Julian dan Sahara yang sedang menikmati malam indah mereka, Aryo dan Edward sedang sibuk berkomunikasi dengan seseorang yang berada di Delhi, India.

" Bos, itu sebuah kunci ruangan rahasia. Ruangan bawah tanah milik Nawab Pataudi. Terakhir kali berada di tangan Osman Khan Pataudi. Kunci itu menghilang bersamaan dengan tragedi pembunuhan Osman Khan dan menghilangnya ketiga anaknya." Lapor seseorang yang berada di Delhi yang tak lain adalah anak buah Aryo.

"Apa kau tahu isi ruangan itu?" Tanya Aryo.

"Tidak ada yang tahu apa yang tersembunyi di dalamnya Bos, tapi berdasarkan gosip yang beredar isinya adalah harta yang tidak ternilai harganya. Ada yang beranggapan itu adalah kekayaan yang dikumpulkan dari upeti pada zaman kejayaan kerajaan Pataudi." Aryo mendengarkan dengan seksama.

" Ada tugas baru untukmu. Ini beresiko tinggi, nyawa taruhannya. Apa kamu bersedia? " Aryo selalu memberi perintah tanpa memaksa orang-orangnya untuk melakukannya. Jika berhasil maka mereka menerima bayaran mahal. Tapi jika gagal cukup tutup mulut, meskipun nyawa harus melayang.

" Aku siap terima perintah, Bos...! " Ucap orang suruhan Aryo di seberang sana.

"Aku mau kau mengukur lobang kunci itu. Apa kau bisa? " Tanya Aryo memastikan sekali lagi orangnya bersedia atau tidak.

Setelah terdiam beberapa saat akhirnya orang suruhan Aryo itu menjawab." Mungkin akan sulit, Bos. Tapi aku akan mencobanya. Ruang bawah tanah itu berada di bawah istana Pataudi. Hanya keluarga dan orang-orang kepercayaan yang bisa masuk. Aku mungkin butuh waktu sedikit lebih lama untuk mendapatkannya."

" Ambil waktu sebanyak yang kau butuhkan, usahakan secepatnya jika memungkinkan. Apapun yang kau butuhkan minta saja pada Daud. Dia akan membantumu disana nanti." Ucap Aryo.

"Baik, Bos."

"Ben... hati-hati! " Pesan Aryo sebelum menutup panggilan telepon.

Ben adalah nama orang kepercayaan Aryo. Dia telah bekerja lebih dari sepuluh tahun lamanya. Beberapa kali ia melakukan misi yang hampir mengorbankan nyawanya. Hidup sebatang kara membuatnya tidak takut akan kematian.

Sementara itu di kota New Delhi, India. Seorang yang bermarga Pataudi sedang murka. Di depannya berlutut seorang ahli kunci dengan tubuh gemeteran ketakutan. Amarah Sang majikan sudah mencapai puncaknya karena ia gagal lagi membuat kunci duplikat.

Orang itu bernama Jalal Khan Pataudi. Dia adalah saudara tiri dari kakek Sahara yang bernama Osman Khan Pataudi.

"Sudah puluhan tahun kau membuat kunci itu, tapi tidak juga ada hasilnya. Aku sudah tidak punya banyak waktu untuk menunggu. Ini kesempatan yang terakhir untukmu, jika kau gagal lagi ...kepalamu taruhannya! " Suara pria tua itu menggelegar memekakkan telinga.

Wajahnya memerah menahan amarah yang memuncak. Puluhan tahun lalu ia merebut istana Pataudi ini dengan sudah payah. Berharap bisa menguasai kekayaan Pataudi dengan mudah. Tapi tidak seperti yang ia bayangkan. Kakeknya telah menyembunyikan kekayaan itu di dalam ruang bawah tanah.

Selama ini yang boleh mengakses tempat itu hanyalah keturunan yang sah, sementara dirinya hanyalah keturunan dari seorang selir. Perilaku yang berbeda menimbulkan rasa iri dan sakit hati yang mendarah daging.

...****************...

1
Nurmaulida Isna
ga jls Thor y
Watini Salma
ditunggu thor cepat lanjut in/Pooh-pooh/
LYN MALINI: Udah ada bab baru sis😘
total 2 replies
Siti Fatimah
di tunggu lanjuuut
LYN MALINI: Up lagi nih Sis🙏
total 2 replies
Dwi Setyaningrum
Thor ini dilanjut ga nih critanya pak dokter Julian ini sdh bln 6 Lo..
Nurmaulida Isna
masihkah berlanjut kaka
Mega Zea
autor kapan nic updatenya...
Azalea New
ceritanya bioin ngga sabar, update yg cepet dong outhor..
FY
ayo thor, masih setia menunggu kelanjutannya..ditunggu
Porman Siahaan
lanjutan nya mana thor
Santi Dewi
lah kapan nih up thor
Porman Siahaan
mana lanjutanx thorrr
Porman Siahaan
lanjutan nya
Porman Siahaan
novel ini ceritax bagus, trims ya thor
Athifah S Rato
sekedar mau kasih saran Thor kalau bisa kisah cintanya jangan selalu berawal dari obat perangsang aku jadi ngeri kalau itu terjadi di dunia nyata mengingat kita sebagai wanita serasa harga diri ini ngga berharga🙏🙏🙏
Athifah S Rato
kok ceritanya gini sih aku nyesal baca kalau sampai preman itu menyakiti sahara
Athifah S Rato
aku mah udah baca novel sebelum nya tentang asha dan Cantika dan sekarang tentang Sahara asisten Cantika 👍👍👍
Zainab Ddi
author kok belum update2💪🏻💪🏻💪🏻😘😘😘
Zainab Ddi
suka dengan kerya author yg selalu membahas tentang ketegaran dan mandiri seorang wanita yg punya harga diri tinggi
Zainab Ddi
author update LG dong penasaran nih kelanjutan nya🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺️😘😘
Zainab Ddi
Sahara lebih baik menikah dengan Julian Vania masih mengincarmu dia ingin menghancurkan mu kalo sana julian sedikit byk hidupmu aman dan semoga bahagia jg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!