NovelToon NovelToon
Lagu Cinta Untuk Mama

Lagu Cinta Untuk Mama

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:547.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sindya

Novel ini penuh air mata ya say...kalau tidak kuat Melo, tinggalkan saja...!

Penolakan sang suami untuk mengakui keberadaan putranya membuat Adis menyerah. Ia harus membesarkan putra semata wayangnya seorang diri.

Namun penderitaan makin sempurna yang harus ia alami saat putranya di vonis dokter mengalami sakit jantung membuat ia harus berpikir keras untuk mencari uang tambahan.


"Ya Allah. Dari mana aku harus mendapatkan uang 500 juta dalam sebulan?" desis Adis sambil mengelus dadanya yang terasa sangat sesak lagi sakit.


Bagaimana kisah ini selanjutnya antara Adis, suaminya Panji serta putra mereka Rian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Gugup

Untuk mengisi liburan panjang Rian, Adis sengaja tidak mengambil banyak job pemotretan dan syuting iklan sementara waktu agar dirinya bisa punya banyak waktu untuk menemani putranya Rian. Apa lagi Rian akan merayakan ulangtahunnya sebentar lagi walaupun masih dalam suasana liburan sekolah.

Bukan hanya Adis saja yang menginginkan memiliki waktu berduaan bersama dengan putranya itu, namun Galih juga ingin ikut ambil bagian untuk menyenangi calon anak sambungnya itu walaupun masih dalam sebatas angan.

Mungkin untuk menaklukkan hati wanitanya atau memang Galih peduli dengan Rian yang kurang perhatian dan kasih sayang dari seorang ayah yang tidak mungkin bisa Adis berikan dalam versinya Adis sendiri tapi tidak ditemukan oleh Rian apa yang dia butuhkan dari seorang ayah.

Seperti saat ini Galih duduk dengan Rian sedang asyik bermain game berdua di ruang keluarga yang menyatu dengan dapur. Ada makanan ringan yang tersaji di hadapan mereka sebagai penemani mereka bermain game.

"Nanti yang menang ada hadiahnya nggak Rian?" tanya asisten Andre ikut nimbrung di antara keduanya.

"Kalau bertarung menggunakan hadiah dalam permainan itu sama saja berjudi. Itu yang dikatakan mama

Kalau mau main, ya main aja. Tidak usah ada hadiah segala," ucap Rian dengan tatapan fokus ke televisi.

Asisten Andre melengos gerah dengan bocah yang selalu sok bijak menasehati orang dewasa itu.

"Apakah mamamu yang selalu menasihatimu seperti itu?" tanya Galih setengah berbisik agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh Adis yang sedang fokus memasak. Sementara Dina berada di ruang loudry untuk merapikan cucian yang sudah ia setrika.

"Kata mama, jika ingin hidup selamat dunia akhirat, kita harus mendengarkan nasehat orangtua," imbuh Rian.

"Begitukah?"

"Iya uncle. Apakah uncle tidak punya mama?" tanya Rian.

"Ada. Tapi mereka tinggal di luar negeri karena adik bungsu uncle perlu diawasi oleh mommynya uncle," ucap Galih.

"Oh begitu." Mengangguk sambil mengunyah kentang goreng.

"Ok. Kita hanya bermain saja, tapi bagaimana kalau nanti sore kita berenang? Apakah Rian mau?" tawar Galih yang sudah kehabisan ide untuk menyenangkan Rian yang tidak begitu tergiur dengan hiburan apapun kecuali ingin selalu dekat dengan ibunya saat ini.

"Apakah berenangnya di luar bukan di kolam renang yang ada apartemen, uncle?"

"Iya dong. Kita harus cari suasana baru."

"Apakah mama setuju?" tanya Rian melirik mamanya yang membawa lagi kudapan untuk mereka hasil dari kreasinya.

"Sebaiknya di rumah saja. Tidak usah ke manapun karena mama lagi lelah," timpal Adis.

"Kalau begitu biar aku yang mengajak Rian saja. Kamu istirahat saja. Lagian itu kolam renang khusus untuk anak laki-laki," ucap Galih.

"Baiklah. Tapi kalau kelelahan jangan dipaksakan, ok!" ujar Adis.

"Terimakasih mama."

"Baiklah. Kita makan siang sekarang. Masakan mama sudah matang. Rian, panggil Tante Dina..!" pinta Adis.

"Baik mama." Rian ke kamarnya Dina. Sementara asisten Andre sedang merapikan kembali stik game dan makanan yang cukup berantakan di area televisi.

Galih menemani Adis yang sedang menyajikan makanan. Pria tampan ini masih berharap untuk mendapatkan hati Adis.

"Apakah aku tidak bisa menggantikan ayah dari Rian? Aku tidak ingin ini hanya sebuah kenangan aku dengan Rian saat kami menghabiskan waktu bersama," rayu Galih sambil menata piring di atas meja.

"Keluarga tuan pasti tidak akan menerima aku karena aku sudah memiliki Rian."

"Adis. Keluargaku memiliki pemikiran terbuka. Status tidak masalah dalam keluarga kami," ucap Galih.

"Apa maksudmu, tuan Galih?" tanya Adis belum paham dengan perkataan Galih.

"Mommyku menikah lagi dengan seorang pria berkebangsaan negara lain. Dia sama sepertimu ditinggal pergi begitu saja oleh ayahku tanpa ada kabar.

Beruntungnya kakekku dari pihak ibuku memiliki banyak perusahaan dan salah satu perusahaan kakek yang aku kelola saat ini yang dulu pernah dikelola oleh mommyku," ungkap Galih yang baru menceritakan kehidupan pribadinya pada Adis.

"Tapi kasus pernikahanku tidak seperti ibumu, tuan. Jadi, aku mohon pengertianmu..!" Ucap Adis yang enggan untuk memulai kehidupan percintaan dengan siapapun karena ia lebih fokus pada keadaan kesehatan putranya yang belum dikatakan stabil.

"Aku akan membantumu untuk melakukan gugatan cerai secara agama agar kamu bisa terlepas dari pernikahan siri itu," jelas Galih.

"Tapi,....-" ucapan Adis terhenti setelah para anggota keluarga menghampiri meja meja makan.

Formasi duduk mereka yang sudah terbiasa yaitu Dina dan Andre duduk berdampingan. Sebelah Dina adalah Adis dan sebelah asisten Andre adalah Galih baru diikuti Rian karena meja makan itu berbentuk bulat.

Tidak ada obrolan di meja makan siang itu. Mereka memilih menikmati lezatnya makanan yang dimasak Adis yang benar-benar enak di lidah mereka masing-masing.

...----------------...

Sore harinya, Adis sudah menyiapkan perlengkapan renang untuk putranya. Galih menjemput Rian yang sudah berdiri di depan pintu utama unit apartemennya.

"Sudah siap?" tanya Galih basa-basi.

"Sudah siap uncle. Ayo kita berangkat..!" semangat Rian.

"Jangan pulang malam. Sebelum magrib harus sudah tiba di rumah. Ingat kalau menjelang magrib...-"

"Banyak setan berkumpul untuk menggoda manusia," sambung Rian yang sudah terbiasa mendengar nasehat ibunya.

"Kami jalan dulu..! Hati-hati kalian di rumah. Jangan buka pintu untuk siapapun yang tidak kamu kenal..! Kamu mengerti?!" tegas Galih.

"Hmm!" Keduanya saling memberi salam sebelum berpisah.

Tiba di kolam renang, Galih merapikan baju gantinya Rian dan meletakkan di tempat loker penitipan. Keduanya menuju kolam renang di mana sudah banyak orang yang berenang.

Galih memilih menemani Rian di kolam renang anak-anak. Tanpa disadari oleh Galih, ada Panji yang sedang memperhatikan mereka.

"Itu anaknya siapa yang bersama Galih?" tanya Panji yang sedang beristirahat di bangku panjang khusus untuk para pengunjung.

Iapun menghampiri Galih yang sedang mengawasi Rian berenang.

"Selamat sore tuan Galih...!" menepuk bahu Galih sedikit keras.

Galih melebarkan matanya karena tidak menyangka bisa bertemu dengan Panji yang notabene ayah kandungnya Rian.

"Sialll....! Kenapa dia ada di sini?" geram Galih yang benar-benar syok melihat Panji yang sudah ada di hadapannya saat ini sambil tersenyum.

"Itu anaknya siapa? Jangan bilang kalau itu anak simpananmu...!" canda Panji dengan senyum masih mengembang di bibirnya.

Tatapan keduanya fokus pada Rian yang sudah berendam ke dalam kolam renang sambil bermain bersama anak-anak lain yang senang dengan kehadiran Rian.

"Itu keponakanku," sahut Galih dengan wajah terlihat gugup. Tiba-tiba saja lehernya terasa tegang.

"Oh iya...! Kamu adalah paman yang baik hingga mau meluangkan waktu untuk menemani keponakanmu ditengah kesibukanmu," puji Panji.

"Terimakasih. Maaf aku tinggal dulu. Aku harus mengawasinya..!" ucap Galih buru-buru turun ke dalam kolam renang menghampiri Rian.

Galih sengaja menghindari Panji agar ayah dari Rian itu tidak banyak bertanya tentang putranya sendiri.

Saat Panji hendak berbalik menuju tempat duduknya, asisten Rendy sudah ada di balik punggungnya.

"Asss... sialll...! Bikin kaget aja," geram Panji.

"Maaf tuan. Kenapa tiba-tiba menghampiri kolam renang anak-anak?" tanya asisten Rendy yang membawa minuman untuk Panji.

"Aku tadi menyapa tuan Galih. Dia bersama keponakannya. Itu mereka..!" tunjuk Panji ke arah Galih dan Rian pada asisten Rendy yang sedang bersenda gurau saling menyiram air ke wajah mereka.

Asisten Rendy melihat wajah tampan Rian membuat dirinya juga syok. Pasalnya dia sudah mengetahui siapa sebenarnya Rian dari kekasihnya." Astaghfirullah halaziiim.

Kenapa bisa bertemu secara kebetulan di saat seperti ini? Apakah Galih tahu kalau anak yang dibawanya itu adalah putra kandungnya Panji dan Adis. Itu berarti Adis adalah model itu..?! Astaga...!" Menepuk jidatnya sendiri kala menyadari Galih adalah bos-nya Adis.

"Ada apa...? Kenapa kamu tiba-tiba terlihat gugup seperti itu?" curiga Panji dengan perubahan sikap asisten pribadinya itu.

1
Arwondo Arni
siapa ayah adis blm dijetahui
Suyatno Galih
perkataan sll byk dlm hati, gak memuaskan, dsr biji
mbulet kyk kentut
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼
pipi gemoy
vote Thor,✌🏼
pipi gemoy
jodoh nya si panjul karena sdh tobat👻
pipi gemoy
wow Thor
alurnya susah ditebak 👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼☕
pipi gemoy
Lidia belum kena karma ini😤
pipi gemoy
Rian👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🌹
pipi gemoy
happy wedding Gilang Adis n Andre Dina 🌹
pipi gemoy
kena mental si Panjul 😆👻
pipi gemoy
ternyata mama galih = mama Panjul kelakuannya 👻👻👻👻
pipi gemoy
dina memang badas🌹
mampus kau panjul👻😆
pipi gemoy
ini para asisten cerdas semuanya baik Andre maupun Rendy 👍🏼👏🏼🌹
pipi gemoy
good Rendy👍🏼🌹, emang setres si Panji 👻
pipi gemoy
sepertinya si mantan pecandu lagi eror
kangen katanya 🤦
hei dulu kemana kamu woiiii😤
pipi gemoy
Dina smart 🌹
noh Gilang seharusnya kamu berterimakasih sama Dina yg bisa membujuk Adis jd model 😎
pipi gemoy
Tuhan sudah membuka jalan, si Adis malah terlalu byk pertimbangan 🤦🤦🤦😁
pipi gemoy
hedeh si Panji mungkin masih eror 😆👻
pipi gemoy
datang langsung marah n memaki, ini pasti karena hasutan paman Panji 👻
pipi gemoy
mampir Thor
hedeh si Panji sdh di tolong disembuhkan dari kecanduan, malah menggigit orang yang menyembuhkan nya👎🏼😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!