"Gue langsung pada intinya saja!"
Rama membuka suara
"Setelah malam ini jangan pura-pura sok Deket sama gue disekolah, kita anggap kalau kita sama sekali gak kenal,jangan pernah kasih tau siapapun tentang pertunangan kita disekolah!"Ucapnya tanpa jeda sedikitpun.
Akh apa yang Rara harapkan ? Rama akan langsung menyukainya?.
Rara hanya bisa tersenyum kecut.
"Tenang aja kak,gua gak bakal kasih tau tentang pertunangan kita kok,gue juga mau cari aman aja."Ucap Rara santai ,ia tak ingin menampakkan raut wajah kekecewaan,yah sebenarnya ia pun tak menerima 100% perjodohan ini.
_____*****_____*****_____*****_____*****_____*****
Semua berawal dari kakek Rara yang ingin tapi persahabatan dengan teman baiknya tak terputus hingga membuat perjodohan dengan cucu temannya
Tapi kenapa harus terjadi kepada Rara??Anak perempuan yang baru beranjak remaja tapi sudah punya calon suami..
Bahkan pacaran Rara belum pernah merasakan nya tapi ia malah langsung punya suami??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merlindea Ananta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Devano ngeselin
melati langsung menyingkirkan lengan temannya, wanita itu pun pergi sambil diikuti oleh 3 temannya dari belakang, melati ingin langsung menghampiri Devano yang pasti sekarang ada di tempat biasa berkumpul bersama teman-teman.
iya ingin memberitahu informasi kalau Rara sudah punya pacar mungkin Devano akan mundur apalagi kalau tahu Rama adalah pacar Gadis itu, tak akan mungkin Devano sanggup menggapai Rara
sekarang mereka sedang ada di kantin karena Rama dituntut pajak jadian oleh semua yang mendengar kalau Rara adalah kekasihnya ia tak akan bangkrut kalau cuma mentraktir beberapa orang.
"RAM, traktir dong RAM" ucap mereka secara bergantian.
"Oke, kalian bebas ambil apa saja diganti dan gue yang bayar" ucapan yang disambut sorak-sorak bergembira oleh mereka semua.
"kak" panggil Rara, mau keluar uang berapa sang suami kalau mentraktir semua orang yang ada di sini.
"kamu tenang aja, aku gak bakal bangkrut kok, kamu lupa siapa aku? "tanya Rama, Rara yang sedang menelan ludahnya dan membasahi bibirnya dengan lidah malah membuat rama ketika ingin melihat bibir ranum istrinya di sini. kalau tak di lingkungan sekolah mungkin Rama sudah melahap habis bibir sang istri
"kita pulang ya" bisik Rama pelan tapi masih dapat didengar oleh Jerry Caca Rangga Amel dan juga itu hari ini jadwal pelajaran bebas, pertandingan voli tadi lah, jadwal terakhir perlombaan pada hari ini.
"mau ke mana lo? lu kan mau traktir, nggak mungkin kali tuan donaturnya pulang, emang mau ngapain lu pulang?" tanya Jerry dengan suara pelan, iya langsung mendapat toyoran dari Rama.
"kepo lu" balas rama
"ay semuanya silakan langsung dipilih, makan apa aja yang kalian mau, pesan semuanya jangan ragu-ragu "ucap Jerry lagi membuat semuanya langsung berhamburan menuju stan-stan yang menjual makanan
mereka akan makan sepuasnya dan sangat yakin kalau ramah tak akan mungkin membohongi mereka sedangkan Rara yang memang jiwa ibu rumah tangganya keluar sejak menikah langsung melotot ke arah rama.
"mau habis berapa Rama nanti kalau mentraktir semua orang" batin Rara dalam hati
"tenang ya" ucapan rama, seperti pria itu tahu apa yang ada di pikiran Rara, ia menggandeng tangan Rara Dan mengajak istrinya itu pergi menuju kursi kosong.
****
melati yang mendatangi Devano dan teman-temannya langsung saja duduk bergabung bersama mereka
"lu bener masih mau ngejar Rara, kalaupun tahu dia punya pacar?" tanya melatih langsung saat ia baru tiba di tempat Devano.
Devano hanya mengangkat bahunya, tak ada niatan sama sekali untuk menjawab pertanyaan melatih, dan untuk juga apa ia memberitahu.
Devano sudah sangat lama sebenarnya ingin lepas dari gadis yang ada di depannya ini, tapi melati selalu mengancam akan mengakhiri hidupnya kalau sampai Devano pergi sebelum menikahinya.
kemarin Devano sempat nekat memutuskan hubungannya dengan melati, Gadis itu sangat meresahkan dan mengganggu dirinya
"gue gak peduli dia punya pacar atau gak" ucap Devano santai titik hanya itulah yang akan dijawab Devano, ia tak ingin melatih tahu apa yang ia rencanakan
"walaupun,lo tahu pacarnya rara itu rama?" tanya melati Devano tak terkejut sedikitpun malahan sebenarnya ia pernah menguping pembicaraan Rama Dan teman-temannya kalau Rara dan Rama ternyata sudah menikah. iya jadi punya rencana lain dan akan melakukan rencananya secara perlahan untuk mendapatkan Rara dan tubuhnya.
Devano tak pungkiri kalau ia juga nakal dan tak sebaik yang teman-temannya kira, devana jugalah yang membuat melati masuk ke dunia malam, Ia juga sering bergonta ganti pasangan tidur bukan hanya melatih saja dan kali ini ia sangat penasaran dengan Rara
"kalau Rara udah nikah bukankah melayaninya sekali tak masalah, agar rahasia mereka tetap terjaga dan itu bukan masalah besar?" batin Devano dalam hati .
ia sangat penasaran dengan para gadis makanya Ia suka bergonta-ganti pasangan tak pernah ada yang membuat malamnya berkesan.
"Rara Amoera Hermawan, gue yakin malam gue akan berkesan kalau sama lu" batin Devano sambil tersenyum simpul membuat melatih sebenarnya takut, walaupun ia sering mengancam untuk mengakhiri hidupnya tapi melati tak akan benar-benar melakukannya ia mencintai dirinya sendiri, Devano telah mengambil kesuciannya bukankah wajar ia meminta pertanggung jawaban pria itu.
"sepulang nanti lo datang ke apartemen gue kok malu udah ngerti kan?!" bentak Devano pada melati wanita itu akan melayaninya, melatih hanya Jadi pelampiasannya kalau ia ingin yang gratis kalau dengan wanita lain Devano harus mengecek isi kantongnya lagi.
melati hanya melengos sambil menghembuskan nafasnya secara kasar, sebenarnya ia sangat sedih kenapa pria ini tak pernah mencintainya dengan tulus malah pria itu juga sering meminta putus dengannya tapi Devano malah selalu memaksa melati untuk melayani nafsunya terus bahkan sebenarnya pun ia tak ada niatan mengganggu Rara, Ia hanya ingin perempuan itu menjauh dari Devano agar apa yang terjadi padanya tak terjadi pada Rara, cukup ya saja yang dibuat stress oleh Devano dan jangan ada gadis lain lagi yang belum tentu sekuat dirinya.
Devano dengan teganya membuat hati melati sakit, melati secara paksa disuruh belajar lagi bagaimana cara untuk membuat Devano merasa puas spasi di sisi lain Rara lagi siap saat melihat Rama membayar tagihan temannya
"ini seriusan" ucap Rara melihat Rama membayar tagihan temannya.
"kak, itu angka nolnya beneran? "tanya Rara lagi "udah, jangan gitu sayang cuma segini kecil bagi aku" ucap rama memasukkan handphonenya ke saku setelah mengirim uang kepada perwakilan kantin tadi.
"itu cuma harga dalemannya rama"ucap Rangga pelan sambil tetap sibuk bersama handphonenya tanpa mengalihkan pandangan matanya, Hito dan Jerry mengangguk-anggukan kepalanya membenarkan ucapan Rangga.
"lu jadi kayak emak-emak gila diskonan" cibir caca sambil nyeruput jus jeruk miliknya.
"thanks bro,moga langgeng ya"
"makasih ya kak"
"sering-sering RAM" ucap lainnya dan sambil bersahut-sahutan
"Oke, gue juga terima kasih sama kalian dan gue cuma mau mengingatkan kalau Rara ini milik gue dan kalau ada yang berani berhadapan ganggu atau cari masalah lo semua berhadapan sama gue "ucap Rama, yang membuat wajah Rara jadi merah merona
" asyiknya,"ucap Amel sambil mengikut lengan Rara.
"apaan sih Mel" ucapan Rara malu menutup wajahnya karena terlihat merah merona seperti memakai blush on.
"mau digituin juga sayang?" tanya Hito
"gak mau ah" tolak Amel langsung
"pacar gue jauh, gue juga pengen di gitu in " rengek Caca melihat adakan mesra dua sahabatnya ini
" sama, kue aja deh cah, selama pacar lu di luar negeri gue jadi cadangan gak apa-apa deh "ucap jerry tersenyum dan langsung dilempar tisu oleh Caca
"ogah" jawabnya langsung membuat mereka tertawa, kecuali Rangga pastinya.
sedangkan sepulang sekolah melatih datang dan sekarang meminta ampun pada Devano, pasalnya ini udah kali kelima ia melakukan penyatuan dengan pria itu, lelah sudah rasanya.
"diam gak lo!" bentar Devano yang masih terus memompa melati dari atas, selesai melakukan pelepasan Devano langsung menyingkir dari melati
"lu tahu kenapa gue sama bosan sama lu ? udah bolak-balik diajarin lu nggak ngerti muasin gue "ucap Devano sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
melati hanya menangis di atas tempat tidur, bagaimana bisa ia dibilang tak dapat menyenangkan pria itu Sedangkan pria itu udah melepaskannya sampai berkali-kali.
melati sudah berulang kali meminta Devano untuk menikahinya, tapi pria itu tak mau, melati tak mau sampai orang tuanya tahu bahwa ia sudah terjerumus dalam pergaulan bebas, walaupun hanya dengan Devano saja tapi pria itu selalu menolak dan mengatakan akan menikahinya kalau melati sudah bisa memuaskannya di tempat tidur.
kalaupun ya nanti menikah dengan Devano udah langsung bercerai, tak masalah, yang penting bagi melatih pernapasan menikah jadi kau makan wajar kalau ia sudah tidak gadis lagi yang membuat melati tetap berada di sisi pria itu, walaupun ia tahu Devano tak melakukannya dengan dirinya saja.
Devano sudah selesai bersih-bersih dan melihat melati masih di atas tempat tidur sambil menangis, tak jarang ia melihat wanita itu menangis, tapi tak pernah juga hatinya sedikitpun terenyuh ataupun kasihan, malah dia malah Devano semakin senang, entah ia punya penyakit kejiwaan atau apa yang jelas ia sangat menyukai kalau melatih menangis dan tersiksa.
"ngapain lu nangis? masih kurang?" tanya Devano berjalan ke arah walk in closet dan memilih pakaiannya, ia memilih kaos oblong dan boxer pendek
melati segera menghapus air matanya, ia bergegas turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, membersihkan dirinya dari begitu banyak cairan-cairan milik Devano yang masih melekat.
melati merendamkan dirinya di dalam bathtub, bagian pangkal pahanya terasa sangat perih sekarang, kadang Ia berpikir bisa tamat riwayatnya kalau terus-terusan seperti ini.
Devano selalu bermain kasar tanpa memperdulikan dirinya yang kesakitan.
dia merenungi nasibnya aku makan apa iya dulu terima kamu rayuan manis pria itu tanpa tahu aslinya Devano adalah seorang iblis, kalau waktu bisa diulang, iyanya sekali tak pernah bertemu pria itu di dalam hidupnya, penyesalan yang sangat terlambat sekarang yang ia butuhkan adalah menikah dengan pria itu dan bercerai
buat nama nya jangan salah2 trus donk Skali lgi maaf ya
sebenarnya niat gk sih bikin novel,,, orang aneh bikin kesel aja